• (GFD-2026-31772) Hoaks! Artikel Jokowi minta tidak dipenjara jika terbukti ijazahnya palsu

    Sumber:
    Tanggal publish: 17/01/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menampilkan tangkapan layar artikel yang menarasikan seolah-olah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, bersama kuasa hukumnya, Yakup Hasibuan, meminta agar tidak dipenjara apabila ijazahnya terbukti palsu.

    Judul dalam unggahan tersebut berbunyi bahwa Jokowi akan bertobat dan berharap tidak dipenjara jika ijazahnya dinyatakan palsu, serta diperkuat dengan komentar warganet yang menafsirkan seakan-akan pernyataan itu membuktikan ijazah Jokowi palsu.

    Berikut narasi judul dalam tangkapan layar tersebut:

    “Jokowi dan kuasa Hukumnya Meminta jika ijazah nya dinyatakan Palsu akan bertobat tapi berharap jangan saya di penjara.”

    Unggahan tersebut disertai narasi:

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    “enak banget, da banyak nyawa jadi korban, rakyat di usir dr tanah kelahirannya, banyak lagi.. klo nunjukin ternyata ijasah nya palsu jangan di penjara. Oh tentu tidak tp hukum mati.

    Pernyataan ini jelas kuasa hukum yakin klo ijazah Jokowi PALSU”

    Namun, benarkah artikel Jokowi minta tidak dipenjara jika terbukti ijazahnya palsu tersebut?



    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan artikel resmi yang memuat pernyataan Jokowi maupun kuasa hukumnya seperti klaim tersebut.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Foto yang digunakan dalam unggahan justru serupa dengan artikel ANTARA berjudul “Polisi sebut laporan kasus tuduhan ijazah palsu Jokowi masih berjalan” yang terbit pada 23 Mei 2025.

    Dalam artikel tersebut, Polda Metro Jaya hanya menjelaskan bahwa proses penyelidikan atas laporan dugaan ijazah palsu masih berlangsung dan belum ada putusan hukum apa pun.

    Dengan demikian, klaim bahwa Jokowi meminta tidak dipenjara jika ijazahnya terbukti palsu merupakan informasi tidak benar.

    Klaim: Artikel Jokowi minta tidak dipenjara jika terbukti ijazahnya palsu

    Rating: Hoaks

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

  • (GFD-2026-31773) Cek fakta, air sinkhole di Limapuluh Kota, Sumbar, memiliki pH 8,4 sehingga baik untuk kesehatan

    Sumber:
    Tanggal publish: 17/01/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook ini dan ini menarasikan bahwa air yang berada di kawasan sinkhole (lubang runtuhan) di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, disebut memiliki pH 8,4 sehingga dinilai baik untuk kesehatan dan dipercaya dapat memberikan manfaat hingga kesembuhan.

    Dalam unggahan tersebut, warga diklaim datang ke lokasi untuk mengambil air sebagai oleh-oleh karena airnya jernih dan diyakini berkhasiat bagi tubuh.

    Unggahan lain turut menampilkan klaim hasil uji laboratorium yang mencantumkan pH air 8,4, suhu air 26,4°C, serta pH tanah 5,37.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Air fenomena sinkhole di percaya berikan kesembuhan tidak hanya sebagai wisata dadakan,kini warga yang datang ke lokasi lubang besar dan memiliki air jernih yang tercipta akibat fenomena Sinkhole di situjuah batua, lima puluh kota sekarang bisa mengambil air tersebut untuk di bawa pulang sebagai oleh-oleh karena telah berkunjung. Bahkan,sejumlah warga percaya bahwa air yang muncul dari lubang besar tersebut bisa memberikan manfaat terhadap tubuh serta berharap bisa memberikan kesembuhan”

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Berikut narasi dalam unggahan lainnya:

    “Hasil Pengujian Laboratorium Terhadap Sampel Air dan Kondisi Lingkungan di Lokasi Sinkhole di Nagari Situjuah Batua

    pH tanah/lingkungan sinkhole : 5,37

    pH air : 8,4

    Suhu air : 26,4°C”

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Namun, benarkah air sinkhole di Sumbar memiliki pH 8,4 sehingga baik untuk kesehatan?



    Hasil Cek Fakta

    Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy menegaskan bahwa air di lokasi sinkhole justru mengandung bakteri E. coli dan memiliki tingkat keasaman di bawah pH 6,5, sehingga tidak aman untuk dikonsumsi.

    Pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak memanfaatkan air tersebut untuk kesehatan maupun pengobatan.

    "Tidak ada air ini (air sinkhole) untuk menyembuhkan penyakit atau demi kesehatan. Itu tidak ada," kata Wagub Sumbar Vasko Ruseimy, dilansir dari ANTARA.

    Vasko juga menekankan bahwa fenomena sinkhole merupakan proses alam semata dan tidak berkaitan dengan klaim mistis atau kemampuan menyembuhkan penyakit.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Klaim: Air sinkhole di Limapuluh Kota, Sumbar memiliki pH 8,4 sehingga baik untuk kesehatan

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

  • (GFD-2026-31774) Hoaks! Foto wanita menyamar jadi pramugari Batik Air diterima di Garuda Indonesia

    Sumber:
    Tanggal publish: 17/01/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan foto di Instagram menarasikan bahwa seorang perempuan yang sebelumnya viral karena menyamar sebagai pramugari Batik Air, disebut telah resmi diterima bekerja sebagai pramugari di maskapai Garuda Indonesia.

    Dalam unggahan tersebut, terlihat sosok perempuan berinisial KH berdiri bersama seorang pria mengenakan jas sambil memegang Certificate of Appointment dan rangkaian bunga.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Khairun nisa akhirnya diterima sebagai pramugari, maskapai penerbangan garuda Indonesia”

    Namun, benarkah foto wanita menyamar jadi pramugari Batik Air diterima di Garuda Indonesia tersebut?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, klaim tersebut tidak benar. Garuda Indonesia secara resmi membantah kabar perekrutan tersebut.

    Head of Corporate Communications Garuda Indonesia, Dicky Irchamsyah, menegaskan bahwa informasi mengenai penerimaan Khairun Nisa sebagai pramugari Garuda Indonesia adalah tidak sesuai fakta dan foto yang beredar merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI).



    Hasil pemeriksaan ANTARA menggunakan AI Detector Hive Moderation menunjukkan bahwa foto tersebut 99,9 persen merupakan hasil AI.

    Klaim: Foto wanita menyamar jadi pramugari Batik Air diterima di Garuda Indonesia

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

  • (GFD-2026-31754) Tidak Benar Jokowi akan Bertaubat jika Ijazahnya Terbukti Palsu

    Sumber:
    Tanggal publish: 16/01/2026

    Berita

    tirto.id - Beredar di media sosial sebuah unggahan yang memuat tangkapan layar artikel dengan klaim bahwa Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), bersama kuasa hukumnya menyatakan akan bertaubat apabila ijazahnya terbukti palsu, serta berharap tidak dipenjara jika hal tersebut terjadi.

    ADVERTISEMENT

    Unggahan tersebut beredar melalui akun Facebook @Purbaya Yudhi Sadewa (arsip) pada Kamis (8/01/2026). Dalam keterangannya, pengunggah menuliskan:

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Jokowi akan bertobat jika ijazahnya di nyatakan palsu… Tapi berharap jangan di penjara, InsyaAllah, ya…”

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Unggahan itu menyertakan tangkapan layar artikel yang menampilkan tanda air media Antara, dengan judul:

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    “Jokowi dan kuasa Hukumnya Meminta jika ijasah nya dinyatakan Palsu akan bertobat tapi berharap jangan saya di penjara.”

    Periksa Fakta Jokowi akan Bertaubat jika Ijazahnya Terbukti Palsu.

    ADVERTISEMENT

    Hingga Kamis (15/01/2026) pukul 16:26 WIB, unggahan tersebut sudah mendapatkan atensi publik dengan mendapatkan sekitar 1,1 ribu tanda reaksi, 1,1 ribu komentar dan telah dibagikan ulang 155 kali. Unggahan serupa juga ditemukan di sejumlah akun dan platform lain, antara lain ini, ini, ini, ini dan ini.

    Klaim ini memicu berbagai reaksi publik. Sejumlah masyarakat meninggalkan komentar yang mengkritik Jokowi.

    “Bila ternyata palsu, ya, harus diadili, itu baru benar.” tulis salah satu pengomentar.

    Lantas, benarkah Jokowi berharap tidak dipenjara dan akan bertaubat jika ijazahnya terbukti palsu?

    Penelusura Fakta

    Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tirto menelusuri sumber asli artikel yang ditampilkan dalam tangkapan layar dengan logo dan tanda air Antara.

    Langkah pertama dilakukan dengan menelusuri portal berita Antara menggunakan judul yang sama seperti yang tercantum dalam tangkapan layar, yakni “Jokowi dan kuasa Hukumnya Meminta jika ijasah nya dinyatakan Palsu akan bertobat tapi berharap jangan saya di penjara.”

    Hasilnya, tidak ditemukan artikel Antara dengan judul tersebut maupun isi berita yang memuat pernyataan sebagaimana klaim yang beredar.

    Selanjutnya, penelusuran dilakukan berdasarkan foto yang digunakan dalam tangkapan layar. Hasilnya, ditemukan beberapa artikel Antara yang menggunakan foto identik.

    Salah satunya adalah artikel yang diunggah pada 30 April 2025. Namun, artikel tersebut tidak berjudul sama dengan yang beredar di sosial media. Judul asli artikel ini adalah Jokowi laporkan tudingan ijazah palsu ke Polda Metro Jaya. Artikel ini membahas langkah hukum Jokowi terkait tudingan ijazah palsu dan tidak memuat pernyataan mengenai bertobat ataupun harapan agar tidak dipenjara.

    Periksa Fakta Jokowi akan Bertaubat jika Ijazahnya Terbukti Palsu.

    Artikel lain dari Antara dengan foto serupa juga ditemukan pada 23 Mei 2025. Pada artikel ini, foto yang digunakan tampak dibingkai lebih dekat atau zoom in, tetapi tetap menggunakan gambar yang sama. Judul artikel ini adalah Polisi sebut laporan kasus tuduhan ijazah palsu Jokowi masih berjalan. Akan tetapi, sama seperti artikel sebelumnya, judul asli pada artikel tersebut berbeda dengan tangkapan layar yang beredar.

    Periksa Fakta Jokowi akan Bertaubat jika Ijazahnya Terbukti Palsu.

    Jika diperhatikan lebih lanjut, terdapat sejumlah kejanggalan pada tangkapan layar yang beredar. Salah satunya adalah kesalahan ejaan pada kata “ijasah”, yang seharusnya ditulis “ijazah” sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia. Media nasional seperti Antara memiliki standar penyuntingan yang ketat, termasuk dalam penggunaan ejaan, sehingga kesalahan penulisan istilah umum seperti ini kecil kemungkinannya muncul dalam judul berita resmi.

    Baca juga:Sidang KIP Perintahkan KPU Serahkan Salinan Ijazah JokowiWagub Babel Hellyana Diperiksa Bareskrim terkait Ijazah Palsu

    Selain itu, penulisan judul pada tangkapan layar juga tampak tidak sesuai dengan gaya penulisan judul berita Antara. Penggunaan huruf kapital tidak konsisten, susunan kalimat tidak rapi, serta pemilihan kata yang kurang efektif menunjukkan perbedaan dengan karakteristik judul berita yang biasa diterbitkan Antara. Hal ini menguatkan dugaan bahwa judul dalam tangkapan layar tersebut telah diubah dan tidak berasal dari artikel resmi Antara.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim yang menyebut Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), akan bertaubat dan berharap tidak dipenjara jika ijazahnya terbukti palsu adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Tangkapan layar artikel yang beredar berbeda dari pemberitaan resmi media Antara. Judul dan isi klaim tidak ditemukan dalam arsip Antara serta bertentangan dengan konteks artikel asli yang fotonya digunakan.

    Baca juga:Apa Ancaman Hukuman Roy Suryo Cs soal Ijazah Jokowi?

    Rujukan