• (GFD-2024-24506) [HOAKS] Prabowo Turun Tangan, TikTok Shop Akan Kembali Diblokir

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/12/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto diklaim akan kembali memblokir platform social commerce, TikTok Shop. Klaim ini muncul dalam narasi sejumlah unggahan media sosial.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut tidak benar atau merupakan hoaks.

    Sebagai konteks, pemerintah pernah melarang TikTok Shop untuk beroperasi setelah berlakunya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2023 tentang perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan melalui Sistem Elektronik.

    Informasi mengenai Prabowo akan kembali menutup TikTok Shop disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi pada gambar yang diunggah salah satu akun pada Rabu (4/12/2024):

    TIKTOK SHOP AKAN DI BLOKIR KEMBALI

    PRABOWO TURUN TANGAN

    tiktok shop sesungguhnya membunuh UKM di Indonesia

    Hasil Cek Fakta

    Permendag Nomor 31 Tahun 2023 membatasi platform social commerce hanya boleh memfasilitasi aktivitas promosi, bukan untuk melakukan transaksi.

    Pemberitaan Kompas.com sebelumnya menulis, saat itu TikTok belum memiliki surat izin berusaha bidang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE).

    TikTok kemudian kembali membuka layanannya, tetapi proses transaksi dilakukan melalui Tokopedia.

    Seruan untuk menutup TikTok Shop bermula dari persaingan dagang antara pedagang tradisional dengan elektronik.

    Meski telah merger dengan Tokopedia, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) menilai kerja sama ini tidak menguntungkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

    Staf Khusus Menteri bidang Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Kemenkop UKM, Fiki Satari mengatakan, sebelum diakuisisi TikTok, Tokopedia merupakan platform lokal terbaik.

    Namun, banyak produk impor yang ditawarkan. Seperti yang sudah ditulis Kompas.com, praktik ini dianggap melanggar ketentuan Permendag.

    Kendati demikian, sejauh ini belum ada keputusan atau pernyataan dari Prabowo mengenai penutupan TikTok Shop.

    Kesimpulan

    Narasi mengenai Prabowo akan kembali menutup TikTok Shop merupakan hoaks.

    Belum ada pernyataan dari presiden mengenai penutupan TikTok Shop. Sejauh ini TikTok Shop masih berjalan melalui kerja sama dengan Tokopedia.

    Rujukan

  • (GFD-2024-24505) [HOAKS] Pendaftaran Peserta BPJS Kesehatan Menggunakan Akun Telegram

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/12/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar informasi mengenai pendaftaran peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menggunakan akun Telegram.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut hoaks.

    Informasi pendaftaran peserta BPJS Kesehatan menggunakan akun Telegram dibagikan oleh akun Facebook ini pada Kamis (5/12/2024).

    Berikut narasi yang dibagikan:

    AYO SEGERA DAFTAR BPJS GRATIS SECARA ONLINE MENGGUNAKAN AKUN TELEGRAM

    Screenshot Hoaks, pendaftaran peserta BPJS Kesehatan menggunakan akun Telegram

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menghubungi BPJS Kesehatan untuk mengonfirmasi informasi pendaftaran peserta menggunakan akun Telegram.

    Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan, informasi tersebut hoaks dan merupakan modus penipuan.

    "Ini hoaks dan penipuan. Tidak ada program seperti hal tersebut. Masyarakat agar berhati-hati terhadap penipuan mengatasnamakan BPJS Kesehatan," kata Rizzky kepada Kompas.com, Kamis (5/12/2024).

    Sebagaimana pernah ditulis Kompas.com, masyarakat dapat mendaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan secara online melalui aplikasi Mobile JKN. Berikut langkah-langkahnya:

    Adapun besaran iuran BPJS Kesehatan bagi PBPU dan BP yakni sebagai berikut:

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi pendaftaran peserta BPJS Kesehatan menggunakan akun Telegram adalah hoaks.

    Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah mengatakan, informasi tersebut hoaks dan merupakan modus penipuan.

    Rujukan

  • (GFD-2024-24504) [PENIPUAN] Rekrutmen PLN Lewat pln123.info

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 09/12/2024

    Berita

    Akun X “worksfess” mempertanyakan kebenaran unggahan foto [arsip] berisi pengumuman rekrutmen PT PLN Persero yang terbuka untuk lulusan SMA/SMK dan D-III serta S-1 semua jurusan.

    Berikut cuitannya:

    “Work! Ini beneran ngga ya?? Anw sender dapet dari grup fb”

    Dalam foto tersebut terdapat informasi tentang email pengiriman berkas, yakni ke rekrutmen@pln123.info.

    Per Senin (9/12/2024) cuitan sudah dilihat hampir 100 ribu kali dan disukai 500-an akun lainnya.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan mengunjungi laman resmi PT PLN (Persero). Diketahui, calon pelamar perlu membuat akun lewat laman rekrutmen.pln.co.id. Di laman tersebut ada informasi mengenai berbagai lowongan yang dibuka dan pengumuman hasil seleksi calon pegawai.

    Perusahaan juga ikut serta dalam rekrutmen bersama BUMN. Info selengkapnya dapat diakses di rekrutmenbersama.fhcibumn.id.

    Sebelumnya, TurnBackHoax pada September 2024 lalu sudah mengupas klaim serupa lewat artikel [PENIPUAN] Informasi Open Recruitment Calon Pegawai Tetap BUMPN PT PLN (PERSERO) 2024.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi informasi “rekrutmen PLN lewat email rekrutmen@pln123.info” merupakan konten tiruan (impostor content) untuk modus penipuan.

    Rujukan

  • (GFD-2024-24503) [HOAKS] Video Kawanan Ikan Bilih di Danau Singkarak Naik ke Daratan

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/12/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video yang diklaim menampilkan kawanan ikan bilih dalam jumlah banyak naik ke daratan. Lokasi dalam video disebut berada di Danau Singkarak, Sumatera Barat.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com video tersebut tidak benar atau hoaks. 

    Video yang menampilkan kawanan ikan bilih di Danau Singkarak naik ke daratan muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Threads ini dan Facebook ini, ini.

    Akun tersebut membagikan video sejumlah orang sedang menyaksikan fenomena kawanan ikan naik ke daratan. Salah satu akun menuliskan keterangan:

    Wahh fenomena apa ini?

    Jutaan ikan khas Singkarak Ikan Bilih muncul kepermukaan ketepian Danau Sibgkarakdetik detik ikan bili keluar didanai Singkarak..

    Akun Threads Tangkapan layar Threads, narasi yang menyebut kawanan ikan bilih di Danau Singkarak naik ke daratan.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarakan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tidak ditemukan informasi valid soal peristiwa kawanan ikan bilih di Danau Singkarak naik ke daratan.

    Penelusuran menggunakan teknik reverse image search menemukan bahwa video tersebut identik dengan unggahan akun TikTok ini pada 7 Januari 2024.

    Video itu juga mirip dengan gambar yang ada di laman Rappler pada 8 Januari 2024.

    Dalam pemberitaan dijelaskan, video itu diambil di Provinsi Sarangani di selatan Filipina, tepatnya di Desa Barangay Tinoto, Kota Maasim. 

    Saat itu warga dan pengunjung resor berbondong-bondong ke garis pantai begitu melihat banyak ikan sardin naik ke daratan.

    Mereka menangkap ikan menggunakan tangan dan ember pada 7 Januari 2024. Ikan yang naik ke daratan tersebut adalah ikan lupoy (sardin), bukan ikan bilih. 

    Zenaida A Dangkalan, penanggung jawab dan petugas perikanan di Provinsi Sarangani menjelaskan, fenomena itu adalah hal yang normal, sehingga ia mengimbau warga untuk tidak perlu khawatir.

    Menurut Zenaida ada beberapa kemungkinan yang membuat ikan sardin naik ke daratan pantai.

    Kemungkinan pertama, yakni terkait dengan musim ikan lupoy (sardin) pada saat itu. Kemudian, kemungkinan kedua ada spesies ikan lebih besar mengejar ikan sardin, sehingga mereka naik ke daratan. 

    Sementara kemungkinan ketiga yakni karena lampu dari resor pantai menarik perhatian kawanan ikan tersebut.

    Kesimpulan

    Video yang menampilkan kawanan ikan bilih di Danau Singkarak naik ke daratan tidak benar atau hoaks.

    Faktanya peristiwa itu adalah momen ketika sejumlah ikan sardin naik ke daratan  pantai yang ada di desa Barangay Tinoto, Kota Maasim, Provinsi Sarangani, Filipina pada 7 Januari 2024.

    Rujukan