“kaulah yg pantas jadi RI – 1”
caption
“Aamiin ya Robbal Alamiin qobul ya Robbi :palms_up_together:”
(GFD-2023-13410) [SALAH] Jokowi Memegang Gambar Anies Disertai Kalimat “PERUBAHAN INDONESIA”
Sumber: FacebookTanggal publish: 27/08/2023
Berita
Hasil Cek Fakta
Akun Facebook Sendy Majean memposting sebuah gambar pada 23 Agustus 2023. Akun tersebut memposting sebuah foto Jokowi yang sedang memegang sebuah bingkai. Dalam bingkai tersebut terlihat gambar Anies Baswedan disertai beberapa kalimat seperti “PERUBAHAN INDONESIA”.
Setelah ditelusuri gambar tersebut identik dengan foto pada postingan Instagram bernama ekosulistyo8 yang diunggah 21 Juni 2020. Jika diperhatikan gambar yang ada di bingkai adalah Jokowi bukan Anies.
Dengan demikian foto Jokowi sedang memegang gambar Anies tidak benar. Foto yang asli adalah Jokowi sedang memegang gambar Jokowi, sehingga masuk dalam kategori konten yang dimanipulasi.
Setelah ditelusuri gambar tersebut identik dengan foto pada postingan Instagram bernama ekosulistyo8 yang diunggah 21 Juni 2020. Jika diperhatikan gambar yang ada di bingkai adalah Jokowi bukan Anies.
Dengan demikian foto Jokowi sedang memegang gambar Anies tidak benar. Foto yang asli adalah Jokowi sedang memegang gambar Jokowi, sehingga masuk dalam kategori konten yang dimanipulasi.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Luthfiyah OJ (UIN Raden Mas Said Surakarta).
Foto Jokowi sedang memegang gambar Anies disertai kalimat “PERUBAHAN INDONESIA” tidak benar. Foto yang asli adalah Jokowi sedang memegang gambar Jokowi.
Foto Jokowi sedang memegang gambar Anies disertai kalimat “PERUBAHAN INDONESIA” tidak benar. Foto yang asli adalah Jokowi sedang memegang gambar Jokowi.
Rujukan
(GFD-2023-13411) [SALAH] Video Laser Berenergi Tinggi Penyebab Kebakaran Hutan di Hawaii 2023
Sumber: twitterTanggal publish: 27/08/2023
Berita
“Maui was attacked by directed energy weapons (dews)”
Terjemahan:
“Maui diserang oleh senjata energi terarah (dews)”
Terjemahan:
“Maui diserang oleh senjata energi terarah (dews)”
Hasil Cek Fakta
Beredar sebuah video di Twitter yang menunjukkan sebuah ledakan aliran listrik yang diklaim menjadi penyebab kebakaran di Hawaii akhir-akhir ini. Dalam cuitan tersebut menyebut bahwa kebakaran di Hawaii disebabkan oleh Directed Energy Weapons. Diketahui terjadi kebakaran hutan di Maui, Hawaii, Amerika Serikat pada awal Agustus 2023 yang sudah memakan banyak korban jiwa.
Setelah ditelusuri video tersebut tidak ada kaitannya dengan kebakaran hutan di Maui, Hawaii. Faktanya video tersebut adalah insiden dari ledakan listrik yang terjadi di Lousiana, bukan di Hawaii, pada 2018. Hal tersebut terbukti dengan ditemukannya video serupa dari stasiun TV lokal, WWLTV, pada kanal YouTubenya telah terpublikasi sejak Desember 2018. Dalam keterangannya, kejadian di Kenner, Lousiana, tersebut menyebabkan ribuan rumah warga mati lampu.
Dilansir dari Vice.com, akhir-akhir ini memang beredar teori konspirasi terkait penggunaan Directed Energy Weapons oleh pemerintah Amerika Serikat untuk memicu kebakaran hutan di Maui, Amerika Serikat. Mengutip dari bbc.com, kebakaran di Hawaii bisa disebabkan oleh cuaca kering serta angin topan yang ikut menyulutkan api.
Dengan demikian, video laser berenergi tinggi penyebab kebakaran hutan di Hawaii 2023 adalah tidak benar dengan kategori Konten yang Menyesatkan.
Setelah ditelusuri video tersebut tidak ada kaitannya dengan kebakaran hutan di Maui, Hawaii. Faktanya video tersebut adalah insiden dari ledakan listrik yang terjadi di Lousiana, bukan di Hawaii, pada 2018. Hal tersebut terbukti dengan ditemukannya video serupa dari stasiun TV lokal, WWLTV, pada kanal YouTubenya telah terpublikasi sejak Desember 2018. Dalam keterangannya, kejadian di Kenner, Lousiana, tersebut menyebabkan ribuan rumah warga mati lampu.
Dilansir dari Vice.com, akhir-akhir ini memang beredar teori konspirasi terkait penggunaan Directed Energy Weapons oleh pemerintah Amerika Serikat untuk memicu kebakaran hutan di Maui, Amerika Serikat. Mengutip dari bbc.com, kebakaran di Hawaii bisa disebabkan oleh cuaca kering serta angin topan yang ikut menyulutkan api.
Dengan demikian, video laser berenergi tinggi penyebab kebakaran hutan di Hawaii 2023 adalah tidak benar dengan kategori Konten yang Menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Mochamad Marcell
Faktanya video amatir tersebut sudah dipublikasi sejak 2018 yang menunjukkan ledakan dari saluran listrik di Lousiana, tidak ada kaitannya dengan kebakaran hutan di Hawaii akhir-akhir ini. Selengkapnya pada bagian penjelasan.
Faktanya video amatir tersebut sudah dipublikasi sejak 2018 yang menunjukkan ledakan dari saluran listrik di Lousiana, tidak ada kaitannya dengan kebakaran hutan di Hawaii akhir-akhir ini. Selengkapnya pada bagian penjelasan.
Rujukan
(GFD-2023-13412) [SALAH] Penelitian Terbaru: Vaksin Booster Hanya Meningkatkan Risiko Tertular Covid-19
Sumber: FacebookTanggal publish: 27/08/2023
Berita
“Canadian Physician Testifies the Truth About the COVID ‘Anti-Vaccine’
‘This new type of vaccine turned out to be a complete failure. In fact, what they had created was not a vaccine but an anti-vaccine,’ expressed Dr. Charles Hoffe.
‘They [Cleveland Clinic] followed these [51,000] people for three months to see who was getting COVID … the people that had had the bivalent booster, the one that’s supposed to keep you the safest, they were getting COVID more than anyone else,’ he denoted.
;There was an absolute direct linear correlation that the more shots you got, the more likely you would get COVID.’”
Terjemahan:
“Dokter Kanada Bersaksi Kebenaran Soal ‘Anti-Vaksin’ COVID
‘Vaksin jenis baru ini ternyata gagal total. Faktanya, yang mereka ciptakan bukan vaksin melainkan anti vaksin,’ ungkap Dr. Charles Hoffe.
‘Mereka [Cleveland Clinic] mengikuti [51.000] orang ini selama tiga bulan untuk melihat siapa yang terkena COVID … orang-orang yang telah memiliki booster bivalen, yang seharusnya membuat Anda paling aman, mereka mendapatkan COVID lebih dari orang lain,’ tutur dia.
‘Ada korelasi linear langsung mutlak bahwa semakin banyak tembakan yang Anda dapatkan, semakin besar kemungkinan Anda akan terkena COVID.’”
‘This new type of vaccine turned out to be a complete failure. In fact, what they had created was not a vaccine but an anti-vaccine,’ expressed Dr. Charles Hoffe.
‘They [Cleveland Clinic] followed these [51,000] people for three months to see who was getting COVID … the people that had had the bivalent booster, the one that’s supposed to keep you the safest, they were getting COVID more than anyone else,’ he denoted.
;There was an absolute direct linear correlation that the more shots you got, the more likely you would get COVID.’”
Terjemahan:
“Dokter Kanada Bersaksi Kebenaran Soal ‘Anti-Vaksin’ COVID
‘Vaksin jenis baru ini ternyata gagal total. Faktanya, yang mereka ciptakan bukan vaksin melainkan anti vaksin,’ ungkap Dr. Charles Hoffe.
‘Mereka [Cleveland Clinic] mengikuti [51.000] orang ini selama tiga bulan untuk melihat siapa yang terkena COVID … orang-orang yang telah memiliki booster bivalen, yang seharusnya membuat Anda paling aman, mereka mendapatkan COVID lebih dari orang lain,’ tutur dia.
‘Ada korelasi linear langsung mutlak bahwa semakin banyak tembakan yang Anda dapatkan, semakin besar kemungkinan Anda akan terkena COVID.’”
Hasil Cek Fakta
Sebuah postingan di Facebook memberikan informasi bahwa semakin banyak jumlah vaksin Covid-19 (termasuk booster) yang diterima maka semakin tinggi juga risiko tertular Covid-19. Dalam postingan tersebut juga menunjukkan video seorang dokter yang mengutip penelitian terbaru terkait risiko tertular Covid-19 akibat suntikan vaksin.
Setelah ditelusuri dokter tersebut telah salah menyimpulkan penelitian tersebut. Faktanya temuan utama dalam penelitian tersebut bahwa vaksin menjadi kurang efektif terhadap virus jenis baru, “Kami memang menemukan hubungan seperti itu, tapi itu tidak membuktikan bahwa semakin banyak vaksin yang Anda dapatkan, semakin besar kemungkinan Anda tertular Covid,” kata Shrestha, seorang dokter penyakit menular yang meneliti penelitian tersebut, melalui AFP.
Shresta menjelaskan bahwa perlu ada penelitian lebih lanjut terkait hubungan tersebut untuk membuktikannya, menurutnya vaksin tidak akan menurunkan kekebalan tubuh terhadap Covid-19 serta efektif dalam mengurangi penyakit parah dan rawat inap.
Dengan demikian, penelitian terbaru: Vaksin Booster hanya meningkatkan risiko tertular Covid-19 adalah tidak benar dengan kategori Konten yang Menyesatkan.
Setelah ditelusuri dokter tersebut telah salah menyimpulkan penelitian tersebut. Faktanya temuan utama dalam penelitian tersebut bahwa vaksin menjadi kurang efektif terhadap virus jenis baru, “Kami memang menemukan hubungan seperti itu, tapi itu tidak membuktikan bahwa semakin banyak vaksin yang Anda dapatkan, semakin besar kemungkinan Anda tertular Covid,” kata Shrestha, seorang dokter penyakit menular yang meneliti penelitian tersebut, melalui AFP.
Shresta menjelaskan bahwa perlu ada penelitian lebih lanjut terkait hubungan tersebut untuk membuktikannya, menurutnya vaksin tidak akan menurunkan kekebalan tubuh terhadap Covid-19 serta efektif dalam mengurangi penyakit parah dan rawat inap.
Dengan demikian, penelitian terbaru: Vaksin Booster hanya meningkatkan risiko tertular Covid-19 adalah tidak benar dengan kategori Konten yang Menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Mochamad Marcell
Faktanya seorang dokter telah salah menyimpulkan penelitian tersebut, temuan dalam penelitian tersebut menunjukkan bahwa vaksin menjadi kurang efektif terhadap jenis vaksin baru. Selengkapnya pada bagian penjelasan.
Faktanya seorang dokter telah salah menyimpulkan penelitian tersebut, temuan dalam penelitian tersebut menunjukkan bahwa vaksin menjadi kurang efektif terhadap jenis vaksin baru. Selengkapnya pada bagian penjelasan.
Rujukan
(GFD-2023-13413) [SALAH] Jeruk Nipis Dapat Meringankan Sakit Gigi
Sumber: FacebookTanggal publish: 27/08/2023
Berita
“Menyembuhkan sakit gigi secara instan Tempatkan sepotong jeruk nipis untuk menyembuhkan rasa sakitnya secara instan Caranya :- Ambil sepotong jeruk nipis dan oleskan pada bagian yang sakit, sehingga juga bisa mengurangi sakit gigi. Asam sitrat dan vitamin C yang ada dalam potongan jeruk nipis memberikan kelegaan pada gigi dan gusi.”
Hasil Cek Fakta
Postingan di Facebook berbahasa Sri Lanka mengklaim bahwa meredakan sakit gigi dengan menggosokkan gigi dengan jeruk nipis. Kandungan asam sitrat dan vitamin C yang dapat meredakan gigi.
Setelah ditelusuri klaim tersebut menyesatkan. Faktanya para ahli menyebut kandungan asam dalam jeruk nipis justru dapat merusak gigi, Hemantha, Ketua Asosiasi Dokter Gigi Sri Lanka, menyebut melalui AFP bahwa praktik tersebut tidak aman dan tidak didukung secara ilmiah.
Perwakilan dari American Dental Association juga menyebut bahwa makanan dan minuman yang mengandung banyak asam dapat mengikis enamel yang melindungi gigi, hal tersebut justru dapat membuat gigi menjadi erosi yang sifatnya permanen.
Dengan demikian, jeruk nipis dapat meringankan sakit gigi adalah tidak benar dengan kategori Konten yang Menyesatkan.
Setelah ditelusuri klaim tersebut menyesatkan. Faktanya para ahli menyebut kandungan asam dalam jeruk nipis justru dapat merusak gigi, Hemantha, Ketua Asosiasi Dokter Gigi Sri Lanka, menyebut melalui AFP bahwa praktik tersebut tidak aman dan tidak didukung secara ilmiah.
Perwakilan dari American Dental Association juga menyebut bahwa makanan dan minuman yang mengandung banyak asam dapat mengikis enamel yang melindungi gigi, hal tersebut justru dapat membuat gigi menjadi erosi yang sifatnya permanen.
Dengan demikian, jeruk nipis dapat meringankan sakit gigi adalah tidak benar dengan kategori Konten yang Menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Mochamad Marcell
Tidak ada bukti ilmiah yang membenarkan klaim tersebut. Faktanya para ahli menyebut bahwa kandungan asam dalam jeruk nipis justru dapat merusak gigi. Selengkapnya pada bagian penjelasan.
Tidak ada bukti ilmiah yang membenarkan klaim tersebut. Faktanya para ahli menyebut bahwa kandungan asam dalam jeruk nipis justru dapat merusak gigi. Selengkapnya pada bagian penjelasan.
Rujukan
Halaman: 5342/8127



