(GFD-2023-13253) Cek Fakta: Tidak Benar Dalam Video Ini China Hancurkan Masjid di Ethiopia
Sumber: liputan6.comTanggal publish: 01/08/2023
Berita
Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video China menghancurkan masjid di Ethiopia, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 19 Juli 2023.
Unggahan klaim video China menghancurkan masjid di Ethiopia menampilkan sebuah foto sejumlah orang sedang berduduk mengadap ke sebuah bangunan dan menara.Kemudian dilanjutkan dengan tayangan rubuhnya sebuah menara berwarna hijau yang disaksikan sejumlah orang. Video berikutnya menampilkan sejumlah orang sedang berada di jalan,.
Dalam video terdapat narasi tulisan sebagai berikut.
"PENGHANCURAN MASJID BESAR-BESARAN
Muslim Ethiopia mencoba Melindung masjid mereka
Pemerintah Ethiopia telah mulai menghancurkan banyak Masjid dalam beberapa hari terakhir
mereka sudah Merobohkan 20 Masjid lebih di Ethiopia
Sama seperti di China, umat Islam di sana juga ikut Melindungi Masjid mereka
Tapi Aksi Protes yang mereka lakuka tidak disabuk Baik oleh Aparat disana
Mereka ditembagi gas Air mata agar menjauh dari Masjid yang ingin mereka lindungi
Penghancuran Masjid-masjid ini dikarenakan Pemerinta disana ingin membangun Kota Baru
Kota baru yang disebut Sheger City akan seger di Bangun di Pinggiran Ibu Kota Addis Ababa yang mana disana telah ditempati Ribuan rumah warga
Yang mana pemerintah Ethiopia segera menghancurkan semua Rumah dan Masjid yang Berdiri disana, dan membuat Ribuan orang menjadi Tunawisma
pemerintah mengklaim bahwa Masjid-masjid tersebut dibangun "secara ilegal"
meskipun beberapa Rumah dan Masjid sudah ada di sana selama lebih dari satu Dekade dan memiliki surat-surat yang Lengkap, namun tetap saja semua itu mereka hancurkan
beberapa orang tewas dan puluhan lainnya terluka saat mereka memprotes pemerinyah agar menghentikan penghancuran masjid mereka."
Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
"*CHINA KOMUNIS BIADAB DI- ETHIOPIA*"
Benarkah klaim video China menghancurkan masjid di Ethiopia? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video China menghancurkan masjid di Ethiopia, dengan menangkap layar salah satu tayangan video tersebut untuk dijadikan bahan penelusuran menggunakan Google Image.
Penelusuran mengarah pada sejumlah situs yang menampilkan foto identik salah satunya adalah artikel berjudul "Etiyopya’da cami yıkımları durduruldu" yang dimuat situs yigilcaninsesi.net, pada 9 Juni 2023.
Situs yigilcaninsesi.net menyebutkan, Pemerintah Ethiopia mulai menghancurkan dengan mengambil alih struktur ilegal dan legal dengan mendirikan kota baru bernama Shegger yang akan didirikan di luar ibu kota Addis Ababa, pada bulan Maret. Penghancuran sekitar 20 masjid dalam 2 minggu terakhir di Ethiopia.
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video China menghancurkan masjid di Ethiopia tidak benar.
Penghancuran masjid dilakukan oleh Pemerintah Ethiopia untuk mendirikan kota baru bernama Shegger yang akan didirikan di luar ibu kota Addis Ababa.
Rujukan
(GFD-2023-13213) Cek Fakta: Tidak Benar Cacar Monyet Muncul Setelah Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dipasarkan
Sumber: liputan6.comTanggal publish: 31/07/2023
Berita
Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim cacar monyet muncul setelah vaksin Covid-19 AstraZeneca dipasarkan. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 28 Juli 2023.
Unggahan klaim cacar monyet muncul setelah vaksin Covid-19 AstraZeneca dipasarkan berupa foto tulisan yang mengulas vaksin AstraZeneca dan pada tulisan "chimpanzee adenovirus" ditandai dengan lingkaran merah.
Unggahan foto tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
"Suatu kebetulan yang aneh.
• Vaksin CVD¹⁹ AstraZeneca mengandung adenovirus simpanse.
• Beberapa saat setelah V AstraZeneca muncul dipasaran, cacar monyet muncul.
#SadButTrue"
Benarkah klaim cacar monyet muncul setelah vaksin Covid-19 AstraZeneca dipasarkan? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim cacar monyet muncul setelah vaksin Covid-19 AstraZeneca dipasarkan, dalam artikel berjudul "Ahli Pastikan Vaksin COVID-19 Bukan Penyebab Cacar Monyet" yang dimuat situs Liputan6.com 4 Juni 2022. Peneliti dari Indian Institutes of Science Education and Research, Vineeta Bal mengatakan, kandungan adenovirus dalam vaksin COVID-19 tidak menimbulkan infeksi penyakit apa pun.
"Meskipun adenovirus dan monkeypox adalah virus DNA, yang satu tidak dapat menyebabkan yang lain," kata Vineeta dikutip dari thehindu.com.
Vineeta menambahkan, tidak ada efek samping dari suntikan vaksin COVID-19 hingga menimbulkan penyakit seperti cacar monyet.
"Sepengetahuan saya tidak ada efek samping dari vaksin covid seperti yang diklaim tersebut," ujarnya.
Bantahan yang sama juga disampaikan Satyajit Rath, seorang dosen di Institut Pendidikan dan Penelitian Sains India. Ia mengatakan, teori konspirasi yang menghubungkan cacat monyet dengan vaksin COVID-19 adalah tidak berdasar.
"Bahkan untuk teori konspirasi itu konyol. Ini sama saja dengan mengatakan bahwa karena kita semua sering terinfeksi adenovirus manusia, kita berisiko terkena cacar," ucap Satyajit Rath.
Dalam tulisan berjudul "Multi-country monkeypox outbreak in non-endemic countries" yang dimuat situs resmi WHO, pada 22 Mei 2022 menyebutkan, Monkeypox adalah virus zoonosis (virus yang ditularkan ke manusia dari hewan) dengan gejala yang sangat mirip dengan yang terlihat di masa lalu pada pasien cacar, meskipun secara klinis tidak terlalu parah. Penyakit ini disebabkan oleh virus monkeypox yang termasuk dalam genus orthopoxvirus dari famili Poxviridae.
Ada dua clades virus monkeypox: clade Afrika Barat dan clade Congo Basin (Afrika Tengah). Nama monkeypox berasal dari penemuan awal virus pada monyet di laboratorium Denmark pada tahun 1958. Kasus manusia pertama diidentifikasi pada seorang anak di Republik Demokratik Kongo pada tahun 1970.
Penelusuran dilanjutkan menggunakan Google Search dengan kata kunci 'astrazeneca chimpanzee adenovirus'. Penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Fact Check-Chimpanzee adenovirus vector in the AstraZeneca COVID-19 vaccine does not cause monkeypox" yang dimuat situs reuters.com, pada 24 Mei 2022.
Dalam situs reuters.com profesor virologi di University of Reading Ian Jones mengatakan, meskipun benar bahwa vaksin AstraZeneca menggunakan vektor adenovirus simpanse dalam formulanya. Ini sepenuhnya berbeda dari Monkeypox dan tidak ada kemungkinan apa pun bahwa keduanya terkait.
"Virus yang digunakan dalam vaksin AZ adalah adenovirus yang telah bermutasi untuk mencegahnya (dari) tumbuh di sel manusia," kata Jones.
Karena ada sedikit jika ada kekebalan terhadapnya di antara manusia, itu dapat digunakan sebagai vaksin, atau vektor vaksin, katanya. "Yang dilakukan vektor hanyalah membawa komponen vaksin ke dalam sel manusia, itu tidak menimbulkan infeksi apa pun."
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim cacar monyet muncul setelah vaksin Covid-19 AstraZeneca dipasarkan tidak benar.
Kasus cacar monyet manusia pertama diidentifikasi pada seorang anak di Republik Demokratik Kongo pada tahun 1970, sedangkan Covid-19 baru muncul pada akhir 2019. Kandungan adenovirus dalam vaksin COVID-19 tidak menimbulkan infeksi penyakit apa pun.
Rujukan
(GFD-2023-13221) [SALAH] “PAN RESMI GABUNG KOALISI KPP DUKUNG ANIES SEBAGAI CAPRES 2024”
Sumber: FacebookTanggal publish: 31/07/2023
Berita
Paloh Full Senyum Hari Ini !! 1 Partai Biru Resmi Gabung Perubah4n Dukvng An1es
Hasil Cek Fakta
Sebuah akun Facebook dengan nama pengguna “Teubit Lam Tanjong” mengunggah video dengan narasi bahwa PAN resmi gabung koalisi KPP dukung Anies sebagai capres 2024.
Setelah melakukan penelusuran, thumbnail video tersebut merupakan hasil editan dan isi video tersebut adalah potongan video dari peristiwa yang tidak berkaitan.
Narator dalam video hanya membacakan salah satu artikel milik Kba News dengan judul artikel “Hendri Satrio: Di Lubuk Hati Terdalam, Masyarakat Indonesia Ingin Perubahan”.
Gambar thumbnail identik dengan artikel milik m.tribunnews.com dengan judul “Apel Siaga Perubahan Partai NasDem”, gambar tersebut merupakan momen saat Partai Nasdem menggelar Apel Siaga Perubahan yang dihadiri ribuan kader dengan agenda pidato politik oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Anies Baswedan selaku bakal capres dari Koalisi Perubahan.
Salah satu klip yang menampilkan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) tengah melakukan konferensi pers identik dengan yang ada di YouTube Metro TV dengan judul video “Zulkifli Hasan Bertemu Prabowo Bahas Koalisi Kebangsaan”.
Berdasarkan penjelasan di atas klaim bahwa PAN resmi gabung koalisi KPP dukung Anies sebagai capres 2024 adalah salah dan masuk kategori konten yang dimanipulasi.
Setelah melakukan penelusuran, thumbnail video tersebut merupakan hasil editan dan isi video tersebut adalah potongan video dari peristiwa yang tidak berkaitan.
Narator dalam video hanya membacakan salah satu artikel milik Kba News dengan judul artikel “Hendri Satrio: Di Lubuk Hati Terdalam, Masyarakat Indonesia Ingin Perubahan”.
Gambar thumbnail identik dengan artikel milik m.tribunnews.com dengan judul “Apel Siaga Perubahan Partai NasDem”, gambar tersebut merupakan momen saat Partai Nasdem menggelar Apel Siaga Perubahan yang dihadiri ribuan kader dengan agenda pidato politik oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Anies Baswedan selaku bakal capres dari Koalisi Perubahan.
Salah satu klip yang menampilkan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) tengah melakukan konferensi pers identik dengan yang ada di YouTube Metro TV dengan judul video “Zulkifli Hasan Bertemu Prabowo Bahas Koalisi Kebangsaan”.
Berdasarkan penjelasan di atas klaim bahwa PAN resmi gabung koalisi KPP dukung Anies sebagai capres 2024 adalah salah dan masuk kategori konten yang dimanipulasi.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Yudho Ardi
Klaim pada thumbnail Facebook tidak benar. Faktanya, pada thumbnail video tersebut merupakan momen saat Partai Nasdem menggelar Apel Siaga Perubahan yang dihadiri ribuan kader dengan agenda pidato politik oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Anies Baswedan selaku bakal capres dari Koalisi Perubahan.
Klaim pada thumbnail Facebook tidak benar. Faktanya, pada thumbnail video tersebut merupakan momen saat Partai Nasdem menggelar Apel Siaga Perubahan yang dihadiri ribuan kader dengan agenda pidato politik oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Anies Baswedan selaku bakal capres dari Koalisi Perubahan.
Rujukan
(GFD-2023-13222) [SALAH] Habib Bahar Positif Gangguan Jiwa, Habisi 3 Orang di dalam Tahanan.
Sumber: YoutubeTanggal publish: 31/07/2023
Berita
BREAKING NEWS :exclamation:️ HABIB BAHAR POSITIF G4NGGUΔN JIWA, BERAPA HARI DIPENJARA H4BIS1 3 OR4NG TAHANAN
Hasil Cek Fakta
Akun youtube dengan nama Suara Politik (https://www.youtube.com/@suarapolitik7270)
pada 16 Juni 2023 mengunggah sebuah video dengan klaim bahwa salah seorang habib asal Indonesia, Bahar Smith dinyatakan positif gangguan jiwa dan menghabisi 3 orang tahanan setelah ditahan selama beberapa hari di penjara.
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, faktanya apa yang disampaikan di dalam video tersebut bukanlah bukti hasil test kejiwaan dan bukti kekerasan yang dilakukan oleh Habib Bahar bin Smith. Melainkan video tersebut justru lebih menyampaikan terkait kasus pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Habib Bahar bin Smith kepada Presiden RI Joko Widodo dan bagaimana respon masyarakat terkait kasus tersebut.
Tak hanya itu, cuplikan video yang digunakan di dalam video tersebut pun tidak memiliki kesesuaian dengan klaim yang disampaikan pada judul. Contohnya pada menit 5:33 terdapat sebuah cuplikan video wawancara dengan Bahar bin Smith yang dilakukan dengan PAStv yang diunggah oleh channel youtube Republik Salaf 313 (https://www.youtube.com/@republiksalaf3134) yang berisikan wawancara dengan Bahar bin Smith sesaat setelah ia bebas dari penjara satu tahun yang lalu akibat dugaan penyebaran berita bohong saat tengah melakukan dakwah.
Tak hanya itu, informasi mengenai Habib Bahar bin Smith yang dipenjara pun juga tidak dapat dibuktikan kebenarannya sebab hingga tanggal 22 Juni 2023 Habib Bahar bin Smith masih melakukan live pada channel youtubenya
Oleh sebab itu, video dengan klaim Habib Bahar bin Smith yang menghabisi 3 tahanan dan dinyatakan positif gangguan jiwa adalah informasi yang tidak benar.
pada 16 Juni 2023 mengunggah sebuah video dengan klaim bahwa salah seorang habib asal Indonesia, Bahar Smith dinyatakan positif gangguan jiwa dan menghabisi 3 orang tahanan setelah ditahan selama beberapa hari di penjara.
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, faktanya apa yang disampaikan di dalam video tersebut bukanlah bukti hasil test kejiwaan dan bukti kekerasan yang dilakukan oleh Habib Bahar bin Smith. Melainkan video tersebut justru lebih menyampaikan terkait kasus pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Habib Bahar bin Smith kepada Presiden RI Joko Widodo dan bagaimana respon masyarakat terkait kasus tersebut.
Tak hanya itu, cuplikan video yang digunakan di dalam video tersebut pun tidak memiliki kesesuaian dengan klaim yang disampaikan pada judul. Contohnya pada menit 5:33 terdapat sebuah cuplikan video wawancara dengan Bahar bin Smith yang dilakukan dengan PAStv yang diunggah oleh channel youtube Republik Salaf 313 (https://www.youtube.com/@republiksalaf3134) yang berisikan wawancara dengan Bahar bin Smith sesaat setelah ia bebas dari penjara satu tahun yang lalu akibat dugaan penyebaran berita bohong saat tengah melakukan dakwah.
Tak hanya itu, informasi mengenai Habib Bahar bin Smith yang dipenjara pun juga tidak dapat dibuktikan kebenarannya sebab hingga tanggal 22 Juni 2023 Habib Bahar bin Smith masih melakukan live pada channel youtubenya
Oleh sebab itu, video dengan klaim Habib Bahar bin Smith yang menghabisi 3 tahanan dan dinyatakan positif gangguan jiwa adalah informasi yang tidak benar.
Kesimpulan
Unggahan video sebuah akun youtube dengan klaim bahwa Habib Bahar bin Smith habisi 3 orang tahanan dan dinyatakan positif gangguan jiwa adalah informasi yang tidak benar. Unggahan tersebut tidak sesuai baik dari cover dan judul dengan isinya.
Rujukan
Halaman: 5383/8123
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4521790/original/001905700_1690879908-masjid_etopia_cover.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4521725/original/077401200_1690878580-masjid_etopia_GI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4519800/original/066884900_1690778153-astrazeneca.jpg)

