tirto.id - Di media sosial, beredar unggahan video yang mengklaim Kementrian Kesehatan RI membuka pendaftaran CPNS tahun 2026. Dalam unggahan tersebut diklaim bahwa posisi yang dibutuhkan yaitu dokter, perawat, dan bidan, serta dapat diikuti oleh lulusan SMA, SMK, D2, maupun S1. Pendaftaran CPNS Kemenkes 2026 diklaim dibuka pada 1 Januari 2026 sampai dengan 30 Februari 2026.
ADVERTISEMENT
Video tersebut diunggah oleh akun TikTok “info.seputar.cpns5” (arsip), pada Selasa (6/01/2026). Dalam unggahan video berdurasi 5 detik tersebut, ditemukan logo Abdi Negara dan Kemenkes RI, serta tayangan memperlihatkan Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi seolah-olah menyampaikan klaim ajakan pendaftaran CPNS Kemenkes 2026 resmi dibuka.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Namun, terlihat gestur dan gerak bicara pada video tersebut tidak sesuai dan tidak proporsional. Dalam unggahan juga disebutkan bahwa pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan yang dicantumkan pada bio akun.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
“Pendaftaran CPNS Kementrian Kesehatan Tahun 2026 resmi dibuka, buruan daftarkan diri Anda di website pendaftaran yang ada di bio profil,” begitu klaim dalam video tersebut.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Sejak artikel ini ditulis pada Kamis (15/01/2026), unggahan video tersebut telah mendapakan 3903 likes, 90 komentar dan 658.8 ribu kali tayangan.
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun TikTok “pesalmuhh” (arsip). Unggahan tersebut menampilkan cuplikan video dan klaim yang sama.
“Pendaftaran CPNS Kemenkes RI 2026 DIBUKA! Kesempatan emas buat dokter, perawat, bidan & lulusan SMA/SMK/D3/S1. ⚠️ Pendaftaran GRATIS, jangan sampai ketinggalan!” begitu klaim tertulis dalam unggahan.
ADVERTISEMENT
Lantas, benarkah Kementrian Kesehatan RI membuka pendaftaran CPNS tahun 2026 dengan cara mendaftar pada tautan tersebut?
Baca juga:Hoaks Tautan Pendaftaran Lowongan Apoteker dari Kemenkes
Periksa Fakta Pendaftaran CPNS Kemenkes 2026. foto/hotline periksa fakta tirto
(GFD-2026-31857) Hoaks Tautan Pendaftaran CPNS Kemenkes 2026
Sumber:Tanggal publish: 15/01/2026
Berita
Hasil Cek Fakta
Pertama-tama, Tirto menelusuri akun pengunggah klaim. Akun ini tidak menyertakan tautan yang berhubungan dengan situs resmi Kemenkes RI pada kemkes.go.id. Tautan yang yang dicantumkan dalam bio akun TikTok tersebut yaitu https://grefth.it.com/daftar-kemenkes.
Kemudian, kami mencoba mengecek keaslian laman yang diklaim untuk mendaftar CPNS Kemenkes 2026 pada akun TikTok tersebut. Hasil analisis situs UrlScan menunjukan bahwa tautan yang dibagikan tidak terafiliasi dan bukan situs resmi milik Kemenkes. Tautan tersebut milik Cloudflarenet dengan domain grefth.it.com, dibuat pada 11 Januari 2026 dan berlaku selama 3 bulan.
Lebih lanjut, Tirto mencoba membuka tautan tersebut. Pengunjung lalu diarahkan pada pengisisan data pribadi, seperti nama lengkap, provinsi, dan nomor Telegram aktif. Dalam situs juga memperlihatkan testimoni masyarakat yang berhasil mendaftar.
Setelah itu, pengunjung diarahkan untuk mengisi kode OTP yang dikirimkan melalui nomor Telegram yang didaftarkan. Biasanya, modus ini digunakan untuk memancing korban berkomunikasi langsung dengan pelaku penipuan. Data pribadi yang didapat dari pengguna biasanya dieksploitasi untuk modus phishing.
Phishing sendiri adalah teknik penipuan digital untuk mencuri data pribadi dengan cara mengelabui korban agar mau memberikannya secara sukarela. Sering kali pelaku menyamar sebagai entitas terpercaya, seperti bank atau perusahaan terkenal. Modus itu biasanya disebarkan melalui media sosial palsu yang berisi tautan berbahaya.
Kami juga mendapati bahwa foto yang terdapat dalam unggahan video TikTok tersebut adalah Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi, saat menyampaikan komentar dalam pelaksanaan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) 2023 di Balai Sidang JCC, Jakarta, Jumat (23/2/2023). Hal ini seperti dilansir dari Antara News. Jadi, bisa disimpulkan bahwa gambar visual yang ada dalam unggahan TikTok tersebut tidak ada kaitannya dengan pembukaan CPNS Kemenkes 2026.
Tirto juga menemukan beberapa kejangganlan dalam video. Salah satunya, saat tokoh dalam unggahan tersebut berbicara, terlihat gesturnya tidak sesuai dengan gerak bicara Siti Nadia Tarmizi. Atas kecurigaan tersebut kami pun menganalisis video dengan menggunakan alat pendeteksi kecerdasan buatan (AI) dari Hive Moderation. Hasil analisis menunjukan bahwa video yang beredar memiliki kemungkinan sebagai hasil manipulasi sebesar 99,7 persen.
Dengan demikian, narasi pembukaan pendaftaran CPNS Kemenkes 2026 dalam video tersebut berpotensi sebagai hasil penyuntingan dan tidak berasal dari pernyataan asli Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi.
Melansir laman resmi CASN Kemenkes sesuai dengan aturan Alur Pendaftaran CASN 2024, pelamar dapat menemukan informasi dan ketentuan terkait pendaftran CPNS pada laman casn.kemkes.go.id. Pelamar juga bisa mengakses laman SSCASN pada sscasn.bkn.go.id.
Untuk mendaftar, pelamar harus membuat akun dengan menggunakan nomor induk kependudukan (NIK) dan nomor kartu keluarga (KK) atau NIK kepala keluarga agar bisa mencetak kartu informasi. Jadi, untuk mendaftar CPNS Kemenkes, pelamar tidak perlu menggunakan nomor Telegram aktif.
Seleksi CPNS 2026 hanya dilakukan melalui portal resmi melalui Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) milik BKN dengan laman resmi sscasn.bkn.go.id. Tidak ada jalur pendaftaran resmi selain portal tersebut. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap situs atau pihak yang mengaku dapat membantu pendaftaran di luar kanal resmi.
Adapun kualifikasi CPNS Kemenkes pada umumnya adalah; WNI, berusia 18-35 tahun (lebih untuk nakes spesialis), sehat jasmani/rohani, tidak pernah pidana/diberhentikan tidak hormat, serta memiliki ijazah sesuai formasi (S1, S2, D3 Nakes) dengan IPK minimal (seringkali 3.00) dan akreditasi kampus minimal B. Beberapa persyaratan tambahan yang umumnya diterapkan adalah pelamar harus bebas narkoba, mampu mengoperasikan komputer, serta bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia.
Dengan demikian, unggahan yang menyertakan tautan pendaftran CPNS Kemenkes 2026 dan meminta pelamar memberikan nomor Telegram aktif adalah tidak benar dan terindikasi penipuan.
Baca juga:Kemenkes Revitalisasi 800 Puskesmas Terdampak Bencana di Sumatra
Kemudian, kami mencoba mengecek keaslian laman yang diklaim untuk mendaftar CPNS Kemenkes 2026 pada akun TikTok tersebut. Hasil analisis situs UrlScan menunjukan bahwa tautan yang dibagikan tidak terafiliasi dan bukan situs resmi milik Kemenkes. Tautan tersebut milik Cloudflarenet dengan domain grefth.it.com, dibuat pada 11 Januari 2026 dan berlaku selama 3 bulan.
Lebih lanjut, Tirto mencoba membuka tautan tersebut. Pengunjung lalu diarahkan pada pengisisan data pribadi, seperti nama lengkap, provinsi, dan nomor Telegram aktif. Dalam situs juga memperlihatkan testimoni masyarakat yang berhasil mendaftar.
Setelah itu, pengunjung diarahkan untuk mengisi kode OTP yang dikirimkan melalui nomor Telegram yang didaftarkan. Biasanya, modus ini digunakan untuk memancing korban berkomunikasi langsung dengan pelaku penipuan. Data pribadi yang didapat dari pengguna biasanya dieksploitasi untuk modus phishing.
Phishing sendiri adalah teknik penipuan digital untuk mencuri data pribadi dengan cara mengelabui korban agar mau memberikannya secara sukarela. Sering kali pelaku menyamar sebagai entitas terpercaya, seperti bank atau perusahaan terkenal. Modus itu biasanya disebarkan melalui media sosial palsu yang berisi tautan berbahaya.
Kami juga mendapati bahwa foto yang terdapat dalam unggahan video TikTok tersebut adalah Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi, saat menyampaikan komentar dalam pelaksanaan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) 2023 di Balai Sidang JCC, Jakarta, Jumat (23/2/2023). Hal ini seperti dilansir dari Antara News. Jadi, bisa disimpulkan bahwa gambar visual yang ada dalam unggahan TikTok tersebut tidak ada kaitannya dengan pembukaan CPNS Kemenkes 2026.
Tirto juga menemukan beberapa kejangganlan dalam video. Salah satunya, saat tokoh dalam unggahan tersebut berbicara, terlihat gesturnya tidak sesuai dengan gerak bicara Siti Nadia Tarmizi. Atas kecurigaan tersebut kami pun menganalisis video dengan menggunakan alat pendeteksi kecerdasan buatan (AI) dari Hive Moderation. Hasil analisis menunjukan bahwa video yang beredar memiliki kemungkinan sebagai hasil manipulasi sebesar 99,7 persen.
Dengan demikian, narasi pembukaan pendaftaran CPNS Kemenkes 2026 dalam video tersebut berpotensi sebagai hasil penyuntingan dan tidak berasal dari pernyataan asli Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi.
Melansir laman resmi CASN Kemenkes sesuai dengan aturan Alur Pendaftaran CASN 2024, pelamar dapat menemukan informasi dan ketentuan terkait pendaftran CPNS pada laman casn.kemkes.go.id. Pelamar juga bisa mengakses laman SSCASN pada sscasn.bkn.go.id.
Untuk mendaftar, pelamar harus membuat akun dengan menggunakan nomor induk kependudukan (NIK) dan nomor kartu keluarga (KK) atau NIK kepala keluarga agar bisa mencetak kartu informasi. Jadi, untuk mendaftar CPNS Kemenkes, pelamar tidak perlu menggunakan nomor Telegram aktif.
Seleksi CPNS 2026 hanya dilakukan melalui portal resmi melalui Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) milik BKN dengan laman resmi sscasn.bkn.go.id. Tidak ada jalur pendaftaran resmi selain portal tersebut. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap situs atau pihak yang mengaku dapat membantu pendaftaran di luar kanal resmi.
Adapun kualifikasi CPNS Kemenkes pada umumnya adalah; WNI, berusia 18-35 tahun (lebih untuk nakes spesialis), sehat jasmani/rohani, tidak pernah pidana/diberhentikan tidak hormat, serta memiliki ijazah sesuai formasi (S1, S2, D3 Nakes) dengan IPK minimal (seringkali 3.00) dan akreditasi kampus minimal B. Beberapa persyaratan tambahan yang umumnya diterapkan adalah pelamar harus bebas narkoba, mampu mengoperasikan komputer, serta bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia.
Dengan demikian, unggahan yang menyertakan tautan pendaftran CPNS Kemenkes 2026 dan meminta pelamar memberikan nomor Telegram aktif adalah tidak benar dan terindikasi penipuan.
Baca juga:Kemenkes Revitalisasi 800 Puskesmas Terdampak Bencana di Sumatra
Kesimpulan
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim informasi tautan pendaftaran CPNS Kemenkes 2026 bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Tautan yang disertakan bukan berasal dari kanal resmi Kemenkes dan berujung pada permintaan data pribadi pengunjung. Modus ini biasanya digunakan sebagai modus penipuan dan phishing (pencurian data melalui tautan berbahaya).
Video yang beredar di media sosial tersebut tidak menampilkan pernyataan asli Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi.
Adanya narasi ajakan mendaftar CPNS Kemenkes 2026 pada unggahan tersebut diduga akibat manipulasi audio dan video menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Sementara itu, gambar Siti Nadia Tarmizi yang sedang berkomentar terkait pelaksanaan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) 2023 di Balai Sidang JCC, Jakarta, Jumat (23/2/2023), tidak ada kaitannya dengan pembukaan CPNS Kemenkes 2026.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta
Tautan yang disertakan bukan berasal dari kanal resmi Kemenkes dan berujung pada permintaan data pribadi pengunjung. Modus ini biasanya digunakan sebagai modus penipuan dan phishing (pencurian data melalui tautan berbahaya).
Video yang beredar di media sosial tersebut tidak menampilkan pernyataan asli Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi.
Adanya narasi ajakan mendaftar CPNS Kemenkes 2026 pada unggahan tersebut diduga akibat manipulasi audio dan video menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Sementara itu, gambar Siti Nadia Tarmizi yang sedang berkomentar terkait pelaksanaan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) 2023 di Balai Sidang JCC, Jakarta, Jumat (23/2/2023), tidak ada kaitannya dengan pembukaan CPNS Kemenkes 2026.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta
Rujukan
- https://www.tiktok.com/@info.seputar.cpns5/video/7592127541175913748
- https://archive.ph/80vFu
- https://www.tiktok.com/@pesalmuhh/video/7592851068044807432
- https://archive.ph/lJwU1
- https://tirto.id/tidak-benar-kemenkes-buka-lowongan-apoteker-hpg7
- https://kemkes.go.id/id/home
- https://grefth.it.com/daftar-kemenkes
- https://urlscan.io./result/019bc039-8beb-7778-babb-cd4177bf87e6/
- https://www.antaranews.com/berita/3416622/kemenkes-perkuat-vaksinasi-covid-19-varian-baru-masih-ditemukan
- https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
- https://tirto.id/kemenkes-revitalisasi-800-puskesmas-terdampak-bencana-di-sumatra-hofg
(GFD-2026-31898) Hoaks Tautan Pendaftaran Lowongan Apoteker dari Kemenkes
Sumber:Tanggal publish: 15/01/2026
Berita
tirto.id - Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook, yang mengklaim bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membuka lowongan kerja bagian apoteker untuk tahun 2026 dengan penempatan di seluruh Indonesia. Unggahan tersebut juga menyertakan tautan pendaftaran untuk lowongan kerja tersebut.
ADVERTISEMENT
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun bernama “bantuan sosial Indonesia” (arsip) pada 13 Januari 2026. Pengunggah mencantumkan informasi gaji hingga Rp7,5 juta serta persyaratan untuk melamar kerja.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Berbagai persyaratan itu antara lain, pelamar harus berstatus warga negara Indonesia, tidak terikat kontrak dengan instansi lain, tidak berstatus sebagai CPNS/PNS maupun anggota TNI/Polri, sehat jasmani dan rohani, bebas narkoba, berkelakuan baik, serta bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
“DIBUKA LOWONGAN KERJA KEMENKES 2026. Wilayah untuk seluruh Indonesia. Pendaftaran silahkan klik link dibawah,” terang pengunggah di takarir.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Periksa Fakta Lowongan Kerja Kemenkes 2026. foto/hotline periksa fakta tirto
Unggahan juga menyertakan tautan pendaftaran yakni https://daftar-segera04.insert.blog/ dan menyebutkan bahwa rekrutmen tidak dipungut biaya.
ADVERTISEMENT
Hingga artikel ini ditulis pada 14 Januari 2026, unggahan tersebut sudah mendapatkan 33 tanda suka dan tiga komentar.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Kemenkes Revitalisasi 800 Puskesmas Terdampak Bencana di Sumatra
ADVERTISEMENT
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun bernama “bantuan sosial Indonesia” (arsip) pada 13 Januari 2026. Pengunggah mencantumkan informasi gaji hingga Rp7,5 juta serta persyaratan untuk melamar kerja.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Berbagai persyaratan itu antara lain, pelamar harus berstatus warga negara Indonesia, tidak terikat kontrak dengan instansi lain, tidak berstatus sebagai CPNS/PNS maupun anggota TNI/Polri, sehat jasmani dan rohani, bebas narkoba, berkelakuan baik, serta bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
“DIBUKA LOWONGAN KERJA KEMENKES 2026. Wilayah untuk seluruh Indonesia. Pendaftaran silahkan klik link dibawah,” terang pengunggah di takarir.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Periksa Fakta Lowongan Kerja Kemenkes 2026. foto/hotline periksa fakta tirto
Unggahan juga menyertakan tautan pendaftaran yakni https://daftar-segera04.insert.blog/ dan menyebutkan bahwa rekrutmen tidak dipungut biaya.
ADVERTISEMENT
Hingga artikel ini ditulis pada 14 Januari 2026, unggahan tersebut sudah mendapatkan 33 tanda suka dan tiga komentar.
Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?
Baca juga:Kemenkes Revitalisasi 800 Puskesmas Terdampak Bencana di Sumatra
Hasil Cek Fakta
Untuk menelusuri kebenaran klaim, pertama-tama Tirto membuka situs https://daftar-segera04.insert.blog/. Setelah mengklik link tersebut, tim riset Tirto diarahkan untuk login menggunakan akun Telegram aktif, dan sesudahnya harus mengklik kolom "Daftar Sekarang".
Tirto lantas melakukan verifikasi ke situs Whois, untuk mengecek kredibilitas situs. Hasilnya, tidak ditemukan afiliasi situs tersebut dengan institusi Kementerian Kesehatan. Dari hasil verifikasi, situs https://daftar-segera04.insert.blog/ baru dibuat pada 3 Januari 2026.
Selanjutnya, Tirto mengecek akun dan situs resmi Kemenkes untuk mengecek kebenaran klaim. Namun, tidak terdapat informasi terkait pembukaan pendaftaran lowongan kerja Kemenkes.
Melansir situs Kemenkes, lowongan terakhir yang dibuka oleh Kemenkes adalah rekrutmen bagi tenaga The Global Fund to Fight AIDS, Tuberculosis, Malaria dan Resilient and Sustainable Systems for Health (GF-ATMR) untuk penempatan tahun 2026. Rekrutmen ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga profesional di lingkungan Direktorat Penyakit Menular, Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit.
Perlu diketahui, informasi rekrutmen dari Kemenkes hanya dapat diakses dari laman resminya yaitu kemkes.go.id, atau media sosial resmi Kemenkes yaitu “@kemenkes_ri” (Instagram).
Baca juga:Kemenkes Ikut Pantau Penanganan Banjir-Longsor di Sumatra
Tirto lantas melakukan verifikasi ke situs Whois, untuk mengecek kredibilitas situs. Hasilnya, tidak ditemukan afiliasi situs tersebut dengan institusi Kementerian Kesehatan. Dari hasil verifikasi, situs https://daftar-segera04.insert.blog/ baru dibuat pada 3 Januari 2026.
Selanjutnya, Tirto mengecek akun dan situs resmi Kemenkes untuk mengecek kebenaran klaim. Namun, tidak terdapat informasi terkait pembukaan pendaftaran lowongan kerja Kemenkes.
Melansir situs Kemenkes, lowongan terakhir yang dibuka oleh Kemenkes adalah rekrutmen bagi tenaga The Global Fund to Fight AIDS, Tuberculosis, Malaria dan Resilient and Sustainable Systems for Health (GF-ATMR) untuk penempatan tahun 2026. Rekrutmen ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga profesional di lingkungan Direktorat Penyakit Menular, Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit.
Perlu diketahui, informasi rekrutmen dari Kemenkes hanya dapat diakses dari laman resminya yaitu kemkes.go.id, atau media sosial resmi Kemenkes yaitu “@kemenkes_ri” (Instagram).
Baca juga:Kemenkes Ikut Pantau Penanganan Banjir-Longsor di Sumatra
Kesimpulan
Dari hasil penelusuran fakta, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyebutkan Kemenkes membuka lowongan kerja untuk posisi apoteker beserta tautan pendaftarannya adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).
Situs pendaftaran yang dicantumkan tidak terafiliasi dengan Kemenkes dan baru dibuat pada Januari 2026. Sementara itu, tidak ada pengumuman resmi serupa di laman maupun media sosial resmi Kemenkes. Dengan demikian, informasi tersebut dapat dipastikan salah dan menyesatkan.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Situs pendaftaran yang dicantumkan tidak terafiliasi dengan Kemenkes dan baru dibuat pada Januari 2026. Sementara itu, tidak ada pengumuman resmi serupa di laman maupun media sosial resmi Kemenkes. Dengan demikian, informasi tersebut dapat dipastikan salah dan menyesatkan.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/61585798336644/posts/122107224015193277/?rdid=ENfeydajN64qQYbZ#
- https://archive.ph/OMS05
- https://tirto.id/kemenkes-revitalisasi-800-puskesmas-terdampak-bencana-di-sumatra-hofg
- https://kemkes.go.id/id/kemenkes-buka-lowongan-tenaga-global-fund-gf-atmr-tahun-2026-cek-formasi-dan-syaratnya
- https://kemkes.go.id/id/home
- https://tirto.id/kemenkes-ikut-pantau-penanganan-banjir-longsor-di-sumatra-hmHe
(GFD-2026-31899) Hoaks Dedi Mulyadi Bagi Hadiah Lewat Kuis Tebak Kota
Sumber:Tanggal publish: 15/01/2026
Berita
tirto.id - Beredar sebuah video di Facebook yang menampilkan sosok Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang kerap disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM), yang diklaim mengadakan kuis menebak nama kota untuk mendapatkan hadiah. Dalam unggahan tersebut, ajakan Dedi Mulyadi berujung dengan kuis berhadiah.
ADVERTISEMENT
Video ini diunggah melalui akun Facebook "K.D.M berbagi hadiah" pada Minggu (11/01/2026).
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Rezeki kamu hari ini bagi yang menemukan video saya ini akan mendapatkan hadiah uang tunai dari saya, imbok sekarang… Ayo siapa cepat dia dapat, let’s go,” tulis pengunggah di keterangan video (arsip).
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Dalam video tersebut, terdapat sebuah kotak dengan dua huruf, yaitu B dan L, yang disertai dua garis kosong untuk diisi di antaranya. Kang Dedi meminta masyarakat untuk mengirimkan jawaban melalui pesan ke dirinya dan hadiahnya akan langsung dikirim ke rekening pemenang.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Hingga Rabu (14/01/2026), unggahan itu telah ditonton sekitar 9,9 ribu kali serta memperoleh 170 tanda reaksi, 83 komentar, dan dua kali dibagikan ulang. Sejumlah pengguna Facebook terlihat ikut berpartisipasi dengan meninggalkan komentar. Jawaban mereka didominasi dengan “BALI” sebagai tebakan atas kuis tebak kota tersebut.
Narasi serupa mengenai kuis tebak kota berhadiah yang mengatasnamakan Kang Dedi Mulyadi juga ditemukan beredar di beberapa akun Facebook lain, seperti ini dan ini.
ADVERTISEMENT
Periksa Fakta Dedi Mulyadi Bagi Bagi Hadiah. foto/hotline periksa fakta tirto
Lantas, bagaimana fakta sebenarnya dari klaim tersebut?
ADVERTISEMENT
Video ini diunggah melalui akun Facebook "K.D.M berbagi hadiah" pada Minggu (11/01/2026).
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
“Rezeki kamu hari ini bagi yang menemukan video saya ini akan mendapatkan hadiah uang tunai dari saya, imbok sekarang… Ayo siapa cepat dia dapat, let’s go,” tulis pengunggah di keterangan video (arsip).
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Dalam video tersebut, terdapat sebuah kotak dengan dua huruf, yaitu B dan L, yang disertai dua garis kosong untuk diisi di antaranya. Kang Dedi meminta masyarakat untuk mengirimkan jawaban melalui pesan ke dirinya dan hadiahnya akan langsung dikirim ke rekening pemenang.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Hingga Rabu (14/01/2026), unggahan itu telah ditonton sekitar 9,9 ribu kali serta memperoleh 170 tanda reaksi, 83 komentar, dan dua kali dibagikan ulang. Sejumlah pengguna Facebook terlihat ikut berpartisipasi dengan meninggalkan komentar. Jawaban mereka didominasi dengan “BALI” sebagai tebakan atas kuis tebak kota tersebut.
Narasi serupa mengenai kuis tebak kota berhadiah yang mengatasnamakan Kang Dedi Mulyadi juga ditemukan beredar di beberapa akun Facebook lain, seperti ini dan ini.
ADVERTISEMENT
Periksa Fakta Dedi Mulyadi Bagi Bagi Hadiah. foto/hotline periksa fakta tirto
Lantas, bagaimana fakta sebenarnya dari klaim tersebut?
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tirto melakukan penelusuran terhadap video yang beredar. Langkah pertama dilakukan dengan penelusuran gambar terbalik (reverse image search). Hasilnya menunjukkan bahwa video tersebut identik dengan unggahan dari akun TikTok resmi milik Dedi Mulyadi, yakni @dedimulyadiofficial, yang dipublikasikan pada 30 Maret 2025.
Dalam video asli tersebut, Dedi Mulyadi terlihat mengenakan ikat kepala tradisional berwarna hitam dengan corak khas serta kaus putih, atribut yang sama seperti yang muncul dalam video hoaks. Latar belakang video juga menunjukkan kesamaan, yang mengindikasikan bahwa visual dalam unggahan Facebook memang berasal dari video asli Dedi Mulyadi.
Namun, setelah menonton keseluruhan video versi asli, konteksnya sama sekali berbeda. Dalam video TikTok tersebut, Dedi Mulyadi tidak sedang mengadakan kuis atau membagikan hadiah. Ia justru menyampaikan refleksi dan harapannya pada hari terakhir bulan puasa tahun 2025.
Ia menyebutkan beberapa hal yang identik dengan kebahagiaan menjelang Hari Raya, seperti anak-anak kecil yang mendapatkan uang, adanya baju baru, serta kebiasaan pribadinya mengunjungi warung langganan untuk meminum limun.
Tidak ditemukan satu pun pernyataan, ajakan, maupun informasi terkait kuis tebak kota atau pembagian hadiah uang sebagaimana yang diklaim dalam video Facebook tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa visual video telah dimanipulasi dengan konteks yang menyesatkan.
Untuk memastikan lebih lanjut, Tirto memisahkan audio yang berisi ajakan mengikuti kuis dari video tersebut. Audio tersebut kemudian dianalisis menggunakan alat pendeteksi kecerdasan buatan Undetectable.ai. Hasil analisis menunjukkan bahwa suara yang mengajak masyarakat mengikuti kuis tebak kota berpotensi merupakan hasil rekayasa AI dan bukan suara asli Dedi Mulyadi, hanya 1 persen konten audio dalam video tersebut yang dianalisis bukan buatan AI.
Jika diperhatikan lebih lanjut, akun yang mengunggah kuis berhadiah di Facebook bukanlah akun resmi Dedi Mulyadi. Akun resmi Dedi Mulyadi di Facebook adalah @Kang Dedi Mulyadi dan telah mendapatkan tanda verifikasi. Hal ini menunjukkan bahwa unggahan kuis berhadiah bukan berasal dari akun resmi, yang berpotensi mengarah ke penipuan.
Dalam video asli tersebut, Dedi Mulyadi terlihat mengenakan ikat kepala tradisional berwarna hitam dengan corak khas serta kaus putih, atribut yang sama seperti yang muncul dalam video hoaks. Latar belakang video juga menunjukkan kesamaan, yang mengindikasikan bahwa visual dalam unggahan Facebook memang berasal dari video asli Dedi Mulyadi.
Namun, setelah menonton keseluruhan video versi asli, konteksnya sama sekali berbeda. Dalam video TikTok tersebut, Dedi Mulyadi tidak sedang mengadakan kuis atau membagikan hadiah. Ia justru menyampaikan refleksi dan harapannya pada hari terakhir bulan puasa tahun 2025.
Ia menyebutkan beberapa hal yang identik dengan kebahagiaan menjelang Hari Raya, seperti anak-anak kecil yang mendapatkan uang, adanya baju baru, serta kebiasaan pribadinya mengunjungi warung langganan untuk meminum limun.
Tidak ditemukan satu pun pernyataan, ajakan, maupun informasi terkait kuis tebak kota atau pembagian hadiah uang sebagaimana yang diklaim dalam video Facebook tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa visual video telah dimanipulasi dengan konteks yang menyesatkan.
Untuk memastikan lebih lanjut, Tirto memisahkan audio yang berisi ajakan mengikuti kuis dari video tersebut. Audio tersebut kemudian dianalisis menggunakan alat pendeteksi kecerdasan buatan Undetectable.ai. Hasil analisis menunjukkan bahwa suara yang mengajak masyarakat mengikuti kuis tebak kota berpotensi merupakan hasil rekayasa AI dan bukan suara asli Dedi Mulyadi, hanya 1 persen konten audio dalam video tersebut yang dianalisis bukan buatan AI.
Jika diperhatikan lebih lanjut, akun yang mengunggah kuis berhadiah di Facebook bukanlah akun resmi Dedi Mulyadi. Akun resmi Dedi Mulyadi di Facebook adalah @Kang Dedi Mulyadi dan telah mendapatkan tanda verifikasi. Hal ini menunjukkan bahwa unggahan kuis berhadiah bukan berasal dari akun resmi, yang berpotensi mengarah ke penipuan.
Kesimpulan
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim kuis tebak kota berhadiah yang mengatasnamakan Dedi Mulyadi adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).
Video kuis yang beredar tidak berasal dari akun resmi Dedi Mulyadi. Visual dalam unggahan tersebut merupakan potongan video lama dari akun TikTok resmi Dedi Mulyadi yang konteksnya telah dimanipulasi, sementara audio ajakan kuis berhadiah diduga merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI). Dalam video asli, tidak terdapat pernyataan maupun ajakan terkait pembagian hadiah atau kuis berhadiah.
Dengan demikian, narasi yang beredar bertentangan dengan konteks asli video serta tidak didukung oleh pernyataan resmi maupun sumber terpercaya, sehingga berpotensi menyesatkan masyarakat.
===========
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Video kuis yang beredar tidak berasal dari akun resmi Dedi Mulyadi. Visual dalam unggahan tersebut merupakan potongan video lama dari akun TikTok resmi Dedi Mulyadi yang konteksnya telah dimanipulasi, sementara audio ajakan kuis berhadiah diduga merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI). Dalam video asli, tidak terdapat pernyataan maupun ajakan terkait pembagian hadiah atau kuis berhadiah.
Dengan demikian, narasi yang beredar bertentangan dengan konteks asli video serta tidak didukung oleh pernyataan resmi maupun sumber terpercaya, sehingga berpotensi menyesatkan masyarakat.
===========
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.
Rujukan
- https://www.facebook.com/profile.php?id=61582039413364&sk=reels_tab
- https://web.facebook.com/reel/850776014512433
- https://archive.today/gCU8f
- https://www.facebook.com/share/v/16j8okpeJN/
- https://www.facebook.com/share/r/1Fr9yHEGK1/
- https://www.tiktok.com/@dedimulyadiofficial/video/7487369622069562632?_r=1&_t=ZS-933M7XDlPqU
- https://www.facebook.com/DediMulyadi1971?rdid=S7eEJCI2gJyvz2fj&share_url=
- https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fshare%2F1GHTiRPqjd%2F
(GFD-2026-31900) Hoaks Tautan Pendaftaran CPNS Kemenkes 2026
Sumber:Tanggal publish: 15/01/2026
Berita
tirto.id - Di media sosial, beredar unggahan video yang mengklaim Kementrian Kesehatan RI membuka pendaftaran CPNS tahun 2026. Dalam unggahan tersebut diklaim bahwa posisi yang dibutuhkan yaitu dokter, perawat, dan bidan, serta dapat diikuti oleh lulusan SMA, SMK, D2, maupun S1. Pendaftaran CPNS Kemenkes 2026 diklaim dibuka pada 1 Januari 2026 sampai dengan 30 Februari 2026.
ADVERTISEMENT
Video tersebut diunggah oleh akun TikTok “info.seputar.cpns5” (arsip), pada Selasa (6/01/2026). Dalam unggahan video berdurasi 5 detik tersebut, ditemukan logo Abdi Negara dan Kemenkes RI, serta tayangan memperlihatkan Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi seolah-olah menyampaikan klaim ajakan pendaftaran CPNS Kemenkes 2026 resmi dibuka.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Namun, terlihat gestur dan gerak bicara pada video tersebut tidak sesuai dan tidak proporsional. Dalam unggahan juga disebutkan bahwa pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan yang dicantumkan pada bio akun.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
“Pendaftaran CPNS Kementrian Kesehatan Tahun 2026 resmi dibuka, buruan daftarkan diri Anda di website pendaftaran yang ada di bio profil,” begitu klaim dalam video tersebut.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Sejak artikel ini ditulis pada Kamis (15/01/2026), unggahan video tersebut telah mendapakan 3903 likes, 90 komentar dan 658.8 ribu kali tayangan.
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun TikTok “pesalmuhh” (arsip). Unggahan tersebut menampilkan cuplikan video dan klaim yang sama.
“Pendaftaran CPNS Kemenkes RI 2026 DIBUKA! Kesempatan emas buat dokter, perawat, bidan & lulusan SMA/SMK/D3/S1. ⚠️ Pendaftaran GRATIS, jangan sampai ketinggalan!” begitu klaim tertulis dalam unggahan.
ADVERTISEMENT
Lantas, benarkah Kementrian Kesehatan RI membuka pendaftaran CPNS tahun 2026 dengan cara mendaftar pada tautan tersebut?
Baca juga:Hoaks Tautan Pendaftaran Lowongan Apoteker dari Kemenkes
Periksa Fakta Pendaftaran CPNS Kemenkes 2026. foto/hotline periksa fakta tirto
ADVERTISEMENT
Video tersebut diunggah oleh akun TikTok “info.seputar.cpns5” (arsip), pada Selasa (6/01/2026). Dalam unggahan video berdurasi 5 detik tersebut, ditemukan logo Abdi Negara dan Kemenkes RI, serta tayangan memperlihatkan Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi seolah-olah menyampaikan klaim ajakan pendaftaran CPNS Kemenkes 2026 resmi dibuka.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Namun, terlihat gestur dan gerak bicara pada video tersebut tidak sesuai dan tidak proporsional. Dalam unggahan juga disebutkan bahwa pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan yang dicantumkan pada bio akun.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
“Pendaftaran CPNS Kementrian Kesehatan Tahun 2026 resmi dibuka, buruan daftarkan diri Anda di website pendaftaran yang ada di bio profil,” begitu klaim dalam video tersebut.
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
Sejak artikel ini ditulis pada Kamis (15/01/2026), unggahan video tersebut telah mendapakan 3903 likes, 90 komentar dan 658.8 ribu kali tayangan.
Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun TikTok “pesalmuhh” (arsip). Unggahan tersebut menampilkan cuplikan video dan klaim yang sama.
“Pendaftaran CPNS Kemenkes RI 2026 DIBUKA! Kesempatan emas buat dokter, perawat, bidan & lulusan SMA/SMK/D3/S1. ⚠️ Pendaftaran GRATIS, jangan sampai ketinggalan!” begitu klaim tertulis dalam unggahan.
ADVERTISEMENT
Lantas, benarkah Kementrian Kesehatan RI membuka pendaftaran CPNS tahun 2026 dengan cara mendaftar pada tautan tersebut?
Baca juga:Hoaks Tautan Pendaftaran Lowongan Apoteker dari Kemenkes
Periksa Fakta Pendaftaran CPNS Kemenkes 2026. foto/hotline periksa fakta tirto
Hasil Cek Fakta
Pertama-tama, Tirto menelusuri akun pengunggah klaim. Akun ini tidak menyertakan tautan yang berhubungan dengan situs resmi Kemenkes RI pada kemkes.go.id. Tautan yang yang dicantumkan dalam bio akun TikTok tersebut yaitu https://grefth.it.com/daftar-kemenkes.
Kemudian, kami mencoba mengecek keaslian laman yang diklaim untuk mendaftar CPNS Kemenkes 2026 pada akun TikTok tersebut. Hasil analisis situs UrlScan menunjukan bahwa tautan yang dibagikan tidak terafiliasi dan bukan situs resmi milik Kemenkes. Tautan tersebut milik Cloudflarenet dengan domain grefth.it.com, dibuat pada 11 Januari 2026 dan berlaku selama 3 bulan.
Lebih lanjut, Tirto mencoba membuka tautan tersebut. Pengunjung lalu diarahkan pada pengisisan data pribadi, seperti nama lengkap, provinsi, dan nomor Telegram aktif. Dalam situs juga memperlihatkan testimoni masyarakat yang berhasil mendaftar.
Setelah itu, pengunjung diarahkan untuk mengisi kode OTP yang dikirimkan melalui nomor Telegram yang didaftarkan. Biasanya, modus ini digunakan untuk memancing korban berkomunikasi langsung dengan pelaku penipuan. Data pribadi yang didapat dari pengguna biasanya dieksploitasi untuk modus phishing.
Phishing sendiri adalah teknik penipuan digital untuk mencuri data pribadi dengan cara mengelabui korban agar mau memberikannya secara sukarela. Sering kali pelaku menyamar sebagai entitas terpercaya, seperti bank atau perusahaan terkenal. Modus itu biasanya disebarkan melalui media sosial palsu yang berisi tautan berbahaya.
Kami juga mendapati bahwa foto yang terdapat dalam unggahan video TikTok tersebut adalah Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi, saat menyampaikan komentar dalam pelaksanaan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) 2023 di Balai Sidang JCC, Jakarta, Jumat (23/2/2023). Hal ini seperti dilansir dari Antara News. Jadi, bisa disimpulkan bahwa gambar visual yang ada dalam unggahan TikTok tersebut tidak ada kaitannya dengan pembukaan CPNS Kemenkes 2026.
Tirto juga menemukan beberapa kejangganlan dalam video. Salah satunya, saat tokoh dalam unggahan tersebut berbicara, terlihat gesturnya tidak sesuai dengan gerak bicara Siti Nadia Tarmizi. Atas kecurigaan tersebut kami pun menganalisis video dengan menggunakan alat pendeteksi kecerdasan buatan (AI) dari Hive Moderation. Hasil analisis menunjukan bahwa video yang beredar memiliki kemungkinan sebagai hasil manipulasi sebesar 99,7 persen.
Dengan demikian, narasi pembukaan pendaftaran CPNS Kemenkes 2026 dalam video tersebut berpotensi sebagai hasil penyuntingan dan tidak berasal dari pernyataan asli Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi.
Melansir laman resmi CASN Kemenkes sesuai dengan aturan Alur Pendaftaran CASN 2024, pelamar dapat menemukan informasi dan ketentuan terkait pendaftran CPNS pada laman casn.kemkes.go.id. Pelamar juga bisa mengakses laman SSCASN pada sscasn.bkn.go.id.
Untuk mendaftar, pelamar harus membuat akun dengan menggunakan nomor induk kependudukan (NIK) dan nomor kartu keluarga (KK) atau NIK kepala keluarga agar bisa mencetak kartu informasi. Jadi, untuk mendaftar CPNS Kemenkes, pelamar tidak perlu menggunakan nomor Telegram aktif.
Seleksi CPNS 2026 hanya dilakukan melalui portal resmi melalui Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) milik BKN dengan laman resmi sscasn.bkn.go.id. Tidak ada jalur pendaftaran resmi selain portal tersebut. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap situs atau pihak yang mengaku dapat membantu pendaftaran di luar kanal resmi.
Adapun kualifikasi CPNS Kemenkes pada umumnya adalah; WNI, berusia 18-35 tahun (lebih untuk nakes spesialis), sehat jasmani/rohani, tidak pernah pidana/diberhentikan tidak hormat, serta memiliki ijazah sesuai formasi (S1, S2, D3 Nakes) dengan IPK minimal (seringkali 3.00) dan akreditasi kampus minimal B. Beberapa persyaratan tambahan yang umumnya diterapkan adalah pelamar harus bebas narkoba, mampu mengoperasikan komputer, serta bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia.
Dengan demikian, unggahan yang menyertakan tautan pendaftran CPNS Kemenkes 2026 dan meminta pelamar memberikan nomor Telegram aktif adalah tidak benar dan terindikasi penipuan.
Baca juga:Kemenkes Revitalisasi 800 Puskesmas Terdampak Bencana di Sumatra
Kemudian, kami mencoba mengecek keaslian laman yang diklaim untuk mendaftar CPNS Kemenkes 2026 pada akun TikTok tersebut. Hasil analisis situs UrlScan menunjukan bahwa tautan yang dibagikan tidak terafiliasi dan bukan situs resmi milik Kemenkes. Tautan tersebut milik Cloudflarenet dengan domain grefth.it.com, dibuat pada 11 Januari 2026 dan berlaku selama 3 bulan.
Lebih lanjut, Tirto mencoba membuka tautan tersebut. Pengunjung lalu diarahkan pada pengisisan data pribadi, seperti nama lengkap, provinsi, dan nomor Telegram aktif. Dalam situs juga memperlihatkan testimoni masyarakat yang berhasil mendaftar.
Setelah itu, pengunjung diarahkan untuk mengisi kode OTP yang dikirimkan melalui nomor Telegram yang didaftarkan. Biasanya, modus ini digunakan untuk memancing korban berkomunikasi langsung dengan pelaku penipuan. Data pribadi yang didapat dari pengguna biasanya dieksploitasi untuk modus phishing.
Phishing sendiri adalah teknik penipuan digital untuk mencuri data pribadi dengan cara mengelabui korban agar mau memberikannya secara sukarela. Sering kali pelaku menyamar sebagai entitas terpercaya, seperti bank atau perusahaan terkenal. Modus itu biasanya disebarkan melalui media sosial palsu yang berisi tautan berbahaya.
Kami juga mendapati bahwa foto yang terdapat dalam unggahan video TikTok tersebut adalah Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi, saat menyampaikan komentar dalam pelaksanaan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) 2023 di Balai Sidang JCC, Jakarta, Jumat (23/2/2023). Hal ini seperti dilansir dari Antara News. Jadi, bisa disimpulkan bahwa gambar visual yang ada dalam unggahan TikTok tersebut tidak ada kaitannya dengan pembukaan CPNS Kemenkes 2026.
Tirto juga menemukan beberapa kejangganlan dalam video. Salah satunya, saat tokoh dalam unggahan tersebut berbicara, terlihat gesturnya tidak sesuai dengan gerak bicara Siti Nadia Tarmizi. Atas kecurigaan tersebut kami pun menganalisis video dengan menggunakan alat pendeteksi kecerdasan buatan (AI) dari Hive Moderation. Hasil analisis menunjukan bahwa video yang beredar memiliki kemungkinan sebagai hasil manipulasi sebesar 99,7 persen.
Dengan demikian, narasi pembukaan pendaftaran CPNS Kemenkes 2026 dalam video tersebut berpotensi sebagai hasil penyuntingan dan tidak berasal dari pernyataan asli Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi.
Melansir laman resmi CASN Kemenkes sesuai dengan aturan Alur Pendaftaran CASN 2024, pelamar dapat menemukan informasi dan ketentuan terkait pendaftran CPNS pada laman casn.kemkes.go.id. Pelamar juga bisa mengakses laman SSCASN pada sscasn.bkn.go.id.
Untuk mendaftar, pelamar harus membuat akun dengan menggunakan nomor induk kependudukan (NIK) dan nomor kartu keluarga (KK) atau NIK kepala keluarga agar bisa mencetak kartu informasi. Jadi, untuk mendaftar CPNS Kemenkes, pelamar tidak perlu menggunakan nomor Telegram aktif.
Seleksi CPNS 2026 hanya dilakukan melalui portal resmi melalui Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) milik BKN dengan laman resmi sscasn.bkn.go.id. Tidak ada jalur pendaftaran resmi selain portal tersebut. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap situs atau pihak yang mengaku dapat membantu pendaftaran di luar kanal resmi.
Adapun kualifikasi CPNS Kemenkes pada umumnya adalah; WNI, berusia 18-35 tahun (lebih untuk nakes spesialis), sehat jasmani/rohani, tidak pernah pidana/diberhentikan tidak hormat, serta memiliki ijazah sesuai formasi (S1, S2, D3 Nakes) dengan IPK minimal (seringkali 3.00) dan akreditasi kampus minimal B. Beberapa persyaratan tambahan yang umumnya diterapkan adalah pelamar harus bebas narkoba, mampu mengoperasikan komputer, serta bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia.
Dengan demikian, unggahan yang menyertakan tautan pendaftran CPNS Kemenkes 2026 dan meminta pelamar memberikan nomor Telegram aktif adalah tidak benar dan terindikasi penipuan.
Baca juga:Kemenkes Revitalisasi 800 Puskesmas Terdampak Bencana di Sumatra
Kesimpulan
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim informasi tautan pendaftaran CPNS Kemenkes 2026 bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).
Tautan yang disertakan bukan berasal dari kanal resmi Kemenkes dan berujung pada permintaan data pribadi pengunjung. Modus ini biasanya digunakan sebagai modus penipuan dan phishing (pencurian data melalui tautan berbahaya).
Video yang beredar di media sosial tersebut tidak menampilkan pernyataan asli Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi.
Adanya narasi ajakan mendaftar CPNS Kemenkes 2026 pada unggahan tersebut diduga akibat manipulasi audio dan video menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Sementara itu, gambar Siti Nadia Tarmizi yang sedang berkomentar terkait pelaksanaan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) 2023 di Balai Sidang JCC, Jakarta, Jumat (23/2/2023), tidak ada kaitannya dengan pembukaan CPNS Kemenkes 2026.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta
Tautan yang disertakan bukan berasal dari kanal resmi Kemenkes dan berujung pada permintaan data pribadi pengunjung. Modus ini biasanya digunakan sebagai modus penipuan dan phishing (pencurian data melalui tautan berbahaya).
Video yang beredar di media sosial tersebut tidak menampilkan pernyataan asli Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, Siti Nadia Tarmizi.
Adanya narasi ajakan mendaftar CPNS Kemenkes 2026 pada unggahan tersebut diduga akibat manipulasi audio dan video menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Sementara itu, gambar Siti Nadia Tarmizi yang sedang berkomentar terkait pelaksanaan Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) 2023 di Balai Sidang JCC, Jakarta, Jumat (23/2/2023), tidak ada kaitannya dengan pembukaan CPNS Kemenkes 2026.
==
Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta
Rujukan
- https://www.tiktok.com/@info.seputar.cpns5/video/7592127541175913748
- https://archive.ph/80vFu
- https://www.tiktok.com/@pesalmuhh/video/7592851068044807432
- https://archive.ph/lJwU1
- https://tirto.id/tidak-benar-kemenkes-buka-lowongan-apoteker-hpg7
- https://kemkes.go.id/id/home
- https://grefth.it.com/daftar-kemenkes
- https://urlscan.io./result/019bc039-8beb-7778-babb-cd4177bf87e6/
- https://www.antaranews.com/berita/3416622/kemenkes-perkuat-vaksinasi-covid-19-varian-baru-masih-ditemukan
- https://hivemoderation.com/ai-generated-content-detection
- https://tirto.id/kemenkes-revitalisasi-800-puskesmas-terdampak-bencana-di-sumatra-hofg
Halaman: 538/7823





