• (GFD-2025-29511) Cek Fakta: Hoaks Ketua Komite Wasit FIFA Pierluigi Collina Sebut Kemenangan Timnas Arab Saudi Atas Indonesia Tidak Sah

    Sumber:
    Tanggal publish: 13/10/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan yang mengklaim Ketua Komisi Wasit FIFA Pierluigi Collina menyebut kemenangan Timnas Arab Saudi atas Timnas Indonesia tidak sah. Postingan itu beredar sejak akhir pekan lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 12 Oktober 2025.
    Dalam postingannya terdapat tangkapan layar video dengan narasi sebagai berikut:
    "Pierluigi Collina: Saya sudah putuskan kemenangan Arab Saudi tidak sah!! Itu kan sudah jelas pemain Indo ditendang.
    Begini pernyataan legenda wasit FIFA yaitu Pierluigi Collina usai Indonesia kembali dicurangi wasit laga Indonesia vs Arab Saudi round 4".
    Akun itu menambahkan narasi:
    "Resmi Arab Saudi batal menang karena curang.. Indonesia berhak mendapatkan 3 poin"
    Lalu benarkah postingan yang mengklaim Ketua Komisi Wasit FIFA Pierluigi Collina menyebut kemenangan Timnas Arab Saudi atas Timnas Indonesia tidak sah?

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan tidak menemukan informasi valid terkait klaim dalam postingan. Dalam laman resmi FIFA.com sama sekali tidak ada pernyataan maupun rilis resmi terkait pembatalan kemenangan Timnas Arab Saudi atas Indonesia.
    Penelusuran dilanjutkan dan kami tidak menemukan pernyataan Collina pada laga Timnas Arab Saudi Vs Indonesia.
    Terakhir kali Collina bicara di laman FIFA.com adalah pada 8 Februari 2023 lalu terkait pemahaman VAR pada penonton sepak bola.
    Penelusuran dilanjutkan dan kami menemukan video yang identik dengan postingan di Youtube. Video itu berjudul
    “ARAB SAUDI MENANGIS !! 2 Gol Arab Saudi Tak Sah, Pierluigi Collina Pastikan INDONESIA Raih 3 Poin”.
    Dalam video berdurasi 14 menit 22 detik itu berisi potongan video wawancara Collina dari berbagai tempat. Terjemahan juga tidak sesuai dengan aslinya dan merupakan karangan pembuat video. Sehingga bisa dipastikan bahwa video tersebut merupakan hoaks.

    Kesimpulan


    Postingan yang mengklaim Ketua Komisi Wasit FIFA Pierluigi Collina menyebut kemenangan Timnas Arab Saudi atas Timnas Indonesia tidak sah adalah hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29510) Cek Fakta: Tidak Benar Ini Link Pendaftaran Program Kartu Prakerja

    Sumber:
    Tanggal publish: 11/10/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran program Kartu Prakerja, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 29 September 2025.
    Unggahan klaim link pendaftaran Kartu Prakerja berupa poster digital yang di dalamnya terdapat tulisan sebagai berikut.
    "PENDAFTARAN KARTA PRAKERJA
    PROGRAM KARTU PRAKERJA KEMBALI DIBUKA DAFTAR SEKARANG UNTUK MENDAPATKAN INSETIF
    RP4.200.000"
    Poster tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
    "Bergabung dengan Program Kartu Prakerja!Belajar kapan saja, di mana saja, dapat sertifikat resmi, dan insentif tunai total Rp4.200.000.Mudah, resmi, dan bermanfaat untuk masa depan Anda"
    Dalam unggahan tersebut terdapat menudaftar, jika menu tersebut diklik akan muncul link berikut.
    "https://daftar.prakerja.ru.com/?fbclid=IwY2xjawNWxSxleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETFVSmFmYzNldzRzdlQ2QXJoAR6QAzUw4K7_o3ZJEk2ZpYFUnqdpo1Vftb7iggFRHnjWaA4-y8F1G11N4nCjgQ_aem_PEqBJniAhHld4DlYEC7uGg"
    Link tersebut mengarah pada laman situs yang menampilkan formulir digital dan meminta sejumlah identitas seperti nama lengkap dan nomor Telegram.
    Benarkah klaim link pendaftaran program Kartu Prakerja? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran program Kartu Prakerja, berdasarkan akun Instagram resmi Kartu Prakerja yakni @prakerja.go.id, belum ada informasi terbaru mengenai Kartu Pekerja 2025.
    Website resmi Kartu Prakerja yakni prakerja.go.id juga tidak dibisa dibuka. Pendaftaran terakhir Kartu Prakerja yang dibuka adalah Gelombang 71 pada Agustus 2024.
    Penelusuran juga mengarah pada artikel Liputan6.com yang berjudul: "Prakerja.go.id: Portal Resmi Program Kartu Prakerja Indonesia"
    Dalam artikel ini, Prakerja.go.id merupakan portal resmi yang menjadi pintu gerbang utama bagi masyarakat Indonesia untuk mengakses Program Kartu Prakerja.
    Situs ini dikelola oleh pemerintah dan menyediakan berbagai layanan penting, mulai dari pendaftaran peserta hingga akses ke ribuan kelas pengembangan kompetensi kerja
    Program Kartu Prakerja sendiri dicetuskan oleh Presiden Jokowi pada Februari 2019. Tujuannya adalah membantu angkatan kerja Indonesia dalam melakukan proses skilling, upskilling, dan reskilling agar lebih siap untuk memasuki pasar kerja.
    Sejak diluncurkan pada tahun 2020, prakerja.go.id telah melayani 19.867.589 surat keputusan penetapan peserta dengan tingkat kepuasan pengguna yang terus meningkat.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com klaim link pendaftaran program Kartu Prakerja tidak benar.
    Portal resmi yang menjadi pintu gerbang utama bagi masyarakat Indonesia untuk mengakses Program Kartu Prakerja adalah Prakerja.go.id 
    Pendaftaran terakhir Kartu Prakerja yang dibuka adalah Gelombang 71 pada Agustus 2024.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29509) Keliru: Presiden Israel Dilempar Telur Busuk saat Keluar dari Forum PBB

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/10/2025

    Berita

    SEBUAH video dengan klaim Presiden Israel Isaac Herzog dilempar telur busuk, beredar di Facebook [arsip] pada 30 September 2025.

    Video itu memperlihatkan seorang pria berambut pirang mengenakan setelan jas berjalan keluar dari sebuah gedung. Seseorang yang tak teridentifikasi kemudian melemparkan cairan warna krem ke wajahnya. “Presiden Israel saat keluar dari ruang PBB, OTK (orang tak dikenal) melempari dengan telur busuk,” tulis akun yang menyebarkan video itu. 



    Namun, benarkah video itu memperlihatkan pelemparan telur busuk kepada Presiden Israel?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi video itu dengan aplikasi pencarian gambar terbalik Google dan Yandex. Hasilnya, meski Israel menuai protes atas dugaan genosida terhadap rakyat Palestina di Gaza, pria dalam video tersebut bukan Presiden Israel Isaac Herzog.



    Video aslinya ditemukan di beberapa media asal Inggris, salah satunya ITV.com. Pria dalam video tersebut adalah pimpinan partai politik Reform UK (sebelumnya The Brexit Party) di Inggris Nigel Farage. Pada Juni 2024, dia pernah disiram dengan minuman milkshake di wilayah Clacton-on-Sea, Essex, Inggris.

    Dalam versi video yang lebih lengkap, pelakunya disuga seorang perempuan terlihat membawa milkshake dalam gelas plastik. Ia mendekati Nigel lalu menyiramkan minuman itu ke wajah sang politikus.

    Kepolisian Essex menyatakan telah menangkap perempuan berusia 25 tahun tersebut di lokasi kejadian, namun belum mengungkap identitas maupun motifnya.

    Protes untuk Israel

    Komisi penyelidik independen yang ditunjuk PBB dalam website resmi pada pertengahan September 2025, menyatakan serangan Israel kepada Palestina tergolong genosida. Presiden Israel Isaac Herzog, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, dan Menteri Pertahanan saat itu, Yoav Gallant, terbukti menghasut agar negara mereka melakukan genosida itu.  

    Protes atas genosida di Gaza yang tak kunjung berhenti setelah dua tahun itu juga terjadi saat Netanyahu menginap di New York sebelum dia berpidato di Sidang Umum PBB jelang akhir September lalu.

    Ketika Netanyahu berbicara di podium, ratusan diplomat melakukan aksi walk-out, sementara ribuan demonstran memadati jalan di luar gedung PBB menuntut penghentian genosida, seperti dilaporkan CBS.

    Pilihan editor: Massa Kepung Hotel Tempat Netanyahu Menginap di New York

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan klaim dalam video bahwa Presiden Israel  dilempari telur busuk oleh orang tak dikenal adalah klaim keliru.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29508) Keliru: Raja Salman Kucurkan 500 Juta Dolar AS untuk Palestina

    Sumber:
    Tanggal publish: 10/10/2025

    Berita

    SEBUAH video yang mengklaim Raja Salman memberikan hadiah kepada rakyat Palestina beredar di Threads [arsip] pada 6 Oktober 2025. Narasinya menyebut bantuan itu diberikan setelah PBB mengakui kemerdekaan Palestina.

    Video tersebut menampilkan potongan gambar Raja Salman turun dari pesawat, pidato Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, parade militer dengan bendera Arab Saudi, hingga pembagian bantuan makanan. Narasi dalam video menyebutkan, Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud memberikan uang senilai 500 juta dolar AS atau sekitar Rp7,5 triliun kepada rakyat Palestina sebagai hadiah.



    Namun, benarkah Raja Salman memberi hadiah uang kepada rakyat Palestina?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi video itu lewat analisis visual manual, pencarian gambar terbalik, dan alat pendeteksi akal imitasi. Hasilnya menunjukkan, meski 147 negara anggota PBB telah mengakui kemerdekaan Palestina, potongan video itu berasal dari klip lama dan sebagian dibuat dengan akal imitasi. 



    Klip Raja Salman turun dari pesawat identik dengan laporan sejumlah media. BBC menjelaskan, video itu berasal dari kunjungan resmi pertama Sang Raja ke Rusia pada Oktober 2017, ketika eskalator pesawat berlapis emasnya macet dan ia harus menuruni tangga sendiri. The Guardian menulis, kunjungan itu bertujuan memperkuat kerja sama dengan Rusia sekaligus meminta Moskow tidak ikut campur dalam urusan politik Timur Tengah.  



    Klip Netanyahu identik dengan video pidatonya di Sidang Umum PBB pada 26 September 2025. Rekaman resmi acara itu diunggah di situs PBB. Dalam pidato tersebut, Netanyahu membenarkan agresi militer Israel terhadap Palestina dengan alasan serangan Hamas pada 7 Oktober 2025. PBB kemudian menyatakan tindakan Israel termasuk kategori genosida atau upaya pembersihan etnis.



    Sementara klip Raja Salman berjubah kuning pernah dipublikasikan Antara pada April 2019. Video itu memperlihatkan Raja Salman menerima kunjungan Joko Widodo yang saat itu menjabat Presiden RI.



    Potongan video parade militer membawa bendera Arab Saudi yang terdapat dalam rangkaian video yang beredar ditemukan merupakan buatan kecerdasan buatan. Terdapat tanda air bertuliskan ‘Veo’, aplikasi AI generator milik Google.   

    Menurut alat deteksi kecerdasan buatan AI or NOT, kemungkinan 88 persen video itu melibatkan AI. Termasuk audio pada narator juga melibatkan AI dengan kemungkinan 99 persen.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi video yang menyebutkan Raja Salman memberikan hadiah US$500 juta pada rakyat Palestina setelah kemerdekaannya diakui PBB adalah klaim keliru.

    Rujukan