(GFD-2023-13720) [SALAH] “Nomor Whatsapp 085342815175 untuk reservasi layanan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dr. Nur Khamidah, Sp.KK”
Sumber: WhatsApp.comTanggal publish: 25/09/2023
Berita
Beredar akun WhatsApp dengan nomor 085342815175 yang menyatakan bahwa akun ini adalah nomor untuk reservasi layanan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dr. Nur Khamidah, Sp.KK dengan meminta biaya pendaftaran Rp 200.000 terlebih dahulu.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, adanya nomor WhatsApp yang mengaku sebagai layanan konsultasi dan reservasi dari layanan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dr. Nur Khamidah, Sp.KK merupakan konten tiruan.
Faktanya, berdasarkan penelusuran relawan Mafindo Jombang, dr. Nur Khamidah, Sp.KK menyatakan kliniknya tidak pernah menggunakan nomor tersebut dan nomor tersebut merupakan ulah pihak yang tidak bertanggung jawab.
dr. Nur Khamidah, Sp. KK adalah dokter Spesialis Kulit dan Kelamin yang lulus dari Universitas Udayana Bali. Saat ini dr. Nur Khamidah, Sp. KK masih aktif berpraktik untuk melayani pasien serta memberikan Konsultasi, Informasi dan Edukasi (KIE) medis.
Berdasarkan hasil penelusuran menggunakan mesin pencari Google, nomor layanan untuk klinik dr. Nur Khamidah, Sp. KK di Jombang adalah 089653692369.
Faktanya, berdasarkan penelusuran relawan Mafindo Jombang, dr. Nur Khamidah, Sp.KK menyatakan kliniknya tidak pernah menggunakan nomor tersebut dan nomor tersebut merupakan ulah pihak yang tidak bertanggung jawab.
dr. Nur Khamidah, Sp. KK adalah dokter Spesialis Kulit dan Kelamin yang lulus dari Universitas Udayana Bali. Saat ini dr. Nur Khamidah, Sp. KK masih aktif berpraktik untuk melayani pasien serta memberikan Konsultasi, Informasi dan Edukasi (KIE) medis.
Berdasarkan hasil penelusuran menggunakan mesin pencari Google, nomor layanan untuk klinik dr. Nur Khamidah, Sp. KK di Jombang adalah 089653692369.
Kesimpulan
Informasi palsu. dr. Nur Khamidah, Sp.KK menyatakan kliniknya tidak pernah menggunakan nomor tersebut dan nomor tersebut merupakan ulah pihak yang tidak bertanggung jawab.
Rujukan
(GFD-2023-13633) Cek Fakta: Hoaks BNI Terapkan Kenaikan Biaya Transfer Jadi Rp 150 Ribu
Sumber: liputan6.comTanggal publish: 24/09/2023
Berita
Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau (BNI) terapkan kenaikan biaya transfer menjadi Rp 150 ribu per bulan. Informasi tersebut beredar lewat aplikasi percakapan WhatsApp.
Informasi BNI terapkan kenaikan biaya transfer menjadi Rp 150 ribu per bulan dikirim oleh akun WhatsApp dengan foto profile logo BNI.
Akun WhatsApp tersebut membagikan file yang berisi informasi pengumuman BNI melakukan perubahan tarif transaksi, dari Rp 6.500 per transaksi dan BI FAST Rp 2.500 akan diubah menjadi Rp 150.000 per bulan.
Pengumuman tersebut juga memberikan penerima pesan pilihan untuk menolak kenaikkan perubahan biaya transaksi, dengan mengisi formulir digital.
Berikut informasi BNI terapkan kenaikan biaya transfer menjadi Rp 150 ribu per bulan.
"INFO BANK BNI
Yth. Bpk/Ibu nasabah mohon konfirmasi jawaban mengenai yang Surat Ketetapan yang kami kirimkan di atas, RESPON SECEPATNYA AGAR TIDAK DIBERLAKUKAN TARIF BARU secara otomatis oleh sistem.
1. SETUJU (Rp150.000/bulan)2. TIDAK SETUJU (Rp6.500/transaksi)
Silakan pilih tarif sesuai kebutuhan Anda dengan klik tautan di bawah ini:
https://aktivasi-perubahan-tarif-bni.wb-app.com/"
Benarkah informasi BNI terapkan kenaikan biaya transfer menjadi Rp 150 ribu per bulan? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri informasi BNI terapkan kenaikan biaya transfer menjadi Rp 150 ribu per bulan, penelusuran mengarah pada tulisan berjudul "BNI Imbau Nasabah Berhati-Hati Terhadap Penipuan Berkedok Kenaikan Tarif Transaksi" yang dimuat situs resmi BNI bni.co.id.
Dalam tulisan tersebut Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, BNI tidak memiliki rencana untuk menaikan tarif transaksi antar bank. Oleh karena itu, dia menegaskan informasi yang mengatasnamakan BNI tersebut adalah hoaks dan merupakan upaya penipuan.
Okki mengingatkan nasabah untuk tetap berhati-hati dan tidak membuka link atau tautan attachment yang mencurigakan yang dikirim melalui email atau pesan WhatsApp dari alamat dan nomor yang tidak dikenal.
"Harap selalu berhati-hati. Selalu pastikan untuk melakukan pemantauan berkala dengan mengaktifkan notifikasi transaksi dan cek riwayat rekening," kata Okki.
BNI mengimbau kepada para nasabah untuk berhati-hati terhadap kejahatan pembobolan rekening, dengan modus penipuan berkedok kenaikan biaya transaksi mengatasnamakan BNI yang disebar melalui aplikasi pesan elektronik, email, dan media sosial.
Dia juga meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap akun media sosial yang mengatasnamakan BNI. Menurut Okki, penting bagi nasabah untuk selalu melakukan verifikasi keaslian surat atau pemberitahuan yang diterima dengan menghubungi saluran resmi BNI yang telah terverifikasi.
Untuk informasi lebih lanjut dan konfirmasi, nasabah dapat menghubungi saluran resmi BNI melalui Whatsapp ke nomor 08115881946, Instagram ke akun @bni46 (centang biru), Twitter: @BNI (centang kuning) atau @BNICustomerCare, email: bnicall@bni.co.id, TikTok: @BNI46 (centang biru), dan YouTube ke BNI-Bank Negara Indonesia.
"BNI menghimbau nasabahnya untuk tetap waspada terhadap upaya penipuan dan kejahatan digital serta tidak memberikan informasi pribadi kepada pihak yang tidak terpercaya. Kehati-hatian dalam bertransaksi dan menjaga keamanan data pribadi adalah langkah yang penting untuk melindungi diri dari ancaman kejahatan digital," pungkas Okki.
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, informasi BNI terapkan kenaikan transfer menjadi Rp 150 ribu per bulan hoaks.
BNI tidak memiliki rencana untuk menaikan tarif transaksi antar bank. Oleh karena itu, informasi yang mengatasnamakan BNI tersebut adalah hoaks dan merupakan upaya penipuan.
Rujukan
(GFD-2023-13632) Cek Fakta: Tidak Benar Foto Baliho Ganjar Pranowo Bertuliskan 'Ganja Untuk Semua'
Sumber: liputan6.comTanggal publish: 23/09/2023
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Sebuah foto yang diklaim baliho Ganjar Pranowo bertuliskan "GANJA UNTUK SEMUA" beredar di media sosial. Foto tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 15 September 2023.
Dalam foto baliho tersebut terlihat ilustrasi wajah Ganjar Pranowo dengan narasi bertuliskan "GANJA UNTUK SEMUA".
"GANJA UNTUK SEMUA CEBONG
Saking semangat 45 pasang baliho, lupa satu huruf jadi lain artinya...hahahaah BeginiLah KaLau Mau Menipu Rakyat ... Akhirnya SaLah Tulis Nama , PadahaL Percetakan yg Bust , ko" Bisa Matanya Manusia yg Banyak Padang gak Bisa Baca...Tulisan Namanya Ganjar Pranowo....!!! 😂🤣😄😁🤭😅🥹😎🥸👁️," tulis salah satu akun Facebook.
Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah beberapa kali direspons dan mendapat beragam komentar warganet.
Benarkah dalam foto baliho tersebut bertuliskan "GANJA UNTUK SEMUA"? Berikut penelusurannya.
Sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri telah mengumumkan nama Ganjar Pranowo untuk diusung maju sebagai Capres dalam Pilpres 2024.
Penetapan itu disampaikan Megawati dengan dihadiri langsung Ganjar Pranowo, sejumlah elite PDIP, dan juga Presiden Jokowi. Penetapan itu digelar di Istana Batutulis, Bogor, Jumat 21 April 2023.
"Pada hari Kartini ini tanggal 21 April 2023 dan sekaligus sebagai tonggak perjuangan kaum perempuan Indonesia yang non-diskriminatif setara dan dijamin oleh konstitusi negara maka pada jam 13.45 WIB, dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim menetapkan saudara Ganjar Pranowo sekarang adalah gubernur Jawa Tengah sebagai kader dan petugas partai untuk ditingkatkan penugasannya sebagai calon presiden Republik Indonesia dari Partai Demokrasi Indonesia perjuangan," kata Megawati.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri foto yang diklaim baliho Ganjar Pranowo bertuliskan "GANJA UNTUK SEMUA". Penelusuran dilakukan dengan mengunggah foto tersebut ke situs Yandex.
Hasilnya terdapat foto identik di artikel berjudul "Baliho Prabowo dan Ganjar Mejeng di Gerbang Suryakencana Bogor, Pengamat Bilang Hanya Sia-sia" yang dimuat situs tribunnews.com pada 2 Agustus 2023.
Berikut gambar tangkapan layarnya.
Dalam foto baliho tersebut tertulis narasi "GANJAR UNTUK SEMUA" bukan "GANJA UNTUK SEMUA".
Kesimpulan
Foto yang diklaim baliho Ganjar Pranowo bertuliskan "GANJA UNTUK SEMUA" ternyata tidak benar. Faktanya, foto baliho tersebut merupakan hasil rekayasa digital.
Rujukan
(GFD-2023-13688) [SALAH] Anies Baswedan Telah Ditahan Selama 20 Hari
Sumber: FACEBOOK.COMTanggal publish: 23/09/2023
Berita
“DI TAHAN 20 HARI KE DEPAN, NASIB YOHANIES BERKAHIR TR4-GIS DI TANGAN SRI MULYANI.”
Hasil Cek Fakta
Sebuah kabar beredar di Facebook yang mengklaim jika Anies Baswedan telah ditahan selama 20 hari. Video yang diunggah pada 12 September 2023 tersebut telah ditonton sebanyak lebih dari sembilan ribu orang di Facebook.
Setelah ditelusuri, isi video tersebut ternyata tidak memuat informasi yang sesuai pada judul unggahan. Isi dari video tersebut hanya membacakan ulang sebuah artikel dari seword.com dengan judul artikel “Laga Anies Vs Sri Mulyani Terulang, Menteri ini Ikut Damprat Anies”.
Dalam artikel tersebut membahas mengenai Artikel tersebut membahas soal polemik antara Anies Baswedan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait anggaran bantuan sosial (bansos) di DKI Jakarta.
Seperti diketahui, Sri Mulyani sempat menyebut Anies tidak mampu menyalurkan bansos untuk 1,1 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di wilayahnya. Dalam artikel ini tidak ditemukan informasi valid soal Anies Baswedan ditahan selama 20 hari.
Hingga akhir video tidak ditemukan bukti yang valid terkait klaim jika Anies Baswedan sudah ditahan seperti yang tertera pada judul unggahan.
Setelah ditelusuri, isi video tersebut ternyata tidak memuat informasi yang sesuai pada judul unggahan. Isi dari video tersebut hanya membacakan ulang sebuah artikel dari seword.com dengan judul artikel “Laga Anies Vs Sri Mulyani Terulang, Menteri ini Ikut Damprat Anies”.
Dalam artikel tersebut membahas mengenai Artikel tersebut membahas soal polemik antara Anies Baswedan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait anggaran bantuan sosial (bansos) di DKI Jakarta.
Seperti diketahui, Sri Mulyani sempat menyebut Anies tidak mampu menyalurkan bansos untuk 1,1 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di wilayahnya. Dalam artikel ini tidak ditemukan informasi valid soal Anies Baswedan ditahan selama 20 hari.
Hingga akhir video tidak ditemukan bukti yang valid terkait klaim jika Anies Baswedan sudah ditahan seperti yang tertera pada judul unggahan.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Vendra Panji
Isi video tidak memuat informasi yang valid mengenai penahanan Anies Baswedan, isi video hanya berisi tentang tanggapan mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana mengenai isu Anies sebagai tersangka KPK.
Isi video tidak memuat informasi yang valid mengenai penahanan Anies Baswedan, isi video hanya berisi tentang tanggapan mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana mengenai isu Anies sebagai tersangka KPK.
Rujukan
Halaman: 5296/8135

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4586406/original/086311500_1695517878-BNI_naikan_tarif.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4585840/original/000030100_1695444559-Baliho1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4585862/original/075328500_1695445274-SsBaliho1.jpg)
