Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di X menampilkan klaim bahwa Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengajak PT PLN menaikkan harga listrik prabayar (token) agar PLN tidak merugi dan masyarakat “belajar menghemat arus”.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“bahlil ajak PLN menaikan harga token agar PT PLN tidak rugi dan agar rakyat belajar menghemat arus”
Namun, Bahlil minta PLN naikan harga listrik?
(GFD-2026-31656) Hoaks! Bahlil minta PLN naikan harga listrik
Sumber:Tanggal publish: 15/01/2026
Berita
Hasil Cek Fakta
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi dari Bahlil maupun Kementerian ESDM yang memerintahkan atau meminta PLN menaikkan harga token listrik.
Kementerian ESDM justru menyatakan tarif tenaga listrik Triwulan I 2026 (periode Januari–Maret) untuk pelanggan non-subsidi tetap atau tidak mengalami kenaikan, dan tarif pelanggan bersubsidi juga tetap.
“Untuk menjaga daya beli masyarakat, Pemerintah memutuskan tarif tenaga listrik Triwulan I Tahun 2026 tetap atau tidak mengalami perubahan,” kata Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno, dilansir dari ANTARA.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus memberikan kepastian dan stabilitas ekonomi bagi rumah tangga dan pelaku usaha pada awal 2026.
Dengan demikian, pernyataan Bahlil minta PLN naikan harga listrik tidak berdasar.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Klaim: Bahlil minta PLN naikan harga listrik
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan pernyataan resmi dari Bahlil maupun Kementerian ESDM yang memerintahkan atau meminta PLN menaikkan harga token listrik.
Kementerian ESDM justru menyatakan tarif tenaga listrik Triwulan I 2026 (periode Januari–Maret) untuk pelanggan non-subsidi tetap atau tidak mengalami kenaikan, dan tarif pelanggan bersubsidi juga tetap.
“Untuk menjaga daya beli masyarakat, Pemerintah memutuskan tarif tenaga listrik Triwulan I Tahun 2026 tetap atau tidak mengalami perubahan,” kata Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno, dilansir dari ANTARA.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus memberikan kepastian dan stabilitas ekonomi bagi rumah tangga dan pelaku usaha pada awal 2026.
Dengan demikian, pernyataan Bahlil minta PLN naikan harga listrik tidak berdasar.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Klaim: Bahlil minta PLN naikan harga listrik
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rujukan
(GFD-2026-31657) Hoaks! Video Purbaya sebut kepala desa jadi kaya sejak ada dana desa
Sumber:Tanggal publish: 15/01/2026
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di Facebook menampilkan sosok yang diklaim sebagai Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan menarasikan seolah-olah ia menyatakan bahwa kepala desa menjadi kaya sejak adanya dana desa, serta menyarankan agar dana desa lebih baik dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur di pedalaman karena dianggap banyak disalahgunakan.
Dalam narasi video disebutkan bahwa sejak ada dana desa, para kepala desa memiliki banyak sawah dan tanah, sehingga dana desa dinilai tidak tepat sasaran.
Berikut narasi dalam unggahan video tersebut:
“Sepertinya sejak dana desa dihapuskan, Kadesnya yang paling menderita. Sejak ada dana desa kadesnya jadi kaya-kaya, sawah, tanah dimana-mana. Lebih baik dana desa dialokasikan buat infrastruktur dipedalaman karena selama ini dana desa banyak disalahgunakan, selain itu manajemen dan pola pikir kepala desa dalam mengolah dana desa tidak mengerti tujuan dan manfaatnya.”
Namun, benarkah video Purbaya sebut kepala desa jadi kaya sejak ada dana desa?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Dalam narasi video disebutkan bahwa sejak ada dana desa, para kepala desa memiliki banyak sawah dan tanah, sehingga dana desa dinilai tidak tepat sasaran.
Berikut narasi dalam unggahan video tersebut:
“Sepertinya sejak dana desa dihapuskan, Kadesnya yang paling menderita. Sejak ada dana desa kadesnya jadi kaya-kaya, sawah, tanah dimana-mana. Lebih baik dana desa dialokasikan buat infrastruktur dipedalaman karena selama ini dana desa banyak disalahgunakan, selain itu manajemen dan pola pikir kepala desa dalam mengolah dana desa tidak mengerti tujuan dan manfaatnya.”
Namun, benarkah video Purbaya sebut kepala desa jadi kaya sejak ada dana desa?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan video resmi atau pernyataan Purbaya yang mengatakan bahwa kepala desa menjadi kaya sejak adanya dana desa.
Hasil pemeriksaan menggunakan pendeteksi AI juga menunjukkan bahwa suara dalam video tersebut sangat kuat terindikasi sebagai hasil rekayasa kecerdasan buatan.
Video itu diketahui serupa dengan pemberitaan Tribunnews berjudul “Menkeu Purbaya Tak Goyah meski Didemo Kades se-Indonesia terkait Pencairan Dana Desa: Gak Berubah”, yang membahas respons Purbaya terhadap aksi protes kepala desa terkait pencairan dana desa tahap II tahun 2025, di mana ia menjelaskan bahwa sebagian dana ditahan untuk pembiayaan Koperasi Desa Merah Putih dan pemerintah tidak akan mengubah aturan yang sudah ditetapkan.
Dengan demikian, klaim bahwa Purbaya menyebut kepala desa menjadi kaya sejak ada dana desa adalah tidak benar.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Klaim: Video Purbaya sebut kepala desa jadi kaya sejak ada dana desa
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Hasil pemeriksaan menggunakan pendeteksi AI juga menunjukkan bahwa suara dalam video tersebut sangat kuat terindikasi sebagai hasil rekayasa kecerdasan buatan.
Video itu diketahui serupa dengan pemberitaan Tribunnews berjudul “Menkeu Purbaya Tak Goyah meski Didemo Kades se-Indonesia terkait Pencairan Dana Desa: Gak Berubah”, yang membahas respons Purbaya terhadap aksi protes kepala desa terkait pencairan dana desa tahap II tahun 2025, di mana ia menjelaskan bahwa sebagian dana ditahan untuk pembiayaan Koperasi Desa Merah Putih dan pemerintah tidak akan mengubah aturan yang sudah ditetapkan.
Dengan demikian, klaim bahwa Purbaya menyebut kepala desa menjadi kaya sejak ada dana desa adalah tidak benar.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Klaim: Video Purbaya sebut kepala desa jadi kaya sejak ada dana desa
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rujukan
(GFD-2026-31658) Hoaks! Video mahasiswa protes program MBG saat Ramadhan
Sumber:Tanggal publish: 15/01/2026
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di Facebook menampilkan seorang perempuan mengenakan jas kuning yang berdiri di depan mikrofon dengan latar tulisan DPR RI, serta seorang pria berseragam TNI di sampingnya.
Video tersebut dinarasikan seolah-olah perempuan yang diklaim sebagai mahasiswa sedang memprotes kebijakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tetap berjalan selama bulan Ramadhan di ruang sidang DPR RI.
Berikut narasi dalam unggahan video tersebut:
“Mahasiswa menolak keras pernyataan yang mengatakan selama bulan Ramadhan MBG tetap berjalan. Ibadah itu bukan alasan untuk memindahkan jam makan seolah rakyat tidak punya martabat. Kebijakan seharusnya diambil bukan asal-asalan dari balik meja kekuasaan. Anak-anak ini sudah sahur, sudah niat puasa, sudah diajarkan orang tuanya tentang kewajiban ibadah sejak dini. Lalu, di sekolah malah dikasih makan di siang hari mengatakan yang puasa dimakan saat buka, yang tidak puasa makan sembunyi-sembunyi disekolah karena itu bukan solusi….”
Namun, benarkah video mahasiswa protes program MBG saat Ramadhan?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Video tersebut dinarasikan seolah-olah perempuan yang diklaim sebagai mahasiswa sedang memprotes kebijakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tetap berjalan selama bulan Ramadhan di ruang sidang DPR RI.
Berikut narasi dalam unggahan video tersebut:
“Mahasiswa menolak keras pernyataan yang mengatakan selama bulan Ramadhan MBG tetap berjalan. Ibadah itu bukan alasan untuk memindahkan jam makan seolah rakyat tidak punya martabat. Kebijakan seharusnya diambil bukan asal-asalan dari balik meja kekuasaan. Anak-anak ini sudah sahur, sudah niat puasa, sudah diajarkan orang tuanya tentang kewajiban ibadah sejak dini. Lalu, di sekolah malah dikasih makan di siang hari mengatakan yang puasa dimakan saat buka, yang tidak puasa makan sembunyi-sembunyi disekolah karena itu bukan solusi….”
Namun, benarkah video mahasiswa protes program MBG saat Ramadhan?
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan video asli yang menunjukkan adanya aksi protes mahasiswa di DPR RI terkait pelaksanaan MBG selama Ramadhan.
Pemeriksaan menggunakan AI Detector Hive Moderation juga menunjukkan bahwa video tersebut terindikasi 99,9 persen merupakan hasil kecerdasan buatan (AI).
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, dilansir dari ANTARA menjelaskan bahwa program MBG tetap dilaksanakan selama Ramadhan dengan penyesuaian, yakni untuk sebagian siswa SD tetap diberikan seperti biasa, sementara untuk siswa tingkat menengah di daerah mayoritas Muslim, MBG diberikan dalam bentuk makanan siap saji yang tahan lama dan dapat dibawa pulang untuk berbuka.
Dengan demikian, klaim bahwa ada mahasiswa memprotes MBG di ruang sidang DPR RI saat Ramadhan tidak benar.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Klaim: Video mahasiswa protes program MBG saat Ramadhan
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Pemeriksaan menggunakan AI Detector Hive Moderation juga menunjukkan bahwa video tersebut terindikasi 99,9 persen merupakan hasil kecerdasan buatan (AI).
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, dilansir dari ANTARA menjelaskan bahwa program MBG tetap dilaksanakan selama Ramadhan dengan penyesuaian, yakni untuk sebagian siswa SD tetap diberikan seperti biasa, sementara untuk siswa tingkat menengah di daerah mayoritas Muslim, MBG diberikan dalam bentuk makanan siap saji yang tahan lama dan dapat dibawa pulang untuk berbuka.
Dengan demikian, klaim bahwa ada mahasiswa memprotes MBG di ruang sidang DPR RI saat Ramadhan tidak benar.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Klaim: Video mahasiswa protes program MBG saat Ramadhan
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rujukan
(GFD-2026-31659) Hoaks! Akun mengatasnamakan ATR/BPN untuk pengurusan tanah gratis
Sumber:Tanggal publish: 15/01/2026
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di TikTok dari akun bernama “Sertifikat Tanah” dengan foto profil menyerupai Kementerian ATR/BPN menarasikan adanya program pemutihan sertifikat tanah gratis 2026 dan mengklaim bahwa masyarakat bisa mengurus sertifikat tanah tanpa biaya melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).
Dalam video tersebut disebutkan bahwa layanan yang diklaim gratis meliputi balik nama sertifikat, pembuatan sertifikat baru, pembebasan pajak dan denda tunggakan, serta konsultasi dan pengurusan dokumen tanpa biaya.
Unggahan itu juga menuliskan seolah-olah Badan Pertanahan Nasional (BPN) mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program pengurusan surat tanah gratis melalui akun tersebut.
Berikut narasi dalam unggahan video tersebut:
“PEMUTIHAN SERTIFIKAT TANAH GRATIS 2026
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
1. Gratis balik nama sertifikat
2. Gratis pembuatan sertifikat baru
3. Bebas pajak dan denda tunggakan
4. Konsultasi & pengurusan dokumen gratis”
Unggahan tersebut juga disertai narasi:
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
“MANFAATKAN PROGRAM GRATIS SERTIFIKAT TANAH GRATIS
Badan Pertanahan Nasional (BPN) INDONESIA mengajak masyarakat memanfaatkan program pendaftaran Tanah sistematis lengkap (PTSL) UNTUK PENGURUSAN SURAT TANAH ITU SECARA GRATIS”
Namun, benarkah akun mengatasnamakan ATR/BPN untuk pengurusan tanah gratis tersebut?
Hasil Cek Fakta
Kementerian ATR/BPN melalui akun Instagram resminya mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan program sertifikat tanah gratis.
Informasi resmi terkait layanan pertanahan hanya disampaikan melalui media sosial resmi Kementerian ATR/BPN dan Kantor Pertanahan setempat, serta biaya pengurusan sertifikat dapat dicek melalui aplikasi resmi “Sentuh Tanahku”.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Dengan demikian, akun tersebut bukan saluran resmi ATR/BPN dan klaim pengurusan sertifikat tanah gratis melalui akun tersebut merupakan hoaks.
Klaim: Akun mengatasnamakan ATR/BPN untuk pengurusan tanah gratis
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Informasi resmi terkait layanan pertanahan hanya disampaikan melalui media sosial resmi Kementerian ATR/BPN dan Kantor Pertanahan setempat, serta biaya pengurusan sertifikat dapat dicek melalui aplikasi resmi “Sentuh Tanahku”.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Dengan demikian, akun tersebut bukan saluran resmi ATR/BPN dan klaim pengurusan sertifikat tanah gratis melalui akun tersebut merupakan hoaks.
Klaim: Akun mengatasnamakan ATR/BPN untuk pengurusan tanah gratis
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rujukan
Halaman: 539/7823





