• (GFD-2025-29611) Keliru: Pendukung Timnas UEA Lempar Iphone 17 Pro Saat Ricuh Melawan Qatar

    Sumber:
    Tanggal publish: 21/10/2025

    Berita

    SEJUMLAH konten di Facebook dan TikTok [arsip] pada 16 Oktober 2025 mengklaim Tim Nasional Uni Emirat Arab (UEA) melempar iPhone 17 Pro Max saat pertandingan melawan Qatar berakhir ricuh.

    Konten itu menampilkan foto dua unit iPhone, termasuk tipe 17 Pro Max, tergeletak di lapangan bersama barang-barang lain yang disebut hasil lemparan suporter. Foto tersebut viral setelah kericuhan antara pendukung Timnas Qatar dan UEA dalam laga Grup A Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada 14 Oktober 2025.



    Namun, benarkah pendukung Timnas UEA melempar iPhone dan benda lain ke lapangan dalam insiden itu?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi klaim tersebut melalui aplikasi pencarian gambar terbalik dan penelusuran di sejumlah situs berita kredibel. Hasilnya, foto yang menampilkan iPhone 17 Pro ternyata hasil suntingan.

    Foto aslinya lebih dulu dipublikasikan di platform penyedia foto Getty Images, pada 29 Januari 2019. Karya fotografer Zhizhao Wu itu merekam kericuhan penonton saat pertandingan semifinal Piala Asia AFC antara Qatar dan UEA di Stadion Mohammed Bin Zayed, Abu Dhabi, pada 29 Januari 2019.



    Dalam foto asli, fotografer memotret sepatu, sandal, dan botol minuman yang dilempar penonton. Tidak ada iPhone atau jenis ponsel lain dalam gambar tersebut.

    Tempo juga menonton video yang dirilis Doha News, saat terjadi kericuhan antara pendukung Timnas Qatar dan UEA pada 14 Oktober 2025. Hingga kericuhan berakhir, tak ada sepatu maupun iPhone yang dilempar penonton. Penonton hanya melemparkan botol minuman ke dalam lapangan.

    Dikutip dari Bisnis.com, kericuhan terjadi setelah Qatar memenangi laga itu dengan skor 2-1. Dengan kemenangan itu, Qatar menuju ke puncak klasemen play-off tiga tim. Padahal UEA telah menanti 35 tahun dapat melaju ke Piala Dunia

    Tak berselang lama, para pendukung UEA marah dan mulai melemparkan sandal, botol plastik, dan gelas ke lapangan sebagai ungkapan kekecewaan.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang beredar adalah klaim keliru.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29610) [SALAH] Perdana Menteri Israel Netanyahu Ditangkap

    Sumber: Tiktok
    Tanggal publish: 21/10/2025

    Berita

    Beredar video [arsip] dari akun tiktok “shabilaipyawani01real0” pada Minggu (19/10/2025) disertai takarir:

    “ALHAMDULILLAH Netanyahu di tangkat, puas rasa hati kita semoga Palestine menang sesungguhnya"

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “Perdana Menteri Israel Netanyahu ditangkap” ke mesin pencarian Google. Hasilnya tidak ditemukan informasi kredibel terkait klaim.

    Selanjutnya Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri aktivitas Perdana Menteri Israel tersebut di Google. Hasilnya ditemukan Netanyahu masih hadir di Pengadilan Distrik Tel Aviv pada Rabu (15/10/2025) untuk bersaksi dalam persidangan kasus korupsinya.

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) kemudian menelusuri lebih dalam dengan memasukkan tangkapan layar dalam video klaim ke hivemoderation.com. hasilnya ditemukan bahwa video tersebut merupakan hasil Generate AI dengan Aggregate Score 99,9%. Selain itu, dalam video terdapat watermark Sora yang merupakan tools AI untuk generate video dari OpenAI sehingga dipastikan artikel tersebut buatan AI.

    Hingga artikel ini terbit, tidak ditemukan berita penangkapan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

    Kesimpulan

    Unggahan berisi klaim “Perdana Menteri Israel Netanyahu ditangkap” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2025-29609) Cek Fakta: Tidak Benar Ini Link Pendaftaran BLT Kesejahteraan Rakyat

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/10/2025

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran BLT Kesejahteraan Rakyat, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 20 Oktober 2025.
    Klaim link pendaftaran BLT Kesejahteraan Rakyat berupa tulisan sebagai berikut.
    "🕐 BLT 2025 DIBUKA!
    Pemerintah lewat KEMENSOS RI menyalurkan Rp900.000 untuk setiap penerima BLT Kesejahteraan Rakyat.
    💸 Cair mulai 20 Oktober 2025 — jangan sampai terlambat!
    Setiap orang berhak mendapatkan kesempatan ini. Pastikan nama Anda sudah terdaftar dan valid!🌐 Langsung cek data diri anda.
    Isi data sederhana, klik, dan lihat apakah Anda termasuk penerima bantuan tahun ini.
    🔥 Ribuan warga sudah menerima — sekarang giliran Anda!"
    Unggahan klaim link pendaftaran BLT Kesejahteraan Rakyat disertai dengan menu daftar, jika menu tersebut diklik akan muncul link sebagai berikut.
    "https://blt.mensos.it.com/?fbclid=IwY2xjawNitMZleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETExRTlBUTVMOXpyNENqQXYzAR5P1XlALUXPfFLAWd0ra_qQxSus6ClqSsXJU2dDvn4P53VCJhNw5Y4bteFqng_aem_ry6HA7dgBJvkLj4c16qgIA"
    Link tersebut mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital dengan meminta sejumlah identitas seperti nama sesuai KTP dan nomor Telegram.
    Benarkah klaim link pendaftaran BLT Kesejahteraan Rakyat? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
     
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran BLT Kesejahteraan Rakyat, penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Cara Resmi Daftar BLT Kesejahteraan Rakyat 2025, Simak untuk Hindari Penipuan" yang dimuat Liputan6.com, pada 19 Oktober 2025. 
    Artikel Liputan6.com menyebutkan, bagi masyarakat yang merasa memenuhi syarat namun belum terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam DTKS, pemerintah menyediakan jalur resmi untuk mengajukan diri. Proses pendaftaran ini harus dilakukan melalui saluran resmi untuk menghindari potensi penipuan.
    Salah satu cara pendaftaran adalah melalui Aplikasi Cek Bansos. Setelah mengunduh aplikasi, buat akun baru, lalu login dan pilih menu 'Daftar Usulan'. Isi data diri lengkap, unggah foto tempat tinggal serta dokumen pendukung, dan kirim permohonan. Status pengajuan dapat dipantau melalui menu 'Riwayat Usulan'.
    Alternatif lain, masyarakat dapat mendatangi kantor kelurahan atau desa setempat untuk memastikan data sudah masuk DTKS atau mengajukan usulan pendaftaran.
    Penelusuran juga mengarah pada pengumuman berjudul "Waspada Hoaks terkait Bantuan Sosial" yang dimuat dalam situs resmi Kementerian Sosial kemensos.go.id.
    Berikut pengumumannya:
    "Akhir-akhir ini banyak beredar pesan berantau berisi link/tautan yang di dalanya terdapat berita bohong (hoaks) terkait pencairan dan/atau pendaftaran bantuan sosial.
    Kementerian Sosial tidak pernah membuat situs ataupun tautan terkait pendaftaran maupun pencairan bantuan sosial. Adapun penerima bantuan sosial Program Kartu Sembako/ BPNT dan PKH adalah masyarakat yang telah terdaftar ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), jika masyarakat layak menerima namun belum terdaftar dalam DTKS, bisa diusulkan Pemerintah Daerah atau mengajukan melalui Aplikasi Cek Bansos di menu Usul-Sanggah."
    Masyarakat diimbau agar selalu mengecek ulang kebenaran berita dan tidak ikut menyebarkannya.
    Mari saling ingatkan dan lebih kritis terhadap informasi yang tidak dikeluarkan secara resmi oleh Kementerian Sosial RI agar kita terhindar dari hoaks maupun modus penipuan lainnya katanya menambahkan."
     
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran BLT Kesejahteraan Rakyat tidak benar.
    Kementerian Sosial tidak pernah membuat situs ataupun tautan terkait pendaftaran maupun pencairan bantuan sosial.

    Rujukan

  • (GFD-2025-29608) Keliru: Video Menara Eiffel Terbakar karena Demonstrasi September 2025

    Sumber:
    Tanggal publish: 20/10/2025

    Berita

    SEPANJANG pertengahan September 2025, video yang memperlihatkan Menara Eiffel di Prancis terbakar hebat, beredar di TikTok [arsip], Facebook [arsip], dan Instagram.

    Kebakaran itu diklaim ulah para demonstran yang berunjuk rasa di Prancis pada periode tersebut. Sejumlah demonstrasi memang melanda Prancis pada September disusul aksi mogok nasional pada 18 September 2025. Aksi “Block Everything” itu dimotori oleh serikat pekerja di seluruh negeri yang menentang kebijakan efisiensi anggaran Presiden Emmanuel Macron. Transportasi publik terganggu, sekolah ditutup, hingga apotek tak beroperasi.



    Namun benarkah Menara Eiffel terbakar karena demonstrasi?

    Hasil Cek Fakta

    Tempo memverifikasi konten itu lewat pencarian gambar terbalik Google dan membandingkannya dengan sumber kredibel. Hasilnya, video yang beredar merupakan hasil buatan kecerdasan buatan (AI).

    Tempo menganalisis video itu menggunakan alat deteksi Hive Moderation. Alat ini menyebut kemungkinan 99 persen video melibatkan AI. Demikian juga analisis dengan AI or Not, menunjukkan 47 persen video menggunakan AI.





    Tidak ada laporan media yang menyebut bahwa Menara Eiffel dibakar maupun terbakar sepanjang September 2025. Sejumlah situs seperti The Art News menjelaskan, kawasan wisata termasuk museum dan Menara Eiffel ditutup saat mogok nasional terjadi pada 18 September 2025. 

    Tayangan Associated Press edisi 7 Oktober 2025, memperlihatkan Menara Eiffel yang berusia 136 tahun itu dalam kondisi utuh. Pada 2 Oktober 2025, salah satu kawasan wisata paling populer di dunia itu kembali ditutup saat aksi demonstrasi kembali terjadi.

    Pada Januari 2024, video Menara Eiffel terbakar juga pernah beredar di media sosial. Namun hasil verifikasi AFP menemukan, video tersebut hasil ciptaan seorang kreator yang memberikan efek visual pada video Menara Eiffel.  

    Demonstrasi di Paris

    Sepanjang September-Oktober, Prancis memang dilanda aksi protes besar yang mengusung seruan “Block Everything”. Tempo memberitakan, aksi tersebut terjadi di tengah utang nasional yang terus meningkat dan mirip dengan gerakan Rompi Kuning yang pecah akibat kenaikan pajak selama masa jabatan pertama Presiden Emmanuel Macron. 

    Block Everything pertama kali dipelopori secara daring oleh kelompok sayap kanan pada bulan Mei tetapi sejak itu telah diterima oleh kelompok kiri dan paling kiri, kata para ahli.

    Aksi semakin membesar setelah Presiden Emmanuel Macron menunjuk sekutu dekatnya Sebastien Lecornu sebagai perdana menteri baru untuk menyelesaikan krisis politik yang semakin dalam. Puncak aksi terjadi pada 18 September yang disertai mogok nasional. 

    Dikutip dari The Guardian, sebagian besar serikat pekerja yang terlibat mogok menuntut pemerintah memikirkan kembali pemotongan anggaran dan mengambil tindakan terhadap upah, pensiun, serta layanan publik.

    Para pengunjuk rasa menggelar lebih dari 250 demonstrasi dan berparade di berbagai kota, mulai dari Paris hingga Marseille, Nantes, Lyon, dan Montpellier.

    Kesimpulan

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa klaim video Menara Eiffel terbakar karena demonstrasi adalah keliru.

    Rujukan