• (GFD-2026-34908) Hoaks! Prabowo ancam mundur jika MBG dihentikan

    Sumber:
    Tanggal publish: 31/05/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook mengeklaim bahwa Presiden RI Prabowo Subianto mengancam akan mundur dari jabatannya apabila program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan.

    Unggahan tersebut menarasikan bahwa Prabowo tidak bersedia melanjutkan kepemimpinannya jika banyak masyarakat menolak keberlanjutan program MBG.

    Berikut adalah narasi dalam unggahan tersebut:

    "Prabowo Ancam Mundur dari Kursi Presiden Jika Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Dihentikan"

    Namun, Presiden Prabowo Subianto mengancam mundur jika program MBG dihentikan?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan informasi maupun pernyataan resmi dari pemerintah dan media kredibel yang menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto mengancam mundur dari jabatannya jika program MBG dihentikan.

    Dilansir melalui ANTARA, Presiden Prabowo justru memerintahkan Badan Gizi Nasional untuk menertibkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan program MBG tidak sesuai petunjuk teknis dan standar operasional prosedur.

    Langkah tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk melanjutkan dan memperbaiki pelaksanaan program MBG secara profesional, bukan mengancam mundur apabila program tersebut dihentikan.

    Dengan demikian, klaim yang menyebut Presiden Prabowo Subianto mengancam mundur jika program MBG dihentikan merupakan informasi tidak benar atau hoaks.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Rating: Prabowo ancam mundur jika MBG dihentikan

    Klaim: Hoaks

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

  • (GFD-2026-34909) Hoaks! Indonesia hentikan pakai dollar AS dan beralih gunakan mata uang China

    Sumber:
    Tanggal publish: 31/05/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan foto di media sosial Facebook mengeklaim bahwa Indonesia secara resmi telah menghentikan penggunaan mata uang dollar Amerika Serikat (US$) dalam transaksi internasional.

    Unggahan tersebut juga menarasikan bahwa Purbaya Yudhi Sadewa memutuskan mengalihkan sistem pembayaran Indonesia ke mata uang yuan China dan menerbitkan Panda Bond untuk memperkuat nilai tukar rupiah.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Indonesia Stop Pakai dolar AS, Purbaya Pindah ke yuan China dan Terbitkan Panda Bond Untuk Perkuat Rupiah”

    Namun, benarkah Indonesia menghentikan penggunaan dolar AS dan beralih ke yuan China?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan informasi maupun pernyataan resmi dari pemerintah dan media kredibel yang menyatakan bahwa Indonesia telah menghentikan penggunaan dolar AS dalam transaksi internasional.

    Isu pelemahan rupiah terhadap dolar AS memang sempat menjadi perhatian publik setelah nilai tukar rupiah mengalami tekanan akibat kondisi ekonomi global.

    Namun, pemerintah tidak pernah mengumumkan penghentian penggunaan dolar AS secara sepihak.

    Dilansir melalui Bank Indonesia, dolar AS masih menjadi salah satu instrumen utama dalam cadangan devisa dan transaksi internasional Indonesia.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Selain itu, kerja sama penggunaan mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT) hanya dilakukan secara terbatas dengan beberapa negara mitra dan bukan berarti Indonesia beralih ke yuan China.

    Tidak ditemukan pula pernyataan resmi dari Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut Indonesia menghentikan penggunaan dolar AS atau mengganti sistem pembayaran nasional ke yuan China.

    Dengan demikian, klaim yang menyebut Indonesia menghentikan penggunaan dolar AS dan beralih ke yuan China merupakan informasi tidak benar atau hoaks.

    Rating: Indonesia hentikan pakai dollar AS dan beralih gunakan mata uang China

    Klaim: Hoaks

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

  • (GFD-2026-34910) Hoaks! Blackout di Sumatera terjadi karena serangan monyet

    Sumber:
    Tanggal publish: 31/05/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook mengeklaim bahwa pemadaman listrik massal (blackout) di sejumlah wilayah Sumatera disebabkan oleh serangan kawanan monyet pada gardu induk dan jaringan kabel listrik utama.

    Unggahan tersebut juga menampilkan foto beberapa monyet yang berada di kabel listrik untuk meyakinkan pembaca terkait penyebab gangguan listrik tersebut.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Inilah penyebab Pulau Sumatra Mati total sampai lumpuh.. mulai dari kota aceh,medan,padang pekanbaru sampai palembang”

    Namun, benarkah pemadaman listrik di Sumatera disebabkan oleh serangan monyet?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan informasi maupun pernyataan resmi dari pemerintah dan media kredibel yang menyatakan bahwa pemadaman listrik massal di Sumatera disebabkan oleh serangan kawanan monyet.

    Dilansir melalui ANTARA, PT PLN (Persero) menjelaskan bahwa blackout yang terjadi di Sumatera dipicu oleh cuaca buruk yang mengganggu sebagian sistem transmisi kelistrikan.

    Direktur Utama PLN menjelaskan bahwa gangguan pada ruas transmisi menyebabkan penurunan frekuensi akibat beban berat pembangkit sehingga memicu efek domino di sejumlah wilayah di Sumatera.

    Selain itu, foto monyet di jaringan kabel listrik yang digunakan dalam unggahan tersebut tidak berkaitan dengan peristiwa pemadaman listrik di Sumatera.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Dengan demikian, klaim yang menyebut pemadaman listrik massal di Sumatera terjadi karena serangan monyet merupakan informasi tidak benar atau hoaks.

    Klaim: Blackout Sumatera terjadi karena serangan monyet

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan

  • (GFD-2026-34911) Cek Fakta, foto warga kejar pocong begal di Jombang

    Sumber:
    Tanggal publish: 31/05/2026

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di media sosial Facebook mengeklaim bahwa warga di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mengejar sosok “pocong begal” yang meresahkan masyarakat pada malam hari.

    Unggahan tersebut menampilkan foto sejumlah warga yang berada di area persawahan pada malam hari sambil mengejar sosok berpakaian putih yang disebut menyerupai pocong.

    Berikut narasi dalam unggahan tersebut:

    “Pocong Jadi Jadian Dikejar wargga

    Yang lagi gempar di jombang jawa timur, pocong jadi jadian di kejar warga lari ke tengah sawah, dikira takut setelah di dekati malah lari akhirnya dikejar, warga geram lantaran sering mengetuk ketuk pintu rumah warga saat malam hari,”

    Namun, benarkah warga mengejar “pocong begal” di Jombang?



    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan informasi maupun pernyataan resmi dari pemerintah dan media kredibel yang menyatakan adanya peristiwa warga mengejar “pocong begal” di Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

    Hasil penelusuran menggunakan AI Detector Sight Engine menunjukkan bahwa gambar dalam unggahan tersebut memiliki kemungkinan sekitar 94 persen merupakan hasil kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).



    Selain itu, informasi mengenai “pocong begal” memang sempat beredar di Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

    Namun, dilansir dari Instagram Satkrimres Jombang, pihak kepolisian setempat menyatakan tidak menemukan adanya kejadian tersebut setelah melakukan pengecekan langsung ke lokasi.

    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Dengan demikian, klaim yang menyebut warga mengejar “pocong begal” di Jombang merupakan informasi tidak benar atau hoaks.

    Klaim: Foto warga kejar pocong begal di Jombang

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: M Arief Iskandar

    Copyright © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    Rujukan