Pihak Lion Air dan RS AN-NISA Tangerang sudah membantah kabar tersebut. Tidak ada Pramugari Lion Air terinfeksi virus corona atau Covid-19 sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Annisa.
Akun Bella Sikin (fb.com/bella.sopiah.1) mengunggah sebuah gambar tangkapan layar percakapan Whatsapp dengan narasi :
“Dapet info dari suami,trus nga jadi ke tangerang nya karna ada virus corona semoga cepet mereda wabah virus corona nya”
Di gambar itu terdapat narasi:
“Info terbaru…Corona sudah masuk ke TB telaga Bestari , pramugari lion air sdh terinfeksi dan saat ini di rawat di RS Annisa Di himbau untuk tdk jln2 ke TB dan juga Citra raya Udh masuk tangerang”
(GFD-2020-3703) [SALAH] “Corona sudah masuk ke TB telaga Bestari , pramugari lion air sdh terinfeksi dan saat ini di rawat di RS Annisa”
Sumber: Media OnlineTanggal publish: 19/03/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
PENJELASAN
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Liputan6, klaim bahwa ada Pramugari Lion Air terinfeksi virus corona atau Covid-19 yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Annisa adalah salah.
Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro menyatakan, tidak ada Pramugari Lion Air yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dia pun membantah kabar seorang Pramugari Lion Air terkonfirmasi positif Covid-19 sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Annisa.
“Lion Air menyatakan tidak benar adanya info yang menyatakan pramugari terkena virus,” kata Danang, saat berbincang dengan Liputan6.com, Selasa (17/3/2020).
Menurut Danang, Lion Air sudah mengimbau seluruh pegawainya untuk tetap menjaga kesehatan, lingkungan, makan teratur dan memberikan rekomendasi lainnya. Tujuannya, agar terhindar dari Covid-19.
“Dalam upaya menjaga kesehatan, yang bertujuan untuk keselamatan dan keamanan penerbangan,” tuturnya.
Manajemen Rumah Sakit AN-Nisa Tangerang pun telah membantah kabar sedang merawat pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Informasi bantahan tersebut melalui akun resmi Instagram rsannisatangerang.
Berikut isinya:
“Manajemen RS AN-NISA TANGERANG menghimbau bahwa sampai saat ini kami tidak merawat pasien positif COVID-19. Dan tidak ada tenaga kesehatan kami yang diduga maupun positif COVID-19. Saat ini kami juga memiliki tim COVID RS AN-NISA yang merupakan tim kesiapsiagaan mencegah penularan COVID-19 yang intens melakukan pemeriksaan terhadap setiap pengunjung dan komunikasi serta koordinasi dengan
Dinkes Tangerang dan Rumah Sakit Rujukan.
Jika ada indikasi pasien dengan gejala mengarah kepada COVID-19, maka akan segera dirujuk ke rumah sakit rujukan yang telah ditentukan Kementrian Kesehatan RI untuk menangani pasien sesuai prosedur yang berlaku.
Segala pemberitaan yang bukan berasal dari Manajemen RS AN-NISA TANGERANG adalah diluar tanggung jawab kami. Demikian himbauan ini disampaikan untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
update : Sabtu, 14 Maret 2020 MANAJEMEN RS AN-NISA TANGERANG”
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Liputan6, klaim bahwa ada Pramugari Lion Air terinfeksi virus corona atau Covid-19 yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Annisa adalah salah.
Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro menyatakan, tidak ada Pramugari Lion Air yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dia pun membantah kabar seorang Pramugari Lion Air terkonfirmasi positif Covid-19 sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Annisa.
“Lion Air menyatakan tidak benar adanya info yang menyatakan pramugari terkena virus,” kata Danang, saat berbincang dengan Liputan6.com, Selasa (17/3/2020).
Menurut Danang, Lion Air sudah mengimbau seluruh pegawainya untuk tetap menjaga kesehatan, lingkungan, makan teratur dan memberikan rekomendasi lainnya. Tujuannya, agar terhindar dari Covid-19.
“Dalam upaya menjaga kesehatan, yang bertujuan untuk keselamatan dan keamanan penerbangan,” tuturnya.
Manajemen Rumah Sakit AN-Nisa Tangerang pun telah membantah kabar sedang merawat pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Informasi bantahan tersebut melalui akun resmi Instagram rsannisatangerang.
Berikut isinya:
“Manajemen RS AN-NISA TANGERANG menghimbau bahwa sampai saat ini kami tidak merawat pasien positif COVID-19. Dan tidak ada tenaga kesehatan kami yang diduga maupun positif COVID-19. Saat ini kami juga memiliki tim COVID RS AN-NISA yang merupakan tim kesiapsiagaan mencegah penularan COVID-19 yang intens melakukan pemeriksaan terhadap setiap pengunjung dan komunikasi serta koordinasi dengan
Dinkes Tangerang dan Rumah Sakit Rujukan.
Jika ada indikasi pasien dengan gejala mengarah kepada COVID-19, maka akan segera dirujuk ke rumah sakit rujukan yang telah ditentukan Kementrian Kesehatan RI untuk menangani pasien sesuai prosedur yang berlaku.
Segala pemberitaan yang bukan berasal dari Manajemen RS AN-NISA TANGERANG adalah diluar tanggung jawab kami. Demikian himbauan ini disampaikan untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
update : Sabtu, 14 Maret 2020 MANAJEMEN RS AN-NISA TANGERANG”
Rujukan
(GFD-2020-3702) [SALAH] “ikan humanoid dengan tangan dan kaki ditangkap di Laut Cina Selatan”
Sumber: www.whatsapp.comTanggal publish: 19/03/2020
Berita
Pelintiran daur ulang. Robot animatronik, BUKAN ikan humanoid.
NARASI
“TV Vietnam melaporkan bahwa seekor ikan humanoid ditangkap di Laut Cina Selatan, dengan tangan dan kaki, dan seseorang dengan dada dan perut yang sama, dan para nelayan ketakutan dengan keringat dingin. Sekarang telah diserahkan ke departemen penelitian ilmiah untuk melihat apakah itu adalah makhluk atau spesies mutan yang belum pernah ditemukan manusia. ????
Dunia nyata sedang berubah”.
NARASI
“TV Vietnam melaporkan bahwa seekor ikan humanoid ditangkap di Laut Cina Selatan, dengan tangan dan kaki, dan seseorang dengan dada dan perut yang sama, dan para nelayan ketakutan dengan keringat dingin. Sekarang telah diserahkan ke departemen penelitian ilmiah untuk melihat apakah itu adalah makhluk atau spesies mutan yang belum pernah ditemukan manusia. ????
Dunia nyata sedang berubah”.
Hasil Cek Fakta
PENJELASAN
(1) First Draft News: “Konten yang Salah
Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah”.
Selengkapnya di http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S.
* SUMBER membagikan video dokumentasi robot animatronik.
* SUMBER menambahkan narasi yang membangun kesimpulan yang tidak sesuai dengan fakta.
(2) Snopes: “Rahasia sesungguhnya di balik video adalah, karena itu adalah karya seni yang dibuat oleh seorang seniman. Berita yang diterbitkan di Myanmar menyatakan bahwa itu adalah seorang seniman dari Myanmar yang menciptakan sebuah mahakarya dengan menggunakan kayu dan serat dan karya seni ini terbuat dari sebuah motor di tenggorokannya untuk membuatnya terlihat alami.”
Google Translate, selengkapnya di http://bit.ly/2Y9krS6 / http://archive.fo/dOJSG (arsip cadangan).
(3) Wikipedia: “Animatronics
Animatronics adalah penggunaan perangkat atau motor yang ditarik kabel untuk menghidupkan replika manusia atau hewan, atau membawa karakteristik seperti manusia hidup ke benda mati. Animatronics pertama kali diperkenalkan oleh Disney pada tahun 1962 untuk film Mary Poppins (dirilis pada tahun 1964) yang menampilkan burung animatronik. Ini dikendalikan sepenuhnya oleh kabel sepeda. Animatronik modern cenderung menggunakan robotika dan telah menemukan aplikasi luas dalam efek khusus film dan taman hiburan dan, sejak awal, telah digunakan terutama sebagai tontonan hiburan. [1] [2] Robot yang dirancang untuk menjadi tiruan manusia yang meyakinkan lebih spesifik dilabeli sebagai android . [3][4] [5]
Animatronics adalah bidang multi-disiplin yang mengintegrasikan anatomi , robot, mekatronik , dan boneka yang menghasilkan animasi seperti manusia. [6] [7] Tokoh animatronik sering ditenagai oleh pneumatik, hidrolika, dan / atau dengan cara listrik, dan dapat diimplementasikan menggunakan kontrol komputer dan kontrol manusia, termasuk teleoperasi . Aktuator gerak sering digunakan untuk meniru gerakan otot dan menciptakan gerakan realistis pada anggota tubuh. Figur-figur ditutupi dengan cangkang tubuh dan kulit fleksibel yang terbuat dari bahan plastik keras dan lunak dan dilengkapi dengan detail seperti warna, rambut dan bulu serta komponen lainnya untuk membuat sosok itu lebih seperti hidup. …”
Google Translate, selengkapnya di http://bit.ly/2YdiWm2.
======
(1) First Draft News: “Konten yang Salah
Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah”.
Selengkapnya di http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S.
* SUMBER membagikan video dokumentasi robot animatronik.
* SUMBER menambahkan narasi yang membangun kesimpulan yang tidak sesuai dengan fakta.
(2) Snopes: “Rahasia sesungguhnya di balik video adalah, karena itu adalah karya seni yang dibuat oleh seorang seniman. Berita yang diterbitkan di Myanmar menyatakan bahwa itu adalah seorang seniman dari Myanmar yang menciptakan sebuah mahakarya dengan menggunakan kayu dan serat dan karya seni ini terbuat dari sebuah motor di tenggorokannya untuk membuatnya terlihat alami.”
Google Translate, selengkapnya di http://bit.ly/2Y9krS6 / http://archive.fo/dOJSG (arsip cadangan).
(3) Wikipedia: “Animatronics
Animatronics adalah penggunaan perangkat atau motor yang ditarik kabel untuk menghidupkan replika manusia atau hewan, atau membawa karakteristik seperti manusia hidup ke benda mati. Animatronics pertama kali diperkenalkan oleh Disney pada tahun 1962 untuk film Mary Poppins (dirilis pada tahun 1964) yang menampilkan burung animatronik. Ini dikendalikan sepenuhnya oleh kabel sepeda. Animatronik modern cenderung menggunakan robotika dan telah menemukan aplikasi luas dalam efek khusus film dan taman hiburan dan, sejak awal, telah digunakan terutama sebagai tontonan hiburan. [1] [2] Robot yang dirancang untuk menjadi tiruan manusia yang meyakinkan lebih spesifik dilabeli sebagai android . [3][4] [5]
Animatronics adalah bidang multi-disiplin yang mengintegrasikan anatomi , robot, mekatronik , dan boneka yang menghasilkan animasi seperti manusia. [6] [7] Tokoh animatronik sering ditenagai oleh pneumatik, hidrolika, dan / atau dengan cara listrik, dan dapat diimplementasikan menggunakan kontrol komputer dan kontrol manusia, termasuk teleoperasi . Aktuator gerak sering digunakan untuk meniru gerakan otot dan menciptakan gerakan realistis pada anggota tubuh. Figur-figur ditutupi dengan cangkang tubuh dan kulit fleksibel yang terbuat dari bahan plastik keras dan lunak dan dilengkapi dengan detail seperti warna, rambut dan bulu serta komponen lainnya untuk membuat sosok itu lebih seperti hidup. …”
Google Translate, selengkapnya di http://bit.ly/2YdiWm2.
======
Rujukan
(GFD-2020-3701) [SALAH] “Coronavirus akan hancur dengan air”
Sumber: Sosial MediaTanggal publish: 19/03/2020
Berita
Ahli kesehatan mengatakan air biasa tidak bisa membunuh virus, dan pedoman dari lembaga kesehatan merekomendasikan agar orang-orang mencuci tangan dengan air dan sabun untuk dapat membunuh virus.
Beredar informasi yang mengklaim bahwa Virus Corona akan hancur dengan air.
Informasi ini pertama kali beredar dalam bentuk artikel berjudul “Dr Luthfi Parewangi Sebut Wudhu Dapat Hancurkan Coronavirus” yang dimuat di situs gosulsesl[dot]com Pada Senin, 27 Januari 2020 | 22:22 Wita.
Berikut cuplikan isi artikel tersebut;
“Menanggapi hal tersebut, salah seorang dokter spesialis penyakit dalam di Kota Makassar, Dr. dr Luthfi Parewangi, SpPD mengatakan bahwa masyarakat Indonesia tidak perlu terlalu khawatir dengan virus tersebut.
Menurutnya wilayah Indonesia salah satu negara yang kaya akan air. Ia menjelaskan bahwa Coronavirus akan hancur dengan air. Salah satu yang bisa dilakukan khususnya untuk umat Muslim adalah dengan menjaga air wudhu.
“Mengenai virus Corona kita di Indonesia tidak perlu terlalu was-was, pertama kita kaya dengan air. Virus-virus itu akan cepat hancur dengan air apalagi kaum muslimin berwudhu 5 kali sehari semalam membersihkan mulut hidung itu adalah rahmat tersendiri di luar dari nilai ibadah yang ada di dalam Islam. Virus virus itu akan mati ketika kita berwudhu, jagalah wudhu anda,” ujarnya.”
Beredar informasi yang mengklaim bahwa Virus Corona akan hancur dengan air.
Informasi ini pertama kali beredar dalam bentuk artikel berjudul “Dr Luthfi Parewangi Sebut Wudhu Dapat Hancurkan Coronavirus” yang dimuat di situs gosulsesl[dot]com Pada Senin, 27 Januari 2020 | 22:22 Wita.
Berikut cuplikan isi artikel tersebut;
“Menanggapi hal tersebut, salah seorang dokter spesialis penyakit dalam di Kota Makassar, Dr. dr Luthfi Parewangi, SpPD mengatakan bahwa masyarakat Indonesia tidak perlu terlalu khawatir dengan virus tersebut.
Menurutnya wilayah Indonesia salah satu negara yang kaya akan air. Ia menjelaskan bahwa Coronavirus akan hancur dengan air. Salah satu yang bisa dilakukan khususnya untuk umat Muslim adalah dengan menjaga air wudhu.
“Mengenai virus Corona kita di Indonesia tidak perlu terlalu was-was, pertama kita kaya dengan air. Virus-virus itu akan cepat hancur dengan air apalagi kaum muslimin berwudhu 5 kali sehari semalam membersihkan mulut hidung itu adalah rahmat tersendiri di luar dari nilai ibadah yang ada di dalam Islam. Virus virus itu akan mati ketika kita berwudhu, jagalah wudhu anda,” ujarnya.”
Hasil Cek Fakta
PENJELASAN
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Medcom.id dan Tim Periksa Fakta AFP, klaim bahwa Virus Corona akan hancur dengan air adalah klaim yang salah.
Ahli kesehatan mengatakan air biasa tidak bisa membunuh virus, dan pedoman dari lembaga kesehatan merekomendasikan agar orang-orang mencuci tangan dengan air dan sabun untuk dapat membunuh virus.
Dilansir Detik.com, Vaksinolog dari OMNI Hospitals Pulomas dr Dirga Sakti Rambe, SpPD, menegaskan informasi tersebut keliru.
“Tidak benar. Sampai saat ini tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa virus corona bisa mati dengan air biasa. Disinfektan yang dapat membunuhnya: alkohol dengan kadar minimal 70%, klorin, hidrogen peroksida, dan kloroform. Virus ini juga mati pada pemanasan dengan suhu 56 C minimal selama 30 menit,” jelasnya, Minggu 2 Februari 2020.
Lembaga Kesehatan Dunia (WHO) juga mengatakan kepada AFP melalui email pada tanggal 12 Maret 2020 bahwa “untuk membunuh virus, WHO merekomendasikan agar anda mencuci tangan dengan sabun dan air atau membersihkannya secara teratur dengan pembersih tangan berbahan alkohol.”
WHO juga merekomendasikan orang-orang “membersihkan permukaan perabotan dengan disinfektan – misalnya bangku dapur dan meja kerja.”
WHO telah menerbitkan pedoman tentang cara menghindari infeksi virus corona di situs resmi mereka, yang berisikan tips cara mencuci tangan yang benar.
“Mencuci tangan menggunakan sabun dan air atau menggunakan pembersih tangan berbahan alkohol akan membunuh virus yang berada di tanganmu,” tulis WHO dalam pedoman itu.
Kementerian Kesehatan RI juga mengunggah video di Twitter tentang cara mencegah penularan virus corona, termasuk “mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir”.
Kemenkes juga menganjurkan masjid dan mushalla untuk “menjaga kebersihan tempat wudhu dan toilet dengan cairan disinfektan”.
Sebelumnya, pada 27 Januari 2020 beredar artikel berjudul “Dr Luthfi Parewangi Sebut Wudhu Dapat Hancurkan Coronavirus” yang dimuat di situs gosulsesl[dot]com. Berikut isi lengkap artikel tersebut:
Akhir-akhir ini muncul sebuah virus yang diketahui sebagai virus jenis baru. Kemunculan virus dengan nama Coronavirus (2019-nCoV) atau Virus Corona menyita perhatian dunia termasuk di Indonesia.
Virus ini diketahui pertama kali muncul di Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, Tiongkok sejak Desember 2019 lalu. Novel Coronavirus masih merupakan satu rumpun dengan virus penyebab SARS dan MERS.
Menanggapi hal tersebut, salah seorang dokter spesialis penyakit dalam di Kota Makassar, Dr. dr Luthfi Parewangi, SpPD mengatakan bahwa masyarakat Indonesia tidak perlu terlalu khawatir dengan virus tersebut.
Menurutnya wilayah Indonesia salah satu negara yang kaya akan air. Ia menjelaskan bahwa Coronavirus akan hancur dengan air. Salah satu yang bisa dilakukan khususnya untuk umat Muslim adalah dengan menjaga air wudhu.
“Mengenai virus Corona kita di Indonesia tidak perlu terlalu was-was, pertama kita kaya dengan air. Virus-virus itu akan cepat hancur dengan air apalagi kaum muslimin berwudhu 5 kali sehari semalam membersihkan mulut hidung itu adalah rahmat tersendiri di luar dari nilai ibadah yang ada di dalam Islam. Virus virus itu akan mati ketika kita berwudhu, jagalah wudhu anda,” ujarnya.
Selain air, paparan sinar matahari yang di wilayah Indonesia menurut dr Luthfi akan membuat virus-virus cepat mati. Walaupun demikian, ada juga beberapa yang perlu diperhatikan agar terhindar dari Virus Corona, seperti menjaga makanan.
“Nah adapun mengenai persiapan diri kita, adalah yang pertama cuci tangan, makan makanan yang dimasak dan banyak protein karena sumber imunitas tubuh dalam melawan virus itu adalah protein. Perbanyak protein mulai dari telur, ikan dan daging itu adalah modalitas kita untuk mempersiapkan ketika kita terpapar oleh virus,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa efek yang paling buruk dari Coronavirus tersebut adalah radang paru yang mengakibatkan perfusi dari pada oksigen ke dalam tubuh menjadi menurun.
“Radang paru ini akan memudahkan infeksi lain atau meluasnya infeksi yang sudah ada, jadi orang tua yang punya penyakit-penyakit penyerta, perokok itu adalah orang-orang yang potensial memberat ketika terinveksi oleh Virus Corona,” tambahnya.”
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Medcom.id dan Tim Periksa Fakta AFP, klaim bahwa Virus Corona akan hancur dengan air adalah klaim yang salah.
Ahli kesehatan mengatakan air biasa tidak bisa membunuh virus, dan pedoman dari lembaga kesehatan merekomendasikan agar orang-orang mencuci tangan dengan air dan sabun untuk dapat membunuh virus.
Dilansir Detik.com, Vaksinolog dari OMNI Hospitals Pulomas dr Dirga Sakti Rambe, SpPD, menegaskan informasi tersebut keliru.
“Tidak benar. Sampai saat ini tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa virus corona bisa mati dengan air biasa. Disinfektan yang dapat membunuhnya: alkohol dengan kadar minimal 70%, klorin, hidrogen peroksida, dan kloroform. Virus ini juga mati pada pemanasan dengan suhu 56 C minimal selama 30 menit,” jelasnya, Minggu 2 Februari 2020.
Lembaga Kesehatan Dunia (WHO) juga mengatakan kepada AFP melalui email pada tanggal 12 Maret 2020 bahwa “untuk membunuh virus, WHO merekomendasikan agar anda mencuci tangan dengan sabun dan air atau membersihkannya secara teratur dengan pembersih tangan berbahan alkohol.”
WHO juga merekomendasikan orang-orang “membersihkan permukaan perabotan dengan disinfektan – misalnya bangku dapur dan meja kerja.”
WHO telah menerbitkan pedoman tentang cara menghindari infeksi virus corona di situs resmi mereka, yang berisikan tips cara mencuci tangan yang benar.
“Mencuci tangan menggunakan sabun dan air atau menggunakan pembersih tangan berbahan alkohol akan membunuh virus yang berada di tanganmu,” tulis WHO dalam pedoman itu.
Kementerian Kesehatan RI juga mengunggah video di Twitter tentang cara mencegah penularan virus corona, termasuk “mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir”.
Kemenkes juga menganjurkan masjid dan mushalla untuk “menjaga kebersihan tempat wudhu dan toilet dengan cairan disinfektan”.
Sebelumnya, pada 27 Januari 2020 beredar artikel berjudul “Dr Luthfi Parewangi Sebut Wudhu Dapat Hancurkan Coronavirus” yang dimuat di situs gosulsesl[dot]com. Berikut isi lengkap artikel tersebut:
Akhir-akhir ini muncul sebuah virus yang diketahui sebagai virus jenis baru. Kemunculan virus dengan nama Coronavirus (2019-nCoV) atau Virus Corona menyita perhatian dunia termasuk di Indonesia.
Virus ini diketahui pertama kali muncul di Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, Tiongkok sejak Desember 2019 lalu. Novel Coronavirus masih merupakan satu rumpun dengan virus penyebab SARS dan MERS.
Menanggapi hal tersebut, salah seorang dokter spesialis penyakit dalam di Kota Makassar, Dr. dr Luthfi Parewangi, SpPD mengatakan bahwa masyarakat Indonesia tidak perlu terlalu khawatir dengan virus tersebut.
Menurutnya wilayah Indonesia salah satu negara yang kaya akan air. Ia menjelaskan bahwa Coronavirus akan hancur dengan air. Salah satu yang bisa dilakukan khususnya untuk umat Muslim adalah dengan menjaga air wudhu.
“Mengenai virus Corona kita di Indonesia tidak perlu terlalu was-was, pertama kita kaya dengan air. Virus-virus itu akan cepat hancur dengan air apalagi kaum muslimin berwudhu 5 kali sehari semalam membersihkan mulut hidung itu adalah rahmat tersendiri di luar dari nilai ibadah yang ada di dalam Islam. Virus virus itu akan mati ketika kita berwudhu, jagalah wudhu anda,” ujarnya.
Selain air, paparan sinar matahari yang di wilayah Indonesia menurut dr Luthfi akan membuat virus-virus cepat mati. Walaupun demikian, ada juga beberapa yang perlu diperhatikan agar terhindar dari Virus Corona, seperti menjaga makanan.
“Nah adapun mengenai persiapan diri kita, adalah yang pertama cuci tangan, makan makanan yang dimasak dan banyak protein karena sumber imunitas tubuh dalam melawan virus itu adalah protein. Perbanyak protein mulai dari telur, ikan dan daging itu adalah modalitas kita untuk mempersiapkan ketika kita terpapar oleh virus,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa efek yang paling buruk dari Coronavirus tersebut adalah radang paru yang mengakibatkan perfusi dari pada oksigen ke dalam tubuh menjadi menurun.
“Radang paru ini akan memudahkan infeksi lain atau meluasnya infeksi yang sudah ada, jadi orang tua yang punya penyakit-penyakit penyerta, perokok itu adalah orang-orang yang potensial memberat ketika terinveksi oleh Virus Corona,” tambahnya.”
Rujukan
(GFD-2020-3700) [SALAH] Video “Innalillahi, @CommuterLine itu emang paling rawan penularannya”
Sumber: twitter.comTanggal publish: 19/03/2020
Berita
Beredar cuitan video seorang pria bermasker tengah kejang-kejang di dalam kereta. Dalam narasi di-mention akun @CommuterLine dan disertai narasi ‘emang paling rawan penularannya.’ Cuitan itu tertanggal 19 Maret 2020. Berikut kutipan narasinya:
“Innalillahi,
@CommuterLine itu emang paling rawan penularannya”
“Innalillahi,
@CommuterLine itu emang paling rawan penularannya”
Hasil Cek Fakta
Melalui hasil penelusuran, pria bermasker yang kejang-kejang dalam video tidak kambuh atau tertular suatu penyakit. Hal itu diketahui dari klarifikasi pihak PT Kereta Commuter Indonesia (KCI).
VP Corporate Communications KCI Anne Purba mengklarifikasi bahwa PT KCI membantu penumpang yang mengalami kejang pada saat Kereta Rel Listrik (KRL) tujuan akhir Bogor memasuki Stasiun Pondok Cina pada pukul 21.00 WIB, Rabu.
"Setelah mendapat perawatan di pos kesehatan, pengguna mengaku memiliki riwayat sakit lambung, dan malam itu yang bersangkutan telat makan," kata VP Corporate Communications KCI Anne Purba dalam keterangan tertulisnya, Rabu malam, 18 Maret 2020.
Menurut Anne, setelah diberi minum air hangat dan obat, penumpang KRL tersebut pulih. "Kemudian keluar dari stasiun untuk melanjutkan perjalanan pulang," katanya.
Anne mengimbau, dalam situasi darurat bencana non-alam wabah virus Corona seperti saat ini PT KCI meminta semua pihak tidak asal membuat dokumentasi dan menyebarkannya melalui berbagai media sosial maupun aplikasi pesan baik secara sengaja maupun tidak.
Ia pun mengingatkan, tanpa penjelasan yang benar dan lengkap, mereka yang menyebarkan foto atau video semacam ini dapat terjerat pada penyebaran berita bohong, fitnah, maupun misinformasi dan disinformasi yang mengganggu kepentingan publik.
“Tindakan ini tentu berlawanan dengan Undang Undang no. 11 tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE),” kata Anne.
Untuk itu, Anne mengajak masyarakat pengguna KRL untuk mengutamakan membantu sesama pengguna. "KCI mengajak masyarakat terutama para pengguna KRL untuk mengutamakan membantu sesama pengguna dan segera memberi tahu kepada petugas," kata Anne.
VP Corporate Communications KCI Anne Purba mengklarifikasi bahwa PT KCI membantu penumpang yang mengalami kejang pada saat Kereta Rel Listrik (KRL) tujuan akhir Bogor memasuki Stasiun Pondok Cina pada pukul 21.00 WIB, Rabu.
"Setelah mendapat perawatan di pos kesehatan, pengguna mengaku memiliki riwayat sakit lambung, dan malam itu yang bersangkutan telat makan," kata VP Corporate Communications KCI Anne Purba dalam keterangan tertulisnya, Rabu malam, 18 Maret 2020.
Menurut Anne, setelah diberi minum air hangat dan obat, penumpang KRL tersebut pulih. "Kemudian keluar dari stasiun untuk melanjutkan perjalanan pulang," katanya.
Anne mengimbau, dalam situasi darurat bencana non-alam wabah virus Corona seperti saat ini PT KCI meminta semua pihak tidak asal membuat dokumentasi dan menyebarkannya melalui berbagai media sosial maupun aplikasi pesan baik secara sengaja maupun tidak.
Ia pun mengingatkan, tanpa penjelasan yang benar dan lengkap, mereka yang menyebarkan foto atau video semacam ini dapat terjerat pada penyebaran berita bohong, fitnah, maupun misinformasi dan disinformasi yang mengganggu kepentingan publik.
“Tindakan ini tentu berlawanan dengan Undang Undang no. 11 tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE),” kata Anne.
Untuk itu, Anne mengajak masyarakat pengguna KRL untuk mengutamakan membantu sesama pengguna. "KCI mengajak masyarakat terutama para pengguna KRL untuk mengutamakan membantu sesama pengguna dan segera memberi tahu kepada petugas," kata Anne.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, konten video pada cuitan sumber bukan memperlihatkan pria sakit tertular di KRL. Pria tersebut mengalami sakit lambung dan sudah ditangani oleh pihak PT KCI. Berdasarkan hal tersebut, maka konten tersebut masuk kategori Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan.
Rujukan
Halaman: 5176/5579