BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Beredar informasi di media sosial mengenai potensi kecurangan dalam proses pemungutan suara di Desa Mahato, Kabupaten Rokan Hulu dalam Pilkada serentak 2020 di Riau.
Informasi ini disampaikan melalui narasi dalam sebuah video YouTube dengan pemilik akun AutoCrash Info. Video itu dipublish pada tanggal 8 Desember 2020 kemarin, atau sehari sebelum Pilkada serentak 2020 dilakukan, yang juga menampilkan tempat pemungutan suara (TPS).
Adapun klaim yang disebut dalam video berdurasi 5 menit 49 detik itu: Satu warga Desa Mahato (satu pemilih) mendapatkan dua surat suara. Satu surat suara untuk pemilihan Kabupaten Rokan Hilir dan satu lagi untuk pemilihan Kabupaten Rokan Hulu. Karena Desa mahato dianggap masih desa konflik wilayah dimana Kabupaten Rokan Hilir dan Rokan Hulu sama-sama menganggap masuk wilayahnya masing-masing.
(GFD-2020-5756) CEK FAKTA: Benarkah 1 Warga di Perbatasan Rohul dan Rohil Dapat 2 Surat Suara di Pilkada Serentak 2020
Sumber: Youtube.comTanggal publish: 09/12/2020
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran tim Cek Fakta Bertuahpos.com, Desa Mahato termasuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Rokan Hulu [Rohul]. Pada Pilkada Riau 2020 yang berlangsung pada Rabu, 9 Desember 2020, desa ini tidak termasuk dalam pemetaan desa rawan kecurangan Pemilu.
Baca: Main Tepi Sungai, Bayi 3 Tahun di Rohul Hanyut
“Sejauh ini desa tersebut tidak termasuk dalam daftar wulayah rawan konflik Pilkada 2020,” kata Kepala Kepala Biro Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah Pemprov Riau Sudarman kepada Bertuahpos.com, Rabu, 9 Desember 2020.
Ia juga menjelaskan, sebelumnya pembahasan mengenai daerah-daerah atau desa rawan kecurangan sudah dibahas bersama dengan pihak terkait dan Desa Mahato tidak masuk dalam daftar itu [rawan kecurangan Pilkada 2020].
Terhadap klaim yang menyebut bahwa satu warga desa mendapatkan dua surat suara Satu surat suara untuk pemilihan Kabupaten Rokan Hilir dan satu lagi untuk pemilihan Kabupaten Rokan Hulu, menurut Sudarman, hal itu sangat minim terjadi.
Mengingat sudah ada petugas dan pengawas yang melakukan pemantauan langsung di setiap TPS. Selain itu setiap warga yang sudah melakukan pencoblosan ditandai dengan tinta basah di salah salah satu jari mereka.
“Jadi kalau ada warga yang akan memilih lagi, itu sangat tidak mungkin,” sebutnya.
Terpisah, Ketua Bawaslu Kabupaten Rokan Hulu [Rohul] Fajrul Islami Damsir ketika dikonfirmasi BertuahPos perihal beredarnya informasi dugaan kecurangan dengan dua surat suara, terkait penyampaian bahwa ada warga Rohil yang memilih di Rohul atau sebaliknya, ia menegaskan merupakan informasi yang keliru.
“Setelah jajaran kami pastikan ke lapangan bersama dengan Bhabinsa dan pihak kepolisian yang bertugas di wilayah tersebut, hal itu tidak benar. Pelaksanaan pemungutan suara di wilayah tersebut tetap berjalan sesuai dengan regulasi Pilkada,” ungkapnya yang menyatakan timnya baru melakukan pengecekan secara langsung (Desa Mahato).
Ia kembali menegaskan, setelah dilakukan pengecekan ke lapangan oleh jajaran dan pihak kepolisian, pelaksanaan pemungutan suara di wilayah (Mahato) tersebut tetap berjalan sesuai regulasi Pilkada dan tidak ditemukan ada dua surat suara untuk satu pemilih maupun TPS ganda.
Kesimpulannya, bawah klaim potensi rawan kecurangan di Desa Mahato adalah tidak benar. Termasuk informasi yang menyebutkan bahwa satu warga Desa Mahato (satu pemilih) mendapatkan dua surat suara, satu surat suara untuk pemilihan Kabupaten Rokan Hilir dan satu lagi untuk pemilihan Kabupaten Rokan Hulu, juga tidak benar. (tim)
Baca: Main Tepi Sungai, Bayi 3 Tahun di Rohul Hanyut
“Sejauh ini desa tersebut tidak termasuk dalam daftar wulayah rawan konflik Pilkada 2020,” kata Kepala Kepala Biro Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah Pemprov Riau Sudarman kepada Bertuahpos.com, Rabu, 9 Desember 2020.
Ia juga menjelaskan, sebelumnya pembahasan mengenai daerah-daerah atau desa rawan kecurangan sudah dibahas bersama dengan pihak terkait dan Desa Mahato tidak masuk dalam daftar itu [rawan kecurangan Pilkada 2020].
Terhadap klaim yang menyebut bahwa satu warga desa mendapatkan dua surat suara Satu surat suara untuk pemilihan Kabupaten Rokan Hilir dan satu lagi untuk pemilihan Kabupaten Rokan Hulu, menurut Sudarman, hal itu sangat minim terjadi.
Mengingat sudah ada petugas dan pengawas yang melakukan pemantauan langsung di setiap TPS. Selain itu setiap warga yang sudah melakukan pencoblosan ditandai dengan tinta basah di salah salah satu jari mereka.
“Jadi kalau ada warga yang akan memilih lagi, itu sangat tidak mungkin,” sebutnya.
Terpisah, Ketua Bawaslu Kabupaten Rokan Hulu [Rohul] Fajrul Islami Damsir ketika dikonfirmasi BertuahPos perihal beredarnya informasi dugaan kecurangan dengan dua surat suara, terkait penyampaian bahwa ada warga Rohil yang memilih di Rohul atau sebaliknya, ia menegaskan merupakan informasi yang keliru.
“Setelah jajaran kami pastikan ke lapangan bersama dengan Bhabinsa dan pihak kepolisian yang bertugas di wilayah tersebut, hal itu tidak benar. Pelaksanaan pemungutan suara di wilayah tersebut tetap berjalan sesuai dengan regulasi Pilkada,” ungkapnya yang menyatakan timnya baru melakukan pengecekan secara langsung (Desa Mahato).
Ia kembali menegaskan, setelah dilakukan pengecekan ke lapangan oleh jajaran dan pihak kepolisian, pelaksanaan pemungutan suara di wilayah (Mahato) tersebut tetap berjalan sesuai regulasi Pilkada dan tidak ditemukan ada dua surat suara untuk satu pemilih maupun TPS ganda.
Kesimpulannya, bawah klaim potensi rawan kecurangan di Desa Mahato adalah tidak benar. Termasuk informasi yang menyebutkan bahwa satu warga Desa Mahato (satu pemilih) mendapatkan dua surat suara, satu surat suara untuk pemilihan Kabupaten Rokan Hilir dan satu lagi untuk pemilihan Kabupaten Rokan Hulu, juga tidak benar. (tim)
Rujukan
(GFD-2020-5755) Pilkada Sragen: Diduga Ada Bagi-Bagi Duit Rp20.000, Warga Heboh di Medsos
Sumber: facebook.comTanggal publish: 09/12/2020
Berita
Postingan uang Rp20.000 mendadak meramaikan media sosial atau medsos di Sragen dalam dua hari terakhir jelang pelaksanaan pemungutan suara Pilkada Sragen 2020, Rabu (9/12/2020). Uang tersebut diduga digunakan sebagai alat untuk membeli suara warga.
Hasil Cek Fakta
Di sisi lain, penelusuran Solopos.com, ada warga yang mengetahui praktik bagi-bagi uang ini. Di kawasan Kota Sragen, ada warga yang menerima uang Rp10.000 supaya mencoblos kotak kosong. Sedangkan di Kecamatan Tanon, terdapat warga yang menerima Rp20.000 untuk mencoblos calon bupati petahana.
Di medsos, akun Facebook Widiefritiani memposting selembar uang Rp20.000 di Grup Kumpulan Warga Sragen (KWS) dengan caption, “Ada apa dengan 20ribu,” yang merujuk politik uang di Pilkada Sragen. Postingan Widiefritiani pada Selasa (8/12/2020) itu mendapat 135 komentar warganet.
Sebagian netizen menanggapi dengan respons bergurau atas viralnya postingan mengenai uang Rp20.000 tersebut. “Pemilih cerdas, jangan mau disuap. Kalau suapnya banyak baru mau,” tulis akun Anto Sul.
Sementara itu, akun Yudhi Putrane MbahPanem memposting tangkapan layar status WhatsApp di medsos tentang serangan fajar Pilkada Sragen.
Unggahan itu berbunyi, “Info tadi pagi pas saya bangun tiba-tiba ada yang gedor pintu. Pintu saya buka dengan keadaan saya belum siap, Mas Fajar sudah menyerang dan saya tangkis. Mas Fajar menyerang dengan menggunakan senjata tajam jenis kertas ada nominal Rp20.000. Sekian terima kasih itu tragedi.”
Uang untuk Kotak Kosong
Postingan tersebut mendapat belasan komentar. “Rp20.000 keno nggo ngebaki tangki motor,” komentar akun Eddy Ppkd Belonsat.
Sementara itu, sejalan dengan keriuhan di medsos, informasi yang dihimpun Solopos.com ada praktik bagi-bagi uang jelang Pilkada Sragen di sejumlah tempat. Di kawasan Kota Sragen, ada warga yang menerima uang Rp10.000 supaya mencoblos kotak kosong. Di Kecamatan Tanon, terdapat warga yang menerima Rp20.000 untuk mencoblos calon bupati petahana.
“Di sini satu suara dihargai Rp20.000. Jadi kalau dalam satu keluarga ada tiga warga yang punya hak pilih, dapat uang Rp60.000. Kami tidak tahu dari mana asal uang itu. Yang memberi memang tokoh masyarakat sini. Tapi, sumbernya dari mana saya tidak tahu. Sebab bisa jadi itu bukan dari tim sukses pasangan calon, tetapi dari para botoh yang memasang taruhan,” papar warga yang keberatan disebutkan namanya kepada Solopos.com.
Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sragen, Dwi Budhi Prasetyo, belum mendapat laporan dari masyarakat terkait dugaan praktik politik uang. “Tidak ada laporan. Silakan laporkan ke Bawaslu jika menemukan praktik money politics,” paparnya.
Di medsos, akun Facebook Widiefritiani memposting selembar uang Rp20.000 di Grup Kumpulan Warga Sragen (KWS) dengan caption, “Ada apa dengan 20ribu,” yang merujuk politik uang di Pilkada Sragen. Postingan Widiefritiani pada Selasa (8/12/2020) itu mendapat 135 komentar warganet.
Sebagian netizen menanggapi dengan respons bergurau atas viralnya postingan mengenai uang Rp20.000 tersebut. “Pemilih cerdas, jangan mau disuap. Kalau suapnya banyak baru mau,” tulis akun Anto Sul.
Sementara itu, akun Yudhi Putrane MbahPanem memposting tangkapan layar status WhatsApp di medsos tentang serangan fajar Pilkada Sragen.
Unggahan itu berbunyi, “Info tadi pagi pas saya bangun tiba-tiba ada yang gedor pintu. Pintu saya buka dengan keadaan saya belum siap, Mas Fajar sudah menyerang dan saya tangkis. Mas Fajar menyerang dengan menggunakan senjata tajam jenis kertas ada nominal Rp20.000. Sekian terima kasih itu tragedi.”
Uang untuk Kotak Kosong
Postingan tersebut mendapat belasan komentar. “Rp20.000 keno nggo ngebaki tangki motor,” komentar akun Eddy Ppkd Belonsat.
Sementara itu, sejalan dengan keriuhan di medsos, informasi yang dihimpun Solopos.com ada praktik bagi-bagi uang jelang Pilkada Sragen di sejumlah tempat. Di kawasan Kota Sragen, ada warga yang menerima uang Rp10.000 supaya mencoblos kotak kosong. Di Kecamatan Tanon, terdapat warga yang menerima Rp20.000 untuk mencoblos calon bupati petahana.
“Di sini satu suara dihargai Rp20.000. Jadi kalau dalam satu keluarga ada tiga warga yang punya hak pilih, dapat uang Rp60.000. Kami tidak tahu dari mana asal uang itu. Yang memberi memang tokoh masyarakat sini. Tapi, sumbernya dari mana saya tidak tahu. Sebab bisa jadi itu bukan dari tim sukses pasangan calon, tetapi dari para botoh yang memasang taruhan,” papar warga yang keberatan disebutkan namanya kepada Solopos.com.
Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sragen, Dwi Budhi Prasetyo, belum mendapat laporan dari masyarakat terkait dugaan praktik politik uang. “Tidak ada laporan. Silakan laporkan ke Bawaslu jika menemukan praktik money politics,” paparnya.
Rujukan
(GFD-2020-5754) Cek Fakta: Cakada Kendal Terimbas Suap Mensos
Sumber: facebook.comTanggal publish: 09/12/2020
Berita
Pasangan Calon Bupati Wakil Bupati Kendal nomor urut 3 Tino Indra Wardoyo – Mukh Mustamsikin diterpa isu tidak sedap. Beredar secara berantai melalui Whatsapp, pasangan ini terkena imbas atas kasus suap yang menimpa Mensos Juliari Batubara.
Dalam pesan yang beredar tersebut terdapat tangkapan layar dari salah satu akun media social Facebook Supri Yanto yang mengunggah status Kabar gembira untuk kita semua, paslon no 3 ada ekstraknya (emoticon menutup mulut), lagi genting gentingnya di masa tenang, banyak kasus OTT para pejabat oleh KPK. Yang menohok sekali Pak Mensos yang kabarnya ada sangkut pautnya sama cakada Kendal, betulkah itu? Saksikan hanya di ILC, Selasa 8 Desember 2020, hanya di TV one.
Dalam tangkapan layar yang mirip dengan flyer acara ILC tersebut terdapat topik ILC yang tertulis, Korupsi Bansos Kemensos: Mengalir sampai Pilkada Kendal?
Dalam pesan yang beredar tersebut terdapat tangkapan layar dari salah satu akun media social Facebook Supri Yanto yang mengunggah status Kabar gembira untuk kita semua, paslon no 3 ada ekstraknya (emoticon menutup mulut), lagi genting gentingnya di masa tenang, banyak kasus OTT para pejabat oleh KPK. Yang menohok sekali Pak Mensos yang kabarnya ada sangkut pautnya sama cakada Kendal, betulkah itu? Saksikan hanya di ILC, Selasa 8 Desember 2020, hanya di TV one.
Dalam tangkapan layar yang mirip dengan flyer acara ILC tersebut terdapat topik ILC yang tertulis, Korupsi Bansos Kemensos: Mengalir sampai Pilkada Kendal?
Hasil Cek Fakta
Dari penelusuran Beritajateng.net no WA penyebar pertama 081213285XXX saat berita ini diturunkan tidak bisa lagi dihubungi. Selain itu akun atas nama Supri Yanto yang dalam tangkapan layer tersebut mengunggah flyer ILC TV One, postingan tersebut sudah tidak dapat ditemukan.
Setelah kami telusuri akun Twitter TV One yang mempromosikan acara ILC pada hari Selasa 8 Desember 2020, tema yang diusung tidak sama dengan yang tercantum dalam flyer yang diviralkan di Kabupaten Kendal.
Di akun Twitter @tvonenews tertulis topic ILC “Dana Bansospun Dipungli” sedang dalam fler yang disebar melalui WA “Korupsi Bansos Kemensos: Mengalir sampai pilkada Kendal?”
Setelah kami telusuri akun Twitter TV One yang mempromosikan acara ILC pada hari Selasa 8 Desember 2020, tema yang diusung tidak sama dengan yang tercantum dalam flyer yang diviralkan di Kabupaten Kendal.
Di akun Twitter @tvonenews tertulis topic ILC “Dana Bansospun Dipungli” sedang dalam fler yang disebar melalui WA “Korupsi Bansos Kemensos: Mengalir sampai pilkada Kendal?”
Kesimpulan
Pesan berantai melalui WhatsApp tersebut isinya tidak benar alias Hoax
Rujukan
(GFD-2020-5753) Cek Fakta Pilkada: Bingkisan Paslon Harum yang Tersebar di Hari Pencoblosan, Ini Faktanya
Sumber: facebook.comTanggal publish: 09/12/2020
Berita
Apa²an ini..
Mana Bawaslu kota Mataram?
Mana KPU kota Mataram?
Apakah ini hanya sekedar guyonan untuk menghibur hati salah satu paslon yang SUDAH TAKUT KALAH ?
APAKAH INI SENGAJA PEMBIARAAN DAN KABAR TENTANG MENGANAK EMASKAN SALAH SATU PASLON BENAR ITU ADANYA...
BERTARUNG ITU SEPERTI KESATRIA WOYYY... SIAP KALAH DAN SIAP MENANG.
DAN PERLU DI INGAT CUKUP KALAHNYA UNTUK ANDA SAJA.
SEDANGKAN MENANGNYA UNTUK SALAM.. ✊✌️🏆
Mana Bawaslu kota Mataram?
Mana KPU kota Mataram?
Apakah ini hanya sekedar guyonan untuk menghibur hati salah satu paslon yang SUDAH TAKUT KALAH ?
APAKAH INI SENGAJA PEMBIARAAN DAN KABAR TENTANG MENGANAK EMASKAN SALAH SATU PASLON BENAR ITU ADANYA...
BERTARUNG ITU SEPERTI KESATRIA WOYYY... SIAP KALAH DAN SIAP MENANG.
DAN PERLU DI INGAT CUKUP KALAHNYA UNTUK ANDA SAJA.
SEDANGKAN MENANGNYA UNTUK SALAM.. ✊✌️🏆
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, ternyata bingkisan tersebut hanya untuk saksi yang diutus oleh pasangan nomor 1 tersebut.
“Memang benar (bingkisan) itu, tapi itu untuk saksi mereka masing-masing, kekeliruan mereka adalah menggunakan atribut tas (yang bergambar paslon) tersebut,” terang Ketua KPU Kota Mataram, Husni Abidin via telpon, rabu (9/12).
Ia menerangkan bahwa hal tersebut dapat ditoleransi karena bukan merupakan bentuk pelanggaran karena bingkisan tersebut tidak diperuntukkan kepada pemilih melainkan untuk kebutuhan tim saksi paslon.
Foto paket Harum tersebut sebelumnya tersebar di media sosial Facebook yang diupload oleh akun bernama Rozy Copox. Belakangan diketahui bahwa akun atas nama Rozy Copox adalah salah satu simpatisan dari lawan politik pasangan nomor 1 Paket Harum.
Koordinator Cek Fakta Pilkada Kota Mataram, HM. Hasbi Assiddiqi meminta kepada masyarakat agar tidak terprovokasi dengan isu-isu negatif yang beredar tanpa mengecek kebenaran isu tersebut.
“Melalui cek fakta ini, kami melindungi masyarakat dari isu-isu hoax,” tegasnya.
“Memang benar (bingkisan) itu, tapi itu untuk saksi mereka masing-masing, kekeliruan mereka adalah menggunakan atribut tas (yang bergambar paslon) tersebut,” terang Ketua KPU Kota Mataram, Husni Abidin via telpon, rabu (9/12).
Ia menerangkan bahwa hal tersebut dapat ditoleransi karena bukan merupakan bentuk pelanggaran karena bingkisan tersebut tidak diperuntukkan kepada pemilih melainkan untuk kebutuhan tim saksi paslon.
Foto paket Harum tersebut sebelumnya tersebar di media sosial Facebook yang diupload oleh akun bernama Rozy Copox. Belakangan diketahui bahwa akun atas nama Rozy Copox adalah salah satu simpatisan dari lawan politik pasangan nomor 1 Paket Harum.
Koordinator Cek Fakta Pilkada Kota Mataram, HM. Hasbi Assiddiqi meminta kepada masyarakat agar tidak terprovokasi dengan isu-isu negatif yang beredar tanpa mengecek kebenaran isu tersebut.
“Melalui cek fakta ini, kami melindungi masyarakat dari isu-isu hoax,” tegasnya.
Rujukan
- https://www.getnews.id/2020/12/09/cek-fakta-pilkada-bingkisan-paslon-harum-yang-tersebar-di-hari-pencoblosan-ini-faktanya/
- https://metrontb.com/37743/politik/bingkisan-paslon-harum-yang-tersebar-di-hari-pencoblosan-ini-faktanya/
- https://insidelombok.id/berita-utama/cek-fakta-bingkisan-kuning-di-tps-ternyata-konsumsi-saksi-paslon-harum/
Halaman: 5014/5886