“Akhirnya apa yg dikhawatirkan oleh ummat muslim terbukti, beginilah jika sertifikasi halal dikelola oleh penguasa”.
“MENTERI AGAMA YAHUDI IJINKAN LABEL HALAL MINUMAN KERAS”.
(GFD-2023-13281) [SALAH] Menteri Agama Berikan Label Halal Pada Produk Minuman Keras Wine
Sumber: TiktokTanggal publish: 04/08/2023
Berita
Hasil Cek Fakta
Beredar sebuah postingan di media sosial TikTok yang menampilkan gambar sebuah minuman botol bermerk Nabidz. Pada bagian botol tersebut terdapat logo halal Kementerian Agama dan diklaim bahwa Kemenag memberikan sertifikasi halal kepada minuman keras jenis wine.
Berdasarkan hasil penelusuran, dilansir dari detik.com, Aditya selaku reseller Nabidz mengatakan bahwa Nabidz bukanlah wine yang sesungguhnya. Penyebutan ‘wine halal’ itu murni penyebutan dari dirinya sendiri.
“Ini murni kealpaan saya yang saya share di medsos saya. Karena banyak teman-teman saya bilang ini aroma dan rasanya mirip wine, ‘ini wine halal ini’ sambil guyon,” tutur Adit.
Sementara itu, Nabidz merupakan produk minuman yang diproduksi oleh Profesor Beni Yulianto. Aditya menjelaskan bahwa Nabidz ini terbuat dari varietas anggur hitam Italia dan Australia.
“Produk Nabidz ini diracik sedemikian rupa agar menjadi non alkohol, dan proses risetnya sudah cukup memakan waktu dan biaya riset yang lumayan,” ujar Aditya.
Produk ciptaan Profesor Beni Yulianto ini pun sudah mendapat sertifikasi halal oleh Kementerian Agama dengan nama produk Jus Buah Anggur Nabidz dan nomor sertifikasi ID31110003706120523.
Kementerian Agama (Kemenag) memastikan pemilik produk minuman jus anggur Nabidz telah menarik produknya dari pasaran usai viral soal di media sosial lantaran diklaim sebagai ‘wine halal’.
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag, Muhammad Aqil Irham mengatakan Aqil juga menegaskan BPJPH Kemenag tak pernah mengeluarkan sertifikasi halal bagi semua produk wine. Khusus produk Nabidz, ia mengatakan hanya mengeluarkan lantaran produknya berbentuk jus buah anggur.
BPJPH Kemenag sebelumnya telah memberikan keterangan hanya memberikan sertifikasi halal, namun untuk produk jus buah merek Nabidz. Produk ini telah diajukan pada 25 Mei 2023 melalui mekanisme self declare dengan pendampingan Proses Produk Halal (PPH).
Namun, karena heboh video tersebut, maka sertifikasi halal produk minuman Nabidz diblokir.
Berdasarkan hasil penelusuran, dilansir dari detik.com, Aditya selaku reseller Nabidz mengatakan bahwa Nabidz bukanlah wine yang sesungguhnya. Penyebutan ‘wine halal’ itu murni penyebutan dari dirinya sendiri.
“Ini murni kealpaan saya yang saya share di medsos saya. Karena banyak teman-teman saya bilang ini aroma dan rasanya mirip wine, ‘ini wine halal ini’ sambil guyon,” tutur Adit.
Sementara itu, Nabidz merupakan produk minuman yang diproduksi oleh Profesor Beni Yulianto. Aditya menjelaskan bahwa Nabidz ini terbuat dari varietas anggur hitam Italia dan Australia.
“Produk Nabidz ini diracik sedemikian rupa agar menjadi non alkohol, dan proses risetnya sudah cukup memakan waktu dan biaya riset yang lumayan,” ujar Aditya.
Produk ciptaan Profesor Beni Yulianto ini pun sudah mendapat sertifikasi halal oleh Kementerian Agama dengan nama produk Jus Buah Anggur Nabidz dan nomor sertifikasi ID31110003706120523.
Kementerian Agama (Kemenag) memastikan pemilik produk minuman jus anggur Nabidz telah menarik produknya dari pasaran usai viral soal di media sosial lantaran diklaim sebagai ‘wine halal’.
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag, Muhammad Aqil Irham mengatakan Aqil juga menegaskan BPJPH Kemenag tak pernah mengeluarkan sertifikasi halal bagi semua produk wine. Khusus produk Nabidz, ia mengatakan hanya mengeluarkan lantaran produknya berbentuk jus buah anggur.
BPJPH Kemenag sebelumnya telah memberikan keterangan hanya memberikan sertifikasi halal, namun untuk produk jus buah merek Nabidz. Produk ini telah diajukan pada 25 Mei 2023 melalui mekanisme self declare dengan pendampingan Proses Produk Halal (PPH).
Namun, karena heboh video tersebut, maka sertifikasi halal produk minuman Nabidz diblokir.
Kesimpulan
Informasi yang salah dan bukan minuman keras. Minuman merek Nabidz yang berlogo halal dari Kemenag tersebut merupakan jus buah dan tidak ada proses fermentasi dan menjadi alkohol di dalam bahan-bahan minuman tersebut.
Rujukan
- https://www.jawapos.com/ternyata-hoax/011818073/cek-fakta-awalnya-dikira-wine-ternyata-jus-anggur-bersertifikat-halal-kemenag
- https://food.detik.com/info-kuliner/d-6842478/heboh-minuman-nabidz-disebut-wine-halal-ini-4-faktanya/2
- https://www.cnnindonesia.com/nasional/20230729022131-20-979306/kemenag-pastikan-produsen-wine-halal-nabidz-tarik-produk-dari-pasar
(GFD-2023-13257) [SALAH] Pembagian Toyota Fortuner Hanya dengan Tebak Nomor di Facebook
Sumber: FacebookTanggal publish: 03/08/2023
Berita
Beredar di media sosial postingan yang mengklaim ada pembagian Toyota Fortuner hanya dengan menemukan angka di Facebook. Posting-an ini beredar sejak beberapa waktu lalu.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mem-posting-nya pada 29 Juli 2023.
Berikut isi posting-annya:
"Sejauh ini belum ada yang menemukan nomor selain 684, dan belum ada pemenang baru untuk Toyota Fortuner 2023. Masih ada 1 angka lagi untuk menang. Ini kesempatan terakhir sampai akhir Juli."
Sejauh ini posting-an tersebut telah dilihat 36,2 juta kali dan mendapat 410 likes dan 1500 komentar.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mem-posting-nya pada 29 Juli 2023.
Berikut isi posting-annya:
"Sejauh ini belum ada yang menemukan nomor selain 684, dan belum ada pemenang baru untuk Toyota Fortuner 2023. Masih ada 1 angka lagi untuk menang. Ini kesempatan terakhir sampai akhir Juli."
Sejauh ini posting-an tersebut telah dilihat 36,2 juta kali dan mendapat 410 likes dan 1500 komentar.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com mendapati posting-an klaim serupa kerap muncul di Facebook. Posting-an ini biasanya memalsukan akun selebriti atau nama produk tertentu agar masyarakat percaya.
Kami menelusuri dengan membuka akun resmi Toyota Indonesia di Instagram, Twitter, dan Facebook yang sudah bercentang biru atau terverifikasi. Di sana tidak terdapat informasi seperti posting-an yang beredar.
Selain itu dalam kolom komentar dalam posting-an itu terdapat ajakan untuk menghubungi nomor yang terdapat pada akun tersebut. Ini merupakan modus agar masyarakat mengklik tautan menuju website yang bisa mencuri data ataupun terhubung dengan pinjaman online ilegal.
Sebelumnya Cek Fakta Liputan6.com juga pernah mendapat penjelasan dari pihak Toyota Indonesia terkait banyaknya pihak yang mencatut nama brand tersebut untuk penipuan di media sosial.
"Informasi tersebut bukan program resmi dari kami di Toyota. Untuk lebih pasti semua program yang terkait dengan konsumen, pasar atau pun informasi lainnya tentu kami akan dan selalu informasikan secara resmi melalui jalur yang resmi juga, bisa menggunakan website resmi kami ataupun akun media sosial resmi Toyota," ujar Dimas Aska, Head of Media Relation Toyota Astra Motor dalam artikel berjudul "Cek Fakta: Hoaks Toyota Indonesia Bagikan Dua Mobil Alphard Dalam Rangka Hari Kemerdekaan Indonesia ke-77" yang tayang di Liputan6.com pada 7 Agustus 2022.
"Kami juga mengimbau bagi masyarakat untuk dapat lebih berhati hati terhadap berbagai informasi termasuk yang mungkin mengatasnamakan brand kami. Untuk informasi resmi bisa secara berkala di check di kanal kanal resmi Toyota, di website www.toyota.astra.co.id ataupun Youtube Toyota Indonesia dan Instagram @toyotaid," katanya menambahkan.
Kami menelusuri dengan membuka akun resmi Toyota Indonesia di Instagram, Twitter, dan Facebook yang sudah bercentang biru atau terverifikasi. Di sana tidak terdapat informasi seperti posting-an yang beredar.
Selain itu dalam kolom komentar dalam posting-an itu terdapat ajakan untuk menghubungi nomor yang terdapat pada akun tersebut. Ini merupakan modus agar masyarakat mengklik tautan menuju website yang bisa mencuri data ataupun terhubung dengan pinjaman online ilegal.
Sebelumnya Cek Fakta Liputan6.com juga pernah mendapat penjelasan dari pihak Toyota Indonesia terkait banyaknya pihak yang mencatut nama brand tersebut untuk penipuan di media sosial.
"Informasi tersebut bukan program resmi dari kami di Toyota. Untuk lebih pasti semua program yang terkait dengan konsumen, pasar atau pun informasi lainnya tentu kami akan dan selalu informasikan secara resmi melalui jalur yang resmi juga, bisa menggunakan website resmi kami ataupun akun media sosial resmi Toyota," ujar Dimas Aska, Head of Media Relation Toyota Astra Motor dalam artikel berjudul "Cek Fakta: Hoaks Toyota Indonesia Bagikan Dua Mobil Alphard Dalam Rangka Hari Kemerdekaan Indonesia ke-77" yang tayang di Liputan6.com pada 7 Agustus 2022.
"Kami juga mengimbau bagi masyarakat untuk dapat lebih berhati hati terhadap berbagai informasi termasuk yang mungkin mengatasnamakan brand kami. Untuk informasi resmi bisa secara berkala di check di kanal kanal resmi Toyota, di website www.toyota.astra.co.id ataupun Youtube Toyota Indonesia dan Instagram @toyotaid," katanya menambahkan.
Kesimpulan
Postingan yang mengklaim ada pembagian Toyota Fortuner hanya dengan menemukan angka di Facebook adalah hoaks.
Rujukan
(GFD-2023-13258) [SALAH] Presiden Jokowi Bagikan Puluhan Juta Rupiah dengan Daftar Melalui Whatsapp
Sumber: FacebookTanggal publish: 03/08/2023
Berita
Beredar kembali postingan di media sosial Presiden Jokowi membagikan uang hingga puluhan juta rupiah tanpa diundi dengan cara mendaftar melalui Whatsapp. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 28 Juli 2023.
Dalam postingannya terdapat narasi sebagai berikut:
"Khusus untuk rakyatku yang benar-benar membutuhkan. Kalian mau apa dari bapak?
13jt Biaya Sekolah
15jt Bayar Hutang
18jt Modal Usaha
20jt Renovasi Rumah
Pilih sesuai kebutuhan bapak transfer sekarang tanpa diundi"
Akun itu menambahkan narasi:
"Caranya Kelik link dibawah ini 👇🏻https://wa.me/+6282373756589"
Hingga saat ini postingan tersebut telah dilihat lebih dari 682 ribu kali mendapat 10,5 ribu likes dan 13,8 ribu komentar.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 28 Juli 2023.
Dalam postingannya terdapat narasi sebagai berikut:
"Khusus untuk rakyatku yang benar-benar membutuhkan. Kalian mau apa dari bapak?
13jt Biaya Sekolah
15jt Bayar Hutang
18jt Modal Usaha
20jt Renovasi Rumah
Pilih sesuai kebutuhan bapak transfer sekarang tanpa diundi"
Akun itu menambahkan narasi:
"Caranya Kelik link dibawah ini 👇🏻https://wa.me/+6282373756589"
Hingga saat ini postingan tersebut telah dilihat lebih dari 682 ribu kali mendapat 10,5 ribu likes dan 13,8 ribu komentar.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan membuka akun resmi Presiden Jokowi di Instagram, @jokowi yang sudah bercentang biru atau terverifikasi. Hasilnya tidak ditemukan klaim seperti yang terdapat dalam postingan.
Selain itu Cek Fakta Liputan6.com menelusuri gambar yang diunggah dalam postingan tidak ada kaitan dengan pembagian uang oleh Presiden Jokowi.
Gambar itu pernah diunggah oleh akun @sekretariat.kabinet yang juga sudah bercentang biru atau terverifikasi pada 17 Februari 2022. Kesamaan terdapat pada pakaian yang dikenakan Presiden Jokowi dan juga latar di belakangnya.
Berikut isi postingannya:
"Presiden Joko Widodo membuka Pertemuan Pertama Para Menteri dan Gubernur Bank Sentral G20 atau the 1st Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting – G20, secara virtual, dari Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (17/02/2022).
“Indonesia sangat antusias menjalankan peran presidensi G20 untuk berkontribusi kepada dunia. Indonesia akan mendorong sinergi dan kolaborasi termasuk sinergi dan kolaborasi antar menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 dalam merumuskan kebijakan fiskal dan moneter yang tepat untuk mengatasi permasalahan dunia,” ucap Presiden @jokowi dalam sambutannya.
(Foto: BPMI)#PotretKabinet"
Di dalam kolom komentar juga terdapat perintah untuk menghubungi nomor Whatsapp yang diklaim untuk proses pencairan. Namun ini merupakan modus penipuan agar pengguna mengirimkan data pribadinya ataupun mengarahkan pengguna pada pinjaman online ilegal.
Selain itu Cek Fakta Liputan6.com menelusuri gambar yang diunggah dalam postingan tidak ada kaitan dengan pembagian uang oleh Presiden Jokowi.
Gambar itu pernah diunggah oleh akun @sekretariat.kabinet yang juga sudah bercentang biru atau terverifikasi pada 17 Februari 2022. Kesamaan terdapat pada pakaian yang dikenakan Presiden Jokowi dan juga latar di belakangnya.
Berikut isi postingannya:
"Presiden Joko Widodo membuka Pertemuan Pertama Para Menteri dan Gubernur Bank Sentral G20 atau the 1st Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting – G20, secara virtual, dari Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (17/02/2022).
“Indonesia sangat antusias menjalankan peran presidensi G20 untuk berkontribusi kepada dunia. Indonesia akan mendorong sinergi dan kolaborasi termasuk sinergi dan kolaborasi antar menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 dalam merumuskan kebijakan fiskal dan moneter yang tepat untuk mengatasi permasalahan dunia,” ucap Presiden @jokowi dalam sambutannya.
(Foto: BPMI)#PotretKabinet"
Di dalam kolom komentar juga terdapat perintah untuk menghubungi nomor Whatsapp yang diklaim untuk proses pencairan. Namun ini merupakan modus penipuan agar pengguna mengirimkan data pribadinya ataupun mengarahkan pengguna pada pinjaman online ilegal.
Kesimpulan
Postingan di media sosial Presiden Jokowi membagikan uang hingga puluhan juta rupiah tanpa diundi dengan cara mendaftar melalui Whatsapp adalah hoaks.
Rujukan
(GFD-2023-13259) [SALAH] “PKS DAN NASDEM SEPAKAT SUSI PUDJIASTUTI JADI PENDAMPING ANIES DI PILPRES 2024”
Sumber: FacebookTanggal publish: 03/08/2023
Berita
AHY DI HEMP4SKAN !! P-KS DAN N4SDEM SEPAKAT..SUSI PUJIASTUTI DI TUNJUK JADI PENDAMP1NGI ANIS
Hasil Cek Fakta
Sebuah akun Facebook dengan nama pengguna “Menuju Istana” mengunggah video dengan narasi bahwa PKS dan Nasdem sepakat Susi Pudjiastuti jadi pendamping Anies di Pilpres 2024.
Setelah melakukan penelusuran, thumbnail video tersebut merupakan hasil editan dan isi video tersebut adalah potongan video dari peristiwa yang tidak berkaitan.
Narator dalam video hanya membacakan salah satu artikel milik cnbcindonesia.com dengan judul “Anies Sudah Kantong Satu Nama Cawapres, Ini Dia Sosoknya”.
Thumbnail yang menampilkan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan Presiden PKS Ahmad Syaikhu identik dengan artikel milik dutapos.com dengan judul “Presiden PKS: Kami dan NasDem Insya Allah akan Banyak Titik Temu”.
Salah satu cuplikan awal video identik memperlihatkan sosok Anies Baswedan dengan Susi Pudjiastuti yang sedang bertemu, potongan video tersebut sama dengan unggahan akun Youtube milik METRO TV dengan judul “Anies Temui Susi Pudjiastuti di Pangandaran”.
Berdasarkan penjelasan di atas klaim bahwa PKS dan Nasdem sepakat Susi Pudjiastuti jadi pendamping Anies di Pilpres 2024 adalah salah dan masuk kategori konten yang dimanipulasi.
Setelah melakukan penelusuran, thumbnail video tersebut merupakan hasil editan dan isi video tersebut adalah potongan video dari peristiwa yang tidak berkaitan.
Narator dalam video hanya membacakan salah satu artikel milik cnbcindonesia.com dengan judul “Anies Sudah Kantong Satu Nama Cawapres, Ini Dia Sosoknya”.
Thumbnail yang menampilkan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan Presiden PKS Ahmad Syaikhu identik dengan artikel milik dutapos.com dengan judul “Presiden PKS: Kami dan NasDem Insya Allah akan Banyak Titik Temu”.
Salah satu cuplikan awal video identik memperlihatkan sosok Anies Baswedan dengan Susi Pudjiastuti yang sedang bertemu, potongan video tersebut sama dengan unggahan akun Youtube milik METRO TV dengan judul “Anies Temui Susi Pudjiastuti di Pangandaran”.
Berdasarkan penjelasan di atas klaim bahwa PKS dan Nasdem sepakat Susi Pudjiastuti jadi pendamping Anies di Pilpres 2024 adalah salah dan masuk kategori konten yang dimanipulasi.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Yudho Ardi
Informasi menyesatkan. Judul dan isi video tidak sesuai dan narator dalam video tersebut tidak berkaitan. Dalam video tersebut sama sekali tidak ditemukan informasi bahwa PKS dan Nasdem sepakat Susi Pudjiastuti jadi pendamping Anies di Pilpres 2024.
Informasi menyesatkan. Judul dan isi video tidak sesuai dan narator dalam video tersebut tidak berkaitan. Dalam video tersebut sama sekali tidak ditemukan informasi bahwa PKS dan Nasdem sepakat Susi Pudjiastuti jadi pendamping Anies di Pilpres 2024.
Rujukan
Halaman: 5380/8123

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4519488/original/039265400_1690766373-cek_fakta_fortuner.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4521021/original/083062400_1690855095-cek_fakta_biaya.jpg)
