(GFD-2024-16718) [SALAH] Gelombang Setinggi 10 Meter Meluap di NTT Pada 16 Maret 2024
Sumber: youtube.comTanggal publish: 18/03/2024
Berita
LIVE; NTT SEKARAT HARI INI… GELOMBANG TINGGI 10 METER MELUAP HINGGA HANYUTKAN TEMPAT USAHA
Hasil Cek Fakta
Muncul sebuah klaim di Youtube pada 16 Maret 2024 mengenai klaim yang mengatakan jika telah terjadi peristiwa meluapnya gelombang setinggi 10 meter yang melanda wilayah NTT hingga hanyutkan tempat usaha.
Namun, setelah disimak ternyata isi video tersebut hanya berisi tentang perkiraan BMKG mengenai mengenai potensi gelombang setinggi 6 meter dan banjir rob di beberapa wilayah perairan Indonesia.
Mengutip dari Beritasatu.com, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa Bibit Siklon Tropis 91S di sebelah selatan Jawa dan juga Bibit Siklon Tropis 94S di Laut Timor sampai tenggara NTT menyebabkan peningkatan kecepatan angin hingga 35 knot, yang berdampak pada ketinggian gelombang.
Selama periode 14-18 Maret 2024, perairan di Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga NTB berpotensi mengalami gelombang sangat tinggi dengan ketinggian mencapai 4-6 meter. Selain itu, banjir rob juga dapat terjadi di sejumlah wilayah pesisir Indonesia. Masyarakat diminta tetap tenang, tetapi tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang mungkin timbul.
Dari temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa isi video tersebut jelas berbeda dengan apa yang diklaim pada judul video mengenai adanya gelombang setinggi 10 meter yang melanda NTT. Selain itu, narator juga hanya membacakan ulang sebuah artikel berjudul “Gelombang Tinggi 6 Meter dan Banjir Rob Berpotensi Terjadi di Wilayah Ini hingga 18 Maret 2024” yang diterbitkan oleh Beritasatu.com.
Namun, setelah disimak ternyata isi video tersebut hanya berisi tentang perkiraan BMKG mengenai mengenai potensi gelombang setinggi 6 meter dan banjir rob di beberapa wilayah perairan Indonesia.
Mengutip dari Beritasatu.com, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa Bibit Siklon Tropis 91S di sebelah selatan Jawa dan juga Bibit Siklon Tropis 94S di Laut Timor sampai tenggara NTT menyebabkan peningkatan kecepatan angin hingga 35 knot, yang berdampak pada ketinggian gelombang.
Selama periode 14-18 Maret 2024, perairan di Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga NTB berpotensi mengalami gelombang sangat tinggi dengan ketinggian mencapai 4-6 meter. Selain itu, banjir rob juga dapat terjadi di sejumlah wilayah pesisir Indonesia. Masyarakat diminta tetap tenang, tetapi tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang mungkin timbul.
Dari temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa isi video tersebut jelas berbeda dengan apa yang diklaim pada judul video mengenai adanya gelombang setinggi 10 meter yang melanda NTT. Selain itu, narator juga hanya membacakan ulang sebuah artikel berjudul “Gelombang Tinggi 6 Meter dan Banjir Rob Berpotensi Terjadi di Wilayah Ini hingga 18 Maret 2024” yang diterbitkan oleh Beritasatu.com.
Kesimpulan
Faktanya isi video tersebut hanya berisi himbauan dari BMKG mengenai potensi gelombang setinggi 6 meter dan banjir rob di beberapa wilayah perairan Indonesia, selain dari itu tidak ditemukan informasi yang membenarkan adanya peristiwa gelombang setinggi 10 meter yang melanda NTT.
Rujukan
(GFD-2024-16719) [SALAH] Gempa 10,1 Magnitude Guncang Aceh 1 Maret 2024
Sumber: youtube.comTanggal publish: 18/03/2024
Berita
BARU SAJA GEMPA MAGNITUDE 10,1 GUNCANG WILAYAH ACEH, RIBUAN GEDUNG RETAK BESAR
Hasil Cek Fakta
Pada 1 Maret 2024 lalu muncul sebuah unggahan video di Youtube memberikan sebuah klaim pada judul mengenai terjadinya gempa berkekuatan magnitude 10,1 guncang Aceh.
Namun, setelah disimak ternyata narator hanya membacakan sebuah artikel yang diunggah oleh Detiknews yang berjudul “Gempa M 4,0 Guncang Aceh Besar”. Dalam artikel tersebut tidak dijelaskan bahwa terjadi gempa sebesar 10,1 magnitude.
Sementara itu, ternyata fenomena tersebut terjadi pada 29 Februari 2024. Gempa 4,0 magnitude tersebut terjadi pada pukul 00.44 WIB. Belum diketahui ada atau tidaknya korban jiwa dan dampak kerusakan dari peristiwa ini.
Dari temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa klaim yang mengatakan terjadinya gempa sebesar 10,1 magnitude yang mengguncang Aceh adalah tidak benar. Faktanya gempa yang terjadi di Aceh Besar, Aceh hanya sebesar 4,0 magnitude.
Namun, setelah disimak ternyata narator hanya membacakan sebuah artikel yang diunggah oleh Detiknews yang berjudul “Gempa M 4,0 Guncang Aceh Besar”. Dalam artikel tersebut tidak dijelaskan bahwa terjadi gempa sebesar 10,1 magnitude.
Sementara itu, ternyata fenomena tersebut terjadi pada 29 Februari 2024. Gempa 4,0 magnitude tersebut terjadi pada pukul 00.44 WIB. Belum diketahui ada atau tidaknya korban jiwa dan dampak kerusakan dari peristiwa ini.
Dari temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa klaim yang mengatakan terjadinya gempa sebesar 10,1 magnitude yang mengguncang Aceh adalah tidak benar. Faktanya gempa yang terjadi di Aceh Besar, Aceh hanya sebesar 4,0 magnitude.
Kesimpulan
Isi video tidak memberikan penjelasan yang sesuai pada klaim jika benar telah terjadi gempa 10,1 magnitude yang menerjang Aceh. Gempa yang terjadi di Aceh hanya sebesar 4,0 magnitude.
Rujukan
(GFD-2024-16720) [SALAH] Stanford University akan dibangun di IKN
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 18/03/2024
Berita
wowww….Stanford Univ akan bangun kampus di IKN mulai Mei 2024👍🏻👍🏻 IKN diminati investor Int’l -Joss
Hasil Cek Fakta
Muncul sebuah unggahan di Facebook dengan caption yang mengklaim bahwa Universitas Stanford akan membangun kampus di IKN mulai pada Mei 2024 mendatang. Universitas Stanford merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik di Amerika Serikat, yang dikenal dengan sebutan Ivy League.
Namun, klaim tersebut ternyata keliru. Dilansir dari Tempo, perwakilan dari Stanford Mara K Vandlik mengirimkan sebuah email yang menjelaskan jika Universitas Stanford membantah berencana membangun kampus di Ibu Kota Nusantara (IKN) Indonesia, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Universitas riset swasta di California, Amerika Serikat, juga menyatakan belum menandatangani perjanjian apa pun dengan Indonesia.
Kepala Otorita IKN (OIKN) Bambang Susantono menyebutkan Stanford University akan membangun kampus di IKN mulai Mei 2024. Namun baru-baru ini dia mengklarifikasi bahwa pusat riset Stanford akan dibangun terlebih dahulu. “Intinya adalah kita ingin membangun pusat riset dulu, karena kalau mau membangun universitas butuh banyak hal, ya jadi kita mulai dari riset,” sambung Bambang.
Melalui hal tersebut maka dapat disimpulkan jika Stanford baru berkeinginan untuk membangun pusat riset di IKN saja, sedangkan untuk pembangunan kampus sendiri masih belum ada konfirmasi akan dilakukan baik dari pihak Otorita IKN maupun dari pihak Stanford.
Namun, klaim tersebut ternyata keliru. Dilansir dari Tempo, perwakilan dari Stanford Mara K Vandlik mengirimkan sebuah email yang menjelaskan jika Universitas Stanford membantah berencana membangun kampus di Ibu Kota Nusantara (IKN) Indonesia, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Universitas riset swasta di California, Amerika Serikat, juga menyatakan belum menandatangani perjanjian apa pun dengan Indonesia.
Kepala Otorita IKN (OIKN) Bambang Susantono menyebutkan Stanford University akan membangun kampus di IKN mulai Mei 2024. Namun baru-baru ini dia mengklarifikasi bahwa pusat riset Stanford akan dibangun terlebih dahulu. “Intinya adalah kita ingin membangun pusat riset dulu, karena kalau mau membangun universitas butuh banyak hal, ya jadi kita mulai dari riset,” sambung Bambang.
Melalui hal tersebut maka dapat disimpulkan jika Stanford baru berkeinginan untuk membangun pusat riset di IKN saja, sedangkan untuk pembangunan kampus sendiri masih belum ada konfirmasi akan dilakukan baik dari pihak Otorita IKN maupun dari pihak Stanford.
Kesimpulan
Faktanya pihak Otorita IKN dan juga Stanford membantah klaim pembangunan kampus di IKN. Universitas Stanford baru hanya menandatangani nota kesepahaman untuk membangun pusat riset bersama Otorita IKN di California, AS pada 15 November 2023.
Rujukan
(GFD-2024-16721) [SALAH] Masjid Tempat Ibadah Umat Islam Dilecehkan oleh Para Preman
Sumber: Instagram.comTanggal publish: 18/03/2024
Berita
Dibawah *ini video Preman sedang menunjukkan taringnya dan menantang Pribumi Pejuang, Menantang Para Mujahid bahwa negeri ini sudah dalam genggaman Jokowi dan para preman !!!*
*Dimana menteri agamanya….?*
*masjid tempat ibadah umat Islam sedang di lecehkan oleh para preman….!!!*”
*Dimana menteri agamanya….?*
*masjid tempat ibadah umat Islam sedang di lecehkan oleh para preman….!!!*”
Hasil Cek Fakta
Muncul sebuah video di Instagram yang menampilkan sekelompok pemuda yang berpakaian seperti preman mendatangi bangunan yang diduga adalah masjid, kemudian berbicara dengan mikrofon di depan mimbar. Unggahan tersebut juga disertai narasi yang menyenggol Presiden Jokowi yang dianggap menjadi penanggung jawab kejadian tersebut.
Namun setelah dilakukan pencarian gambar, video tersebut identik dengan unggahan dari akun Instagram @palembangkaget yang di upload pada tanggal 2 Maret 2024. Unggahan akun tersebut menjelaskan bahwa video merupakan kegiatan teater santri Pondok Pesantren Al Istiqlaliyah Cilongok, Tangerang, Banten.
Sementara itu, kegiatan tersebut tidak dilakukan di bagian masjid melainkan dilakukan di ruang majelis yang mirip seperti aula. Dari temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa klaim jika ada sekumpulan preman yang mengepung masjid dengan tidak hormat adalah klaim yang tidak benar, faktanya peristiwa itu hanya merupakan bagian dari pertunjukan drama yang dibawakan oleh santri Ponpes Al Istiqlaliyah.
Namun setelah dilakukan pencarian gambar, video tersebut identik dengan unggahan dari akun Instagram @palembangkaget yang di upload pada tanggal 2 Maret 2024. Unggahan akun tersebut menjelaskan bahwa video merupakan kegiatan teater santri Pondok Pesantren Al Istiqlaliyah Cilongok, Tangerang, Banten.
Sementara itu, kegiatan tersebut tidak dilakukan di bagian masjid melainkan dilakukan di ruang majelis yang mirip seperti aula. Dari temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa klaim jika ada sekumpulan preman yang mengepung masjid dengan tidak hormat adalah klaim yang tidak benar, faktanya peristiwa itu hanya merupakan bagian dari pertunjukan drama yang dibawakan oleh santri Ponpes Al Istiqlaliyah.
Kesimpulan
Faktanya peristiwa itu bukan merupakan kejadian yang mana sekumpulan preman mengepung sebuah masjid dengan tidak hormat, melainkan hanya merupakan bagian dari pertunjukan drama yang dibawakan oleh santri Ponpes Al Istiqlaliyah.
Rujukan
Halaman: 4520/8128







