tirto.id - Beredar di media sosial unggahan mengklaim utang tersembunyi Jokowi terbongkar dan Purbaya membuka fakta bahwa BUMN terancam tergadai serta 3.400 hektar tanah di Ibu Kota Nusantara (IKN) akan dijual. Pengunggah mengklaim IKN terancam dijual untuk mendukung kekuasaan Gibran pada tahun 2029 karena Jokowi diam-diam berutang dan negara yang akan dikorbankan untuk melunasi utang tersebut.
ADVERTISEMENT
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook “Murshid 2” (arsip) pada Jum’at (30/01/2026). Dalam unggahan, terlihat gambar Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa di bagian kiri depan dengan ekspresi marah dan menunjuk ke depan, sementara Joko Widodo digambarkan di bagian tengah dengan posisi menunduk dan tangan memegang kepala yang memberikan kesan sedang pusing atau tertekan.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Lalu terdapat juga gambar Gibran Rakabuming Raka di sisi kanan dengan tangan terkatup seperti sedang meminta maaf. Tampak juga tokoh lain yaitu Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan RI di kiri belakang, dan Luhut Binsar Pandjaitan di kanan belakang.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Periksa Fakta Purbaya Naik Pitam. foto/hotline periksa fakta tirto
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
“Purbaya naik pitam! BUMN tergadai 3.400 hektar IKN dijual demi pelenggengan kekuasaan Gibran 2029, Jokowi diam-diam berhutang, negara dikorbankan untuk perlindungan?” Begitu narasi tertulis dalam gambar.
Dalam unggahan juga disebutkan keterangan bahwa Purbaya membuka fakta terkait utang tersembunyi (hidden debt) di era Jokowi yang selama ini tidak dibuka ke publik. Utang tersebut mengancam BUMN untuk membuka risiko privatisasi dan gadai aset negara, sehingga megaproyek Ibu Kota Nusantara diklaim berpotensi dijual untuk menutup beban utang.
Lantas, benarkah klaim yang menyebutkan Purbaya bongkar utang tersembunyi Jokowi dan sebut IKN terancam dijual?
ADVERTISEMENT
(GFD-2026-32150) Hoaks Purbaya Bongkar Fakta Hidden Debt dan IKN Terancam Dijual
Sumber:Tanggal publish: 05/02/2026
Berita
Hasil Cek Fakta
Untuk memeriksa kebenaran fakta, pertama-tama Tirto menelusuri klaim melalui mesin pencarian Google dengan mengetikkan kata kunci “Purbaya bongkar hidden debt sebut IKN terancam dijual”. Hasilnya, penelusuran informasi terbaru per November 2025, narasi bahwa Purbaya Yudhi Sadewa membongkar hidden debt atau utang tersembunyi yang menyebabkan IKN terancam dijual tidak didukung oleh bukti berita yang akurat dan kredibel.
Kemudian Tirto menganalisis gambar yang ditampilkan pada unggahan, hasil analisis menggunakan Hive Moderation menunjukkan bahwa gambar tersebut bukanlah gambar asli melainkan gambar manipulasi yang dibuat dengan artificial intelegent (AI) dengan probabilitias mencapai 99,8 persen.
Dilansir oleh YouTube Kompas, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pernah menyangkal informasi yang disebarkan oleh media asal Inggris “The Guardian” yang menyatakan bahwa Ibu Kota Nusantara (IKN) akan menjadi "kota hantu" atau kota tak berpenghuni karena belum digunakan sebagaimana mestinya meskipun pembangunan dilakukan secara masif. Menanggapi hal itu, Purbaya justru memastikan bahwa IKN tidak akan terbengkalai karena pembangunan masih terus berjalan.
Sampai saat artikel ini ditulis belum ditemukan informasi yang menyatakan bahwa Purbaya sebut IKN akan dijual justru IKN masih dalam tahap pembangunan.
“Tapi yang jelas kita sudah setujui yang swasta yang bangun rumah di sana, ada berapa perusahaan begitu sepertinya tidak berhenti, masih jalan terus. Kita ikuti Presiden RI seperti apa,” begitu keterangan Purbaya pada 23 November 2025.
Mengutip laman resmi Kompas.com, Jokowi memang pernah menyebut menjual tanah di IKN kepada investor pada Agustus 2023 sebagai bentuk investasi untuk mendorong pertumbuhan sebuah negara. Sebab, apabila hanya menggantungkan diri pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saja, pertumbuhan dinilai akan sulit dicapai. Tidak ada informasi yang membenarkan bahwa 3.400 hektar tanah di IKN terancam dijual karena menutupi utang Jokowi seperti pada unggahan yang beredar.
Sebagai informasi, sebagaimana dirujuk dari artikel Tirto, hingga akhir pemerintahan Presiden Joko Widodo pada tahun 2024, posisi utang Indonesia berada di angka Rp8.813 triliun. Karena itu, berdasarkan perhitungan Bright Institute, posisi utang pemerintah per 31 Desember 2025 diperkirakan mencapai Rp 9.645 triliun.
Dalam rangkuman artikel Tirto berjudul “Prabowo Banggakan Indonesia Tak Pernah Gagal Bayar Utang di WTF”, Presiden RI Prabowo Subianto pada gelaran World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026) menyampaikan bahwa Indonesia dalam sejarah kepemimpinannya tidak pernah sekalipun gagal membayar utang. Rezim yang berkuasa selanjutnya, membayar utang rezim sebelumnya.
Dengan demikian klaim yang menyatakan Purbaya marah atau menyebutkan bahwa 3.400 hektar IKN dijual karena menutupi hidden debt Jokowi dan mendukung kekuasan Gibran pada 2029 adalah klaim yang tidak berdasar dan tidak didukung dengan informasi kredibel.
Kemudian Tirto menganalisis gambar yang ditampilkan pada unggahan, hasil analisis menggunakan Hive Moderation menunjukkan bahwa gambar tersebut bukanlah gambar asli melainkan gambar manipulasi yang dibuat dengan artificial intelegent (AI) dengan probabilitias mencapai 99,8 persen.
Dilansir oleh YouTube Kompas, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pernah menyangkal informasi yang disebarkan oleh media asal Inggris “The Guardian” yang menyatakan bahwa Ibu Kota Nusantara (IKN) akan menjadi "kota hantu" atau kota tak berpenghuni karena belum digunakan sebagaimana mestinya meskipun pembangunan dilakukan secara masif. Menanggapi hal itu, Purbaya justru memastikan bahwa IKN tidak akan terbengkalai karena pembangunan masih terus berjalan.
Sampai saat artikel ini ditulis belum ditemukan informasi yang menyatakan bahwa Purbaya sebut IKN akan dijual justru IKN masih dalam tahap pembangunan.
“Tapi yang jelas kita sudah setujui yang swasta yang bangun rumah di sana, ada berapa perusahaan begitu sepertinya tidak berhenti, masih jalan terus. Kita ikuti Presiden RI seperti apa,” begitu keterangan Purbaya pada 23 November 2025.
Mengutip laman resmi Kompas.com, Jokowi memang pernah menyebut menjual tanah di IKN kepada investor pada Agustus 2023 sebagai bentuk investasi untuk mendorong pertumbuhan sebuah negara. Sebab, apabila hanya menggantungkan diri pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saja, pertumbuhan dinilai akan sulit dicapai. Tidak ada informasi yang membenarkan bahwa 3.400 hektar tanah di IKN terancam dijual karena menutupi utang Jokowi seperti pada unggahan yang beredar.
Sebagai informasi, sebagaimana dirujuk dari artikel Tirto, hingga akhir pemerintahan Presiden Joko Widodo pada tahun 2024, posisi utang Indonesia berada di angka Rp8.813 triliun. Karena itu, berdasarkan perhitungan Bright Institute, posisi utang pemerintah per 31 Desember 2025 diperkirakan mencapai Rp 9.645 triliun.
Dalam rangkuman artikel Tirto berjudul “Prabowo Banggakan Indonesia Tak Pernah Gagal Bayar Utang di WTF”, Presiden RI Prabowo Subianto pada gelaran World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026) menyampaikan bahwa Indonesia dalam sejarah kepemimpinannya tidak pernah sekalipun gagal membayar utang. Rezim yang berkuasa selanjutnya, membayar utang rezim sebelumnya.
Dengan demikian klaim yang menyatakan Purbaya marah atau menyebutkan bahwa 3.400 hektar IKN dijual karena menutupi hidden debt Jokowi dan mendukung kekuasan Gibran pada 2029 adalah klaim yang tidak berdasar dan tidak didukung dengan informasi kredibel.
Kesimpulan
Berdasarkan seluruh hasil penelusuran, klaim yang menyebutkan bahwa Purbaya bongkar fakta utang tersembunyi Jokowi dan sebut 3400 hektar IKN terancam dijual adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).
Purbaya dalam pernyataannya justru mengatakan bahwa IKN tidak akan menjadi kota hantu karena pembangunan terus berjalan. Indonesia berhasil mengatasi utang pada era Jokowi seperti dikatakan Presiden Prabowo pada World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.
Purbaya dalam pernyataannya justru mengatakan bahwa IKN tidak akan menjadi kota hantu karena pembangunan terus berjalan. Indonesia berhasil mengatasi utang pada era Jokowi seperti dikatakan Presiden Prabowo pada World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.
Rujukan
- https://www.facebook.com/murshidd2/posts/pfbid061fVo1fgm3FUR92CZZVBuewHqoEtf22YCFASDg56cNboqD5Hq9fDb3DPe99aDyAvl
- https://archive.today/Qg5Qp
- https://www.youtube.com/watch?v=RxDaLybnqoc#:~:text=Bantah%20IKN%20Bakal%20Jadi%20Kota,kompas.c...
- https://nasional.kompas.com/read/2023/08/09/11474201/jokowi-34000-hektar-lahan-di-ikn-sudah-bisa-dibeli-ini-peluang
- https://tirto.id/prabowo-banggakan-indonesia-tak-pernah-gagal-bayar-utang-di-wef-hpKY
(GFD-2026-32152) Cek Fakta: Tidak Benar Ini Link Pendaftaran Rekrutmen Amil Baznas 2026
Sumber:Tanggal publish: 05/02/2026
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran rekrutmen amil Baznas 2026, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 30 Januari 2026.
Klaim link pendaftaran rekrutmen amil Baznas 2026 berupa tulisan sebagai berikut.
"📢 BAZNAS membuka Rekrutmen Terbuka Calon Amil Tahun 2026
Kesempatan bagi putra-putri terbaik Indonesia untuk bergabung dan menjadi bagian dari perubahan.
✨ Formasi tersedia:
Staf Bagian Pengumpulan
Staf Bagian Keuangan
Pendamping Program Pendayagunaan
📌 Kualifikasi umum:
Muslim/Muslimah
Pendidikan minimal D3/S1 semua jurusan
📝 Daftar sekarang melalui website di bawah ini👇👇
https://cek-penerimaan-v2.webvip.id/
Jangan lewatkan kesempatan emas ini! 💚
#lowongankerja
#loker2026
#lokerbaznas
#baznas
#rekrutmen2026"
Unggahan tersebut menyertakan menu daftar, jika diklik akan muncul link berikut.
"https://cek-penerimaan-v2.webvip.id/?fbclid=IwY2xjawPw3pBleHRuA2FlbQIxMQBzcnRjBmFwcF9pZBAyMjIwMzkxNzg4MjAwODkyAAEe4c8Lvh4NxjiEHtpyzvnpNyZfQZ2mZuF653WOs7LwQw9P4s65u6YZC9dgkJ4_aem_sCtO9PF_qKfAcAxxq1lDag"
Link tersebut mengarah pada halaman situs dengan tampilan formulir digital yang meminta sejumlah identitas seperti nama dan nomor Telegram.
Benarkah klaim link pendaftaran rekrutmen amil Baznas 2026? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim link pendaftaran rekrutmen amil Baznas 2026, penelusuran mengarah pada akun Instagram resmi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Indonesia @baznasindonesia, akun tersebut mengunggah imbauan agar masyarakat berhati-hati terhadap penipuan rekrutmen.
Basnas hanya memberikan informasi perihal rekruitmen melalui media sosial dan website resmi BAZNAS di @baznasindonesia atau baznas.go.id.
Segala bentuk informasi rekrutmen hanya melalui saluran media sosial dan website resmi Baznas.
Masyarakat diingatkan untuk selalu waspada dalam menyerahkan informasi pribadi pada pihak yang tidak bertanggung jawab.
Penelusuran mengarah pada artikel Liputan6.com berjudul "Kemenag Buka Seleksi Calon Anggota Baznas 2025-2030, Simak Syarat dan Jadwal Lengkapnya".
Dalam artikel ini dijelaskan bahwa Kementerian Agama (Kemenag) membuka seleksi calon anggota Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk masa bakti 2025–2030. Pendaftaran calon anggota Baznas dari unsur masyarakat mulai 25 Agustus – 9 September 2025.
Pendaftaran dibuka secara daring dengan dengan mengunggah dokumen persyaratan secara lengkap melalui tautan simzat.kemenag.go.id.
Penelusuran juga mengarah pada artikel dari kemenag.go.id yang tayang pada 7 Oktober 2025 berjudul "Ada 16 Peserta Seleksi Lulus Seleksi Calon Anggota Baznas dari Unsur Masyarakat, Siapa Saja?".
Dalam artikel ini, Panitia Seleksi telah mengumumkan hasil seleksi calon anggota Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dari unsur masyarakat untuk masa kerja 2025 – 2030. Pengumuman ini tertuang dalam surat No: 33/TIMSEL/BAZNAS/10/2025 tanggal 6 Oktober 2025.
Ada 16 peserta yang dinyatakan lulus seleksi calon anggota Baznas dari unsur Masyarakat Masa Kerja 2025-2030.
Hasil seleksi akan diusulkan oleh Menteri Agama kepada Presiden dan selanjutnya menjadi dasar Presiden memilih 8 orang calon anggota Baznas dari Unsur Masyarakat Masa Kerja 2025 - 2030 untuk disampaikan kepada DPR guna mendapat pertimbangan.
Calon anggota yang telah mendapat pertimbangan DPR akan ditetapkan sebagai anggota Baznas dengan Keputusan Presiden yang akan disampaikan selanjutnya.
Kesimpulan
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran rekrutmen amil Baznas 2026 tidak benar.
Basnas hanya memberikan informasi perihal rekruitmen melalui media sosial dan website resmi BAZNAS di @baznasindonesia atau baznas.go.id
Rujukan
- https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/6142470/kemenag-buka-seleksi-calon-anggota-baznas-2025-2030-simak-syarat-dan-jadwal-lengkapnya
- https://kemenag.go.id/nasional/ada-16-peserta-seleksi-lulus-seleksi-calon-anggota-baznas-dari-unsur-masyarakat-siapa-saja-2vMNb
- https://www.instagram.com/p/DEwv-NqSa83/?igsh=cTJqZ3Q4bDh3aTVh
(GFD-2026-32153) Cek Fakta: Hoaks Artikel Ketua BEM SI Buat Pernyataan Menolak PSI dan Jokowi di Daerah Masing-masing
Sumber:Tanggal publish: 05/02/2026
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Tim Cek Fakta Liputan6.com menemukan postingan artikel Ketua BEM Seluruh Indonesia membuat pernyataan untuk menolak PSI dan Jokowi di daerah masing-masing. Postingan itu beredar sejak awal pekan ini.
Salah satu akun ada yang mempostingnya di Facebook. Akun itu mengunggahnya pada 3 Februari 2026.
Dalam postingannya terdapat tangkapan layar dari Kilas Jatim dengan judul sebagai berikut:
"Ketua BEM Seluruh Indonesia Membuat Pernyataan Untuk Menolak Partai PSI Dan Jokowi Di Daerah Propinsi Masing Masing"
Akun itu menambahkan narasi:
"Wilayah² lain sudah tidak mau lagi jadi pion²nya Raja Jawa dan partai PSI, hanya kami orang NTT saja yang selalu mendambakan raja Jawa ini"
Lalu benarkah postingan artikel Ketua BEM Seluruh Indonesia membuat pernyataan untuk menolak PSI dan Jokowi di daerah masing-masing?
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan artikel yang identik dengan postingan. Artikel itu diunggah laman Kilasjatim.com dengan foto yang sama namun dengan judul berbeda.
Dalam artikel asli berjudul "Kecam Hasil Rapat Baleg DPR yang Anulir Putusan MK, BEM SI Serukan Aksi Turun ke Jalan" dan tayang pada 22 Agustus 2024.
Dalam artikel asli sama sekali tidak membahas penolakan pada Jokowi dan PSI melainkan seruan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan agar mahasiswa turun ke jalan untuk mengecam hasil rapat panitia kerja Undang-Undang Pilkada dan Badan Legislasi DPR yang menganulir putusan MK.
Hasil Cek Fakta
Kesimpulan
Postingan artikel Ketua BEM Seluruh Indonesia membuat pernyataan untuk menolak PSI dan Jokowi di daerah masing-masing adalah hoaks. Faktanya judul dalam artikel merupakan hasil suntingan.
Rujukan
(GFD-2026-32154) Hoaks Purbaya Bongkar Fakta Hidden Debt dan IKN Terancam Dijual
Sumber:Tanggal publish: 05/02/2026
Berita
tirto.id - Beredar di media sosial unggahan mengklaim utang tersembunyi Jokowi terbongkar dan Purbaya membuka fakta bahwa BUMN terancam tergadai serta 3.400 hektar tanah di Ibu Kota Nusantara (IKN) akan dijual. Pengunggah mengklaim IKN terancam dijual untuk mendukung kekuasaan Gibran pada tahun 2029 karena Jokowi diam-diam berutang dan negara yang akan dikorbankan untuk melunasi utang tersebut.
ADVERTISEMENT
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook “Murshid 2” (arsip) pada Jum’at (30/01/2026). Dalam unggahan, terlihat gambar Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa di bagian kiri depan dengan ekspresi marah dan menunjuk ke depan, sementara Joko Widodo digambarkan di bagian tengah dengan posisi menunduk dan tangan memegang kepala yang memberikan kesan sedang pusing atau tertekan.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Lalu terdapat juga gambar Gibran Rakabuming Raka di sisi kanan dengan tangan terkatup seperti sedang meminta maaf. Tampak juga tokoh lain yaitu Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan RI di kiri belakang, dan Luhut Binsar Pandjaitan di kanan belakang.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Periksa Fakta Purbaya Naik Pitam. foto/hotline periksa fakta tirto
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
“Purbaya naik pitam! BUMN tergadai 3.400 hektar IKN dijual demi pelenggengan kekuasaan Gibran 2029, Jokowi diam-diam berhutang, negara dikorbankan untuk perlindungan?” Begitu narasi tertulis dalam gambar.
Dalam unggahan juga disebutkan keterangan bahwa Purbaya membuka fakta terkait utang tersembunyi (hidden debt) di era Jokowi yang selama ini tidak dibuka ke publik. Utang tersebut mengancam BUMN untuk membuka risiko privatisasi dan gadai aset negara, sehingga megaproyek Ibu Kota Nusantara diklaim berpotensi dijual untuk menutup beban utang.
Lantas, benarkah klaim yang menyebutkan Purbaya bongkar utang tersembunyi Jokowi dan sebut IKN terancam dijual?
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Facebook “Murshid 2” (arsip) pada Jum’at (30/01/2026). Dalam unggahan, terlihat gambar Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa di bagian kiri depan dengan ekspresi marah dan menunjuk ke depan, sementara Joko Widodo digambarkan di bagian tengah dengan posisi menunduk dan tangan memegang kepala yang memberikan kesan sedang pusing atau tertekan.
let gpt_inline2 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline2.cmd.push(function() {gpt_inline2.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-2', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline2-passback').addService(gpt_inline2.pubads());gpt_inline2.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline2.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline2.enableServices();gpt_inline2.display('gpt-inline2-passback');});
Lalu terdapat juga gambar Gibran Rakabuming Raka di sisi kanan dengan tangan terkatup seperti sedang meminta maaf. Tampak juga tokoh lain yaitu Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan RI di kiri belakang, dan Luhut Binsar Pandjaitan di kanan belakang.
let gpt_inline3 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline3.cmd.push(function() {gpt_inline3.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-3', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline3-passback').addService(gpt_inline3.pubads());gpt_inline3.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline3.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline3.enableServices();gpt_inline3.display('gpt-inline3-passback');});
#gpt-inline3-passback{text-align:center;}
Periksa Fakta Purbaya Naik Pitam. foto/hotline periksa fakta tirto
let gpt_inline4 = window.googletag || {cmd: []};gpt_inline4.cmd.push(function() {gpt_inline4.defineSlot('/22201407306/tirto-desktop/inline-4', [[336, 280], [300, 250]], 'gpt-inline4-passback').addService(gpt_inline4.pubads());gpt_inline4.pubads().enableSingleRequest();gpt_inline4.pubads().collapseEmptyDivs();gpt_inline4.enableServices();gpt_inline4.display('gpt-inline4-passback');});
#gpt-inline4-passback{text-align:center;}
“Purbaya naik pitam! BUMN tergadai 3.400 hektar IKN dijual demi pelenggengan kekuasaan Gibran 2029, Jokowi diam-diam berhutang, negara dikorbankan untuk perlindungan?” Begitu narasi tertulis dalam gambar.
Dalam unggahan juga disebutkan keterangan bahwa Purbaya membuka fakta terkait utang tersembunyi (hidden debt) di era Jokowi yang selama ini tidak dibuka ke publik. Utang tersebut mengancam BUMN untuk membuka risiko privatisasi dan gadai aset negara, sehingga megaproyek Ibu Kota Nusantara diklaim berpotensi dijual untuk menutup beban utang.
Lantas, benarkah klaim yang menyebutkan Purbaya bongkar utang tersembunyi Jokowi dan sebut IKN terancam dijual?
ADVERTISEMENT
Hasil Cek Fakta
Untuk memeriksa kebenaran fakta, pertama-tama Tirto menelusuri klaim melalui mesin pencarian Google dengan mengetikkan kata kunci “Purbaya bongkar hidden debt sebut IKN terancam dijual”. Hasilnya, penelusuran informasi terbaru per November 2025, narasi bahwa Purbaya Yudhi Sadewa membongkar hidden debt atau utang tersembunyi yang menyebabkan IKN terancam dijual tidak didukung oleh bukti berita yang akurat dan kredibel.
Kemudian Tirto menganalisis gambar yang ditampilkan pada unggahan, hasil analisis menggunakan Hive Moderation menunjukkan bahwa gambar tersebut bukanlah gambar asli melainkan gambar manipulasi yang dibuat dengan artificial intelegent (AI) dengan probabilitias mencapai 99,8 persen.
Dilansir oleh YouTube Kompas, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pernah menyangkal informasi yang disebarkan oleh media asal Inggris “The Guardian” yang menyatakan bahwa Ibu Kota Nusantara (IKN) akan menjadi "kota hantu" atau kota tak berpenghuni karena belum digunakan sebagaimana mestinya meskipun pembangunan dilakukan secara masif. Menanggapi hal itu, Purbaya justru memastikan bahwa IKN tidak akan terbengkalai karena pembangunan masih terus berjalan.
Sampai saat artikel ini ditulis belum ditemukan informasi yang menyatakan bahwa Purbaya sebut IKN akan dijual justru IKN masih dalam tahap pembangunan.
“Tapi yang jelas kita sudah setujui yang swasta yang bangun rumah di sana, ada berapa perusahaan begitu sepertinya tidak berhenti, masih jalan terus. Kita ikuti Presiden RI seperti apa,” begitu keterangan Purbaya pada 23 November 2025.
Mengutip laman resmi Kompas.com, Jokowi memang pernah menyebut menjual tanah di IKN kepada investor pada Agustus 2023 sebagai bentuk investasi untuk mendorong pertumbuhan sebuah negara. Sebab, apabila hanya menggantungkan diri pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saja, pertumbuhan dinilai akan sulit dicapai. Tidak ada informasi yang membenarkan bahwa 3.400 hektar tanah di IKN terancam dijual karena menutupi utang Jokowi seperti pada unggahan yang beredar.
Sebagai informasi, sebagaimana dirujuk dari artikel Tirto, hingga akhir pemerintahan Presiden Joko Widodo pada tahun 2024, posisi utang Indonesia berada di angka Rp8.813 triliun. Karena itu, berdasarkan perhitungan Bright Institute, posisi utang pemerintah per 31 Desember 2025 diperkirakan mencapai Rp 9.645 triliun.
Dalam rangkuman artikel Tirto berjudul “Prabowo Banggakan Indonesia Tak Pernah Gagal Bayar Utang di WTF”, Presiden RI Prabowo Subianto pada gelaran World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026) menyampaikan bahwa Indonesia dalam sejarah kepemimpinannya tidak pernah sekalipun gagal membayar utang. Rezim yang berkuasa selanjutnya, membayar utang rezim sebelumnya.
Dengan demikian klaim yang menyatakan Purbaya marah atau menyebutkan bahwa 3.400 hektar IKN dijual karena menutupi hidden debt Jokowi dan mendukung kekuasan Gibran pada 2029 adalah klaim yang tidak berdasar dan tidak didukung dengan informasi kredibel.
Kemudian Tirto menganalisis gambar yang ditampilkan pada unggahan, hasil analisis menggunakan Hive Moderation menunjukkan bahwa gambar tersebut bukanlah gambar asli melainkan gambar manipulasi yang dibuat dengan artificial intelegent (AI) dengan probabilitias mencapai 99,8 persen.
Dilansir oleh YouTube Kompas, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pernah menyangkal informasi yang disebarkan oleh media asal Inggris “The Guardian” yang menyatakan bahwa Ibu Kota Nusantara (IKN) akan menjadi "kota hantu" atau kota tak berpenghuni karena belum digunakan sebagaimana mestinya meskipun pembangunan dilakukan secara masif. Menanggapi hal itu, Purbaya justru memastikan bahwa IKN tidak akan terbengkalai karena pembangunan masih terus berjalan.
Sampai saat artikel ini ditulis belum ditemukan informasi yang menyatakan bahwa Purbaya sebut IKN akan dijual justru IKN masih dalam tahap pembangunan.
“Tapi yang jelas kita sudah setujui yang swasta yang bangun rumah di sana, ada berapa perusahaan begitu sepertinya tidak berhenti, masih jalan terus. Kita ikuti Presiden RI seperti apa,” begitu keterangan Purbaya pada 23 November 2025.
Mengutip laman resmi Kompas.com, Jokowi memang pernah menyebut menjual tanah di IKN kepada investor pada Agustus 2023 sebagai bentuk investasi untuk mendorong pertumbuhan sebuah negara. Sebab, apabila hanya menggantungkan diri pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) saja, pertumbuhan dinilai akan sulit dicapai. Tidak ada informasi yang membenarkan bahwa 3.400 hektar tanah di IKN terancam dijual karena menutupi utang Jokowi seperti pada unggahan yang beredar.
Sebagai informasi, sebagaimana dirujuk dari artikel Tirto, hingga akhir pemerintahan Presiden Joko Widodo pada tahun 2024, posisi utang Indonesia berada di angka Rp8.813 triliun. Karena itu, berdasarkan perhitungan Bright Institute, posisi utang pemerintah per 31 Desember 2025 diperkirakan mencapai Rp 9.645 triliun.
Dalam rangkuman artikel Tirto berjudul “Prabowo Banggakan Indonesia Tak Pernah Gagal Bayar Utang di WTF”, Presiden RI Prabowo Subianto pada gelaran World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026) menyampaikan bahwa Indonesia dalam sejarah kepemimpinannya tidak pernah sekalipun gagal membayar utang. Rezim yang berkuasa selanjutnya, membayar utang rezim sebelumnya.
Dengan demikian klaim yang menyatakan Purbaya marah atau menyebutkan bahwa 3.400 hektar IKN dijual karena menutupi hidden debt Jokowi dan mendukung kekuasan Gibran pada 2029 adalah klaim yang tidak berdasar dan tidak didukung dengan informasi kredibel.
Kesimpulan
Berdasarkan seluruh hasil penelusuran, klaim yang menyebutkan bahwa Purbaya bongkar fakta utang tersembunyi Jokowi dan sebut 3400 hektar IKN terancam dijual adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).
Purbaya dalam pernyataannya justru mengatakan bahwa IKN tidak akan menjadi kota hantu karena pembangunan terus berjalan. Indonesia berhasil mengatasi utang pada era Jokowi seperti dikatakan Presiden Prabowo pada World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.
Purbaya dalam pernyataannya justru mengatakan bahwa IKN tidak akan menjadi kota hantu karena pembangunan terus berjalan. Indonesia berhasil mengatasi utang pada era Jokowi seperti dikatakan Presiden Prabowo pada World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.
Rujukan
- https://www.facebook.com/murshidd2/posts/pfbid061fVo1fgm3FUR92CZZVBuewHqoEtf22YCFASDg56cNboqD5Hq9fDb3DPe99aDyAvl
- https://archive.today/Qg5Qp
- https://www.youtube.com/watch?v=RxDaLybnqoc#:~:text=Bantah%20IKN%20Bakal%20Jadi%20Kota,kompas.c...
- https://nasional.kompas.com/read/2023/08/09/11474201/jokowi-34000-hektar-lahan-di-ikn-sudah-bisa-dibeli-ini-peluang
- https://tirto.id/prabowo-banggakan-indonesia-tak-pernah-gagal-bayar-utang-di-wef-hpKY
Halaman: 433/7817

