(GFD-2023-13515) Cek Fakta: Tidak Benar Sayap dan Leher Ayam Broiler Mengandung Hormon Penyebab Kanker
Sumber: liputan6.comTanggal publish: 07/09/2023
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan yang mengklaim larangan untuk mengonsumsi sayap dan leher ayam broiler karena mengandung hormon yang bisa menyebabkan kanker. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mengunggahnya pada 2 September 2023.
Dalam postingannya terdapat video dengan narasi yang menyebut larangan untuk mengonsumsi sayap dan leher ayam broiler karena mengandung hormon yang bisa menyebabkan kanker.
Video itu juga mengklaim pada sayap ayam broiler kandungan hormonnya sangat tinggi.
Hingga saat ini postingan tersebut telah dilihat 81,9 ribu kali mendapat 11,9 ribu likes dan dibagikan sebanyak 5,9 ribu kali.
Lalu benarkah postingan yang mengklaim larangan untuk mengonsumsi sayap dan leher ayam broiler karena mengandung hormon yang bisa menyebabkan kanker?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan artikel dari laman Kominfo.go.id berjudul "[HOAKS] Sayap dan Leher Ayam Broiler Jangan Dimakan Berlebihan" yang diunggah pada 6 September 2023.
Dalam artikel itu terdapat penjelasan dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian. Mereka menjelaskan ayam broiler di peternakan pada umumnya dipelihara dengan menetapkan praktik budidaya yang baik sesuai dengan pedoman pemerintah.
Mereka juga menjelaskan ayam broiler yang ada sekarang merupakan ayam yang secara genetik diseleksi untuk dapat tumbuh cepat, sehingga tidak ada penggunaan hormon pertumbuhan pada ayam broiler.
Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian juga secara rutin melakukan pemeriksaan dan pengujian daging ayam dan tidak ditemukan adanya residu hormon pada daging ayam.
Postingan yang mengklaim larangan untuk mengonsumsi sayap dan leher ayam broiler karena mengandung hormon yang bisa menyebabkan kanker adalah tidak benar.
Rujukan
(GFD-2023-13516) Cek Fakta: Tidak Benar Video Kapsul Isi Paku untuk Bunuh Manusia Secara Massal
Sumber: liputan6.comTanggal publish: 07/09/2023
Berita
Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video kapsul isi paku untuk membunuh manusia secara massal, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 23 Mei 2023.
Unggahan kapsul video kapsul isi paku untuk membunuh manusia secara massal menampilkan seorang membuka kotak kecil berisi satu lembar berisi sejumlah kapsu. Pada kotak gepeng panjang tersebut terdapat tulisan "Esoral". Kemudian satu kapsul berwarna biru dikeluarkan dan dibuka, kemudian terdapat paku di dalam kapsul tersebut.
Kemudian muncul cuplikan video lain menampilkan seorang mengeluarkan kapsul berwarna kuning dan juga mengeluarkan paku dari kapsul tersebut.
Video tersebut diberi keteragan sebagai berikut.
"Tolong bantu di viralkan kepada keluarga... Teman2 kita semua...harus hati2 zaman sdh edan šš
tetap waspada krena kaum dajal sdh berencana membunuh manusia secara masal...."
Benarkah klaim video kapsul isi paku untuk membunuh manusia secara massal? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Ā
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video kapsul isi paku untuk membunuh manusia secara massal menggunakan Google Search dengan kata kunci 'nail in Esoral capsule'
Penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Medicine capsules (Esoral and Enterofuryl) comes with nails inside #fake" yang dimuat situs boatos.org.
Situs boatos.org menyebutkan, tidak ada satu pun laporan orang yang meninggal setelah menggunakan obat Esoral dan obat tersebut dijual di Pakistan.
Menurut layanan Pemeriksaan Fakta Kazakhstan, penjelasan yang paling mungkin adalah bahwa pria yang muncul dalam video tersebut melepaskan aluminium foil dari bagian belakang obat dan mengganti kapsulnya atau memalsukan kemasannya sendiri.
Untuk cuplikan video kedua yaitu kapusl kuning berisi paku, sebelumnya Cek Fakta Liputan6.com telah menelusuri video yang identik dalam artikel berjudul "Cek Fakta: Hoaks Video Obat Kapsul Berisi Paku" yang dimuat situs Liputan6.com.
Mengutip dari FactCheck.kg., artikel situs Liputan6.com menyebutkan, kapsul yang berada dalam video klaim adalah Enterofuril yang diproduksi oleh perusahaan farmasi JSC Bosnalik yang berbasis di Bosnia dan Herzegovina.
Enterofuril terdaftar dan disetujui untuk penggunaan medis di Republik Kazakhstan dengan nomor registrasi RK-LS-5 No. 022825 tanggal 03/02/2017, dan RK-LS-5#022904 tanggal 10.04.2017.
Disebutkan oleh FactCheck.kg, orang yang merekam video itu sudah mengganti isi kapsul dengan paku. Pelaku memilih kapsul Enterofuril karena sudah kadaluwarsa untuk eksperimen pribadinya.
Selain itu terdapat juga artikel dariĀ Stop Fake, situs berbahasa Rusia. Situs ini juga menyebut seseorang telah mengganti isi kapsul dengan paku.
Stop Fake mengambil kesimpulan itu karena Enterofuril merupakan obat yang sudah mendapat izin dari Komite Pengawasan Medis dan Farmasi Kementerian Kesehatan Kazakhstan.
"Kami tidak menerima informasi secara resmi dari konsumen, pemegang sertifikat registrasi, entitas farmasi, tenaga medis tentang adanya benda asing di dalam kapsul obat Enterofuril," bunyi pernyataan dari Kementerian Kesehatan Kazakhstan.
Ā
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video kapsul isi paku untuk membunuh manusia secara massal tidak benar.
Tidak ada satu pun laporan orang yang meninggal setelah menggunakan obat Esoral dan obat tersebut dijual di Pakistan.
Pria yang muncul dalam video tersebut melepaskan aluminium foil dari bagian belakang obat dan mengganti kapsulnya atau memalsukan kemasannya sendiri.
Ā
Rujukan
(GFD-2023-13548) [SALAH] Anies Baswedan Telah Ditahan Pada 28 Agustus 2023 Sore.
Sumber: FACEBOOKTanggal publish: 07/09/2023
Berita
āTEPAT SORE INI KABAR BVRVK DIALAMI MANTAN GUBERNUR JAKARTA ANIES BASWEDAN DIT4H4Nā
Hasil Cek Fakta
Sebuah kabar beredar di Facebook yang mengklaim jika Anies Baswedan telah ditahan sebagai tersangka KPK. Video yang diunggah pada 28 Agustus tersebut telah ditonton sebanyak 300 ribu orang di Facebook.
Setelah ditelusuri, isi video tersebut ternyata tidak memuat informasi yang sesuai pada judul unggahan. Isi dari video tersebut hanya membacakan ulang sebuah artikel dari merdeka.com dengan judul artikel āHeboh Kabar Anies Tersangka KPKā.
Dalam artikel tersebut membahas mengenai kabar pernyataan mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana. Denny mengomentari tentang informasi yang mengatakan Anies Baswedan bakal dijadikan tersangka kasus dugaan korupsi dalam penyelenggaraan Formula E.
Hingga akhir video tidak ditemukan bukti yang valid terkait klaim jika Anies Baswedan sudah ditahan seperti yang tertera pada judul unggahan.
Setelah ditelusuri, isi video tersebut ternyata tidak memuat informasi yang sesuai pada judul unggahan. Isi dari video tersebut hanya membacakan ulang sebuah artikel dari merdeka.com dengan judul artikel āHeboh Kabar Anies Tersangka KPKā.
Dalam artikel tersebut membahas mengenai kabar pernyataan mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana. Denny mengomentari tentang informasi yang mengatakan Anies Baswedan bakal dijadikan tersangka kasus dugaan korupsi dalam penyelenggaraan Formula E.
Hingga akhir video tidak ditemukan bukti yang valid terkait klaim jika Anies Baswedan sudah ditahan seperti yang tertera pada judul unggahan.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Vendra Panji
Isi video tidak memuat informasi yang valid mengenai penahanan Anies Baswedan, isi video hanya berisi tentang tanggapan mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana mengenai isu Anies sebagai tersangka KPK.
Isi video tidak memuat informasi yang valid mengenai penahanan Anies Baswedan, isi video hanya berisi tentang tanggapan mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana mengenai isu Anies sebagai tersangka KPK.
Rujukan
(GFD-2023-13549) [SALAH] Garut Sedang Digulung Angin Puting Beliung
Sumber: FACEBOOKTanggal publish: 07/09/2023
Berita
āMencekam⦠GARUT TIADA HARAPAN ANGIN PUTING BELIUNG GULUNG SEISI 16 DESAIā
Hasil Cek Fakta
Pada 1 September 2023 lalu muncul unggahan video di Youtube dari akun bernama Cctv Bencana mengklaim jika Garut sedang digulung oleh angin puting beliung.
Namun setelah disimak, isi video tersebut hanya membacakan ulang sebuah artikel yang diunggah pada 3 April 2022 lalu oleh tempo.com dengan judul āPuting Beliung Melanda Garut, Atap Pabrik dan Rumah Rusakā.
Narasi dalam video tersebut memang membahas peristiwa angin puting beliung yang berlokasi di Garut, namun hal tersebut merupakan peristiwa yang terjadi pada tahun 2022 lalu. Dapat disimpulkan jika klaim video tersebut merupakan informasi yang tidak benar.
Namun setelah disimak, isi video tersebut hanya membacakan ulang sebuah artikel yang diunggah pada 3 April 2022 lalu oleh tempo.com dengan judul āPuting Beliung Melanda Garut, Atap Pabrik dan Rumah Rusakā.
Narasi dalam video tersebut memang membahas peristiwa angin puting beliung yang berlokasi di Garut, namun hal tersebut merupakan peristiwa yang terjadi pada tahun 2022 lalu. Dapat disimpulkan jika klaim video tersebut merupakan informasi yang tidak benar.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Vendra Panji
Isi video tersebut berisi pembahasan mengenai kejadian puting beliung di Garut yang sudah terjadi pada tahun 2022 lalu, bukan merupakan kejadian yang baru saja terjadi.
Isi video tersebut berisi pembahasan mengenai kejadian puting beliung di Garut yang sudah terjadi pada tahun 2022 lalu, bukan merupakan kejadian yang baru saja terjadi.
Rujukan
Halaman: 5323/8133
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4566538/original/011980900_1694061366-cek_fakta_ayam_broiler.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4566904/original/043589900_1694073206-kapsul_paku.jpg)


