(GFD-2023-13407) Cek Fakta: Hoaks Penggantian Nomor ID PLN Minta Biaya Rp 400 Ribu
Sumber: liputan6.comTanggal publish: 28/08/2023
Berita
Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi penggantian nomor ID PLN meminta biaya Rp 400 ribu, kabar tersebut beredar di tengah masyarakat lewat aplikasi percakapan.
Informasi penggantian nomor ID PLN meminta biaya Rp 400 ribu berupa lembar tanda bukti pembayaran, bertuliskan "TANDA BUKTI PEMBAYARAN PENGGANTIAN NO.ID (PLN)" disertai dengan logo PLN.
Pada lembar tersebut juga terdapat sejumlah keterangan seperti nomor ID pelanggan, nominal biaya penggantian sebesar Rp 400 ribu dan keterangan pebayaran untuk penggantian nomor .
Dalam lembar tersebut juga terdapat logo PLN dan cap merah yang bertuliskan PT PLN (Persero) yang posisinya sama dengan kolom tanda tangan.
Benarkah informasi penggantian nomor ID pelanggan PLN meminta biaya Rp 400 ribu? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri informasi penggantian nomor ID PLN meminta biaya Rp 400 ribu, PLN pun membantah informasi tersebut dalam unggahan akun Instagram resminya @ pln_id, pada 28 Agustus 2023.
Bantahan tersebut berupa tangkapan layar tanda bukti pembayaran penggantian nomor ID Pelanggan disertai dengan tulisan sebagai berikut.
"WASPADA PENIPUAN
MODUS PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PLN
"PLN tidak pernah mengadakan program penggantian nomor ID Pelanggan dan meminta pembayaran maupun data diri langsung ke rumah pelanggan"
Unggahan tersebut disertai dengan keterangan sebagai berikut.
"‼️WASPADA PENIPUAN‼️
Electrizen, PLN mengimbau untuk selalu berhati-hati terhadap berbagai bentuk penipuan yang mengatasnamakan PLN.
PLN tidak pernah mengadakan program penggantian nomor ID Pelanggan dan meminta pembayaran maupun data diri langsung ke rumah pelanggan.
Tips aman menghindari penipuan:
1. Berhati-hati terhadap pihak yang mengaku sebagai petugas PLN dan meminta pembayaran langsung. Petugas PLN selalu dilengkapi surat tugas dan identitas pekerjaan yang jelas;
2. Semua transaksi pembayaran layanan PLN selalu menggunakan nomor register atau kode bayar;
3. Petugas PLN tidak meminta biaya atas layanan yang diberikan secara langsung;
4. Laporkan oknum yang mengaku sebagai petugas PLN melalui PLN Mobile atau Contact Center PLN 123;
5. Tidak mengunduh file atau aplikasi apapun dari nomor tidak dikenal yang mengatasnamakan PLN.
#WaspadaPenipuan
#PLN
#PLNUntukIndonesia
#UnleashingEnergyandBeyond"
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim penggantian nomor ID PLN meminta biaya Rp 400 ribu hoaks.
PLN tidak pernah mengadakan program penggantian nomor ID Pelanggan dan meminta pembayaran maupun data diri langsung ke rumah pelanggan.
Rujukan
(GFD-2023-13408) [SALAH] Traffic Cone Meleleh karena Suhu Panas di Semarang
Sumber: FacebookTanggal publish: 28/08/2023
Berita
Sebuah video yang diklaim traffic cone atau pembatas jalan meleleh karena cuaca panas di Semarang, Jawa Tengah, beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 22 Agustus 2023.
Video berdurasi 13 detik itu memperlihatkan sejumlah traffic cone meleyot di tengah jalan. Traffic cone yang meleyot itu disebut-sebut meleleh karena suhu panas yang melanda Semarang, jawa Tengah.
"Semarang vanazzz gaes, safety cone aja sampai meleleh, apalagi akyuuuu 😁😁😁" tulis salah satu akun Facebook.
Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 308 kali dibagikan dan mendapat 11 komentar dari warganet.
Video berdurasi 13 detik itu memperlihatkan sejumlah traffic cone meleyot di tengah jalan. Traffic cone yang meleyot itu disebut-sebut meleleh karena suhu panas yang melanda Semarang, jawa Tengah.
"Semarang vanazzz gaes, safety cone aja sampai meleleh, apalagi akyuuuu 😁😁😁" tulis salah satu akun Facebook.
Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 308 kali dibagikan dan mendapat 11 komentar dari warganet.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri video yang diklaim traffic cone atau pembatas jalan meleleh karena cuaca panas di Semarang, Jawa Tengah. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "traffic cone meleleh semarang" di kolom pencarian Google Search.
Hasilnya terdapat beberapa artikel yang menjelaskan mengenai peristiwa tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Bukan Meleleh Kepanasan, Traffic Cone di Semarang Ambruk karena Ditabrak Pengendara" yang dimuat situs Liputan6.com pada 24 Agustus 2023.
Liputan6.com, Semarang - Dinas Perhubungan Kota Semarang membantah traffic cone atau pembatas jalan yang meleleh di jalanan Kota Semarang karena suhu udara yang panas. Sekdin Dishub Kota Semarang Danang saat dihubungi Regional Liputan6.com, Rabu (23/8/2023) mengatakan, traffic cone tersebut bukan meleleh tapi dilindas pengendara.
"Kelindes mas," katanya.
Danang menyebutkan, tidak ada bukti CCTV traffic cone tersebut ditabrak pengendara, namun dirinya memastikan traffic cone itu tidak meleleh seperti yang ramai di media sosial.
Setidaknya ada dua kali kejadian traffic cone ambruk di Jalan Sultan Agung akibat pengendara yang tidak taat aturan. Pertama pada 16 Agustus dan 21 Agustus 2023. Traffic cone yang rusak kini telah diperbaiki dan diganti baru.
Danang mengimbau, pengendara tetap mematuhi peraturan lalu lintas agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Hati-hati di jalan patuhi rambu dan isyarat lalin, konsentrasi, fokus, tidak main hape dan merokok saat berkendara," kata Danang.
Sebelumnya ramai dibicarakan unggahan sejumlah akun Twitter yang mengunggah video traffic cone meleleh kepanasan di jalanan Kota Semarang.
Salah satu yang menggunggah adalah akun Twitter @kegblgnunfaedh. Bahkan tayangan video tersebut ditonton hingga ratusan ribu kali. Warganet pun terpengaruh dengan kabar tersebut.
Sementara, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut bahwa traffic cone meleyot bukan disebabkan suhu atau cuaca panas di Semarang.
Informasi ini dikutip dari artikel berjudul "Viral Video Traffic Cone Meleyot Diduga karena Cuaca Panas di Semarang, Ini Penjelasan BMKG" yang dimuat situs Liputan6.com pada 24 Agustus 2023.
Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah traffic cone atau pembatas jalan meleyot di jalanan Kota Semarang beredar di media sosial.
Penyebab traffic cone meleyot itu disebut-sebut akibat cuaca panas di Kota Semarang. Namun, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan, penyebab traffic cone meleyot tersebut bukan karena cuaca panas.
"Mungkin ada faktor lain penyebab traffic cone tersebut meleyot yang perlu diselidiki lebih lanjut yang bukan dari faktor cuaca dan iklim," ungkap Analis Cuaca Stasiun Klimatologi Klas I BMKG Semarang, Zauyik Nana Ruslana kepada Liputan6.com, Kamis (24/8/2023).
Zauyik menjelaskan, suhu udara di Kota Semarang saat ini mencapat 35 derajat celcius. Hal ini berdasarkan hasil pengamatan Stasiun Klimatologi Jawa Tengah.
Kondisi iklim saat ini, kata dia, sedang mencapai puncak musim kemarau yang ditandai dengan cuaca cerah-berawan, kelembaban udara kering, curah hujan rendah, hingga tidak ada hujan.
"Kota semarang biasanya suhu udara tertinggi rata-rata tahunan pada bulan Oktober. Suhu udara 35 deracat celcius tersebut adalah suhu maksimum harian yang tercatat di sensor kami beberapa hari," jelas Zauyik.
Ia memastikan bahwa suhu 35 derajat tidak akan berdampak pada melelehnya traffic cone di jalanan. Menurut Zauyik, kerusakan traffic cone bisa disebabkan faktor lain dan bukan karena suhu udara dan cuaca.
"Kalau dampaknya sampai traffic cone meleleh memerlukan suhu yang lebih tinggi lagi, dan itu juga butuh penelitian. Jadi tidak serta merta menjadi faktor utama, dan ada faktor lain yang menjadi penyebabnya," tambah Zauyik.
Hasilnya terdapat beberapa artikel yang menjelaskan mengenai peristiwa tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Bukan Meleleh Kepanasan, Traffic Cone di Semarang Ambruk karena Ditabrak Pengendara" yang dimuat situs Liputan6.com pada 24 Agustus 2023.
Liputan6.com, Semarang - Dinas Perhubungan Kota Semarang membantah traffic cone atau pembatas jalan yang meleleh di jalanan Kota Semarang karena suhu udara yang panas. Sekdin Dishub Kota Semarang Danang saat dihubungi Regional Liputan6.com, Rabu (23/8/2023) mengatakan, traffic cone tersebut bukan meleleh tapi dilindas pengendara.
"Kelindes mas," katanya.
Danang menyebutkan, tidak ada bukti CCTV traffic cone tersebut ditabrak pengendara, namun dirinya memastikan traffic cone itu tidak meleleh seperti yang ramai di media sosial.
Setidaknya ada dua kali kejadian traffic cone ambruk di Jalan Sultan Agung akibat pengendara yang tidak taat aturan. Pertama pada 16 Agustus dan 21 Agustus 2023. Traffic cone yang rusak kini telah diperbaiki dan diganti baru.
Danang mengimbau, pengendara tetap mematuhi peraturan lalu lintas agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Hati-hati di jalan patuhi rambu dan isyarat lalin, konsentrasi, fokus, tidak main hape dan merokok saat berkendara," kata Danang.
Sebelumnya ramai dibicarakan unggahan sejumlah akun Twitter yang mengunggah video traffic cone meleleh kepanasan di jalanan Kota Semarang.
Salah satu yang menggunggah adalah akun Twitter @kegblgnunfaedh. Bahkan tayangan video tersebut ditonton hingga ratusan ribu kali. Warganet pun terpengaruh dengan kabar tersebut.
Sementara, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut bahwa traffic cone meleyot bukan disebabkan suhu atau cuaca panas di Semarang.
Informasi ini dikutip dari artikel berjudul "Viral Video Traffic Cone Meleyot Diduga karena Cuaca Panas di Semarang, Ini Penjelasan BMKG" yang dimuat situs Liputan6.com pada 24 Agustus 2023.
Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah traffic cone atau pembatas jalan meleyot di jalanan Kota Semarang beredar di media sosial.
Penyebab traffic cone meleyot itu disebut-sebut akibat cuaca panas di Kota Semarang. Namun, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan, penyebab traffic cone meleyot tersebut bukan karena cuaca panas.
"Mungkin ada faktor lain penyebab traffic cone tersebut meleyot yang perlu diselidiki lebih lanjut yang bukan dari faktor cuaca dan iklim," ungkap Analis Cuaca Stasiun Klimatologi Klas I BMKG Semarang, Zauyik Nana Ruslana kepada Liputan6.com, Kamis (24/8/2023).
Zauyik menjelaskan, suhu udara di Kota Semarang saat ini mencapat 35 derajat celcius. Hal ini berdasarkan hasil pengamatan Stasiun Klimatologi Jawa Tengah.
Kondisi iklim saat ini, kata dia, sedang mencapai puncak musim kemarau yang ditandai dengan cuaca cerah-berawan, kelembaban udara kering, curah hujan rendah, hingga tidak ada hujan.
"Kota semarang biasanya suhu udara tertinggi rata-rata tahunan pada bulan Oktober. Suhu udara 35 deracat celcius tersebut adalah suhu maksimum harian yang tercatat di sensor kami beberapa hari," jelas Zauyik.
Ia memastikan bahwa suhu 35 derajat tidak akan berdampak pada melelehnya traffic cone di jalanan. Menurut Zauyik, kerusakan traffic cone bisa disebabkan faktor lain dan bukan karena suhu udara dan cuaca.
"Kalau dampaknya sampai traffic cone meleleh memerlukan suhu yang lebih tinggi lagi, dan itu juga butuh penelitian. Jadi tidak serta merta menjadi faktor utama, dan ada faktor lain yang menjadi penyebabnya," tambah Zauyik.
Kesimpulan
Video yang diklaim traffic cone atau pembatas jalan meleleh karena cuaca panas di Semarang, Jawa Tengah ternyata tidak benar. Faktanya, traffic cone yang meleyot itu bukan disebabkan cuaca panas, melainkan terlindas mobil.
Rujukan
- https://www.liputan6.com/regional/read/5378746/bukan-meleleh-kepanasan-traffic-cone-di-semarang-ambruk-karena-ditabrak-pengendara
- https://www.liputan6.com/news/read/5378861/viral-video-traffic-cone-meleyot-diduga-karena-cuaca-panas-di-semarang-ini-penjelasan-bmkg
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/5379051/cek-fakta-tidak-benar-traffic-cone-meleleh-karena-suhu-panas-di-semarang
(GFD-2023-13409) [SALAH] Video Jokowi Panggil Rocky Gerung ke Istana
Sumber: FacebookTanggal publish: 28/08/2023
Berita
Sebuah video yang diklaim Presiden Jokowi memanggil Rocky Gerung ke Istana untuk mengklarifikasi ucapannya beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 15 Agustus 2023.
Video berdurasi 10 menit 36 detik itu menampilkan gambar thumbnail Presiden Jokowi yang tengah berjalan bersama putranya, Kaesang Pangarep dan Rocky Gerung. Video itu juga tertulis narasi sebagai berikut.
BREAKING NEWS
JOKOWI UNDANG ROCKY GERUNG KE ISTANA
KLARIFIKASI UCAPAN B*J*NG*N T*L*L LANGSUNG DILAKUKAN
"J0K0W! P4NGG!L R0CKY GERVNG KE !ST4N4 VNTVTK D!M!NT4! KL4R!F!K4S! S04L VC4P4N B*J*NG*N T*L*L!" tulis salah satu akun Facebook.
Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 86 ribu kali ditonton dan mendapat 393 komentar dari warganet.
Video berdurasi 10 menit 36 detik itu menampilkan gambar thumbnail Presiden Jokowi yang tengah berjalan bersama putranya, Kaesang Pangarep dan Rocky Gerung. Video itu juga tertulis narasi sebagai berikut.
BREAKING NEWS
JOKOWI UNDANG ROCKY GERUNG KE ISTANA
KLARIFIKASI UCAPAN B*J*NG*N T*L*L LANGSUNG DILAKUKAN
"J0K0W! P4NGG!L R0CKY GERVNG KE !ST4N4 VNTVTK D!M!NT4! KL4R!F!K4S! S04L VC4P4N B*J*NG*N T*L*L!" tulis salah satu akun Facebook.
Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 86 ribu kali ditonton dan mendapat 393 komentar dari warganet.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri video yang diklaim Presiden Jokowi memanggil Rocky Gerung ke Istana untuk mengklarifikasi ucapannya. Penelusuran mula-mula dilakukan dengan mengunggah gambar thumbnail dari video tersebut ke situs Google Images.
Hasilnya terdapat foto identik di artikel berjudul "10 Gaya Sederhana Kaesang Pangarep, Gak Jaim Meski Anak Presiden" yang dimuat situs idntimes.com pada 22 November 2017.
Dalam foto itu, terlihat Jokowi sedang berjalan sambil berbincang dengan Kaesang Pangarep, namun tidak ada sosok Rocky Gerung.
Penelusuran juga dilakukan dengan melihat video itu secara menyeluruh. Dalam video itu tidak ada informasi tentang Jokowi memanggil Rocky Gerung ke Istana.
Sebagian besar klip menampilkan momen ketika Rocky Gerung diwawancarai soal pernyataannya yang dianggap menghina Jokowi.
Klip tersebut identik dengan video berjudul "Gamblang! Rocky Gerung Jelaskan soal Kritikan yang Berbuntut Dugaan Penghinaan | Fakta" yang dimuat channel YouTube tvOneNews pada 14 Agustus 2023 lalu.
Hasilnya terdapat foto identik di artikel berjudul "10 Gaya Sederhana Kaesang Pangarep, Gak Jaim Meski Anak Presiden" yang dimuat situs idntimes.com pada 22 November 2017.
Dalam foto itu, terlihat Jokowi sedang berjalan sambil berbincang dengan Kaesang Pangarep, namun tidak ada sosok Rocky Gerung.
Penelusuran juga dilakukan dengan melihat video itu secara menyeluruh. Dalam video itu tidak ada informasi tentang Jokowi memanggil Rocky Gerung ke Istana.
Sebagian besar klip menampilkan momen ketika Rocky Gerung diwawancarai soal pernyataannya yang dianggap menghina Jokowi.
Klip tersebut identik dengan video berjudul "Gamblang! Rocky Gerung Jelaskan soal Kritikan yang Berbuntut Dugaan Penghinaan | Fakta" yang dimuat channel YouTube tvOneNews pada 14 Agustus 2023 lalu.
Kesimpulan
Video yang diklaim Presiden Jokowi memanggil Rocky Gerung ke Istana untuk mengklarifikasi ucapannya ternyata tidak benar alias hoaks.
Faktanya, tidak ada informasi valid yang mendukung klaim tersebut. Gambar thumbnail dalam video tersebut merupakan hasil manipulasi digital.
Faktanya, tidak ada informasi valid yang mendukung klaim tersebut. Gambar thumbnail dalam video tersebut merupakan hasil manipulasi digital.
Rujukan
(GFD-2023-13431) [SALAH] Nama Asli Jokowi adalah Harbertus
Sumber: FACEBOOKTanggal publish: 28/08/2023
Berita
“nama asli dari kecil awal. Harbertus.
Harbertus Mulyono
Harbertus Joko Mulyono
Berubah total
IR DR JOKOWIDODO”
Harbertus Mulyono
Harbertus Joko Mulyono
Berubah total
IR DR JOKOWIDODO”
Hasil Cek Fakta
Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook, tentang beberapa klaim mengenai Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo. Di dalam unggahan Facebook dari akun Riki Jaya Jaya ini, terdapat klaim yang menyebutkan bahwa nama asli dari Presiden Joko Widodo adalah Harbertus. Unggahan ini juga menuliskan narasi tambahan yang menyatakan bahwa nama awal dari Joko Widodo adalah Harbertus, kemudian berubah menjadi Harbertus Mulyono, kemudian berubah menjadi Harbertus Joko Mulyono. Apakah benar nama asli Joko Widodo adalah harbertus?
Setelah melakukan penelusuran terkait dengan dua hal ini, ditemukan fakta yang menjelaskan bahwa klaim tentang nama asli Jokowi yang terdapat di dalam unggahan ini, mengandung kekeliruan. Sebagai hoaks yang telah lama beredar, isu ini pernah muncul dan telah dijelaskan melalui dokumen resmi dan oleh pihak-pihak terkait. Seperti misalnya pada artikel dari detiknews pada tahun 2017 lalu, Semua catatan kelahiran dan riwayat medis kelahiran Jokowi sampai saat ini masih tersimpan rapi di ruang arsip rumah sakit tempat kelahiran Jokowi, yaitu RS Brayat Minulyo. Berdasarkan fotokopi akta kelahiran yang dikeluarkan Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Surakarta pada 3 November 1988, yang diperoleh detikX, Jokowi lahir dari pasangan Sujiatmi dan Notomiharjo.Mbok Yem, pengasuh Jokowi sejak masih bayi menyatakan bahwa dahulu nama asli dari Jokowi adalah Mulyono. Namun karena sering menderita sakit-sakitan, maka nama Mulyono kemudian digantikan dengan nama Joko Widodo, yang mana “Widodo” berarti sejahtera dan sehat selalu.
Jadi dapat disimpulkan, klaim yang menyebutkan bahwa nama asli dari Joko Widodo adalah Harbertus atau Harbertus Mulyono, merupakan informasi yang salah dan termasuk kedalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.
Setelah melakukan penelusuran terkait dengan dua hal ini, ditemukan fakta yang menjelaskan bahwa klaim tentang nama asli Jokowi yang terdapat di dalam unggahan ini, mengandung kekeliruan. Sebagai hoaks yang telah lama beredar, isu ini pernah muncul dan telah dijelaskan melalui dokumen resmi dan oleh pihak-pihak terkait. Seperti misalnya pada artikel dari detiknews pada tahun 2017 lalu, Semua catatan kelahiran dan riwayat medis kelahiran Jokowi sampai saat ini masih tersimpan rapi di ruang arsip rumah sakit tempat kelahiran Jokowi, yaitu RS Brayat Minulyo. Berdasarkan fotokopi akta kelahiran yang dikeluarkan Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Surakarta pada 3 November 1988, yang diperoleh detikX, Jokowi lahir dari pasangan Sujiatmi dan Notomiharjo.Mbok Yem, pengasuh Jokowi sejak masih bayi menyatakan bahwa dahulu nama asli dari Jokowi adalah Mulyono. Namun karena sering menderita sakit-sakitan, maka nama Mulyono kemudian digantikan dengan nama Joko Widodo, yang mana “Widodo” berarti sejahtera dan sehat selalu.
Jadi dapat disimpulkan, klaim yang menyebutkan bahwa nama asli dari Joko Widodo adalah Harbertus atau Harbertus Mulyono, merupakan informasi yang salah dan termasuk kedalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga
Faktanya isu nama Jokowi merupakan Harbertus merupakan hoaks lama yang telah ada pada saat Joko Widodo akan mencalonkan diri pertama kali menjadi Presiden RI. Hal ini telah dibantah dengan tegas oleh pihak-pihak terkait berdasarkan bukti-bukti yang jelas.
Faktanya isu nama Jokowi merupakan Harbertus merupakan hoaks lama yang telah ada pada saat Joko Widodo akan mencalonkan diri pertama kali menjadi Presiden RI. Hal ini telah dibantah dengan tegas oleh pihak-pihak terkait berdasarkan bukti-bukti yang jelas.
Rujukan
- https://www.kominfo.go.id/content/detail/16813/hoaks-terungkap-nama-asli-jokowi-bernama-herbertus-handoko-joko-widodo-bin-oey-hong-liong/0/laporan_isu_hoaks
- https://news.detik.com/berita/d-3396734/tentang-mulyono-nama-lahir-presiden-joko-widodo
- https://news.detik.com/x/detail/investigasi/20170113/Kisah-Mulyono-Menjadi-Joko-Widodo/
Halaman: 5339/8128
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4554337/original/004194400_1693209899-Penggantian_ID_Pelanggan_PLN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4550230/original/001978900_1692863713-MEleleh1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4549144/original/061927500_1692788914-RG1.jpg)
