(GFD-2023-13261) Cek Fakta: Tidak Benar Es Kutub yang Mencair Tak Berpengaruh ke Volume Air
Sumber: liputan6.comTanggal publish: 03/08/2023
Berita
Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim es kutub yang mencair tidak mempengaruhi ke volume air, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 1 Agustus 2023.
Unggahan klaim es kutub yang mencair tidak mempengaruhi ke volume air menampilkan tangkapan layar sebuah unggahan akun Twitter yang menampilkan tulisan sebagai berikut.
"Pernah pesan Es Teh, lupa diminum?
Batu2 es nya mencair, kan?
Apakah lanyas airnya jd tambah banyak & tumpah?
Tidak, kan. Volume air nya tetap, tdak bikin air dlm es teh itu jadi lbh banyak.
Es yg mencair di Kutub, volume airnya tdk berubah sedikkitpun.Hanya beda bentuk."
Benarkah klaim es kutub mencair tidak mempengaruhi ke volume air? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim es kutub yang mencair tidak mempengaruhi ke volume air, menggunakan Google Search dengan kata kunci 'When ice on land ice sheets and glaciers melts, it adds water volume to the ocean'.
Penelusuran mengarah pada tulisan berjudul "Why are glaciers and sea ice melting?" yang dimuat situs worldwildlife.org.
Situs worldwildlife.org menyebutkan, saat ini, sekitar 10 persem dari luas daratan di Bumi ditutupi dengan es glasial. Hampir 90 persen berada di Antartika, sedangkan 10% sisanya berada di lapisan es Greenland.
Pencairan gletser yang cepat di Antartika dan Greenland juga memengaruhi arus laut, karena sejumlah besar air lelehan gletser yang sangat dingin memasuki perairan laut yang lebih hangat memperlambat arus laut. Dan saat es di daratan mencair, permukaan laut akan terus naik.
Penelusuran juga mengarah pada tulisan berjudul "Why They Matter" yang dimuat situs nsidc.org.
Situs nsidc.org menyebutkan, stabilitas lapisan es telah banyak berubah pada abad kedua puluh satu. Menurut laporan tahun 2021 dari Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC), permukaan laut rata-rata di seluruh planet telah meningkat lebih cepat sejak tahun 1900, dibandingkan abad sebelumnya dalam setidaknya 3.000 tahun terakhir.
Selama dua dekade pertama abad kedua puluh satu, kedua lapisan es menyusut, dan tingkat kehilangan es meningkat setiap dekade. Pada tahun 2021, Lapisan Es Greenland dan Antartika secara kolektif menyumbang sekitar 400 miliar ton air setiap tahun dari gunung es atau limpasan air lelehan, menambahkan sekitar 1 milimeter ke permukaan laut setiap tahun. Sebagai aturan umum untuk setiap sentimeter (10 milimeter) kenaikan permukaan laut global, 6 juta orang lainnya terkena banjir pesisir.
Penelusuran pun mengarah pada tulisan berjudul "Climate Change Indicators: Ice Sheets" yang dimuat situs the U.S. Environmental Protection Agency, epa.gov.
Situs epa.gov menyebutkan saat lapisan es menyusut, air yang ditambahkan ke lautan menaikkan permukaan laut di seluruh dunia Mencairnya lapisan es Greenland dan Antartika menyumbang sekitar sepertiga dari kenaikan permukaan laut global yang diamati antara tahun 2006 dan 2015.
Berdasarkan indikator Permukaan Laut, jumlah total es yang hilang di Greenland dan Antartika dari tahun 1992 hingga 2018 cukup untuk menaikkan permukaan laut di seluruh dunia dengan rata-rata sekitar tujuh per sepuluh inci.4,5 Sebagai perbandingan, permukaan laut rata-rata global meningkat sekitar 3 inci secara keseluruhan selama periode ini.
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim es kutub yang mencair tidak mempengaruhi ke volume air tidak benar.
Situs epa.gov menyebutkan saat lapisan es menyusut, air yang ditambahkan ke lautan menaikkan permukaan laut di seluruh dunia Mencairnya lapisan es Greenland dan Antartika menyumbang sekitar sepertiga dari kenaikan permukaan laut global yang diamati antara tahun 2006 dan 2015.
Berdasarkan indikator Permukaan Laut, jumlah total es yang hilang di Greenland dan Antartika dari tahun 1992 hingga 2018 cukup untuk menaikkan permukaan laut di seluruh dunia dengan rata-rata sekitar tujuh per sepuluh inci.4,5 Sebagai perbandingan, permukaan laut rata-rata global meningkat sekitar 3 inci secara keseluruhan selama periode ini.
Rujukan
(GFD-2023-13276) [SALAH] Giveaway Ivan Gunawan melalui akun Facebook 𝐈𝐆𝐔𝐍 𝐒𝐔𝐏𝐑𝐀𝐈𝐒𝐄”
Sumber: FacebookTanggal publish: 03/08/2023
Berita
Beredar sebuah akun dengan nama “𝐈𝐆𝐔𝐍 𝐒𝐔𝐏𝐑𝐀𝐈𝐒𝐄” (fb.com/100094932042924) dengan menggunakan foto Ivan Gunawan dan mengunggah video Ivan Gunawan dengan narasi seolah Ivan Gunawan sedang berbagi hadiah untuk pengikutnya.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, adanya akun yang mengatasnamakan Ivan Gunawan dan memakai foto serta video Ivan Gunawan merupakan akun tiruan.
Akun tersebut merupakan akun palsu. Akun Facebook asli milik Ivan Gunawan adalah “Ivan Gunawan” yang sudah memilik tanda verifikasi centang biru dengan alamat: facebook.com/FashionGuruIvanGunawan.
Di akun aslinya, Ivan Gunawan saat ini tidak melakukan pembagian hadiah kepada pengikutnya.
Akun tersebut merupakan akun palsu. Akun Facebook asli milik Ivan Gunawan adalah “Ivan Gunawan” yang sudah memilik tanda verifikasi centang biru dengan alamat: facebook.com/FashionGuruIvanGunawan.
Di akun aslinya, Ivan Gunawan saat ini tidak melakukan pembagian hadiah kepada pengikutnya.
Kesimpulan
Akun palsu. Akun Facebook asli milik Ivan Gunawan adalah “Ivan Gunawan” yang sudah memilik tanda verifikasi centang biru dengan alamat: facebook.com/FashionGuruIvanGunawan.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Rujukan
(GFD-2023-13334) [SALAH] “Mulai curang KPU terciduk tengah menjalankan misi kotornya di Jogja”
Sumber: twitter.comTanggal publish: 02/08/2023
Berita
NARASI: “Mulai curang, _KPU_ terciduk _Operasi OTT_ tengah menjalankan misi kotornya di _Jogja, guna memenangkan _CAPRES GENJER² “PAKAR BOKEP” PARNO AK AUW. KPU_ memberi _barcode 00_ yang berarti itu _kode suara yang dikondisikan pemenangnya_. Mohon viralkan _Partai Banteng Ternyata 🐖”
Hasil Cek Fakta
Foto pratinjau (thumbnail) video yang dibagikan oleh SUMBER identik dengan foto tangkapan layar di artikel periksa fakta yang sebelumnya, turnbackhoax.id pada 24 Mei 2023: “BUKAN untuk suara yang dikondisikan pemenangnya. KPU DIY menyatakan hal tersebut muncul berdasarkan data yang ada di Disdukcapil dibuktikan dengan adanya KTP yang bersangkutan.”
Klarifikasi dari KPU DIY, krjogja.com pada 9 Mei 2023: “Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, menemukan data adanya 904 pemilih di Kota Yogyakarta yang beralamat ‘000’. Hal tersebut lantas dikonfirmasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY yang menyatakan hal tersebut muncul berdasarkan data yang ada di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dibuktikan dengan adanya KTP yang bersangkutan.”
Hasil pencarian Google News, kata kunci: “data pemilih 000”
Klarifikasi dari KPU DIY, krjogja.com pada 9 Mei 2023: “Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, menemukan data adanya 904 pemilih di Kota Yogyakarta yang beralamat ‘000’. Hal tersebut lantas dikonfirmasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY yang menyatakan hal tersebut muncul berdasarkan data yang ada di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dibuktikan dengan adanya KTP yang bersangkutan.”
Hasil pencarian Google News, kata kunci: “data pemilih 000”
Kesimpulan
MENYESATKAN, daur ulang pelintiran yang sudah diklarifikasi sebelumnya. FAKTA: kode 000 BUKAN untuk mengkondisikan pemenang tertentu, kode tersebut sudah sesuai dengan data dari Disdukcapil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil). Selain itu, secara administratif pemilih tetap berhak menggunakan suaranya karena sudah sesuai dengan perundangan.
Rujukan
- http[1] firstdraftnews.org: “Memahami gangguan informasi” (Google Translate),
- https://bit.ly/3wHx0lO /
- https://archive.ph/iCp3w (arsip cadangan). [2] turnbackhoax.id: “[SALAH] “Mulai KPU menjalankan aksi kotornya. Dia memberi kode 00 berarti itu untuk suara yang dikondisikan pemenangnya”,
- https://bit.ly/3QnjxLt /
- https://archive.ph/afKSk (arsip cadangan). [3] krjogja.com: “Soal Data Pemilih ‘000’, Begini Jawaban KPU DIY”,
- https://bit.ly/3OlRvh2 /
- https://archive.ph/N9QTW (arsip cadangan). [4] google.com,
- https://bit.ly/3OHAtvi /
- https://archive.ph/fg3bY (arsip cadangan).
(GFD-2023-13256) Hibah CekFakta: Riset Isu Informasi, Literasi, dan Inisiatif Masyarakat Menjelang Pemilihan Umum 2024 untuk Melawan Disinformasi
Sumber:Tanggal publish: 02/08/2023
Berita
Latar Belakang
Pemilihan Umum 2024 akan menjadi salah satu momen penting bagi kehidupan demokrasi negara Indonesia. Jelang pesta demokrasi tahun 2024 yang melibatkan media digital (digital democracy), tantangan yang dihadapi masyarakat adalah merebaknya mis-disinformasi dan malinformasi yang mempengaruhi dinamika elektoral. Apalagi dalam era digital, informasi dapat dengan mudah disebarkan secara luas dan cepat sehingga misinformasi, disinformasi dan malinformasi yang dapat menyebabkan gangguan, ketidakpastian dan keraguan pada publik.
Misinformasi merujuk pada penyebaran informasi yang salah, tidak akurat, atau menyesatkan tanpa niat jahat bisa juga diartikan informasi yang disebarluaskan tidak benar namun, orang yang membagikannya percaya bahwa informasi tersebut benar. Disinformasi, adalah penyebaran informasi yang salah atau menyesatkan dengan sengaja untuk mempengaruhi opini publik, memanipulasi, atau menciptakan kekacauan. Sedangkan malinformasi adalah informasi yang didasarkan pada kenyataan, tetapi digunakan untuk merugikan seseorang, organisasi, atau negara. Dalam konteks Pemilu, praktek mis-disinformasi dan malinformasi dapat berdampak negatif, merusak kepercayaan publik pada peserta dan penyelenggara Pemilu.
Untuk menghadapi tantangan ini, penting untuk melakukan riset tentang isu informasi, literasi, dan inisiatif masyarakat menjelang Pemilihan Umum 2024. Riset ini akan membantu memahami sejauh mana mis-disinformasi dan malinformasi mempengaruhi proses politik, bagaimana penyebarannya terjadi, dampaknya terhadap masyarakat, serta langkah strategis apa yang mesti dilakukan oleh semua pihak dalam mengatasinya
Studi tentang gangguan informasi serta literasi ini akan melibatkan analisis bagaimana bentuk-bentuk ketiganya, perilaku masyarakat ketika mengakses informasi, mengevaluasi, dan menggunakan informasi yang mereka terima dari platform digital. Faktor literasi digital, sikap kritis, pemahaman tentang sumber informasi akan menjadi fokus dalam riset ini. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi tipologi trilogi di atas dalam ekosistem politik Pemilu di ranah digital di Indonesia, problematika literasi informasi masyarakat, memahami persepsi mereka terhadap informasi dan mengembangkan strategi mitigasi, pemeriksaan fakta sebagai tindakan preventif untuk mencegah penyebaran lebih jauh.
Selain itu, riset juga harus memperhatikan inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk melawan mis-disinformasi dan malinformasi. Hal ini dapat mencakup peran organisasi masyarakat sipil, lembaga pendidikan, lembaga media, dan individu dalam memerangi penyebaran informasi yang salah. Riset ini akan membantu mengidentifikasi praktik terbaik, inovasi, dan strategi yang berhasil dalam penyelenggaraan pemeriksaan fakta di Indonesia.
Melalui riset ini, diharapkan akan tersedia laporan penelitian yang komprehensif yang dapat digunakan sebagai dasar informasi untuk CekFakta dan pihak terkait lainnya. Laporan ini juga akan memperkuat upaya kolaboratif antara AJI, AMSI, Mafindo, akademisi, peneliti, dan institusi terkait lainnya dalam melawan misinformasi, disinformasi dan malinformasi menjelang Pemilihan Umum 2024.
Subtema Proposal:
1. Efektivitas kerja-kerja kolaboratif CekFakta (fact-checking) antara industri media, pengelola platform digital, masyarakat sipil, dan pemerintah untuk mitigasi informasi palsu di Indonesia;
2. Tren bentuk-bentuk praktek misinformasi, disinformasi, dan malinformasi menjelang Pemilu 2024, termasuk perbandingannya dengan tren yang sama pada Pemilu 2014, 2019, dan Pilkada;
3. Pemetaaan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan moderasi konten oleh platform media sosial, dan oleh pemerintah dalam penanggulangan misinformasi dan disinformasi politik;
4. Newsroom di Indonesia melawan praktek disinformasi yang mengganggu kerja-kerja jurnalisme berkualitas.
Ketentuan:
1. Hibah riset ini terbuka bagi akademisi, aktivis sosial dan profesional di bidang media/jurnalisme di seluruh Indonesia.
2. Pengirim proposal adalah tim peneliti yang terdiri dari minimal dua orang.
3. Proposal berupa ide awal riset (maksimal 1000 kata) harus terdiri dari:
1. Abstrak dan kata kunci
2. Ide/topik riset disertai pertanyaan penelitian
3. Metode yang akan digunakan
4. Rencana kebutuhan anggaran (secara umum)
5. Profil tim peneliti
4. Berkas ide awal (PDF, 1 spasi, TNR, font 12, maksimal 1000 kata) harap dimasukkan ke dalam form pada link ini: bit.ly/risetcekfakta2023
5. Panitia akan menerima total 10 proposal riset dengan alokasi dana hibah masing-masing maksimal Rp 100.000.000,- (seratus juta rupiah).
Batas Waktu Pengiriman Proposal
Timeline
Adapun berikut adalah timeline riset Kolaborasi CekFakta:
Batas Pengiriman Proposal : 15 Agustus 2023
Seleksi Ide Awal : 16 - 29 Agustus 2023
Pengumuman hasil seleksi ide awal : 30 Agustus 2023
Workshop Daring : 5 September (Pemaparan full proposal)
Pelaksanaan Riset : 6 September 2023 - 6 Desember 2023
Laporan Kemajuan Riset : 6 Oktober 2023
Penyusunan Laporan Riset : 6 Desember 2023 - 6 Januari 2024
Pengumpulan Hasil Riset : 10 Januari 2024
Output
Hasil riset ini akan menghasilkan Policy Brief dan Publikasi bersama yang diterbitkan dalam bentuk buku dan seminar diseminasi.
Kontak
Jika ada pertanyaan silahkan email ke
naharin@ajiindonesia.or.id / pa@ajiindonesia.or.id / finspurnama@gmail.com / sekretariat.presidium@mafindo.or.id /
TEMPLATE PROPOSAL SINGKAT
JUDUL (maksimal 15 kata)
RINGKASAN
Ringkasan ini berisi pernyataan ide riset, urgensi riset, kebaruan dari riset terdahulu, rumusan masalah, kata kunci dan metode yang akan digunakan (150 - 200 kata).
LATAR BELAKANG
Secara singkat dapat diuraikan kajian data awal serta kajian akademis maupun empiris yang melatarbelakangi penelitian. Salah satu sumber data yang dapat digunakan adalah data-data dari cekfakta.com sebagai titik tolak (250 kata).
TUJUAN PENELITIAN
Jelaskan dalam 3-5 kalimat tujuan dari penelitian ini.
METODE
Secara teknis, jelaskan langkah-langkah yang akan dilakukan dalam rangka menjawab rumusan masalah (sekitar 250 kata).
TIMELINE
Tuliskan dalam 3-5 kalimat tentang jangka waktu kegiatan riset.
ANGGARAN
Buatlah dalam bentuk tabel rincian anggaran yang dibutuhkan seperti: pengumpulan data, bahan habis pakai, analisis data, publikasi, dll (maksimal ½ halaman)
PROFIL PENELITI
Deskripsikan secara singkat biodata dan portofolio yang relevan dengan topik penelitian yang diajukan (maks 150 kata).
Pemilihan Umum 2024 akan menjadi salah satu momen penting bagi kehidupan demokrasi negara Indonesia. Jelang pesta demokrasi tahun 2024 yang melibatkan media digital (digital democracy), tantangan yang dihadapi masyarakat adalah merebaknya mis-disinformasi dan malinformasi yang mempengaruhi dinamika elektoral. Apalagi dalam era digital, informasi dapat dengan mudah disebarkan secara luas dan cepat sehingga misinformasi, disinformasi dan malinformasi yang dapat menyebabkan gangguan, ketidakpastian dan keraguan pada publik.
Misinformasi merujuk pada penyebaran informasi yang salah, tidak akurat, atau menyesatkan tanpa niat jahat bisa juga diartikan informasi yang disebarluaskan tidak benar namun, orang yang membagikannya percaya bahwa informasi tersebut benar. Disinformasi, adalah penyebaran informasi yang salah atau menyesatkan dengan sengaja untuk mempengaruhi opini publik, memanipulasi, atau menciptakan kekacauan. Sedangkan malinformasi adalah informasi yang didasarkan pada kenyataan, tetapi digunakan untuk merugikan seseorang, organisasi, atau negara. Dalam konteks Pemilu, praktek mis-disinformasi dan malinformasi dapat berdampak negatif, merusak kepercayaan publik pada peserta dan penyelenggara Pemilu.
Untuk menghadapi tantangan ini, penting untuk melakukan riset tentang isu informasi, literasi, dan inisiatif masyarakat menjelang Pemilihan Umum 2024. Riset ini akan membantu memahami sejauh mana mis-disinformasi dan malinformasi mempengaruhi proses politik, bagaimana penyebarannya terjadi, dampaknya terhadap masyarakat, serta langkah strategis apa yang mesti dilakukan oleh semua pihak dalam mengatasinya
Studi tentang gangguan informasi serta literasi ini akan melibatkan analisis bagaimana bentuk-bentuk ketiganya, perilaku masyarakat ketika mengakses informasi, mengevaluasi, dan menggunakan informasi yang mereka terima dari platform digital. Faktor literasi digital, sikap kritis, pemahaman tentang sumber informasi akan menjadi fokus dalam riset ini. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi tipologi trilogi di atas dalam ekosistem politik Pemilu di ranah digital di Indonesia, problematika literasi informasi masyarakat, memahami persepsi mereka terhadap informasi dan mengembangkan strategi mitigasi, pemeriksaan fakta sebagai tindakan preventif untuk mencegah penyebaran lebih jauh.
Selain itu, riset juga harus memperhatikan inisiatif masyarakat yang bertujuan untuk melawan mis-disinformasi dan malinformasi. Hal ini dapat mencakup peran organisasi masyarakat sipil, lembaga pendidikan, lembaga media, dan individu dalam memerangi penyebaran informasi yang salah. Riset ini akan membantu mengidentifikasi praktik terbaik, inovasi, dan strategi yang berhasil dalam penyelenggaraan pemeriksaan fakta di Indonesia.
Melalui riset ini, diharapkan akan tersedia laporan penelitian yang komprehensif yang dapat digunakan sebagai dasar informasi untuk CekFakta dan pihak terkait lainnya. Laporan ini juga akan memperkuat upaya kolaboratif antara AJI, AMSI, Mafindo, akademisi, peneliti, dan institusi terkait lainnya dalam melawan misinformasi, disinformasi dan malinformasi menjelang Pemilihan Umum 2024.
Subtema Proposal:
1. Efektivitas kerja-kerja kolaboratif CekFakta (fact-checking) antara industri media, pengelola platform digital, masyarakat sipil, dan pemerintah untuk mitigasi informasi palsu di Indonesia;
2. Tren bentuk-bentuk praktek misinformasi, disinformasi, dan malinformasi menjelang Pemilu 2024, termasuk perbandingannya dengan tren yang sama pada Pemilu 2014, 2019, dan Pilkada;
3. Pemetaaan kebijakan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan moderasi konten oleh platform media sosial, dan oleh pemerintah dalam penanggulangan misinformasi dan disinformasi politik;
4. Newsroom di Indonesia melawan praktek disinformasi yang mengganggu kerja-kerja jurnalisme berkualitas.
Ketentuan:
1. Hibah riset ini terbuka bagi akademisi, aktivis sosial dan profesional di bidang media/jurnalisme di seluruh Indonesia.
2. Pengirim proposal adalah tim peneliti yang terdiri dari minimal dua orang.
3. Proposal berupa ide awal riset (maksimal 1000 kata) harus terdiri dari:
1. Abstrak dan kata kunci
2. Ide/topik riset disertai pertanyaan penelitian
3. Metode yang akan digunakan
4. Rencana kebutuhan anggaran (secara umum)
5. Profil tim peneliti
4. Berkas ide awal (PDF, 1 spasi, TNR, font 12, maksimal 1000 kata) harap dimasukkan ke dalam form pada link ini: bit.ly/risetcekfakta2023
5. Panitia akan menerima total 10 proposal riset dengan alokasi dana hibah masing-masing maksimal Rp 100.000.000,- (seratus juta rupiah).
Batas Waktu Pengiriman Proposal
Timeline
Adapun berikut adalah timeline riset Kolaborasi CekFakta:
Batas Pengiriman Proposal : 15 Agustus 2023
Seleksi Ide Awal : 16 - 29 Agustus 2023
Pengumuman hasil seleksi ide awal : 30 Agustus 2023
Workshop Daring : 5 September (Pemaparan full proposal)
Pelaksanaan Riset : 6 September 2023 - 6 Desember 2023
Laporan Kemajuan Riset : 6 Oktober 2023
Penyusunan Laporan Riset : 6 Desember 2023 - 6 Januari 2024
Pengumpulan Hasil Riset : 10 Januari 2024
Output
Hasil riset ini akan menghasilkan Policy Brief dan Publikasi bersama yang diterbitkan dalam bentuk buku dan seminar diseminasi.
Kontak
Jika ada pertanyaan silahkan email ke
naharin@ajiindonesia.or.id / pa@ajiindonesia.or.id / finspurnama@gmail.com / sekretariat.presidium@mafindo.or.id /
TEMPLATE PROPOSAL SINGKAT
JUDUL (maksimal 15 kata)
RINGKASAN
Ringkasan ini berisi pernyataan ide riset, urgensi riset, kebaruan dari riset terdahulu, rumusan masalah, kata kunci dan metode yang akan digunakan (150 - 200 kata).
LATAR BELAKANG
Secara singkat dapat diuraikan kajian data awal serta kajian akademis maupun empiris yang melatarbelakangi penelitian. Salah satu sumber data yang dapat digunakan adalah data-data dari cekfakta.com sebagai titik tolak (250 kata).
TUJUAN PENELITIAN
Jelaskan dalam 3-5 kalimat tujuan dari penelitian ini.
METODE
Secara teknis, jelaskan langkah-langkah yang akan dilakukan dalam rangka menjawab rumusan masalah (sekitar 250 kata).
TIMELINE
Tuliskan dalam 3-5 kalimat tentang jangka waktu kegiatan riset.
ANGGARAN
Buatlah dalam bentuk tabel rincian anggaran yang dibutuhkan seperti: pengumpulan data, bahan habis pakai, analisis data, publikasi, dll (maksimal ½ halaman)
PROFIL PENELITI
Deskripsikan secara singkat biodata dan portofolio yang relevan dengan topik penelitian yang diajukan (maks 150 kata).
Hasil Cek Fakta
Halaman: 5381/8123
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4524538/original/085540700_1691051127-es_kutub.jpg)

