• (GFD-2026-32098) Cek Fakta: Hoaks Artikel Jokowi Mengaku Mendapat Sedikit dari Korupsi Kuota Haji

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/02/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan artikel yang menyebut Jokowi mengaku mendapat sedikit dari korupsi kuota haji. Postingan itu beredar sejak awal pekan ini.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 2 Februari 2026.
    Dalam unggahannya terdapat tangkapan layar artikel dari Gelora News berjudul:
    "Jokowi Tegaskan Soal Korupsi Kuota Haji Jujur Saya Dapat Sedikt, Kata Nabi kita Kalau Sedikit Tidak Berdosa, Sunnah Muakkad Hukumnya"
    Akun itu menambahkan narasi "JUJUR AYAM APA JUJUR KACANG IJO WIII...!?"
    Lalu benarkah postingan artikel yang menyebut Jokowi mengaku mendapat sedikit dari korupsi kuota haji?
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan artikel yang identik dengan postingan. Artikel itu diunggah situs Gelora.co dengan foto dan waktu publikasi yang sama dengan postingan.
    Namun dalam artikel asli berjudul "Jokowi Bantah Gibran Capres 2029, Sinyal Kuat Prabowo Dua Periode".
    Artikel asli sama sekali tidak membahas pernyataan Jokowi tentang korupsi kuota haji. Artikel asli membahas pernyataan Jokowi yang membantah putranya Gibran Rakabuming Raka akan maju sebagai calon presiden pada Pemilu 2029.

    Kesimpulan


    Postingan artikel yang menyebut Jokowi mengaku mendapat sedikit dari korupsi kuota haji adalah hoaks. Faktanya judul dalam postingan merupakan hasil suntingan.

    Rujukan

  • (GFD-2026-32099) Hoaks Tautan Pendaftaran Seleksi Pegawai Kemenkes 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/02/2026

    Berita

    tirto.id - Belakangan ini beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook, yang mengklaim adanya pembukaan seleksi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2026. Unggahan itu juga menyertakan tautan untuk mendaftar seleksi Kemenkes tersebut.

    ADVERTISEMENT

    Unggahan itu disebarkan oleh akun bernama “Fajar Vallen” (arsip), pada 20 Januari 2026. Pengunggah mengumumkan sejumlah lowongan tenaga kesehatan yang dibuka, seperti dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, apoteker, hingga radiografer, dengan informasi gaji yang dicantumkan secara rinci.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    Misalnya, untuk dokter spesialis akan mendapatkan gaji Rp15 juta, dokter umum Rp10 juta, hingga elektromedis mendapat gaji sebesar Rp5 juta.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    “Kemenkes RI kembali memanggil para talenta muda untuk bergabung jadi insan kemenkes melalui seleksi lowongan kerja tahun 2026,” tulis pengunggah di dalam takarir.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Unggahan tersebut juga menyertakan tautan untuk mendaftar, yakni https://menupendaftaran33.vedima.pro/.

    Hingga artikel ini ditulis pada Senin (2/02/2025) unggahan tersebut sudah mengumpulkan 2,3 ribu tanda suka, 107 komentar, dan dibagikan lebih dari 120 kali.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    ADVERTISEMENT

    Baca juga:Hoaks Tautan Pendaftaran CPNS Kementerian Dalam Negeri 2026

    Periksa Fakta Tautan Pendaftaran Loker Kemenkes 2026. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk mengetahui kebenaran klaim, pertama-tama Tirto membuka tautan yang dilampirkan di dalam unggahan. Ketika dibuka, Tirto diarahkan ke sebuah situs dan diminta untuk mengisi asal provinsi serta nomor Telegram aktif. Di situs tersebut, tertulis bahwa pendaftaran dilakukan lewat Telegram.

    Selanjutnya, Tirto menggunakan situs WHOIS untuk untuk mencari informasi kepemilikan domain, termasuk siapa yang mendaftarkan domain tersebut, kapan domain dibuat, serta di mana domain tersebut terdaftar. Namun, tidak terdapat keterangan yang memadai terkait situs.

    Periksa Fakta situs WHOIS. foto/hotline periksa tirto

    Lantas, Tirto melakukan pencarian di mesin pencarian Google, dengan kata kunci “kemenkes buka lowongan pekerjaan”. Hasilnya, ditemukan rilis pers oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN), berjudul “Beredar Informasi Seleksi Kemenkes 2026, Prof. Zudan: Itu Hoaks, Rekrutmen ASN Terintegrasi dan Diawasi BKN”.

    Di dalam artikel tersebut, BKN membantah bahwa unggahan yang mengklaim Kemenkes membuka lowongan pekerjaan, disertai informasi gaji, adalah tidak benar atau hoaks, dan bukan bagian dari proses resmi rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN).

    BKN menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen aparatur sipil negara (ASN), baik Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dilaksanakan melalui sistem nasional yang terpusat, terintegrasi, dan berada di bawah pengawasan langsung BKN.

    Kepala BKN Prof. Zudan menyatakan bahwa sampai saat ini belum terdapat pengumuman resmi mengenai pembukaan seleksi ASN Tahun 2026. Ia menjelaskan, setiap proses pengadaan ASN selalu diawali dengan penetapan kebutuhan secara nasional, dilanjutkan persetujuan formasi, dan diumumkan secara resmi melalui kanal pemerintah.

    “BKN memiliki peran sentral dalam memastikan proses rekrutmen ASN berjalan transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik penipuan. Seluruh pendaftaran ASN hanya dilakukan melalui portal resmi SSCASN yang dikelola BKN, bukan melalui tautan pribadi atau situs tidak dikenal,” tegas Prof. Zudan, Rabu (21/01/2026), dikutip dari situs resmi BKN.

    Baca juga:Benarkah CPNS 2026 Dibuka untuk Fresh Graduate? Ini Infonya

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim yang menyatakan bahwa Kemenkes membuka lowongan pekerjaan adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Tautan pendaftaran yang disertakan tidak terverifikasi sebagai situs resmi pemerintah, sementara BKN secara tegas menyatakan belum ada pengumuman pembukaan seleksi ASN 2026.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan

  • (GFD-2026-32100) Cek Fakta: Hoaks Artikel BEM Seluruh Indonesia Sepakat Menolak Anies dan Partai Gerakan Rakyat

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/02/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan artikel yang mengklaim mahasiswa BEM seluruh Indonesia sepakat menolak Anies Baswedan dan partai gerakan rakyat. Postingan itu beredar sejak awal pekan ini.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 2 Februari 2026.
    Dalam postingannya terdapat tangkapan layar artikel dari Antara Foto berjudul:
    "Mahasiswa BEM Seluruh Indonesia Sepakat Menolak Anies dan Partai Gerakkan Rakyat"
    Lalu benarkah postingan artikel yang mengklaim mahasiswa BEM seluruh Indonesia sepakat menolak Anies Baswedan dan partai gerakan rakyat?
     
    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan menggunakan Google Lens. Hasilnya ada artikel yang identik dengan postingan.
    Artikel itu diunggah laman Antarafoto.com pada 12 September 2011. Namun dalam artikel asli berjudul "Tuntutan BEM UI".
    Isi artikel sendiri sama sekali tidak membahas Anies Baswedan maupun Partai Gerakan Rakyat. Artikel asli membahas tuntutan BEM UI untuk transparansi jalur masuk mahasiswa baru dan pengelolaan keuangan, tata kelola universitas, masterplan pembangunan UI dan kepegawaian

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan


    Postingan artikel yang mengklaim mahasiswa BEM seluruh Indonesia sepakat menolak Anies Baswedan dan partai gerakan rakyat adalah hoaks. Faktanya judul dalam artikel merupakan hasil suntingan.

    Rujukan

  • (GFD-2026-32101) Cek Fakta: Video Menkeu Purbaya Umumkan Dana Bansos UMKM Ini Hasil AI

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/02/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa umumkan dana bantuan bansos Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 31 Januari 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "BISMILLAH DANA BANTUAN BANSOS UMKM RESMI KHUSUS UNTUK MASYARAKAT INDONESIA"
    Video unggahan menampilkan Purbaya memakai jas hitam dan dasi warna biru muda. Ada logo Inews dalam postingan pengumuman tersebut.
    Video disertai narasi sebagai berikut:
    "Assalamualaikum saya Purbaya, jangan diskip kalau video ini muncul di berandamu insyaallah ada kebaikan yang sedang mendekat, yang menulis amin semoga jadi yang pertama menerima kabar baik, yang hanya melihat semoga Allah tetap cukupkan rejekinya, dan yang berdoa insyaallah dialah yang paling dulu merasakannya"
    Unggahan juga menyertakan link kirim pesan. Bila diklik akan mengarah ke percakapan di Facebook.
    Lalu benarkah klaim video Menkeu Purbaya umumkan dana bantuan bansos UMKM? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video Menkeu Purbaya umumkan dana bantuan bansos UMKM. Video klaim identik dengan postingan berita dari situs web berita Inews melalui akun Instagram resminya @officialinewstv yang diunggah pada 8 September 2025.
    Dalam unggahan itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengomentari perihal anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ketika ada pergantian Menteri Keuangan (reshuffle) yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto.
    "Mungkin pasar nggak tau, saya orang pasar. Saya di pasar sejak tahun 2000, 15 tahun lebih. Teman Pak Anggito dulu dimarah-marahin Pak Anggito karena dia majikan saya dulu di pasar. Tapi saya udah kenal pasar cukup lama, disini juga tim cukup kuat," ungkap Purbaya, Senin (8/9/2025).
    Purbaya juga mengaku sudah mengenal lama para Wakil Menteri, dan beberapa Direktur Jenderal (Dirjen) yang ada di Kementerian Keuangan.
    Cek Fakta Liputan6.com juga menelusuri klaim dengan menangkap audio untuk dijadikan bahan penelusuran menggunakan perangkat pendeteksi AI lewat situs hivemoderation.com.
    Dari hasil penelusuran lewat situs hivemoderation.com, audio dalam video klaim Menkeu Purbaya menunjukkan 72,3 persen hasil buatan AI atau deepfake.
     
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video Menkeu Purbaya umumkan dana bantuan bansos UMKM, tidak benar.

    Rujukan