(GFD-2023-13556) [SALAH] Judul artikel Tribunnews: “Terlilit Hutang Pinjaman, Ojol Satu Ini Mencoba Peruntungan Baru Yang Sukses Mendapatkan Jutaan Rupiah Tiap Harinya”
Sumber: FacebookTanggal publish: 07/09/2023
Berita
Akun Facebook Tribun Live (fb.com/61550363515226) pada 30 Agustus 2023 mengunggah sebuah postingan yang terdapat gambar tangkapan layar artikel Tribunnews.com yang berjudul “TERLILIT HUTANG PINJAMAN, OJOL SATU INI MENCOBA PERUNTUNGAN BARU YANG SUKSES MENDAPATKAN JUTAAN RUPIAH TIAP HARINYA” yang terbit pada Senin, 7 Agustus 2023.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, adanya artikel Tribunnews.com yang berjudul “Terlilit Hutang Pinjaman, Ojol Satu Ini Mencoba Peruntungan Baru Yang Sukses Mendapatkan Jutaan Rupiah Tiap Harinya” merupakan konten yang dimanipulasi.
Judul tersebut merupakan hasil manipulasi dari artikel berjudul “”Kisah Driver Ojek Online Terima Order Fiktif, Pinjam Uang untuk Bayar Denda Tapi Malah Alami Ini” yang terbit di situs bogor.tribunnews.com pada Rabu, 7 September 2016. Dilansir dari artikel ini, pengemudi ojek online tersebut didenda karena membuat orderan fiktif.
Selain itu, akun Facebook “Tribun Live” merupakan akun yang tidak ada hubungannya dengan akun Facebook resmi milik Tribunnews.com (facebook.com/tribunnews).
Judul tersebut merupakan hasil manipulasi dari artikel berjudul “”Kisah Driver Ojek Online Terima Order Fiktif, Pinjam Uang untuk Bayar Denda Tapi Malah Alami Ini” yang terbit di situs bogor.tribunnews.com pada Rabu, 7 September 2016. Dilansir dari artikel ini, pengemudi ojek online tersebut didenda karena membuat orderan fiktif.
Selain itu, akun Facebook “Tribun Live” merupakan akun yang tidak ada hubungannya dengan akun Facebook resmi milik Tribunnews.com (facebook.com/tribunnews).
Kesimpulan
Judul palsu. Judul asli artikel Tribunnews.com itu adalah: “Kisah Driver Ojek Online Terima Order Fiktif, Pinjam Uang untuk Bayar Denda Tapi Malah Alami Ini” yang terbit di situs bogor.tribunnews.com pada Rabu, 7 September 2016.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.
Rujukan
(GFD-2023-13570) [SALAH] Isi RUU Kesehatan Membolehkan Dokter/Rumah Sakit Mengambil Organ Tubuh Mayat Tanpa Persetujuan Keluarga
Sumber: TiktokTanggal publish: 06/09/2023
Berita
“Salah satu isi dari RUU kesehatan yang kontroversi membolehkan rumah sakit/dokter mengambil organ tubuh mayat tanpa ijin pihak keluarga. Bisnis Mukidi berjualan organ tubuh manusia semakin cuan dan legal”
Hasil Cek Fakta
Sebuah akun TikTok mengunggah video berisi narasi yang mengklaim bahwa terdapat salah satu isi dari RUU kesehatan yang kontroversial menyebutkan bahwa pihak rumah sakit/dokter membolehkan mengambil organ tubuh mayat tanpa seizin pihak keluarga.
Berdasarkan hasil penelusuran, dilansir dari file draft RUU kesehatan yang berasal dari laman DPR RI, tidak ada narasi yang menyebut seperti pada klaim.
Justru pada pasal 75 ayat 5 berbunyi, pengambilan organ dan/atau jaringan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dilakukan dengan persetujuan keluarga.
Sementara itu terkait klaim bahwa organ tubuh manusia dijadikan bisnis juga merupakan hal yang keliru. Merujuk pada pasal 74 ayat 2 disebutkan bahwa organ dan/atau jaringan tubuh sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilarang dikomersialkan atau diperjualbelikan dengan dalih apapun.
Berdasarkan hasil penelusuran, dilansir dari file draft RUU kesehatan yang berasal dari laman DPR RI, tidak ada narasi yang menyebut seperti pada klaim.
Justru pada pasal 75 ayat 5 berbunyi, pengambilan organ dan/atau jaringan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dilakukan dengan persetujuan keluarga.
Sementara itu terkait klaim bahwa organ tubuh manusia dijadikan bisnis juga merupakan hal yang keliru. Merujuk pada pasal 74 ayat 2 disebutkan bahwa organ dan/atau jaringan tubuh sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilarang dikomersialkan atau diperjualbelikan dengan dalih apapun.
Kesimpulan
Informasi menyesatkan. Berdasarkan draft RUU kesehatan yang dikeluarkan oleh DPR Pada pasal 75 ayat 5 berbunyi, pengambilan organ dan/atau jaringan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dilakukan dengan persetujuan keluarga.
Rujukan
(GFD-2023-13571) [SALAH] WEF Ingin Mencampurkan Vaksin Covid-19 ke Dalam Pasokan Air
Sumber: TwitterTanggal publish: 06/09/2023
Berita
“The #WEF wants to vaccinate you through your water now:japanese_ogre::japanese_goblin:
DepopulationAgenda
BEWARE #Attention #Agenda2030″
DepopulationAgenda
BEWARE #Attention #Agenda2030″
Hasil Cek Fakta
Sebuah akun X atau Twitter mengunggah cuitan berupa potongan video yang memperlihatkan seorang wanita berbicara di forum World Economic Forum (WEF) yang diklaim bahwa WEF berencana mencampurkan vaksin ke dalam pasokan atau persediaan air.
Berdasarkan penelusuran, wanita yang berbicara dalam video tersebut adalah profesor dari University College London (UCL), yakni Mariana Mazzucato. Mazzucato juga menjadi direktur pendiri Institut Inovasi dan Tujuan Umum UCL. Dalam video yang beredar, ia bicara soal masalah air global dan sedikit menyinggung masalah vaksin serta krisis iklim.
Mariana Mazzucato berbicara dalam konferensi pers peluncuran Komisi Global untuk Ekonomi Air, pada 25 Mei 2023 di Davos, Swiss. Video lengkap konferensi pers tersebut dapat disaksikan di situs WEF. Klip ketika Mazzucato berbicara, dapat dilihat mulai menit ke-15 detik ke-56.
Dari keseluruhan acara konferensi dan perbincangan panel narasumber, tidak ada satu pun yang mengusulkan vaksinasi melalui persediaan air. Komisi Global untuk Ekonomi Air dibentuk untuk mendorong pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.
Juru bicara WEF, Yann Zopf menyampaikan, Komisi Global untuk Ekonomi Air merupakan organisasi independen dan tidak terikat dengan WEF secara keorganisasian. Pihaknya juga membantah bahwa WEF pernah membuat pernyataan apa pun soal vaksinasi melalui persediaan air.
“WEF tidak pernah membuat pernyataan apa pun tentang atau berencana menambahkan vaksin COVID ke dalam air,” kata Zopf, dikutip dari Reuters.
Berdasarkan penelusuran, wanita yang berbicara dalam video tersebut adalah profesor dari University College London (UCL), yakni Mariana Mazzucato. Mazzucato juga menjadi direktur pendiri Institut Inovasi dan Tujuan Umum UCL. Dalam video yang beredar, ia bicara soal masalah air global dan sedikit menyinggung masalah vaksin serta krisis iklim.
Mariana Mazzucato berbicara dalam konferensi pers peluncuran Komisi Global untuk Ekonomi Air, pada 25 Mei 2023 di Davos, Swiss. Video lengkap konferensi pers tersebut dapat disaksikan di situs WEF. Klip ketika Mazzucato berbicara, dapat dilihat mulai menit ke-15 detik ke-56.
Dari keseluruhan acara konferensi dan perbincangan panel narasumber, tidak ada satu pun yang mengusulkan vaksinasi melalui persediaan air. Komisi Global untuk Ekonomi Air dibentuk untuk mendorong pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.
Juru bicara WEF, Yann Zopf menyampaikan, Komisi Global untuk Ekonomi Air merupakan organisasi independen dan tidak terikat dengan WEF secara keorganisasian. Pihaknya juga membantah bahwa WEF pernah membuat pernyataan apa pun soal vaksinasi melalui persediaan air.
“WEF tidak pernah membuat pernyataan apa pun tentang atau berencana menambahkan vaksin COVID ke dalam air,” kata Zopf, dikutip dari Reuters.
Kesimpulan
Informasi menyesatkan. Dari keseluruhan acara konferensi dan perbincangan panel narasumber, tidak ada satu pun yang mengusulkan vaksinasi melalui persediaan air.
Video lengkap konferensi pers tersebut dapat disaksikan di situs WEF.
Video lengkap konferensi pers tersebut dapat disaksikan di situs WEF.
Rujukan
(GFD-2023-13512) Cek Fakta: Hoaks Toyota Bagikan Mobil Tacoma Hanya Dengan Tebak Nomor di Facebook
Sumber: liputan6.comTanggal publish: 06/09/2023
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar kembali postingan Toyota membagikan mobil Tacoma hanya dengan menebak nomor di Facebook. Postingan itu beredar sejak awal pekan ini.
Salah satu akun bernama Dayak Bagi Bagi Rezeki mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 4 September 2023.
Berikut isi postingannya:
"Sejauh ini belum ada yang menemukan nomor selain nomor 609, belum ada pemenang Toyota Tacoma 2023. Masih ada 2 kemenangan lagi."
Lalu benarkah postingan Toyota membagikan mobil Tacoma hanya dengan menebak nomor di Facebook?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com telah beberapa kali membuat artikel bantahan terkait klaim yang identik. Pelaku penyebaran hoaks ini biasanya hanya mengganti nama akun dan hadiah yang dibagikan.
Dalam kolom komentar postingan tersebut juga terdapat ajakan untuk membagikannya pada orang lain. Selain itu terdapat juga permintaan untuk menghubungi nomor tertentu untuk pengambilan hadiah.
Dua ciri di atas merupakan modus untuk penipuan atau pencurian data pribadi. Selain itu ada juga yang mengarahkan kita kepada pinjaman online ilegal.
Sebelumnya Cek Fakta Liputan6.com juga pernah mendapat penjelasan dari pihak Toyota Indonesia terkait banyaknya pihak yang mencatut nama brand tersebut untuk penipuan di media sosial.
"Informasi tersebut bukan program resmi dari kami di Toyota. Untuk lebih pasti semua program yang terkait dengan konsumen, pasar atau pun informasi lainnya tentu kami akan dan selalu informasikan secara resmi melalui jalur yang resmi juga, bisa menggunakan website resmi kami ataupun akun media sosial resmi Toyota," ujar Dimas Aska, Head of Media Relation Toyota Astra Motor dalam artikel berjudul "Cek Fakta: Hoaks Toyota Indonesia Bagikan Dua Mobil Alphard Dalam Rangka Hari Kemerdekaan Indonesia ke-77" yang tayang di Liputan6.com pada 7 Agustus 2022.
"Kami juga mengimbau bagi masyarakat untuk dapat lebih berhati hati terhadap berbagai informasi termasuk yang mungkin mengatasnamakan brand kami. Untuk informasi resmi bisa secara berkala di check di kanal kanal resmi Toyota, di website www.toyota.astra.co.id ataupun Youtube Toyota Indonesia dan Instagram @toyotaid," katanya menambahkan.
Kesimpulan
Postingan Toyota membagikan mobil Tacoma hanya dengan menebak nomor di Facebook adalah hoaks.
Halaman: 5324/8133



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4565331/original/094679700_1693982651-cek_fakta_tacoma.jpg)