[Diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia]
#BREAKING || #UK | #UnitedKingdom | #Britain
Bendera dikibarkan setengah tiang di Inggris
(GFD-2024-16830) [SALAH] Bendera dikibarkan setengah tiang di Inggris
Sumber: Twitter.comTanggal publish: 22/03/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Akun twitter @GlobalNews70 mengunggah postingan mengenai pengibaran bendera yang hanya setengah tiang di Inggris. Postingan tersebut juga melampirkan gambar yang mengklaim menunjukkan penurunan bendera di Inggris, di tengah ekspektasi akan adanya pengumuman penting pada 18 Maret 2024.
Dilansir dalam misbar.com gambar tersebut merupakan gambar yang sudah lama. Gambar yang beredar berasal dari bulan September 2022, memperlihatkan bendera Inggris diturunkan setengah tiang di atas Konsulat Jenderal Inggris di Istanbul sebagai bentuk duka atas meninggalnya Ratu Elizabeth II saat itu.
Pada 8 September 2022, Istana Buckingham mengumumkan kematian Ratu Elizabeth II tak lama setelah kondisi kesehatannya tiba-tiba memburuk. Raja Inggris yang paling lama memerintah meninggal dunia pada usia 96 tahun, setelah menjabat sebagai ratu Inggris Raya selama 70 tahun sejak naik tahta pada usia 25 tahun.
Dilansir dalam misbar.com gambar tersebut merupakan gambar yang sudah lama. Gambar yang beredar berasal dari bulan September 2022, memperlihatkan bendera Inggris diturunkan setengah tiang di atas Konsulat Jenderal Inggris di Istanbul sebagai bentuk duka atas meninggalnya Ratu Elizabeth II saat itu.
Pada 8 September 2022, Istana Buckingham mengumumkan kematian Ratu Elizabeth II tak lama setelah kondisi kesehatannya tiba-tiba memburuk. Raja Inggris yang paling lama memerintah meninggal dunia pada usia 96 tahun, setelah menjabat sebagai ratu Inggris Raya selama 70 tahun sejak naik tahta pada usia 25 tahun.
Kesimpulan
Faktanya, foto pada lampiran unggahan tersebut merupakan kejadian meninggalnya Queen Elizabeth pada II pada September 2022.
Rujukan
(GFD-2024-16831) [SALAH] Raja Charles III Meninggal Dunia di usia 75 tahun karena kanker
Sumber: Twitter.comTanggal publish: 22/03/2024
Berita
[Diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia]
TM24 LANGSUNG | Istana Buckingham
#BREAKING | Raja Inggris Charles III Meninggal Karena Kanker di Usia 75 Tahun
#RoyalAnnouncement #KingCharles
TM24 LANGSUNG | Istana Buckingham
#BREAKING | Raja Inggris Charles III Meninggal Karena Kanker di Usia 75 Tahun
#RoyalAnnouncement #KingCharles
Hasil Cek Fakta
Akun twitter Truth Media pada 19 Maret 2024 mengunggah postingan yang menyatakan bahwa Raja Charles III meninggal di usia 75 tahun dikarenakan kanker.
Setelah dilakukan penelusuran, tidak adanya media terpercaya dalam memberitakan meninggalnya Raja Charles III. Dalam situs resmi instagram dan web @theroyalfamily tidak ada informasi yang memberitakan meninggalnya Raja Charles III.
Kedutaan Besar Inggris di Kyiv, Ukraina, dan Azerbaijan telah menepis rumor seputar dugaan kematian Raja Charles III. Melalui X, Kedutaan Besar Inggris di Kyiv menyatakan, "Kami ingin menginformasikan kepada Anda bahwa berita kematian Raja Charles III adalah palsu," dalam twitter resmi @UKinUkraine. Serta, Kedutaan Besar Inggris di Azerbaijan juga meyakinkan masyarakat dengan menyatakan, "Kami menginformasikan bahwa laporan tentang kematian Raja Charles III adalah palsu!" dalam twitter resmi @ukinazerbaijan.
Dilansir dari misbar.com, memang sebelumnya Istana Buckingham telah mengungkapkan bahwa Raja Charles didiagnosa mengidap jenis kanker yang tidak dijelaskan secara spesifik.
“Yang Mulia hari ini memulai jadwal perawatan rutin, dan selama itu beliau telah disarankan oleh dokter untuk menunda tugas-tugas publik,” kata pihak istana bulan lalu. Awal bulan ini, dalam pidatonya di televisi, Charles mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para pendukungnya atas "doa baik dan penuh perhatian" mereka terkait kesehatannya, dan berjanji untuk "terus melayani Anda semampu saya."
Setelah dilakukan penelusuran, tidak adanya media terpercaya dalam memberitakan meninggalnya Raja Charles III. Dalam situs resmi instagram dan web @theroyalfamily tidak ada informasi yang memberitakan meninggalnya Raja Charles III.
Kedutaan Besar Inggris di Kyiv, Ukraina, dan Azerbaijan telah menepis rumor seputar dugaan kematian Raja Charles III. Melalui X, Kedutaan Besar Inggris di Kyiv menyatakan, "Kami ingin menginformasikan kepada Anda bahwa berita kematian Raja Charles III adalah palsu," dalam twitter resmi @UKinUkraine. Serta, Kedutaan Besar Inggris di Azerbaijan juga meyakinkan masyarakat dengan menyatakan, "Kami menginformasikan bahwa laporan tentang kematian Raja Charles III adalah palsu!" dalam twitter resmi @ukinazerbaijan.
Dilansir dari misbar.com, memang sebelumnya Istana Buckingham telah mengungkapkan bahwa Raja Charles didiagnosa mengidap jenis kanker yang tidak dijelaskan secara spesifik.
“Yang Mulia hari ini memulai jadwal perawatan rutin, dan selama itu beliau telah disarankan oleh dokter untuk menunda tugas-tugas publik,” kata pihak istana bulan lalu. Awal bulan ini, dalam pidatonya di televisi, Charles mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para pendukungnya atas "doa baik dan penuh perhatian" mereka terkait kesehatannya, dan berjanji untuk "terus melayani Anda semampu saya."
Kesimpulan
Faktanya, tidak adanya media terpercaya yang memberitakan berita tersebut.
Rujukan
(GFD-2024-16836) Keliru, Video Berisi Klaim Nata De Coco Berbahaya bagi Kesehatan
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 22/03/2024
Berita
Sebuah video beredar dari pesan berantai yang mengklaim bahwa makanan nata de coco berbahaya bagi kesehatan karena mengandung plastik. Seorang laki-laki dalam video itu menunjukkan sebuah kemasan nata de coco yang isinya seperti plastik sintetis yang tidak mudah terurai di dalam tubuh.
“Produk itu bukan dari sari kelapa dan berbahaya bagi kesehatan keluarga kita. Walaupun produknya bermerk, tapi fungsinya tidak jelas bagi kesehatan kita,” katanya.
Tempo menerima permintaan pembaca untuk memeriksa kebenaran narasi tersebut. Benarkah makanan nata de coco berbahaya bagi kesehatan karena mengandung plastik sintetis?
Hasil Cek Fakta
Badan Pengawasan Obat dan Makanan ( BPOM ) dalam website resminya telah mengkonfirmasi bahwa nata de coco menggunakan serat pangan selulosa. Direktur Pengawasan Pangan Olahan Risiko Rendah dan Sedang Badan POM, Ema Setyawati menyatakan produk tersebut aman dikonsumsi karena tidak mengandung plastik seperti disebutkan dalam video yang beredar.
Badan POM telah melakukan pengawasan pre dan postmarket terhadap produk nata de coco. Sepanjang pengawasan lima tahun terakhir tidak ada produk nata de coco yang mengandung plastik. “Hasil uji sampling Badan POM tahun 2019 menyatakan 100% produk nata de coco memenuhi syarat,’’ tuturnya dalam Diskusi Media “Kebaikan Nata De Coco Kelapa Indonesia” di Jakarta, Senin, 16 Desember 2019.
Nata de coco merupakan pangan yang dibuat dari bahan baku air kelapa yang dalam proses pembuatannya dihasilkan serat selulosa yang baik untuk pencernaan. “Produk nata de coco dengan nomor izin edar dalam negeri sebesar 69,6% dibandingkan produk impor 30,3%, sehingga yang paling besar terdampak dengan adanya isu ini yakni produk lokal,” jelas Ema Setyawati.
Dilansir dari website Wongcoco.com berdasarkan studi yang dilakukan Puslitbang Biologi LIPI, kandungan gizi nata de coco per 100 gram nata, diketahui mengandung 80% air, 20 gram karbohidrat, 146 kal kalori, 20 gram lemak, 12 mg Kalsium, 2 mg Fosfor dan 0,5 mg Ferrum (besi).
Sedangkan kandungan gizi 100 gram nata de coco yang dikonsumsi dengan pemanis atau sirup adalah 67,7% air, 12 mg Kalsium, 0,2% lemak, 2 mg Fosfor (jumlah yang sama untuk vitamin B1 dan Protein), 5 mg zat besi dan 0,01 ng (mikrogram) Riboflavin.
Kesimpulan
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa klaim nata de coco berbahaya bagi kesehatan karena mengandung plastik sintetis adalah keliru.
Nata de coco merupakan pangan yang dibuat dari bahan baku air kelapa yang dalam proses pembuatannya dihasilkan serat selulosa yang baik untuk pencernaan.
Rujukan
(GFD-2024-16837) Cek Fakta: Tidak Benar Dalam Video Ini Kondisi Tuban Usai Diguncang Gempa pada 22 Maret 2024
Sumber: liputan6.comTanggal publish: 22/03/2024
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video yang diklaim kondisi wilayah Tuban usai diguncang gempa magnitudo 6,1 pada Jumat (22/3/2024). Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook.
Video berdurasi 14 detik itu memperlihatkan kondisi jalanan terbelah dan bangunan rumah yang ambruk diduga akibat gempa. Video itu kemudian diklaim merupakan kondisi terkini di Tuban usai diguncang gempa magnitudo 6,1 pada Jumat (22/3/2024).
"Innalillahi wa innaillaihi rojiun
Breaking news
Tuban berduka
Gempa bumi berkekuatan M 6,1 mengguncang wilayah Tuban, Jawa Timur pada pukul 11.22 WIB. Berdasarkan keterangan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut, yakni 132 kilometer timur laut Tuban dengan kedalaman 10 kilometer. Kendati demikian, gempa ini tidak berpotensi tsunami. Beberapa warganet melaporkan, gempa bumi ini dirasakan hingga Surabaya, Lamongan, Blora, dan Kudus, Jawa Tengah.
"Gempa Berkekuatan M 6,1 Guncang Tuban, Tidak Berpotensi Tsunami"
Semoga tidak ada korban jiwa. Atas musibah ini semoga diberi kesabaran, keikhlasan," tulis salah satu akun Facebook.
Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 16 kali dibagikan dan mendapat 22 komentar dari warganet.
Benarkah dalam video itu merupakan kondisi terkini di Tuban usai diguncang gempa magnitudo 6,1? Berikut penelusurannya.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri video yang diklaim kondisi terkini di Tuban usai diguncang gempa magnitudo 6,1. Penelusuran dilakukan dengan mengunggah gambar tangkapan layar dari video tersebut ke situs Google.
Hasilnya terdapat beberapa artikel yang memuat gambar identik. Satu di antaranya artikel berjudul "Cerita Korban Selamat di Cianjur, Hendak Salat Saat Gempa Terjadi" yang dimuat situs detik.com pada Kamis 24 November 2022 lalu.
Berikut gambar tangkapan layarnya.
Gambar dalam artikel tersebut merupakan peristiwa gempa yang melanda Cianjur pada November 2022 lalu. Kondisi bangunan miring dan jalanan rusak mirip dengan yang ada dalam video.
Video identik juga ditemukan dalam situs berbagi video YouTube. Satu di antaranya video berjudul "Update Korban Gempa Cianjur" yang diunggah kanal YouTube Serambinews.
Berikut gambar tangkapan layarnya.
"SERAMBINEWS.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengupdate jumlah korban gempa Cianjur, per Rabu (23/11/2022). Gempa Cianjur ini terjadi pada Senin (21/11/2022) pukul 13.21 WIB, berpusat pada koordinat 6.84 LS, 107.05 BT atau tepatnya di darat wilayah Sukalarang, Sukabumi pada kedalaman 11 km," tulis kanal YouTube Serambinews.
Kesimpulan
Video yang diklaim kondisi terkini di Tuban usai diguncang gempa pada Jumat (22/3/2024) ternyata tidak benar. Video tersebut merupakan peristiwa gempa yang melanda Cianjur, Jawa Barat pada November 2022.
Rujukan
Halaman: 4495/8125



:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4781402/original/012339600_1711103821-Tuban1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4781403/original/049202300_1711103909-SsTuban1.jpg)