(GFD-2023-13507) Cek Fakta: Tidak Benar Video Klaim FIFA Bubarkan AFF
Sumber: liputan6.comTanggal publish: 03/09/2023
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan yang mengklaim FIFA membubarkan AFF. Postingan itu beredar sejak akhir pekan ini.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 1 September 2023.
Dalam postingannya terdapat video dengan narasi:
"Keputusan Resmi FIFA. AFF resmi dibubarkan FIFA usai terima laporan dari 4 negara ini."
Akun itu menambahkan narasi:
"Waauww kabar gembira FIFA resmi.........dan U 23????!apa itu yuk simak"
Hingga saat ini video tersebut telah ditonton 396 ribu kali mendapat 465 komentar dan 58 kali dibagikan.
Lalu benarkah postingan yang mengklaim FIFA membubarkan AFF?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan mengunjungi laman resmi FIFA yakni FIFA.com. Hasilnya tidak ada informasi seperti yang diklaim dalam postingan.
Pencarian dilanjutkan dengan membuka website resmi AFF, aseanfootball.org. Dalam website ini juga tidak ditemukan informasi valid seperti yang diklaim dalam postingan.
Di dalam video sendiri narasi dibuat seolah-olah FIFA membubarkan AFF karena ada laporan dari empat negara anggota dan adanya mafia bola di AFF. Padahal faktanya tidak ada informasi yang valid seperti yang diklaim dalam video tersebut.
AFF sendiri merupakan Federasi Sepak Bola Asia Tenggara yang berdiri pada 1984. Pendiri federasi ini terdiri dari enam negara yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina, dan Brunei Darussalam.
Kesimpulan
Postingan yang mengklaim FIFA membubarkan AFF adalah tidak benar.
(GFD-2023-13505) Fact Checker UI: Berawal dari Pelatihan Cek Fakta hingga Raih Mafindo Award
Sumber: liputan6.comTanggal publish: 02/09/2023
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Fact Checker Universitas Indonesia (UI) meraih penghargaan khusus di ajang Mafindo Antihoaks Award 2023, yang digelar Kamis (31/8), di Hotel Lumire, Jakarta Pusat. Mereka memenangkan kategori "Komunitas TerAntihoaks".
Ketua Umum Fact Checker UI, Taffa Hanifar pun mengungkapkan perasaan bahagianya. “Tentu saja perasaannya sangat bahagia karena pengurus-pengurus sebelumnya sudah berusaha membangun Fact Checker UI. Penghargaan ini juga didapat tidak terlepas dari kerja sama tim, pengurus saat ini, dan pembina yang berkontribusi, baik di dalam maupun di luar komunitas,” ujar Taffa dalam wawancara bersama Tim Cek Fakta Liputan6.com.
Fact Checker UI pertama kali terbentuk tahun 2020. Berawal dari beberapa mahasiswa UI yang mengikuti pelatihan cek fakta yang diadakan oleh Mafindo. Kemudian dengan bekal ilmu dari pelatihan tersebut, mereka berinisiatif membentuk komunitas sebagai wadah untuk terus mengembangkan ilmu di bidang cek fakta dan literasi digital.
“Setelah pelatihan itu, pada tahun 2020, dibentuklah yang namanya Fact Checker UI. Salah satu mentor Mafindo yang juga jadi generasi pertama tim cek fakta di Indonesia turut membantu pembentukan Fact Checker ini karena kebetulan dia juga alumni UI,” Taffa menjelaskan.
Taffa menceritakan kegiatan yang rutin dilakukan oleh Fact Checker UI. Selain mengunggah postingan debunking di media sosial, mereka juga membuat artikel edukasi mengenai hoaks, literasi digital, dan juga yang cakupannya lebih luas, seperti keuangan serta kehidupan sehari-hari.
“Inti kegiatan kami ada di periksa fakta. Tapi, selain itu kita juga ada roadshow ke sekolah-sekolah, yang sasarannya itu siswa SD hingga SMA. Lalu di awal kepengurusan, semua pengurus baru akan dibekali pelatihan dasar-dasar periksa fakta dan juga upgrading tentang jurnalistik hingga copywriting,” jelas Taffa lebih lanjut.
Kegiatan roadshow tersebut secara umum disajikan dalam bentuk pemberian materi melalui salindia. Namun, pada segmen-segmen tertentu, seperti di Sekolah Dasar, diubah dengan memberikan soal-soal ringan.
Sedangkan, untuk SMP dan SMA, mereka menggunakan salah satu tool bernama Google Interland. Di sana mereka akan membaca berbagai pengetahuan tentang literasi digital, salah satunya hoaks. Setelah itu akan dibuat kuis dan siswa dengan skor tertinggi akan mendapat hadiah dari Fact Checker UI.
Saat ini, Fact Checker UI secara mandiri berkolaborasi dengan Pusat Penelitian, Kemasyarakatan dan Budaya (PPKB) yang berada dalam payung Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya. Meskipun begitu, pengurus dan keanggotaannya dapat diikuti oleh mahasiswa dari fakultas manapun.
Selanjutnya, Taffa berharap Fact Checker UI bisa terus berkembang, pengurus dan staf bisa lebih banyak dan lebih aktif lagi. Ia juga berharap mereka bisa mendampingi rekan media dalam mengikuti dinamika hoaks di negara ini menjelang pemilu.
Fact Checker UI berharap dapat memberikan dampak nyata yang baik untuk masyarakat Indonesia secara luas, bukan hanya di Jakarta, Depok, dan sekitarnya. “Kita juga mau memberikan keterdampakan yang baik untuk masyarakat Indonesia, bukan hanya Jakarta, Depok, dan sekitarnya,” tegasnya.
Menurut Taffa, cek fakta dan literasi digital adalah bagian yang tidak terpisahkan dari mahasiswa, baik dalam kehidupan kampus maupun kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, mahasiswa perlu memiliki kesadaran atas pentingnya kedua hal tersebut agar dapat menyikapi dunia digital dengan literasi yang matang.
“Namanya juga mahasiswa, saat menyusun tugas juga kita harus mencari sumber, nah sumber kan harus kita validasi juga yang benar dan yang salah. Terus, kasus umum juga sering kita temui di grup-grup percakapan, terutama di grup keluarga. Jadi, memang kegiatan ini tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari, makanya kita perlu aware supaya punya literasi yang matang dalam menyikapi dunia digital,” jelasnya.
Dengan mahasiswa yang sadar akan pentingnya cek fakta dan literasi digital, bukan tidak mungkin titel Indonesia Emas 2045 akan terealisasikan. “Harapannya sih kalau bisa (mahasiswa) masuk ke dalam komunitas supaya punya wadah dalam melakukan aktivitas cek fakta agar semakin terarah dan terorganisir juga,” ujar Taffa lagi.
Hasil Cek Fakta
(GFD-2023-13524) [SALAH] Video “Inul Daratista berbagi hadiah melalui akun Facebook 𝗜𝗻𝘂𝗹 𝗗𝗮𝗿𝗮𝘁𝗶𝘀𝘁𝗮 𝗦𝘂𝗿𝗽𝗿𝗮𝗶𝘀”
Sumber: FacebookTanggal publish: 02/09/2023
Berita
Beredar akun dengan nama 𝗜𝗻𝘂𝗹 𝗗𝗮𝗿𝗮𝘁𝗶𝘀𝘁𝗮 𝗦𝘂𝗿𝗽𝗿𝗮𝗶𝘀 (fb.com/100076854625538) yang mengunggah sebuah video yang menampilkan penyanyi dangdut Inul Daratista dengan narasi:
“Semoga Beruntung Bunda Inul transfer 5 juta sekarang juga yang berhasil menebak no berapakah selain 77”
“Semoga Beruntung Bunda Inul transfer 5 juta sekarang juga yang berhasil menebak no berapakah selain 77”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, adanya akun Facebook dengan nama “???? ????????? ????????” yang membagikan uang 6-50 juta rupiah mengatasnamakan penyanyi dangdut Inul Daratista merupakan konten tiruan.
Faktanya, akun itu merupakan akun palsu. Inul Daratista tidak pernah membuat giveaway di Facebook dan akun Facebook milik Inul Daratista adalah: facebook.com/inuldaratista.
Akun Facebook Inul Daratista tersebut dicantumkan di Linktree yang ada di bio akun Instagram terverifikasi milik Inul Daratista.
Faktanya, akun itu merupakan akun palsu. Inul Daratista tidak pernah membuat giveaway di Facebook dan akun Facebook milik Inul Daratista adalah: facebook.com/inuldaratista.
Akun Facebook Inul Daratista tersebut dicantumkan di Linktree yang ada di bio akun Instagram terverifikasi milik Inul Daratista.
Kesimpulan
Akun palsu. Inul Daratista tidak pernah membuat giveaway di Facebook dan akun Facebook milik Inul Daratista adalah: facebook.com/inuldaratista.
Rujukan
(GFD-2023-13499) Cek Fakta: Tidak Benar Metode Baru Penyembuhan 9 Penyakit Mata oleh Dokter Terawan
Sumber: liputan6.comTanggal publish: 01/09/2023
Berita
Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim metode baru penyembuhan 9 penyakit mata oleh Dokter Terawan, kabar tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 26 Agustus 2023.
Klaim metode baru penyembuhan 9 penyakit mata oleh Dokter Terawan diunggah oleh akun Facebook Dr. Terawan Agus dan menggunakan foto profil dr Terawan.
Dalam unggahan tersebut terdapat tangkapan layaran siaran berita METRO SIANG dan terdapat tulisan sebagai berikut.
"Jutaaan orang telah sembuh dari penyakit mata dengan cara ini
Tanpa operasi, dilakukan di rumah, dalam 7 hari"
Tangkapalan layar tersebut juga terdapat rangkaian foto dokter terawan dan seorang yang matanya diperban, pada rangkaian lain terdapat empat orang mengenakan kaca mata.
Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
"👁️ Ucapkan selamat tinggal sekali dan untuk selamanya pada 9 dari 10 penyakit mata dengan metode baru dari dokter Terawan.
✅ Tanpa operasi, dilakukan di rumah, dalam 7 hari.
✅ Tidak ada kekambuhan.
✅ Tanpa efek samping.
👇Klik gambar di bawah untuk detailnya👇"
Benarkah klaim metode baru penyembuhan 9 penyakit mata oleh Dokter Terawan? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim metode baru penyembuhan 9 penyakit mata oleh Dokter Terawan, dengan mengkonfirmasi langsung ke Dokter Terawan Agus Putranto.
Dokter Terawan menyatakan, klaim Dokter Terawan Agus Putranto menemukan metode penyembuhan penyakit mata dalam 7 hari hoaks.
"Itu hoaks. Soalnya saya tidak punya Facebook, Instagram maupun Twitter," kata Terawan, saat berbincang dengan Liputan6.com, dalam artikel berjudul "Cek Fakta: Hoaks Akun Facebook Dokter Terawan Sebut Temukan Metode Penyembuhan Penyakit Mata dalam 7 Hari" yang dimuat Liputan6.com.
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim metode baru penyembuhan 9 penyakit mata oleh Dokter Terawan tidak benar.
Terawan menyatakan, tidak punya akun media sosial Facebook, Instagram dan Twitter.
Halaman: 5328/8132
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4561430/original/094542600_1693718668-cek_fakta_fifa_bubar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4560403/original/006175000_1693579418-eb45d0fd-3285-4bd6-a8c8-8ecb43af18a6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4560452/original/052012100_1693583553-ooo.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4559508/original/099774700_1693538494-terawan_metode_penyembuhan_mata.jpg)