• (GFD-2026-31687) [SALAH] Video "Ustaz Ajak Jamaah Bersahabat dengan Israel"

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 15/01/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun Facebook “Oshin Tayong” pada Jumat (9/1/2026) yang menampilkan seorang ustaz membawa bendera Israel memberikan ceramah di hadapan jamaah. Berikut narasi lengkapnya:

    VIRAL: SEORANG USTADZ KIBARKAN BENDERA ISRAEL. AJAK PARA JAMA'AH BERSAHABAT DENGAN ISRAEL


    Viral: Seorang Ustadz kibarkan bendera Israel sa'at ceramah

    Maksudnya apa ini, ada yg tau⁉️

    Hingga Kamis (14/1/2026) unggahan tersebut telah mendapat 33 tanda suka, menuai 48 komentar dan dibagikan ulang sebanyak 8 kali oleh pengguna Facebook lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan video tersebut ke alat pendeteksi AI hivemoderation.com. Diketahui konten tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) dengan probabilitas atau kemungkinannya mencapai 97,3 persen.

    TurnBackHoax kemudian masukkan kata kunci “ustaz ajak jamaah bersahabat dengan Israel” ke mesin pencarian Google. Sejauh penelusuran, tidak terdapat pemberitaan atau informasi kredibel terkait klaim tersebut.

    Kesimpulan

    Faktanya, video tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) dengan probabilitas atau kemungkinannya mencapai 97,3 persen. Unggahan video berisi klaim “ustaz ajak jamaah bersahabat dengan Israel” adalah konten palsu (fabricated content).
    (Ditulis oleh Pekik Jalu Utomo)

    Rujukan

  • (GFD-2026-31688) [SALAH] Prabowo Ingin Jadikan Purbaya sebagai Presiden Tahun Depan

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 15/01/2026

    Berita

    Akun Facebook “Enden AK” pada Minggu (11/1/2026) mengunggah video [arsip] berisi narasi:


    “Bikin geger jagat maya!! PR4BOWO ingin PURBAYA jadi PR3SIDEN tahun depan, PURB4YA mala menolak??

    PR4BOWO: PURBAYA!! Apakah kamu gak tertarik jadi PR3SIDEN?? Kalo kamu maju saya rela mundur pur.

    PURB4YA: Ngga dulu pak, saya m4kasih atas tawarannya bukannya saya ngga mau, aku lebih kawatir. Kalo nanti saya keluar dari kursi menkeu takut keuang4n KOC4R-K4CIR lagi seperti dulu 

    Kalo menurut kalian gimana, pak purb4ya lebih cocok jadi PR3siden apa menkeu???”


    Hingga Kamis(15/1/2026), unggahan telah disukai sekitar 59 akun, dibagikan ulang 1 kali, serta menuai 14 komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan mengetikkan kata kunci “Prabowo ingin jadikan Purbaya sebagai Presiden tahun depan”  di mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan satupun media kredibel yang membahas klaim. 

    Hasil penelusuran teratas mengarah pada video pemberitaan di kanal YouTube Kompas TV “Menkeu Purbaya Dipanggil Presiden Prabowo ke Istana, Ada Informasi yang Dicek?” 

    Video yang tayang Jumat (19/12/2025) itu membahas tentang bantuan dari pemerintah untuk korban bencana banjir di Sumatera dan Aceh. Tidak ada pembahasan mengenai Prabowo yang ingin jadikan Purbaya sebagai presiden seperti klaim narasi.

    Kesimpulan

    Tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim. Jadi, unggahan berisi klaim “Prabowo ingin jadikan Purbaya sebagai Presiden tahun depan” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31689) [SALAH] Trump: Saya Tidak Butuh PBB, AS Hanya Takut Tuhan

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 15/01/2026

    Berita

    Beredar unggahan foto [arsip] pada Jumat (13/1/2026) dari akun Facebook “Ceo Lenos Bll” berisi narasi:

    “Sebuah pernyataan yang diklaim berasal dari mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mendadak viral di media sosial dan menuai perdebatan global. Dalam narasi yang beredar luas, Trump disebut menyampaikan kalimat tegas: “Saya tidak butuh PBB, saya hanya takut sama Tuhan.”

    Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi keras dari berbagai kalangan. Pendukung Trump menilai ucapan itu sebagai simbol kepemimpinan berdaulat, anti-intervensi global, dan menegaskan bahwa kekuasaan tertinggi berada di tangan Tuhan, bukan lembaga internasional.

    Namun di sisi lain, sejumlah pihak mempertanyakan keaslian dan konteks pernyataan tersebut, serta mengingatkan publik untuk tidak menelan mentah-mentah kutipan viral tanpa sumber resmi.

    Meski demikian, fenomena ini kembali menegaskan satu hal: Nama Donald Trump selalu mampu mengguncang dunia, bahkan hanya lewat satu kalimat yang beredar di media sosial.

    Apakah ini bentuk kritik keras terhadap dominasi lembaga global atau sekadar narasi politik yang dimainkan untuk menggiring opini?

    Publik diminta tetap kritis, menyaring informasi, dan menunggu klarifikasi resmi sebelum menarik kesimpulan.”

    Per Kamis (15/1/2026), unggahan tersebut telah mendapat lebih dari 9.500 -an tanda suka, 1.300 komentar, dan dibagikan ulang sekitar 148 kali oleh pengguna Facebook lainnya.


    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Trump: saya tidak butuh PBB, AS hanya takut tuhan” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke pemberitaan detik.com “Pengakuan Blak-blakan Trump Tak Butuh Hukum Internasional” yang tayang Sabtu (10/1/2026).

    Berita itu berisi pernyataan Trump dalam wawancaranya dengan New York Times (NYT) yang dirilis pada Rabu (7/1/2026) waktu setempat. Trump mengatakan satu-satunya hal yang dapat menghentikan dirinya adalah "moralitasnya sendiri", bukan hukum internasional.

    Selanjutnya, saat didesak lebih lanjut oleh NYT soal apakah pemerintahannya perlu untuk mematuhi hukum internasional, Trump berkata "Iya perlu".

    Masih dari berita yang sama, dilaporkan bahwa berbagai kebijakan luar negeri Trump beberapa waktu terakhir menuai kontroversi dan kritikan, mulai dari bergabung dengan Israel dalam mengebom fasilitas-fasilitas nuklir Iran (saat kedua negara yang bermusuhan itu berperang tahun lalu), hingga menggempur Venezuela untuk menangkap Presiden Nicolas Maduro.

    Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan bukti dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “Trump: Saya tidak butuh PBB, AS hanya takut Tuhan”.

    Sebagai tambahan informasi, dikutip dari wikipedia.org Presiden Amerika Serikat (AS) saat ini adalah Donald J. Trump. Ia resmi menjabat sebagai Presiden ke-47 AS sejak 20 Januari 2025 setelah memenangkan pemilihan umum 2024

    Kesimpulan

    Tidak ada pernyataan resmi atau informasi kredibel yang membenarkan klaim. Jadi, unggahan berisi klaim “Trump: Saya tidak butuh PBB, AS hanya takut Tuhan” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31945) Hoaks Dedi Mulyadi Bagi Hadiah Lewat Kuis Tebak Kota

    Sumber:
    Tanggal publish: 15/01/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar sebuah video di Facebook yang menampilkan sosok Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau yang kerap disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM), yang diklaim mengadakan kuis menebak nama kota untuk mendapatkan hadiah. Dalam unggahan tersebut, ajakan Dedi Mulyadi berujung dengan kuis berhadiah.

    ADVERTISEMENT

    Video ini diunggah melalui akun Facebook "K.D.M berbagi hadiah" pada Minggu (11/01/2026).

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Rezeki kamu hari ini bagi yang menemukan video saya ini akan mendapatkan hadiah uang tunai dari saya, imbok sekarang… Ayo siapa cepat dia dapat, let’s go,” tulis pengunggah di keterangan video (arsip).

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Dalam video tersebut, terdapat sebuah kotak dengan dua huruf, yaitu B dan L, yang disertai dua garis kosong untuk diisi di antaranya. Kang Dedi meminta masyarakat untuk mengirimkan jawaban melalui pesan ke dirinya dan hadiahnya akan langsung dikirim ke rekening pemenang.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Hingga Rabu (14/01/2026), unggahan itu telah ditonton sekitar 9,9 ribu kali serta memperoleh 170 tanda reaksi, 83 komentar, dan dua kali dibagikan ulang. Sejumlah pengguna Facebook terlihat ikut berpartisipasi dengan meninggalkan komentar. Jawaban mereka didominasi dengan “BALI” sebagai tebakan atas kuis tebak kota tersebut.

    Narasi serupa mengenai kuis tebak kota berhadiah yang mengatasnamakan Kang Dedi Mulyadi juga ditemukan beredar di beberapa akun Facebook lain, seperti ini dan ini.

    ADVERTISEMENT

    Periksa Fakta Dedi Mulyadi Bagi Bagi Hadiah. foto/hotline periksa fakta tirto

    Lantas, bagaimana fakta sebenarnya dari klaim tersebut?

    Hasil Cek Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tirto melakukan penelusuran terhadap video yang beredar. Langkah pertama dilakukan dengan penelusuran gambar terbalik (reverse image search). Hasilnya menunjukkan bahwa video tersebut identik dengan unggahan dari akun TikTok resmi milik Dedi Mulyadi, yakni @dedimulyadiofficial, yang dipublikasikan pada 30 Maret 2025.

    Dalam video asli tersebut, Dedi Mulyadi terlihat mengenakan ikat kepala tradisional berwarna hitam dengan corak khas serta kaus putih, atribut yang sama seperti yang muncul dalam video hoaks. Latar belakang video juga menunjukkan kesamaan, yang mengindikasikan bahwa visual dalam unggahan Facebook memang berasal dari video asli Dedi Mulyadi.

    Namun, setelah menonton keseluruhan video versi asli, konteksnya sama sekali berbeda. Dalam video TikTok tersebut, Dedi Mulyadi tidak sedang mengadakan kuis atau membagikan hadiah. Ia justru menyampaikan refleksi dan harapannya pada hari terakhir bulan puasa tahun 2025.

    Ia menyebutkan beberapa hal yang identik dengan kebahagiaan menjelang Hari Raya, seperti anak-anak kecil yang mendapatkan uang, adanya baju baru, serta kebiasaan pribadinya mengunjungi warung langganan untuk meminum limun.

    Tidak ditemukan satu pun pernyataan, ajakan, maupun informasi terkait kuis tebak kota atau pembagian hadiah uang sebagaimana yang diklaim dalam video Facebook tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa visual video telah dimanipulasi dengan konteks yang menyesatkan.

    Untuk memastikan lebih lanjut, Tirto memisahkan audio yang berisi ajakan mengikuti kuis dari video tersebut. Audio tersebut kemudian dianalisis menggunakan alat pendeteksi kecerdasan buatan Undetectable.ai. Hasil analisis menunjukkan bahwa suara yang mengajak masyarakat mengikuti kuis tebak kota berpotensi merupakan hasil rekayasa AI dan bukan suara asli Dedi Mulyadi, hanya 1 persen konten audio dalam video tersebut yang dianalisis bukan buatan AI.

    Jika diperhatikan lebih lanjut, akun yang mengunggah kuis berhadiah di Facebook bukanlah akun resmi Dedi Mulyadi. Akun resmi Dedi Mulyadi di Facebook adalah @Kang Dedi Mulyadi dan telah mendapatkan tanda verifikasi. Hal ini menunjukkan bahwa unggahan kuis berhadiah bukan berasal dari akun resmi, yang berpotensi mengarah ke penipuan.

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim kuis tebak kota berhadiah yang mengatasnamakan Dedi Mulyadi adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Video kuis yang beredar tidak berasal dari akun resmi Dedi Mulyadi. Visual dalam unggahan tersebut merupakan potongan video lama dari akun TikTok resmi Dedi Mulyadi yang konteksnya telah dimanipulasi, sementara audio ajakan kuis berhadiah diduga merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI). Dalam video asli, tidak terdapat pernyataan maupun ajakan terkait pembagian hadiah atau kuis berhadiah.

    Dengan demikian, narasi yang beredar bertentangan dengan konteks asli video serta tidak didukung oleh pernyataan resmi maupun sumber terpercaya, sehingga berpotensi menyesatkan masyarakat.

    ===========

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan