• (GFD-2026-31968) [SALAH] Kezia Syifa Gabung ke Militer AS karena Dipersulit di Indonesia

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 26/01/2026

    Berita

    Pada Kamis (22/01/2026) akun Facebook “Efforts On Religion” mengunggah video [arsip] yang menampilkan pengakuan Kezia Syifa, seorang WNI yang bergabung dengan militer Amerika Serikat karena proses menjadi tentara di Indonesia dipersulit.

    Berikut narasi lengkap dari video :

    "jadi alasan aku kenapa mau jadi tentara Amerika yang pertama adalah jadi tentara di Indonesia tuh sulit guys. Harus keluarin duit ratusan juta. yang kedua karena kita semua pasti tau lah di sana penghasilannya lebih besar dan jenjang karir yang lebih pasti. yang ketiga karena aku suka tantangan aku ingin terus belajar ngelakuin hal-hal baru yang nggak bisa aku lakuin di Indonesia. 

    Walaupun sekarang status WNI aku dicabut tapi aku berharap suatu hari nanti aku bisa balik lagi ke Indonesia sebagai warga sipil".

    Hingga Senin (26/01/2026) video tersebut telah dilihat 186 kali, disukai 7 kali dan menuai 13 komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menduga video tersebut merupakan hasil rekayasa AI, ditandai dengan gerakan mulut yang kurang natural dan tidak pas dengan suara. Hasil uji dengan alat deteksi AI Hive Moderation menunjukkan probabilitas 99 persen bahwa video itu buatan AI.

    Berdasarkan wawancara cnnindonesia.com dengan ibunda Syifa, Safitri, ketertarikan Syifa berawal dari pengalaman pendidikannya selama menempuh sekolah di AS.

    "Syifa tertarik bergabung dengan Army National Guard di Maryland itu karena Syifa telah bersekolah di Amerika sejak tahun 2023 dan lulus di tahun 2025. Setelah lulus sekolah, dia ingin melanjutkan pendidikan dan kariernya," kata Safitri, kepada cnnindonesia.com pada Kamis (22/01/2025).

    Kesimpulan

    Video hasil rekayasa AI dengan probabilitas 99 persen. Unggahan dengan narasi “Kezia Syifa gabung ke Militer AS karena dipersulit di Indonesia” merupakan konten dengan konten palsu (Fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31969) [PENIPUAN] Tautan Pembuatan SIM Online Gratis 2026

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 26/01/2026

    Berita

    Beredar unggahan tautan [arsip] dari akun Facebook “Pembuatan Sim Gratis 2026” pada Jumat (16/1/2026). Unggahan beserta narasi :

    Resmi Dibuka Pembuatan Dan Perpanjangan SIM secara online dan gratis hanya di buka di tahun 2026 Buruan Untuk seluruh masyarakat Indonesia perpanjang/buat SIM anda secara gratis

    Silahkan Daftarkan Diri Anda Sekarang Juga Dengan Cara Klik Daftar

    Hingga Senin (26/1/2026) unggahan telah menuai 66 tanda suka, 18 komentar dan telah dibagikan ulang 7 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran dengan mengunjungi tautan yang dibagikan akun Facebook “Pembuatan Sim Gratis 2026”. Diketahui, tautan tidak mengarah ke laman resmi Korlantas (digitalkorlantas.polri.go.id). Sebaliknya, tautan tersebut mengarahkan pengguna ke laman yang meminta pengisian data pribadi, seperti nama dan nomor Telegram.

    Sementara itu, melalui akun Instagram resminya Korlantas Polri membantah narasi yang menyebutkan adanya layanan pembuatan dan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) secara gratis. Korlantas menegaskan bahwa tarif pembuatan SIM telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 76 Tahun 2020 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia.

    Kesimpulan

    Tautan yang dibagikan tidak mengarah ke laman resmi Korlantas (digitalkorlantas.polri.go.id). Dengan demikian, unggahan berisi tautan “pembuatan SIM online gratis 2026” adalah konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31970) [PENIPUAN] Program Pemutihan Sertifikat Tanah Gratis 2026

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 26/01/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun Facebook “Ali Yanto” pada Jumat (16/1/2026). Unggahan beserta narasi :

    PEMUTIHANN SERTIFIKAT TANAH 2026

    1.gratis pembuatan sertifikat
    2.gratis balik nama sertifikat
    3.gratis pajak tanah & denda yang lewat
    4.DLL

    Program Pemutihan Sertifikat Tanah Gratis kini resmi dibuka. Manfaatkan kesempatan terbaik tahun ini untuk mengurus legalitas tanah anda tanpa biaya. #pemutihan #tanah #ptsl #fypVideo #infofyp #monetisasi #jangkauanLuas #fbpro

    Hingga Senin (26/1/2026) unggahan telah menuai 4 tanda suka dan 2 komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran dengan memasukkan kata kunci “pemutihan sertifikat tanah gratis” ke mesin pencarian Google. Pencarian mengarah ke unggahan akun Instagram resmi Kementerian ATR/BPN ‘kementerian.atrbpn’  yang dipublikasikan pada Kamis (8/1/2026). 

    Melalui unggahan tersebut, Kementerian ATR/BPN mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penipuan yang mengatasnamakan pengurusan sertifikat tanah gratis. Kementerian ATR/BPN juga menegaskan bahwa informasi resmi terkait biaya pengurusan sertifikat tanah dapat diakses melalui aplikasi Sentuh Tanahku. Sebagai informasi, jenis dan tarif layanan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku di Kementerian ATR/BPN diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 128 Tahun 2015. Adapun informasi terkait klaim pemutihan sertifikat tanah gratis yang beredar di media sosial tersebut tidak dibagikan oleh akun media sosial resmi Kementerian ATR/BPN.

    Kesimpulan

    Informasi mengenai pemutihan sertifikat tanah gratis tidak berasal dari akun media sosial resmi Kementerian ATR/BPN. Dengan demikian, unggahan video berisi klaim “program pemutihan sertifikat tanah gratis 2026” adalah konten tiruan (impostor content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-31971) [SALAH] Trump Mau Pindahkan Jutaan Warga Israel ke Papua

    Sumber: Tiktok.com
    Tanggal publish: 26/01/2026

    Berita

    Beredar unggahan video [arsip] dari akun TikTok “abahumarparanormal” pada Selasa (13/1/2026). Unggahan beserta narasi :

    “GILA RENCANA TRUMP MEMINDAHKAN 1 JUTA ORG ISRAEL KE PAPUA, MENEKAN

    PRESIDEN PRABOWO AGAR MEMBUKA HUBUNGAN BAIK DENGAN ISRAEL, KALAU KITA MENOLAK APA YG AKAN mad IranAKUKAN AMERIKA ??

    Hingga Senin (26/1/2026) unggahan telah menuai 1.760 tanda suka, 325 komentar dan telah dibagikan ulang 325 kali.

    Hasil Cek Fakta

    Disadur dari artikel cek fakta tempo.co.

    Tempo memverifikasi klaim tersebut dan tidak menemukan bukti sahih bahwa Trump pernah mengumumkan atau merencanakan relokasi warga Israel ke Papua atau wilayah Indonesia mana pun. Tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah AS atau Trump yang mendukung klaim tersebut.

    Direktur Informasi dan Media Kementerian Luar Negeri, Hartyo Harkomoyo, menegaskan bahwa narasi yang beredar di TikTok tersebut menyesatkan. “Tidak benar,” ujar Hartyo kepada Tempo, Senin (19/1/2026). 

    Sebaliknya, berbagai laporan media internasional menunjukkan kondisi yang bertolak belakang dengan klaim tersebut. The New York Times melaporkan bahwa Amerika Serikat mendukung gencatan senjata antara Israel dan Hamas serta membentuk Gaza Executive Council pada 17 Januari 2026 untuk mengawal implementasinya. Dewan ini melibatkan pejabat Qatar dan Turki tanpa keikutsertaan perwakilan resmi pemerintah Israel, kebijakan yang menuai penolakan dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Melansir ABC News, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir bahkan menyerukan kesiapan militer untuk kembali melanjutkan perang.

    Sementara itu, laporan Tempo pada Maret 2025 justru mengungkap rencana Israel memindahkan warga Palestina ke luar negeri, termasuk Indonesia, melalui skema uji coba imigrasi. Namun, Kementerian Luar Negeri RI menegaskan tidak pernah ada pembicaraan atau kesepakatan terkait rencana tersebut. Adapun dorongan Donald Trump agar Indonesia menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel, sebagaimana dilaporkan AP News, juga ditolak tegas pemerintah Indonesia. Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menegaskan bahwa normalisasi hanya dimungkinkan jika didahului pengakuan atas kemerdekaan dan kedaulatan Palestina.

    Kesimpulan

    Informasi mengenai rencana pemindahan jutaan warga Israel ke Papua tidak berasal dari pernyataan resmi pemerintah Amerika Serikat maupun Donald Trump. Dengan demikian, unggahan video berisi klaim “Trump mau pindahkan jutaan warga Israel ke Papua” adalah konten palsu (fabricated content).

    Rujukan