(GFD-2024-16781) Cek Fakta: Klarifikasi Tuduhan Bahwa Jusuf Kalla Keturunan Kahar Muzakkar
Sumber: liputan6.comTanggal publish: 20/03/2024
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial terkait postingan yang diklaim Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla merupakan keturunan Pemimpin DI/TII Sulawesi Selatan, Kahar Muzakkar.
Postingan tersebut disebarkan kanal YouTube KBN Nusantara berjudul "CERITA GUS DUR SOAL JUSUF KALLA VIRAL LAGI !! BENARKAH ??" yang diunggah pada 13 Maret 2024.
"Apakah Benar bahwa Pak Jusuf Kalla buyutnya Kahar Muzakkar, tokoh pemberontakan DI/TII yang sangat dimusihi TNI, sampai sejauh ini sejak 2008 saya sendiri belum menemukan jejak digitalnya bahwa Pak Jusuf Kalla melakukan tabayyun atau bantahan terhadap informasi yang disampaikan oleh Gus Dur ini. Tidak hanya pada saat Gus Dur masih hidup, sampai hari ini saya juga belum pernah melihat jejak digital bantahan dari Jusuf Kalla ini," demikian pernyataan dari video tersebut.
Video yang disebarkan kanal YouTube KBN Nusantara telah 134 ribu kali ditonton dan mendapat 1.258 komentar dari warganet.
Benarkah kabar tentang Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla merupakan keturunan Pemimpin DI/TII Sulawesi Selatan, Kahar Muzakkar?
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri postingan yang diklaim Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla merupakan keturunan Pemimpin DI/TII Sulawesi Selatan, Kahar Muzakkar. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "jusuf kalla keturunan kahar muzakkar" di kolom pencarian Google Search.
Hasilnya terdapat beberapa artikel yang meluruskan kabar tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Jubir JK Tegaskan Tak Ada Hubungan Keluarga Antara Jusuf Kalla dengan Kahar Muzakkar" yang dimuat situs Liputan6.com pada 20 Maret 2024.
Liputan6.com, Jakarta - Juru Bicara (Jubir) Wakil Presiden RI ke-10 dan 12 Jusuf Kalla, Hussein Abdullah mengklarifikasi video @KBNNusantara yang menyebut Jusuf Kalla adalah buyut dari Kahar Muzakkar Pemimpin DI/TII Sulawesi Selatan.
"Perlu meluruskan video @KBNNusantara ini mengarah pada fitnah serta pembunuhan karakter terhadap bapak M. Jusuf Kalla Wakil Presiden RI ke 10 dan 12," ucapnya dalam keterangan yang diterima, Rabu (20/3/2024).
Pria yang akrab disapa Uceng ini menyebut, akun @KBNNusantara telah menyampaikan informasi bohong. Ia juga menegaskan bahwa keduanya tidak memiliki hubungan keluarga.
"Perlu kami jelaskan bahwa tidak ada kaitan apalagi hubungan keluarga antara M. Jusuf Kalla dengan Kahar Muzakkar," kata dia.
Keduanya, kata Uceng, berasal dari dua daerah yang berbeda, Jusuf Kalla berasal dari Bone sedangkan Kahar Muzakkar berasal dari Luwu Sulawesi Selatan.
"Secara logika pun tidak masuk akal Jusuf Kalla sebagai dianggap buyut Kahar Muzakkar, karena usia keduanya hanya terpaut 21 tahun untuk menjadi buyut jarak usia seharusnya terpaut 50 atau 60 tahun," ujarnya.
"Oleh karena itu informasi yang digunakan akun @KBN Nusantara, adalah sumbernya BOHONG dan tidak dapat dipartenggungjawabkan. Tanggapan ini semata untuk menghentikan kebohongan berantai tersebut," sambungnya.
Dikutip dari artikel berjudul "Asal Usul Bisnis Keluarga Kalla, Pengusaha Ternama di Sulsel" yang dimuat cnbcindonesia.com, Jusuf Kalla merupakan salah satu pengusaha di Sulawesi Selatan. Ia merupakan anak dari ayah yang dulu dikenal orang sebagai Hadji Kalla.
Jakarta, CNBC Indonesia - Jusuf Kalla adalah salah satu pengusaha besar yang sangat penting di Sulawesi Selatan dan Indonesia bagian timur. Indonesia mengenalnya sebagai mantan Wakil Presiden RI, yang dua kali terpilih lewat pemilihan langsung.
Sejarah bisnis keluarga besar Jusuf Kalla dimulai dari ayahnya, yang dulu dikenal orang sebagai Hadji Kalla. Dia naik haji ketika masih muda dan baru punya tokol. Ayah Jusuf Kalla berdagang sejak masih muda sekali, ketika belasan tahun, di daerah kelahirannya, Watampone, pusat dari Kabupaten Bone.
Ketika muda dia pernah berdagang kain sutra. Alberthiene Endah dalam Athirah (2016:60) menyebut Hadji Kalla juda sudah punya kios di Pasar Bajoe, Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan ketika usianya sekitar 15 tahun. Dalam Who's Who in Indonesia (1971:170) disebutkan toko itu dimiliki Kalla sejak tahun 1938.
Hadji Kalla muda ketika bisnisnya belum membesar, menikahi seorang gadis bernama Athirah. Darinya Hadji Kalla beroleh anak: Nurani, Jusuf, Zohra, Saman, Ahmad, dan Suhaeli. Jadi Jusuf Kalla anak kedua dan anak tertua laki-laki. Belakangan Athirah dimadu.
Di masa keamanan Sulawesi Selatan masih terganggu oleh gerombolan Kahar Muzakkar (yang lalu ikut DI/TII), keluarga Hadji Kalla pindah dari Bone ke Makassar. Pusat dari Sulawesi Selatan itu lebih aman dari gangguan gerombolan. Di Makassar pula anak-anak Hadji Kalla merampungkan sekolah menengahnya dan ada yang kuliah di Universitas Hasanuddin.
Setelah sukses berdagang kelontong, Hadji Kalla bisa mengusahakan kendaraan umum berupa bis. Pada 1952 Hadji Kalla mendirikan perusahaan bis yang melayani angkutan antara Bone dengan Makassar, yang bernama Cahaya Bone. Perusahaan bis itu cukup dikenal di Makassar.
Hadji Kalla pada 1952 juga sudah mendirikan NV Hadji Kalla Trading Company.
Christian Pelras dalam Manusia Bugis (2006:284-391) menyebut sejak 1955 keluarga Hadji Kalla sudah menekuni bisnis tekstil. Setelah Sukarno lengser, anak laki-laki tertua Hadji Kalla tidak hanya sudah dewasa, tapi dunia bisnis Indonesia juga mulai menggeliat.
Keluarga Kalla lalu melebarkan bisnisnya ke penjualan kendaraan. Di masa setelah 1967, Jusuf Kalla sudah ikut berbisnis membantu ayahnya. Sejak 1969, Hadji Kalla menjadi penyalur penting kendaraan impor. Mereka juga mendirikan PT Makassar Raya Motor. Selain penjualan kendaraan, perusahaan konstruksi bernama Bumi Karsa juga lalu didirikan.
Era 1990-an, keluarga Kalla memiliki PT Bumi Sarana Utama yang menjadi agen aspal curah. Di bidang properti mereka mempunyai PT Baruga Asrinusa Development yang fokus membangun perumahan elite. Mereka juga mempunyai PT Kalla Inti Karsa, dan belakangan berdiri pula PT Bukaka Teknik Utama yang dipimpin Ahmad Kalla dan kawan kuliahnya Fadel Muhammad.
Jusuf Kalla, setelah lulus dari Universitas Hasanuddin, pada 1968 sudah menjadi Direktur Utama NV Hadji Kalla dan belakangan memimpin sejumlah perusahaan keluarga. Sejak 1970-an, Jusuf Kalla termasuk pengusaha muda yang aktif di Kamar Dagang Industri (KADIN) Sulawesi Selatan.
Keluarga tak ingin menjadikan bisnisnya hanya menjadi harimau di Sulawesi Selatan saja. PT Bukaka Teknik Utama sejak awal sudah eksis di Bogor. Dan sejak 1988 keluarga Kalla punya bisnis pelayaran yang bernama Kalla Lines yang salah satu kapalnya bernama KM Athirah. Setidaknya pada 2004, Keluarga Kalla sudah memiliki 13 perusahaan besar dan sehat.
"Sejak 1995, kelompok perusahaan yang bernama Kalla Group tidak lagi sekadar mendominasi dunia usaha di Provinsi Sulawesi Selatan, tetapi telah merupakan sebuah konglomerasi usaha di kawasan timur Indonesia," tulis Pelras. Bidangnya meliputi jasa transportasi, telekomunikasi, perikanan, konstruksi, properti, otomotif, perkebunan, dan lain-lain.
Kesimpulan
Postingan yang diklaim Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla merupakan keturunan Pemimpin DI/TII Sulawesi Selatan, Kahar Muzakkar sudah diklarifikasi Jubir Jusuf Kalla, Hussein Abdullah. Pria yang akrab disapa Uceng ini menyebut bahwa JK dan Kahar Muzakkar tidak memiliki hubungan keluarga.
Rujukan
(GFD-2024-16785) Hoaks! Kenaikan harga beras karena pemerintah ekspor beras 2,5 juta ton ke China
Sumber: antaranews.comTanggal publish: 20/03/2024
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di X menarasikan bahwa kenaikan harga beras yang signifikan pada Maret 2024 terjadi karena pemerintah mengekspor beras ke China sebanyak 2,5 juta ton.
Dalam unggahan tersebut, penulis menyebutkan pemerintah sengaja melakukan hal tersebut agar harga beras melonjak dan membuat masyarakat semakin sengsara.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Supaya rakyat Indonesia makin miskin, makin sengsara, harga beras dibikin mahal. Rezim Jokowi akan ekspor beras ke Cina 2,5 juta ton, Teman2ku
Astagfirullah hal’azim Indonesia kirim beras ke cina 2,5 juta ton, sementara kita lagi langka beras mala disuruh makan singkong keladi dan sukun Ya ALLAH, ternyata rakyat prank lagi..!!!”
Namun, benarkah pemerintah ekspor beras 2,5 ton ke China agar harga beras naik?
Dalam unggahan tersebut, penulis menyebutkan pemerintah sengaja melakukan hal tersebut agar harga beras melonjak dan membuat masyarakat semakin sengsara.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Supaya rakyat Indonesia makin miskin, makin sengsara, harga beras dibikin mahal. Rezim Jokowi akan ekspor beras ke Cina 2,5 juta ton, Teman2ku
Astagfirullah hal’azim Indonesia kirim beras ke cina 2,5 juta ton, sementara kita lagi langka beras mala disuruh makan singkong keladi dan sukun Ya ALLAH, ternyata rakyat prank lagi..!!!”
Namun, benarkah pemerintah ekspor beras 2,5 ton ke China agar harga beras naik?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, video tersebut serupa dengan unggahan YouTube DPR RI pada 1 Juli 2022 yang berjudul “ANGGOTA DEWAN DONGKOL INFO INTERNAL KEMENTAN TAK SINKRON DAN INGIN EKSPOR BERAS KE CHINA”.
Dalam video tersebut, Ketua Komisi IV DPR, Sudin dongkol dengan tidak sinkronnya data di internal Kementan dan adanya informasi Kementan akan mengekspor beras ke China sebanyak 2 juta ton. Sudin mengkritisi rencana ekspor beras ke China oleh Kementan ditengah ancaman krisis pangan dunia.
Menteri Pertanian saat itu, Syahrul Yasin Limpo mengatakan permintaan beras dari China mengajukan permintaan impor beras sebesar 2,4 juta ton/tahun, Brunei Darussalam 100.000 ton/tahun, dan Arab Saudi sebesar 1.500 ton/tahun. Meski demikian, tidak seluruhnya disanggupi oleh Pemerintah Indonesia.
"Bapak Presiden dari permintaan banyak negara hanya setuju 100.000 ton, tapi sebetulnya kami punya overstock di atas 7 juta ton. Kami tidak mau ekspor tapi kebobolan, harapannya tidak ada masalah," kata SYL, dilansir dari berita ANTARA.
Dengan demikian, dalam video tersebut pemerintah China memang mengajukan permintaan impor beras 2,4 juta ton/tahun namun Presiden hanya setuju 100 ribu ton/tahun. Video terkait ekspor beras juga tidak relevan karena terjadi pada 2022.
Klaim: Pemerintah ekspor beras 2,5 juta ton ke China agar harga beras naik pada awal Maret
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Dalam video tersebut, Ketua Komisi IV DPR, Sudin dongkol dengan tidak sinkronnya data di internal Kementan dan adanya informasi Kementan akan mengekspor beras ke China sebanyak 2 juta ton. Sudin mengkritisi rencana ekspor beras ke China oleh Kementan ditengah ancaman krisis pangan dunia.
Menteri Pertanian saat itu, Syahrul Yasin Limpo mengatakan permintaan beras dari China mengajukan permintaan impor beras sebesar 2,4 juta ton/tahun, Brunei Darussalam 100.000 ton/tahun, dan Arab Saudi sebesar 1.500 ton/tahun. Meski demikian, tidak seluruhnya disanggupi oleh Pemerintah Indonesia.
"Bapak Presiden dari permintaan banyak negara hanya setuju 100.000 ton, tapi sebetulnya kami punya overstock di atas 7 juta ton. Kami tidak mau ekspor tapi kebobolan, harapannya tidak ada masalah," kata SYL, dilansir dari berita ANTARA.
Dengan demikian, dalam video tersebut pemerintah China memang mengajukan permintaan impor beras 2,4 juta ton/tahun namun Presiden hanya setuju 100 ribu ton/tahun. Video terkait ekspor beras juga tidak relevan karena terjadi pada 2022.
Klaim: Pemerintah ekspor beras 2,5 juta ton ke China agar harga beras naik pada awal Maret
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Rujukan
(GFD-2024-16786) [SALAH] Pangandaran Tamat Karena Jawa Tengah Diguncang Gempa 10,9 Magnitude
Sumber: Youtube.comTanggal publish: 20/03/2024
Berita
BARU SAJA PANGANDARAN TAMAT, GEMPA MAGNITUDE 10,9 GUNCANG JAWA TENGAH
Hasil Cek Fakta
Sebuah unggahan di Youtube menyatakan bahwa pada tanggal 19 Maret 2024 Jawa Tengah diguncang gempa 10,9 Magnitude sehingga menyebabkan Pangandaran tamat. Dalam unggahan ini juga disertakan video-video kerusakan akibat gempa.
Setelah ditinjau ternyata klaim ini tidak benar adanya karena video dengan narasi yang disertakan berbeda. Narator dalam video tersebut menyebutkan Pangandaran diguncang gempa dengan kekuatan 4,0 Magnitudo. Pernyataan ini mirip dengan artikel di laman http://news.republika.co.id yang berjudul Gempa Bumi Magnitudo 4,0 Guncang Pangandaran, Terasa Hingga Garut dan Pangalengan.
Pada artikel ini, dijelaskan bahwa gempa terjadi pada tanggal 15 Maret 2024 di Pangandaran, Jawa Barat. Gempa ini disebabkan akibat aktivitas Subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teguh Rahayu mengatakan bahwa belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan akibat dampak gempa bumi tersebut dan belum terlihat gempa bumi susulan.
Dengan demikian, unggahan yang menyatakan bahwa Pangandaran tamat akibat gempa bumi 10,9 Magnitude tidaklah benar.
Setelah ditinjau ternyata klaim ini tidak benar adanya karena video dengan narasi yang disertakan berbeda. Narator dalam video tersebut menyebutkan Pangandaran diguncang gempa dengan kekuatan 4,0 Magnitudo. Pernyataan ini mirip dengan artikel di laman http://news.republika.co.id yang berjudul Gempa Bumi Magnitudo 4,0 Guncang Pangandaran, Terasa Hingga Garut dan Pangalengan.
Pada artikel ini, dijelaskan bahwa gempa terjadi pada tanggal 15 Maret 2024 di Pangandaran, Jawa Barat. Gempa ini disebabkan akibat aktivitas Subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah lempeng Eurasia. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teguh Rahayu mengatakan bahwa belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan akibat dampak gempa bumi tersebut dan belum terlihat gempa bumi susulan.
Dengan demikian, unggahan yang menyatakan bahwa Pangandaran tamat akibat gempa bumi 10,9 Magnitude tidaklah benar.
Kesimpulan
Faktanya, gempa bumi 10,9 Magnitude yang mengguncang Jawa Tengah sehingga mengakibatkan Pangandaran tamat tidaklah benar. Video dan narasi yang ada dalam unggahan ini tidak sesuai. Setelah ditelusuri, gempa yang terjadi di Pangandaran bukan pada tanggal 18 Maret 2024. Selain itu, kekuatan gempa juga tidak sampai 10,9 Magnitude dan hingga sekarang belum ada laporan kerusakan bangunan.
Rujukan
(GFD-2024-16787) [SALAH] Uang Kertas Emisi Terbaru Bergambar Sri Mulyani
Sumber: Facebook.comTanggal publish: 20/03/2024
Berita
Bakal ada uang baru tahun ini. Uang kertas emisi terbaru. udah bisa dipakai saat lebaran.
Hasil Cek Fakta
Sebuah postingan beredar di Facebook menyatakan bahwa akan ada uang dengan emisi terbaru. Dalam postingan ini, terlihat beberapa gambar uang kertas. Uang kertas dengan nominal Rp. 1000 diganti menjadi Rp. 1, berwarna hijau dan memperlihatkan wajah Sri Mulyani, sedangkan uang Rp. 50.000 menjadi Rp. 50 berwarna abu-abu, serta uang Rp.100.000 menjadi Rp.100 berwarna merah.
Setelah ditelusuri ternyata klaim tersebut dibantah oleh Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI), Marlison Hakim. Dilansir dari http://Kompas.com Marlison Hakim mengatakan bahwa postingan tersebut (gambar sebelah kanan) tidak benar. Uang emisi terakhir yang diterbitkan BI yaitu uang kertas TE tahun 2022 dengan menggunakan tiga angka nol di belakang nominal pecahannya. Sementara itu, untuk gambar uang Rp. 1000 yang benar adalah gambar pahlawan nasional Tjut Meutia.
Dengan demikian, postingan yang memperlihatkan uang kertas emisi terbaru dan bergambar Sri Mulyani tidaklah benar.
Setelah ditelusuri ternyata klaim tersebut dibantah oleh Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI), Marlison Hakim. Dilansir dari http://Kompas.com Marlison Hakim mengatakan bahwa postingan tersebut (gambar sebelah kanan) tidak benar. Uang emisi terakhir yang diterbitkan BI yaitu uang kertas TE tahun 2022 dengan menggunakan tiga angka nol di belakang nominal pecahannya. Sementara itu, untuk gambar uang Rp. 1000 yang benar adalah gambar pahlawan nasional Tjut Meutia.
Dengan demikian, postingan yang memperlihatkan uang kertas emisi terbaru dan bergambar Sri Mulyani tidaklah benar.
Kesimpulan
Faktanya, postingan yang menyatakan bawa uang kertas emisi terbaru bergambar Sri Mulyani tidaklah benar. Hal ini sudah dibantah oleh Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, bahwa uang emisi terakhir yang diterbitkan BI adalah uang kertas TE 2022 dan uang Rp. 1000 yang bergambar Sri Mulyani dalam klaim diatas sebenarnya gambar pahlawan nasional Tjut Meutia.
Rujukan
Halaman: 4508/8127
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4778859/original/009811200_1710926928-Kalla1.jpg)


