• (GFD-2023-13689) [SALAH] Jakarta Hancur Dihantam Tornado

    Sumber: YOUTUBE.COM
    Tanggal publish: 23/09/2023

    Berita

    “PUTING BELIUNG HARI INI ~ JAKARTA REMUK ANGIN TORNADO SAPU BERSIH TEMPAT IBADAH”

    Hasil Cek Fakta

    Pada 17 September 2023 lalu muncul unggahan video di Youtube dari akun bernama CCTV Bencana mengklaim jika Jakarta sedang dihantam oleh tornado dan hancurkan tempat-tempat ibadah.

    Namun setelah disimak lebih lanjut, isi dari video tersebut hanya membacakan ulang sebuah artikel yang diunggah pada 14 September 2023 lalu oleh detik.com dengan judul “15 Rumah Rusak di Medan Setelah Diterjang Angin Puting Beliung”.

    Dalam artikel tersebut sendiri menjelaskan tentang kejadian angin puting beliung yang melanda Medan pada 14 September 2023 lalu. Artikel tersebut menjelaskan jika angin puting beliung tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Sehingga menimbulkan kerusakan 15 rumah di 2 kelurahan Medan.

    Berdasarkan telusuran tersebut maka klaim yang menyatakan Jakarta telah dilanda tornado hingga menyebabkan rumah ibadah hancur adalah informasi yang tidak benar, isi video tersebut justru membahas tentang peristiwa puting beliung di Medan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Vendra Panji

    Klaim yang menyatakan Jakarta telah dilanda tornado hingga menyebabkan rumah ibadah hancur adalah informasi yang tidak benar, isi video tersebut justru membahas tentang peristiwa puting beliung di Medan.

    Rujukan

  • (GFD-2023-13690) [SALAH] Ikan di Tuban Mati Terkontaminasi Limbah Nuklir

    Sumber: FACEBOOK.COM
    Tanggal publish: 23/09/2023

    Berita

    “Demi kesehatan jangan makan ikan

    Sorè hari ini nelayan tuban mendapat jaringan ikan sdh pada mati

    Di khawatirkan sdh terkontiminasi limbah nuklir yg berbahaya.

    Jaga kesehatan teman2 musim penyakit lg…”

    Hasil Cek Fakta

    Di sosial media beredar video yang membawa sebuah klaim bahwa di suatu pantai di daerah Tuban telah terjadi sebuah fenomena banyaknya ikan yang terlihat berada di tepian pantai diduga karena keracunan oleh limbah nuklir.

    Berdasarkan pada klaim yang beredar tersebut, pemerintah Kabupaten Tuban mengunggah klarifikasi mengenai hal itu di situs resmi mereka (tubankab.go.id) dengan judul artikel “Video Viral Ikan Mati Terkontaminasi Limbah Ternyata Hoaks, Ini Penjelasan DKP2P Tuban”

    Dalam artikel tersebut Kepala Bidang Perikanan DKP2P Tuban, Linggo Indarto, menyatakan bahwa hal tersebut tidak benar alias hoaks. Pihaknya telah memanggil nelayan yang bersangkutan untuk menjelaskan kronologi atas video tersebut. Nelayan tersebut berasal dari kelurahan Karangsari bernama Sutrisno. Selain itu, juga dihadirkan Rukun Nelayan Karangsari sebagai organisasi yang menaungi nelayan tersebut.

    Kemungkinan banyaknya ikan yang ditangkap karena sedang dalam masa pemijahan yang mana kondisi ini menyebabkan ikan mencari tempat yang nyaman untuk bertelur. Sehingga naik ke permukaan dan ditangkap oleh nelayan.

    Selanjutnya juga dijelaskan jika perwakilan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Agus Supriyanto, diperintahkan untuk mengambil sampel ikan yang ditangkap guna diperiksa di laboratorium,namun dari hasil pemeriksaan itu tidak ditemukan adanya indikasi jika ikan tersebut terkontaminasi limbah.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Vendra Panji

    Kepala Bidang Perikanan DKP2P Tuban bersama nelayan yang hadir dalam video tersebut secara langsung membantah klaim tersebut. Hasil pemeriksaan laboratorium Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur juga menyatakan jika ikan tersebut tidak terkena limbah nuklir.

    Rujukan

  • (GFD-2023-13614) Cek Fakta: Tidak Benar Ada Penjadwalan Pandemi 2.0 Akibat Polusi Udara

    Sumber: liputan6.com
    Tanggal publish: 22/09/2023

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan yang mengklaim akan ada pandemi 2.0 yang dijadwalkan pada akhir tahun 2023 dengan alasan polusi udara. Postingan itu beredar sejak awal bulan ini.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 6 September 2023.
    Berikut isi postingannya:
    "Dokter tifaPandemi 2.0 yang dijadwalkan tahun 2025, ternyata dimajukan, bukan di 2024, tetapi di 2023.
    Dalam sebulan dua bulan, akan ada peraturan Lockdown, WFH, dan aturan pakai Masker.
    Pertama agar masyarakat tidak protes, maka alasannya adalah Polusi Udara. Chemtrails terus ditaburkan, DEW dengan hasil kebakaran hutan dan gedung-gedung, Langit dibuat jadi Forecast, seakan-akan menghitam karena jelaga Batubara atau BBM. Pesan saya:
    Satu Tingkatkan Imunitas baik-baik.Sudah saya berikan metodenya di postingan saya yang lalu.
    Dua Beli Ivermectin dan Hydroxychloroquine. Untuk jaga-jaga.
    Tiga Jadilah orang baik, perbaiki Ibadah, sholat ditambah khusyu dan tepat waktu, rajin-rajin sedekah, perbanyak amal jariyah."
    Lalu benarkah postingan yang mengklaim akan ada pandemi 2.0 yang dijadwalkan pada akhir tahun 2023 dengan alasan polusi udara?

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan artikel berjudul "Wamenkes Dante soal Viral Pandemi 2.0 Picu Lockdown: Itu Hoaks" yang tayang di Liputan6.com pada 8 September 2023.
    Di sana terdapat penjelasan dari Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Dante Saksono Harbuwono.
    "Enggak ada, enggak ada yang seperti itu. Hoaks itu," ucap Dante.
    Selain itu Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga menyampaikan bantahannya terkait postingan yang beredar viral itu. Bantahan disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Adib Khumaidi.
    "Saya kira dasar di dalam kita menyikapi problema kesehatan itu tentunya yang berdasar pada evidence based (berbasis bukti penelitian). Jangan langsung percaya terhadap sesuatu yang belum jelas kebenarannya, termasuk lockdown September 2023 akibat Pandemi 2.0," ujarnya.
    Selain itu kami juga menemukan artikel berjudul "Benarkah ada pandemi 2.0? Berikut pernyataan Kemenkes" yang tayang di Antaranews.com pada 8 September 2023.
    Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan, Dr Siti Nadia Tarmizi menjelaskan bahwa pandemi bukanlah sesuatu yang bisa direkayasa karena pandemi merupakan penyakit baru.
    Seperti pada umumnya, penyakit baru sering menimbulkan fatalitas yang besar karena kita belum kenal dengan penyakitnya.
    Pandemi juga bukan suatu rekayasa karena hampir semua negara terdampak dengan pandemi. Mulai dari negara yang super power hingga negara yang lemah ekonominya.
    "Kedua terkait polusi, kalau kita lihat ini kondisi yang saat ini terjadi dan sudah banyak kajian ilmiah hubungan antara kualitas udara yang buruk dengan kesehatan dan karena kualitas udara tidak baik maka sebagai upaya pencegahan salah satunya penggunaan masker, WFH juga mengurangi polutan khususnya emisi kendaraan," kata Siti Nadia Tarmizi.
    Kemudian terkait himbauan membeli Ivermectiin dan Hidrokloroquin, sambung dia, hingga saat ini belum ada kajian ilmiah terkait obat pencegahannya.

    Kesimpulan


    Postingan yang mengklaim akan ada pandemi 2.0 yang dijadwalkan pada akhir tahun 2023 dengan alasan polusi udara adalah tidak benar.

    Rujukan

  • (GFD-2023-13615) [SALAH] Stiker Promosi di Pintu Tol Janjikan Saldo E-Toll Rp 500 Ribu

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 22/09/2023

    Berita

    Beredar di beberapa pintu tol stiker promosi untuk mendapatkan e-toll sebesar Rp 500 ribu. Bahkan beberapa ada yang mengunggahnya di media sosial sejak pekan lalu.

    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 11 September 2023.

    Dalam postingannya terdapat gambar barcode dengan narasi sebagai berikut:

    "Mau E-toll 500 ribu? Buruan Scan"

    Hasil Cek Fakta

    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan membuka akun resmi PT Jasa Marga, @jasamargatollroadoperator di Instagram. Dalam unggahan pada 14 September 2023, PT Jasa Marga membantah adanya promosi seperti itu.

    Berikut penjelasannya:

    Halo #sobatjmto

    "Mimin mau ngingetin buat kalian semua agar selalu waspada dengan segala macam upaya tindakan penipuan.

    Belum lama ini telah terjadi upaya tindakan penipuan oleh oknum pengguna jalan yang tidak bertanggung jawab, dengan cara menempelkan barcode untuk di scan pada reader mesin GTO di ruas jalan tol yang dioperasikan oleh PT Jasamarga Tollroad Operator.

    Barcode tersebut ditemukan oleh petugas Operasional Customer Service kami dilapangan, dan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Manager Area untuk ditindaklanjuti.

    Berdasarkan tindak lanjut laporan dari Area, pihak management PT Jasamarga Tollroad Operator menegaskan bahwa hal tersebut merupakan upaya tindakan yang tidak bertanggungjawab.

    Atas nama PT Jasamarga Tollroad Operator, kami memohon maaf kepada seluruh pengguna jalan atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat tindakan tersebut. Kami menghimbau kepada seluruh pengguna jalan tol agar waspada terhadap apapun modus penipuan yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab."

    Kesimpulan

    Stiker promosi untuk mendapatkan e-toll sebesar Rp 500 ribu yang ditempel di beberapa pintu tol adalah hoaks.

    Rujukan