• (GFD-2024-16810) [SALAH]: “Nata de Coco Terbuat dari Plastik”

    Sumber: FACEBOOK.COM
    Tanggal publish: 21/03/2024

    Berita

    Berhati2 dgn Produk nata de coco berbahan Plastik Sitentis sesuai Video ini……

    Hasil Cek Fakta

    Sebuah unggahan video di media sosial Facebook dengan nama akun “Anton S Musa” dengan narasi produk nata de coco terbuat dari plastik.

    Setelah melakukan penelusuran, Badan POM telah melakukan pengawasan pre dan post market terhadap produk obat dan makanan termasuk nata de coco. Sepanjang pengawasan lima tahun terakhir tidak ada produk nata de coco yang mengandung plastik, produk nata de coco 100 persen memenuhi syarat layak edar.

    Nata de coco merupakan pangan yang dibuat dari bahan baku air kelapa yang dalam proses pembuatannya dihasilkan serat selulosa yang baik untuk pencernaan. Bukan terbuat dari kandungan plastik.

    Dengan demikian, klaim tentang produk nata de coco terbuat dari plastik adalah salah dan masuk kategori konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Yudho Ardi

    Informasi yang menyesatkan, Badan POM telah melakukan pengawasan pre dan post market terhadap produk Obat dan Makanan termasuk nata de coco. Sepanjang pengawasan lima tahun terakhir tidak ada produk nata de coco yang mengandung plastik, produk nata de coco 100 persen memenuhi syarat layak edar.

    Rujukan

  • (GFD-2024-16811) Keliru, Video Perayaan Kemenangan Pendukung Anies-Muhaimin Setelah Memperoleh 49 Persen Real Count

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 21/03/2024

    Berita



    Sebuah konten di Instagram memuat video kolase dari cuplikan tayangan CNN Indonesia TV dan perayaan dari pendukung Capres 01 Anies-Muhaimin.

    Tayangan CNN Indonesia TV dalam kolase video tersebut memperlihatkan hasil perhitungan manual Komisi Pemilihan Umum atau KPU yang menempatkan pasangan Anies-Muhaimin memperoleh 49,52 persen, disusul pasangan Prabowo-Gibran dengan perolehan suara 32,87 persen dan pasangan Ganjar-Mahfud dengan perolehan suara 17,61 persen. Video tersebut dibagikan dengan klaim kemenangan untuk paslon nomor urut 01 tersebut dalam Pemilu 2024.



    Benar ini video perayaan kemenangan tim pendukung capres 01 Anies-Muhaimin?

    Hasil Cek Fakta



    Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim Cek Fakta Tempo memfragmentasi video kemudian melakukan penelusuran dengan menggunakan layanan reverse image Google. Hasilnya, real count yang ditampilkan merupakan hasil suntingan. Sementara video perayaan kemenangan Anies tidak terkait dengan real count pada video pertama, melainkan yel-yel pendukung Anies-Muhaimin di Malaysia.

    Video Pertama



    Video yang identik pernah diunggah ke YouTube oleh kanal resmi CNN Indonesia pada 18 Februari 2024 dengan judul "Pakar IT: Aplikasi SiRekap Bukan Gunakan Teknologi Baru".

    Pada tayangan ini real count KPU mencatat perolehan suara paslon 01 Anies-Muhaimin yakni 24,52 persen, paslon 02 Prabowo-Gibran 57,88 persen dan paslon 03 Ganjar-Mahfud dengan perolehan suara 17,61 persen. Real count itu diikuti dengan catatan update 16.50 WIB dan suara masuk 65,59 persen.

    CNN Indonesia TV edisi 20 Februari 2024 memang pernah keliru menyajikan data, namun hal tersebut telah diklarifikasi. 

    Dalam klarifikasinya, CNN Indonesia TV memberikan penjelasan bahwa mereka sempat keliru menyajikan data saat tayangan talkshow secara live pada 20 Februari tersebut. Mereka salah memasukkan data dari real count KPU sehingga Anies-Imin tertulis mendapat 57,34 persen suara sedangkan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka 23,69 persen.

    Menurut CNN, setelah mengetahui adanya kekeliruan input data, mereka langsung memperbaiki kesalahan. Data yang benar adalah Anies-Muhaimin mendapat 24,25 persen suara, Prabowo-Gibran 58,65 persen, dan Ganjar-Mahfud 17,1 persen.

    Video Kedua



    Video yang identik pernah diunggah ke YouTube oleh kanal Fuazen Official pada 12 Februari 2024. Meski suasana dalam video ini diambil dari angle yang berbeda, namun terdapat kesamaan dalam hal arsitektur bangunan.   

    Video identik lainnya pernah diunggah ke Youtube oleh kanal Hodari Podcast Rakyat pada 12 Februari 2024 dengan judul "Malaysia Menang Telak...!! Ramai-Ramai Pilih Anies, Gaungkan Perubahan Di Malaysia.”

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI melaksanakan pemungutan suara ulang (PSU) di Kuala Lumpur, Malaysia pada 10 Maret 2024.

    Dilansir dari Kompas.com, berdasarkan hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI yang disampaikan oleh anggota KPU Idham Holik dalam rapat pleno terbuka pada Senin, 18 Maret 2024, jumlah DPT di Kuala Lumpur mencapai 62.217 orang. Namun, jumlah pemilih yang menggunakan suaranya hanya 3.605 orang. Kemudian, Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) mencapai 1.828 dan Daftar Pemilih Khusus (DPK) mencapai 6.924.

    Masih berdasarkan hasil rekapitulasi yang sama, pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka unggul dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) di Kuala Lumpur. 

    "Bisa kita sahkan, ya. Bismillah, sah," kata Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari dalam rapat pleno terbuka di kantor KPU, Senin. 

    Prabowo-Gibran unggul dengan perolehan suara sebanyak 6.266 suara. Posisi kedua ditempati oleh pasangan calon (paslon) nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, dengan memperoleh 4.674 suara. Adapun posisi terakhir ditempati paslon nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, dengan perolehan suara 1.134.

    Kesimpulan



    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, kolase video dengan klaim perayaan kemenangan tim pendukung capres 01 Anies-Muhaimin adalah keliru. 

    Perayaan kemenangan dalam video di atas dilakukan pendukung capres 01 Anies-Muhaimin di Malaysia dan tidak ada kaitannya dengan hasil real count yang tampil pada layar CNN Indonesia.

    Hasil real count yang ditampilkan pada layar CNN Indonesia TV pada kolase video di atas merupakan hasil suntingan.

    Berdasarkan hasil rekapitulasi KPU, pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka unggul dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) di Kuala Lumpur.

    Rujukan

  • (GFD-2024-16812) Benar, Pernyataan Prabowo Subianto soal Angka Rasio Pajak Indonesia

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 21/03/2024

    Berita



    Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, menyatakan keinginannya untuk menaikkan tax ratio Indonesia karena masih sekitar 10%. Angka ini lebih kecil dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya, seperti Malaysia, Thailand, Vietnam, maupun Kamboja.

    "Our tax ratio banyak bisa di-improve, sekarang 10% dan tetangga kita, Thailand di 16%, Malaysia 16%, Vietnam (dan) Kamboja sekitar 16%, 17%, 18%,” ujarnya saat menghadiri Mandiri Investment Forum 2024 di Fairmont, Jakarta, Selasa, Maret 2024.

    Menurutnya, peningkatan rasio pajak sangat penting karena hal ini yang akan menjadi fokus utama Prabowo ke depan. Sehingga, ia sekaligus meminta pandangan dari para pakar ekonomi Indonesia yang hadir di forum itu.

    Benarkah pernyataan Prabowo Subianto itu?

    Hasil Cek Fakta



    Peneliti dari Think Policy Indonesia, Alexander Michael Tjahjadi menilai pernyataan Prabowo yang menyebutkan bahwa rasio pajak Indonesia 10% dan di bawah negara-negara tetangga adalah benar. Namun, pernyataan tersebut harus ditinjau dari berbagai sisi, termasuk upaya dalam pengumpulan pajak itu sendiri.

    Pendapatan pajak Indonesia terhadap PDB adalah 10,8% pada Desember 2023, atau meningkat dari 9% pada September 2023. “Angka ini memang masih di bawah negara-negara ASEAN,” kata Alexander.

    Sementara itu, data dari Organisasi Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) menunjukkan bahwa pada 2021, rasio pajak Malaysia sudah mencapai 11,8%, Thailand sebesar 16,4%, Vietnam sebesar 18%, dan Filipina sebesar 18,1%.

    Sebuah studi tahun 2019 menunjukkan bahwa tax effort di Indonesia masih 50% di bawah standar internasional. Tax effort adalah indikator yang mengukur efisiensi suatu negara dalam menggunakan instrumen pajak dalam pemungutan penerimaan. Terdapat beberapa penyebab; mulai dari berbagai permasalahan struktural seperti penghindaran pajak yang cukup masif, keterbatasan kapasitas institusi, kompleksitas pemungutan pajak, distribusi horizontal wajib pajak yang masih menjadi pertanyaan, hingga adanya pengampunan pajak (tax amnesty). 

    Studi dari Tulane University, Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa sumbangsih pajak terhadap PDB bisa naik 3-4% jika masalah-masalah di atas, diatasi.

    Maka, keinginan Prabowo untuk menaikkan pajak perlu melihat bagaimana reformasi yang akan dilakukan. “Apakah dari sisi administrasi atau meningkatkan basis penerimaan pajak (tax base) yang ada,” kata Alexander.

    Kesimpulan



    Klaim Prabowo tentang angka rasio pajak di Indonesia sekitar 10% dibandingkan negara-negara tetangga, adalah benar.

    Namun, pernyataan Prabowo harus ditinjau dari berbagai sisi seperti bagaimana reformasi yang akan dilakukan, termasuk upaya dalam pengumpulan pajak itu sendiri. 

    **Punya informasi atau klaim yang ingin Anda cek faktanya? Hubungi ChatBot kami. Anda juga bisa melayangkan kritik, keberatan, atau masukan untuk artikel Cek Fakta ini melalui email cekfakta@tempo.co.id

    Artikel ini merupakan hasil kolaborasi program Panel Ahli Cek Fakta The Conversation Indonesia bersama Kompas.com dan Tempo.co, didukung oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI)

    Rujukan

  • (GFD-2024-16822) [HOAKS] Bantuan Dana Rp 125 Juta untuk Peserta BPJS Kesehatan

    Sumber: kompas.com
    Tanggal publish: 21/03/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar informasi mengenai bantuan dana sebesar Rp 125 juta untuk peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut hoaks.

    Informasi bantuan dana Rp 125 juta untuk peserta BPJS Kesehatan dibagikan oleh akun Facebook ini pada 14 Maret 2023.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    PROGRAM BANTUAN BPJS 2024PEMERINTAH RI. MENGELUARKAN DANA BANTUAN BPJS Rp, 25TRILIUN.. UNTUK MASYARAKAT DI SELURUH INDONESIAdirektur BPJS Kesehatan Prof.Drs.Muh Bakri.Msi

    Narasi itu disertai poster yang memuat keterangan sebagai berikut:

    BPJS Kesehatan menyelenggarakan dana bantuan Thn 2024

    Cara daftar dan cek penerima dana bantuan BPJS Kesehatan

    Program penerima dana bantuan yang diselengarakan oleh pemerintah, di thn 2024 sedang menyelenggarakan dana bantuan disetiap pengguna kartu BPJS

    PEMERINTAH tlah mengalokasikan dana bantuan untuk pengguna kartu bpjs Rp.25triliun untuk dana transportasi umum untuk bantuan sektor transportasi dan perlinsos tambahan.

    DANA BANTUAN YANG DITERIMA OLEH SETIAP PENERIMA DANA BANTUAN YG SUDAH DIDAFTARKAN

    Rp-125,000.000

    Poster itu memuat foto Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti. Poster itu juga memuat nama Drs Muh Bakri, M.Si yang disebut sebagai penanggung jawab.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com tidak menemukan informasi soal bantuan dana Rp 125 juta di akun Facebook resmi BPJS Kesehatan.

    Kemudian, nama Drs Muh Bakri, M.Si tidak tertera di struktur kepengurusan BPJS Kesehatan yang dimuat pada situs resmi.

    Poster bantuan dana Rp 125 juta merupakan hasil manipulasi dari undangan seminar daring yang dibagikan akun Facebook resmi BPJS Kesehatan, pada 23 Januari 2024.

    Sebelumnya, informasi bantuan dana dari BPJS Kesehatan pernah beredar pada 2021 dalam bentuk pesan berantai di WhatsApp.

    Diberitakan Kompas.com, informasi tersebut telah dibantah Direktur BPJS Kesehatan Ali Ghufron melalui akun Instagram resmi BPJS Kesehatan, pada 3 Juni 2021.

    "Jika ada pernah menerima SMS atau chat WhatsApp tentang dana bantuan BPJS Kesehatan, waspadalah! Itu hoaks alias berita bohong. BPJS Kesehatan tidak pernah memberikan bantuan dana apa pun, seperti yang tertulis dalam SMS atau chat WhatsApp tersebut," kata Ali.

    Kesimpulan

    Informasi bantuan dana Rp 125 juta untuk peserta BPJS Kesehatan adalah hoaks. Akun Facebook resmi BPJS Kesehatan tidak memuat informasi tersebut.

    Informasi bantuan dana dari BPJS Kesehatan pernah beredar pada 2021 melalui pesan berantai di WhatsApp.

    Direktur BPJS Kesehatan Ali Ghufron menegaskan, pihaknya tidak pernah memberikan bantuan dana.

    Rujukan