• (GFD-2026-32143) [SALAH] Video "New York Dihantam Rudal Imbas Gejolak Iran vs AS"

    Sumber: TikTok
    Tanggal publish: 04/02/2026

    Berita

    Beredar video [arsip] dari akun TikTok “an.ka.pa” pada Jumat (16/1/2026) yang memperlihatkan serangan rudal.

    Unggahan disertai narasi:

    “Perang Iran VS Amerika Serikat Bergejolak

    Kota New York Dihantam Rudal”

    Hingga Rabu (4/2/2026), konten itu mendapat lebih dari 48.500-an tanda suka, 1.400-an interaksi komentar, serta dibagikan ulang 4.600-an kali.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan pencarian gambar terbalik dengan memanfaatkan Google Lens. Hasilnya, ditemukan video serupa dari akun X “Defence Index” yang diunggah Minggu (1/5/2025).

    Diketahui, konteks asli dari konten yang beredar adalah potongan dokumentasi lapangan terbang 'Voskresensk' di wilayah Moskow (Rusia) yang terbakar.

    Penelusuran juga mengarah ke gambar serupa di laman berita dan saluran televisi swasta Ukraina 112.ua berjudul “Drones attacked the fifth airfield in a day in the Russian Federation (video)” yang tayang Minggu (1/6/2025). Laporan itu menjelaskan bahwa pangkalan udara yang terbakar tersebut adalah lapangan terbang 'Voskresensk' di wilayah Moskow, Rusia. Serangan yang dilakukan Ukraina tersebut merupakan imbas perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina.

    Sebagai informasi, dilansir dari tirto.id, konflik AS vs Iran semakin memanas usai gelombang protes masyarakat sipil berlangsung sejak Senin (29/12/2025). AS bahkan mengancam melakukan intervensi militer yang besar di negara tersebut karena menganggap Iran telah melewati batas kewajaran dalam penanganan para demonstran.

    Kesimpulan

    Konteks asli konten yang beredar adalah potongan dokumentasi lapangan terbang 'Voskresensk' di wilayah Moskow (Rusia) yang terbakar. Jadi, unggahan video berisi klaim “New York dihantam rudal imbas gejolak Iran vs AS” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-32144) [SALAH] Purbaya Umumkan Gaji Pensiunan Naik 12% dan Pencairan Rapel pada 30 Januari 2026

    Sumber: TIKTOK.COM
    Tanggal publish: 04/02/2026

    Berita

    Akun Tiktok “harto9983” pada Jumat (23/1/2026) mengunggah video [arsip] yang berisi narasi:

    “Tanggal 30 Januari 2026 kenaikan gaji dan rapel pensiunan”

    Per Rabu (4/2/2026) video itu sudah dilihat lebih dari 390 ribu kali, disukai 5.300 kali, dibagikan 9.527 kali dan menuai 2.230 komentar.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan mengunggah video tersebut ke situs pendeteksi Artificial Intelligence (AI), hivemoderation.com. Hasilnya, suara di video tersebut tersebut diketahui hasil rekayasa Artificial Intelligence (AI) dengan probabilitas 99,9 persen.


    TurnBackHoax kemudian masukkan kata kunci “Purbaya Umumkan Gaji Pensiunan Naik 12% dan Pencairan Rapel pada 30 Januari 2026” ke mesin pencarian Google. Sepanjang penelusuran, ditemukan artikel bantahan dari antaranews.com dengan judul “Menkeu Purbaya umumkan kenaikan 12 persen gaji pensiunan dan pencairan dana rapel pensiunan pada 30 Januari” yang tayang pada Selasa (27/1/026).


    Sampai saat ini tidak ditemukan pernyataan resmi dari Purbaya maupun Kementerian Keuangan yang membenarkan klaim tersebut.

    Kesimpulan

    Faktanya, konten yang beredar merupakan hasil rekayasa AI dengan kemungkinan atau probabilitas mencapai 99,9% jadi Unggahan dengan klaim “Purbaya umumkan gaji pensiunan naik 12% dan pencairan Rapel pada 30 Januari 2026” merupakan konten palsu (fabricated content).

    Rujukan

  • (GFD-2026-32145) Cek Fakta: Tidak Benar Link Ini untuk Pendaftaran CPNS Kemenkes 2026

    Sumber:
    Tanggal publish: 04/02/2026

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) 2026. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 28 Januari 2026.
    Berikut isi unggahannya:
    "🇮🇩✨ PENDAFTARAN CPNS KEMENTERIAN KESEHATAN RI 2026 RESMI DIBUKA! ✨🇮🇩
    Kesempatan emas bagi putra-putri terbaik bangsa untuk bergabung dan mengabdi bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
    📌 Formasi: Dokter, Perawat, Bidan
    🎓 Pendidikan: SMA/SMK, D3, S1
    📅 Mulai Daftar: 19 Januari 2026
    ✅ GRATIS & RESMI
    ⚠️ Waspada penipuan! Tidak dipungut biaya apa pun.
    Mari bersama wujudkan Indonesia yang lebih sehat dan kuat 💪🇮🇩
    📲 Daftar segera
    🚀 Jangan lewatkan kesempatan ini. Segera daftarkan diri Anda!
    #CPNS2026 #CPNSKemenkes #KemenkesRI #ASN2026 #InfoCPNS LowonganCPNS AbdiNegara IndonesiaSehat"
    Unggahan disertai menu pendaftaran. Saat link pendaftaran diklik akan mengarah pada halaman situs dengan tampilan formulir digital yang meminta identitas pribadi seperti nama sesuai KTP hingga nomor Telegram aktif.
    Lalu benarkah klaim link pendaftaran CPNS Kemenkes 2026? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran CPNS Kemenkes 2026. Penelusuran mengarah pada artikel berita dari Liputan6.com berjudul "Bocoran Terbaru Rekrutmen CPNS 2026, Siap-Siap Daftar" yang tayang pada 7 Januari 2026.
    Artikel ini menerangkan, seleksi calon aparatur sipil negara (CASN) atau CPNS 2026 sedang dipersiapkan. Proses pengadaannya bakal diinisiasi oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), didukung oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan instansi terkait lainnya.
    Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, pembahasan terkait CASN 2026 sudah digulirkan. Namun pengadaannya masih menunggu kebutuhan formasi dari masing-masing instansi.
    "Itu sering kita bahas dalam berbagai forum. Masih menunggu permintaan formasi dari kementerian/lembaga, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota," ujar Zudan Arif kepada Liputan6.com, Rabu 7 Januari 2026.
    Penelusuran juga mengarah ke unggahan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) melalui akun Instagram resminya @kemenpanrb.
    KemenPANRB menyampaikan, hingga saat ini pemerintah belum mengeluarkan pengumuman resmi seputar seleksi Calon Aparatur Sipil Negara. Masyarakat diimbau tidak mudah percaya pada tautan atau unggahan tidak jelas sumbernya dan selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi instansi pemerintah.
    Sementara itu, berdasarkan penelusuran yang berasal dari artikel berita Liputan6.com berjudul "Viral Pendaftaran Seleksi CPNS 2026, Simak Panduan Pendaftarannya", ditegaskan bahwa seluruh proses pendaftaran dan seleksi CPNS 2026 hanya akan dilakukan melalui portal resmi Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) milik BKN yakni https://sscasn.bkn.go.id.
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim pendaftaran CPNS Kemenkes 2026, tidak benar.

    Rujukan

  • (GFD-2026-32146) Hoaks Dana Bantuan DAP untuk Umat Kristen Disalurkan Kemensos

    Sumber:
    Tanggal publish: 04/02/2026

    Berita

    tirto.id - Belakangan ini beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang mengklaim adanya program “Dana Bantuan Kesejahteraan Umat Kristen dan Katolik”. Unggahan tersebut menyebutkan bahwa bantuan berasal dari Christian Direct Aid Program (DAP) Australia dan disalurkan melalui Kementerian Sosial (Kemensos), dengan nilai bantuan mencapai dua miliar rupiah.

    ADVERTISEMENT

    Unggahan yang dibagikan oleh akun bernama “Dana Bantuan Umat Kristen dan Katolik” (arsip) itu juga mencantumkan nomor pendaftaran serta menampilkan logo sejumlah lembaga negara, seperti Kementerian Sosial RI, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

    let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});

    “Dari Christian DAP (Direct Aid Program) Australia Di Salurkan Melalui Kemensos Dengan Total Dana Bantuan Dari Rp.250,000.000,00 Juta Hingga Rp.2.000.000.000 Miliar. Dana Di Ajukan Sesuai Dengan Kebutuhan Para Umat KRISTEN DAN KATOLIK. Puji Tuhan Yesus Memberkati,” begitu keterangan dalam takarir.

    let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});

    #gpt-inline3-passback{text-align:center;}

    Untuk mendapatkan bantuan, para calon pendaftar diarahkan untuk menghubungi nomor 0851-3503-6387.

    let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});

    #gpt-inline4-passback{text-align:center;}

    Hingga artikel ini ditulis, unggahan tersebut sudah memperoleh 99 tanda suka dan 11 komentar. Klaim serupa juga ditemukan di akun Facebook bernama “Bantuan Umat Kristen No Muslim” (arsip), di dalam unggahan tersebut, terdapat seorang pembawa acara sedang memberitakan bahwa terdapat pencairan dana DAP melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Kristen.

    Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

    ADVERTISEMENT

    Baca juga:Hoaks Mahfud MD Sebut Pemerintah Adakan Bantuan Modal Usaha

    Periksa Fakta Dana Bantuan Kristen Katolik. foto/hotline periksa fakta tirto

    Hasil Cek Fakta

    Untuk mengetahui kebenaran klaim, pertama-tama Tirto mencari keterangan resmi dari lembaga terkait. Dari pencarian di Google, Tirto menemukan artikel di situs Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Tengah yang berjudul “Waspada! Kemenag Tegaskan Info Bantuan DAP Australia Atas Nama Bimas Kristen Adalah Hoaks”.

    Artikel tersebut membantah klaim bahwa terdapat bantuan Christian Direct Aid Program dari Australia. Ditjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung menegaskan bahwa Ditjen Bimas Kristen tidak pernah menerbitkan pengumuman, surat, ataupun informasi resmi seperti yang beredar di media sosial, termasuk klaim mengenai penyaluran bantuan dana dengan jumlah tertentu.

    “Dalam beberapa waktu terakhir kami menerima banyak laporan terkait penyebaran informasi palsu bantuan dana DAP dari Australia yang mengatasnamakan Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama. Informasi tersebut tidak benar dan menyesatkan,” jelas Jeane Marie Tulung.

    Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen menegaskan bahwa seluruh informasi resmi mengenai kebijakan, program, dan kerja sama Ditjen Bimas Kristen hanya dipublikasikan melalui situs resmi bimaskristen.kemenag.go.id serta akun media sosial resmi Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama.

    Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak serta-merta memercayai informasi yang beredar melalui media sosial, pesan berantai, maupun dokumen digital yang tidak memiliki sumber jelas.

    “Kami mengimbau masyarakat agar selalu melakukan cek dan ricek informasi sebelum membagikannya. Jangan mudah percaya pada berita atau pengumuman yang tidak berasal dari kanal resmi,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Tirto menghubungi pihak Kementerian Sosial (Kemensos) untuk memverifikasi klaim. Ketika dihubungi, Kepala Biro Humas Kementerian Sosial RI Devi Deliani menyatakan bahwa konten yang disebarkan oleh akun Facebook bernama “Bantuan Umat Kristen No Muslim” adalah konten buatan akal imitasi (AI).

    “Ini penipuan, pakai AI,” jelas Devi Deliani.

    Tirto lantas memperhatikan dengan seksama konten tersebut. Terdapat beberapa kejanggalan, seperti gerak bibir pembawa acara yang tidak sesuai dengan kata-kata yang diucapkan. Selain itu, gestur tubuh dalam video juga terlihat tidak natural, mulai dari pergerakan tangan hingga perubahan posisi kepala yang tampak kaku dan kurang selaras. Ketidaksinkronan ini menimbulkan dugaan awal adanya manipulasi visual menggunakan AI pada konten tersebut.

    Untuk mengecek manipulasi AI, Tirto menggunakan situs Hive Moderation, untuk mengukur persentase manipulasi AI dalam video. Hasilnya, persentase manipulasi AI adalah sebesar 41,3 persen.

    Baca juga:Hoaks BSU 2026 untuk Pemilik BPJS Kesehatan & Ketenagakerjaan

    Persentase manipulasi AI. foto/Hive Moderation

    Kesimpulan

    Berdasarkan hasil penelusuran fakta, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan adanya bantuan dana DAP dari Australia kepada umat Kristen di Indonesia adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

    Ditjen Bimas Kristen menyatakan bahwa informasi tersebut adalah hoaks, seluruh informasi resmi mengenai kebijakan, program, dan kerja sama Ditjen Bimas Kristen hanya dipublikasikan melalui situs resmi bimaskristen.kemenag.go.id serta akun media sosial resmi Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama.

    Pihak Kemensos juga menyatakan bahwa klaim tersebut tidak benar dan unggahan dimanipulasi oleh AI.

    ==

    Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

    Rujukan