• (GFD-2023-12544) [SALAH] GEMPARKAN SIDANG ! PENGACARA INI BONGKAR SEMUA KEBOHONGAN JOKOWI

    Sumber: Youtube
    Tanggal publish: 08/05/2023

    Berita

    Akun Youtube KABAR BERITA NASIONAL mengunggah video dengan judul: “GEMPARKAN SIDANG ! PENGACARA INI BONGKAR SEMUA KEBOHONGAN JOKOWI” pada tanggal 6 April 2023. Video tersebut menunjukkan suasana persidangan.

    Hasil Cek Fakta

    Hasil penelusuran menunjukan bahwa video sebenarnya merupakan video cuplikan sidang ujaran kebencian ijazah palsu Jokowi. Dalam video asli, tidak ditemukan bukti kebohongan Jokowi.

    Dilansir dari KOMPAS.com, Polri pada tanggal 13 Oktober 2022 menetapkan Bambang Tri Mulyono yang menggugat ijazah Presiden Joko Widodo dan Sugik Nur Raharja sebagai tersangka kasus ujaran kebencian terhadap presiden Jokowi melalui konten yang diunggahnya di Youtube Gus Nur 13 Official.

    Kesimpulan

    Konten yang dimanipulasi. Video identik dengan video sidang kasus ujaran kebencian ijazah palsu Jokowi.

    Rujukan

  • (GFD-2023-12543) Cek Fakta: Tidak Benar KPK Tetapkan Gubernur Lampung Tersangka setelah Diperiksa 48 Jam dalam Video Ini

    Sumber: liputan6.com
    Tanggal publish: 08/05/2023

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video Komisi Pembertantasan Korupsi atau KPK tetapkan Gubernur Lampung tersangka setelah diperiksa 48 jam. Video tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 7 Mei 2023.
    Unggahan video tersebut diawali dengan cuplikan foto Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang menggunakan rompi orange bersama dua orang lain yang dibagian punggunya terdapat tulisan "TAHANAN KPK" selain itu juga terdapat empat orang mengenakan masker, rompi dan topi sedang menunjukan benda yang menyerupai uang.
    Dalam video tersebut terdapat tulisan "DIPERIKSA 48 JAM OLEH PENYIDIK AKHIRNYA GUBERNUR LAMPUNG JADI TERSANGKA OLEH KPK".
    Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut."MANTAP DIPER1KS4 48 JAM OLEH PENY1D1K AKHIRNYA GUB3RNUR LAMPUNG JADI TERS4NGK4 OLEH KPK"
    Dalam video menayangkan seputar kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Lampung dan membahas terkait dengan kerusakan jalan di wilayah tersebut.
    Video tersebut diawal dengan narasi "Jokowi lewati jalan rusak parah di Lampung, publik bilang cara elit permalukan gubernur"
    Kemudian dilanjutkan dengan suara wawancara kepada Jokowi tentang tanggapannya terhadap jalan rusak.
    "Jalannya mulus, enak, dinikmati, sampai Pak Zul tadi tidur saya juga tidur. Karena mulus sampai di mobil tadi tidur" kata Jokowi.
    Benarkah  klaim video KPK tetapkan Gubernur Lampung tersangka setelah diperiksa 48 jam? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video KPK tetapkan Gubernur Lampung tersangka setelah diperiksa 48 jam, dengan menyimak video tersebut secara utuh. Dari hasil pengamatan tidak ditemukan narasi atau keterangan Gubernur Lampung yang ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK.
    Penelusuran dilanjutkan menggunakan Google Serach dengan kata kunci 'Gubernur Lampung tersangka KPK'. Tidak ditemukan artikel dari situs berita yang valid memberitakan tentang penetapan tersangka Gubernur Lampung oleh KPK.
    Penelusuran kembali dilanjutkan dengan menggunakan foto pembuka video sebagai bahan penelurusan menggunakan Yandex dan Google Image. Namun tidak ada foto yang dimuat oleh situs berita yang valid.
    Cek Fakta Liputan6.com kembali menelusuri foto tersebut dengan memotong foto pada bagian dua orang yang mengenakan topi sedang menunjukan barang menyerupai uang.
    Penelusuran foto dua orang  yang sedang memegang barang berupa uang tersebut muncul pada beberapa situs berita.
    Salah satunya dimuat dalam artikel berjudul "KPK Periksa 2 Pejabat Kemenpora Terkait Kasus Suap Hibah KONI" yang dimuat situs tirto.id.
     
    Situs tersebut memuat foto yang identik, diberi keterangan sebagai berikut.
    "Penyidik menunjukkan barang bukti uang saat konferensi pers terkait Operasi Tangkap Tangan kasus korupsi pejabat pada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (19/12/2018) malam. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/ama."
     
     
    Sumber: 
    https://tirto.id/kpk-periksa-2-pejabat-kemenpora-terkait-kasus-suap-hibah-koni-ddeg

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video KPK tetapkan Gubernur Lampung tersangka setelah diperiksa 48 jam tidak benar.
    Dalam video tersebut tidak ada narasi atau keterangan terkait penetapan tersangkan Gubernur Lampung oleh KPK, salah satu cuplikan foto yang digunakan merupakan hasil editan.
  • (GFD-2023-12542) Cek Fakta: Hoaks Artikel BBC Indonesia Berjudul "Akses Bahan Porno Tiga Hakim di Inggris Dipecat, di Indonesia Jadi Capres"

    Sumber: liputan6.com
    Tanggal publish: 08/05/2023

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan artikel berjudul "Akses bahan porno tiga hakim di Inggris dipecat, di Indonesia jadi capres". Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mem-posting-nya pada 2 Mei 2023.
    Dalam posting-annya terdapat artikel dari BBC News Indonesia berjudul "Akses bahan porno tiga hakim di Inggris dipecat, di indonesia Jadi capres".
    Postingan itu disertai narasi "Apa Yg Di Lakukan Cebong Semuanya Halal..."
    Lalu, benarkah postingan artikel berjudul "Akses bahan porno tiga hakim di Inggris dipecat, di Indonesia jadi capres"?

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan memasukkan kata kunci "Akses bahan porno tiga hakim di Inggris dipecat, di indonesia Jadi capres"? di mesin pencarian Google.
    Hasilnya ada artikel yang identik dengan posting-an. Artikel itu diunggah oleh BBC News Indonesia pada 18 Maret 2015.
    Kesamaan terdapat pada tanggal artikel itu diunggah dan juga foto yang digunakan. Namun, dalam artikel asli berjudul "Akses bahan porno, tiga hakim di Inggris dipecat."
    Berikut isi artikelnya:
    "Tiga hakim di Inggris dipecat karena menonton bahan-bahan pornografi melalui fasilitas teknologi informasi (TI) di kantor mereka.
    Selain dipecat, ketiga hakim tersebut -Timothy Bowles, Warren Grant, dan Peter Bullock- juga diberhentikan dari jabatannya.
    Dua pejabat pemerintah yang menggelar investigasi atas kasus ini menyimpulkan bahwa menonton bahan-bahan pornografi ini adalah 'penyalahgunaan yang tidak bisa dimaafkan' dan merupakan 'bentuk tindakan pejabat publik yang sama sekali tak bisa diterima'.
    Chris Grayling -salah seorang pejabat yang melakukan investigasi- mengatakan bahwa dari sisi hukum, ketiga hakim tersebut tidak melakukan pelanggaran.
    "Ini persoalan etika, soal kode etik. Para hakim ini tidak melanggar hukum ," kata Grayling.
    Badan yang membidangi kode etik hakim mengatakan tiga hakim yang dipecat menerima keputusan tim investigasi dan tidak mengajukan banding.
    Juru bicara badan ini mengatakan tiga hakim yang dipecat bisa memilih pekerjaan lain di luar lembaga yudisial.
    Salah satu hakim yang diberhentikan, Warren Grant, mengaku mengalami 'depresi berat' ketika diduga mengakses bahan-bahan pornografi.
    Hakim keempat, Andrew Maw, memutuskan mundur sebelum kasus ini diselidiki. Maw juga mengakses bahan-bahan pornografi melalui fasilitas TI di kantornya."

    Kesimpulan


    Postingan artikel berjudul "Akses bahan porno tiga hakim di Inggris dipecat, di indonesia Jadi capres" adalah tidak benar. Faktanya judul dalam artikel itu telah disunting.

    Rujukan

  • (GFD-2023-12541) [SALAH] Foto “selamat jalan Prabowo tak tik jitu Jokowi berjalan sempurna hingga jadi begini”

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 05/05/2023

    Berita

    Akun Facebook Amalia (fb.com/Amaliaaa567) pada 3 Mei 2023 mengunggah sebuah video yang menampilkan foto beberapa orang yang sedang berdoa di depan jenazah dengan narasi:

    “selamat jalan Prabowo tak tik jitu Jokowi berjalan sempurna hingga jadi begini”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, adanya video yang menampilkan foto beberapa orang yang sedang berdoa di depan jenazah dengan narasi “selamat jalan Prabowo tak tik jitu Jokowi berjalan sempurna hingga jadi begini” merupakan konten yang menyesatkan.

    Faktanya, bukan Prabowo Subianto. Foto di video itu adalah foto ketika Presiden Jokowi melayat ke rumah duka almarhum Arifin Panigoro, anggota Dewan Pertimbangan Presiden periode 2019-2024 pada 8 Maret 2022.

    Foto yang identik, diunggah di akun Instagram resmi milik Presiden Joko Widodo pada 8 Maret 2022 dengan keterangan:

    “Pagi ini, saya melayat ke rumah duka almarhum Arifin Panigoro, anggota Dewan Pertimbangan Presiden periode 2019-2024 yang meninggal dunia di Amerika Serikat pada Minggu, 27 Februari 2022 (waktu setempat) karena sakit. Di rumah duka di Jakarta Selatan, bertemu dan menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada istri dan anak-anak almarhum. Semoga segala amal ibadah almarhum Arifin Panigoro diterima oleh Allah SWT dan segenap keluarga yang ditinggalkan sabar dan tabah.”

    Sebagai informasi, Arifin Panigoro meninggal dunia di usia 76 tahun pada hari Minggu (27/2/2022) di Mayo Clinic, Rochester, Amerika Serikat pukul 14.29 waktu setempat atau 03.29 WIB.

    Nama Arifin sudah tak asing di dunia bisnis dan politik Tanah Air. Dia merupakan pendiri dan pemilik Meta Epsi Pribumi Drilling Company atau yang terkenal dengan nama MedcoEnergi.

    Sementara itu, dalam dunia politik Arifin sempat bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada 1999. Dia pun sempat menjadi ketua DPP dan Ketua Fraksi PDIP pada 2002-2003. Pada 2005, Arifin mundur dari DPR dan PDIP. Dia membentuk partai sendiri bersama rekan-rekannya, yakni Partai Demokrasi Pembaruan.

    Kesimpulan

    BUKAN Prabowo Subianto. Foto di video itu adalah foto ketika Presiden Jokowi melayat ke rumah duka almarhum Arifin Panigoro, anggota Dewan Pertimbangan Presiden periode 2019-2024 pada 8 Maret 2022.

    Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

    Rujukan