Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di TikTok menyebarkan klaim bahwa mantan bek Paris Saint-Germain (PSG), Layvin Kurzawa, sedang menjalani proses naturalisasi untuk menjadi pemain tim nasional Indonesia.
Video berdurasi sekitar 20 detik tersebut menampilkan Kurzawa berbicara di depan kamera dengan keterangan bahwa ia merupakan pemain keturunan Indonesia yang tengah diproses naturalisasinya.
Unggahan itu juga memuat tulisan “PSSI naturalisasi 3 pemain baru”.
Namun, benarkah video Layvin Kurzawa jalani proses naturalisasi tersebut?
(GFD-2026-32292) Cek fakta, video Layvin Kurzawa jalani proses naturalisasi
Sumber:Tanggal publish: 11/02/2026
Berita
Hasil Cek Fakta
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan informasi resmi dari PSSI maupun pihak terkait mengenai proses naturalisasi Layvin Kurzawa.
Video yang beredar ternyata serupa dengan unggahan Instagram Imigrasi Bandung yang memperlihatkan Kurzawa datang untuk mengurus izin tinggal di Bandung, bukan untuk naturalisasi.
Video lain yang menampilkan Kurzawa menaiki sepeda motor juga tidak berkaitan dengan proses tersebut.
Selain itu, pemberitaan mengenai “PSSI naturalisasi 3 pemain baru” merujuk pada pemain lain, yaitu Emil Audero Mulyadi, Dean James, dan Joey Pelupessy.
Diketahui pula bahwa Persib Bandung telah resmi memperkenalkan Layvin Kurzawa sebagai pemain baru untuk memperkuat tim dalam menghadapi putaran kedua BRI Super League dan AFC Champions League Two.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Dengan demikian, narasi yang menyebut Layvin Kurzawa sedang menjalani proses naturalisasi merupakan informasi yang keliru.
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan informasi resmi dari PSSI maupun pihak terkait mengenai proses naturalisasi Layvin Kurzawa.
Video yang beredar ternyata serupa dengan unggahan Instagram Imigrasi Bandung yang memperlihatkan Kurzawa datang untuk mengurus izin tinggal di Bandung, bukan untuk naturalisasi.
Video lain yang menampilkan Kurzawa menaiki sepeda motor juga tidak berkaitan dengan proses tersebut.
Selain itu, pemberitaan mengenai “PSSI naturalisasi 3 pemain baru” merujuk pada pemain lain, yaitu Emil Audero Mulyadi, Dean James, dan Joey Pelupessy.
Diketahui pula bahwa Persib Bandung telah resmi memperkenalkan Layvin Kurzawa sebagai pemain baru untuk memperkuat tim dalam menghadapi putaran kedua BRI Super League dan AFC Champions League Two.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Dengan demikian, narasi yang menyebut Layvin Kurzawa sedang menjalani proses naturalisasi merupakan informasi yang keliru.
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rujukan
(GFD-2026-32293) Hoaks! Gibran dan AHY setuju DPR dibubarkan
Sumber:Tanggal publish: 11/02/2026
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menyebarkan klaim bahwa Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY menyetujui pembubaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Unggahan tersebut juga menarasikan bahwa AHY “mengamuk” terhadap fraksi yang dianggap menghina rakyat hingga Ketua DPR, Puan Maharani, disebut mundur dari jabatannya.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Gibran AHY Setuju Pembubaran DPR
AHY Amuk Fraksi yang Hin4 Rakyat
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Akhirnya Puan Mundur Sebagai Ketua DPR”
Namun, benarkah Gibran dan AHY setuju DPR dibubarkan?
Unggahan tersebut juga menarasikan bahwa AHY “mengamuk” terhadap fraksi yang dianggap menghina rakyat hingga Ketua DPR, Puan Maharani, disebut mundur dari jabatannya.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Gibran AHY Setuju Pembubaran DPR
AHY Amuk Fraksi yang Hin4 Rakyat
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Akhirnya Puan Mundur Sebagai Ketua DPR”
Namun, benarkah Gibran dan AHY setuju DPR dibubarkan?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, tidak ada informasi resmi ataupun dari media kredibel yang menarasikan Gibran dan AHY menyetujui DPR dibubarkan.
Secara konstitusi, Pasal 7C UUD 1945 menegaskan bahwa Presiden tidak dapat membekukan atau membubarkan DPR.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Ketentuan ini menunjukkan bahwa Presiden dan DPR memiliki kedudukan sejajar sebagai lembaga negara dalam sistem pemerintahan presidensial, sehingga tidak dapat saling membubarkan.
Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Dr. Mohammad Syaiful Aris, dilansir dari ANTARA, juga menjelaskan bahwa pembubaran DPR tidak mungkin dilakukan secara konstitusional karena DPR merupakan cabang kekuasaan legislatif dan bagian dari Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
Selain itu, berdasarkan laman resmi DPR, Puan Maharani masih menjabat sebagai Ketua DPR hingga saat ini.
Dengan demikian, narasi yang menyebut Gibran dan AHY setuju membubarkan DPR serta klaim bahwa Puan Maharani mundur tidak berdasar.
Klaim: Gibran dan AHY setuju DPR dibubarkan
Rating: Hoaks
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Secara konstitusi, Pasal 7C UUD 1945 menegaskan bahwa Presiden tidak dapat membekukan atau membubarkan DPR.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Ketentuan ini menunjukkan bahwa Presiden dan DPR memiliki kedudukan sejajar sebagai lembaga negara dalam sistem pemerintahan presidensial, sehingga tidak dapat saling membubarkan.
Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Dr. Mohammad Syaiful Aris, dilansir dari ANTARA, juga menjelaskan bahwa pembubaran DPR tidak mungkin dilakukan secara konstitusional karena DPR merupakan cabang kekuasaan legislatif dan bagian dari Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
Selain itu, berdasarkan laman resmi DPR, Puan Maharani masih menjabat sebagai Ketua DPR hingga saat ini.
Dengan demikian, narasi yang menyebut Gibran dan AHY setuju membubarkan DPR serta klaim bahwa Puan Maharani mundur tidak berdasar.
Klaim: Gibran dan AHY setuju DPR dibubarkan
Rating: Hoaks
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rujukan
(GFD-2026-32294) Cek fakta, pelatih Timnas Futsal Indonesia Hector Souto jadi pelatih Timnas Futsal Arab Saudi
Sumber:Tanggal publish: 11/02/2026
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menyebarkan klaim bahwa pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, telah dikontrak Arab Saudi untuk melatih tim nasional futsal negara tersebut dengan nilai kontrak besar.
Unggahan itu juga menyebut Souto langsung meninggalkan Indonesia setelah membawa tim “Garuda” meraih hasil positif dan diberi target membawa Arab Saudi ke semifinal Piala Asia 2028 hingga menembus lima besar peringkat AFC.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Breaking news ..
Setelah sukses membantu futsal Garuda lolos semifinal diluar dugaan pelatih anyar Hector Souto langsung terbang ke negara petro dolar Arab Saudi bukan tanpa alasan ditunjuk jadi pelatih tim futsal Elang Hijau dengan nilai kontrak selangit
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
diberikan target semifinal piala Asia 2028 otomatis lolos piala dunia untuk jangka panjang tembus 5 besar rangking AFC selamat tinggal futsal Indonesia menurut pendapat kalian gimana”
Namun, benarkah pelatih Timnas Futsal Indonesia Hector Souto jadi pelatih Timnas Futsal Arab Saudi?
Unggahan itu juga menyebut Souto langsung meninggalkan Indonesia setelah membawa tim “Garuda” meraih hasil positif dan diberi target membawa Arab Saudi ke semifinal Piala Asia 2028 hingga menembus lima besar peringkat AFC.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“Breaking news ..
Setelah sukses membantu futsal Garuda lolos semifinal diluar dugaan pelatih anyar Hector Souto langsung terbang ke negara petro dolar Arab Saudi bukan tanpa alasan ditunjuk jadi pelatih tim futsal Elang Hijau dengan nilai kontrak selangit
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
diberikan target semifinal piala Asia 2028 otomatis lolos piala dunia untuk jangka panjang tembus 5 besar rangking AFC selamat tinggal futsal Indonesia menurut pendapat kalian gimana”
Namun, benarkah pelatih Timnas Futsal Indonesia Hector Souto jadi pelatih Timnas Futsal Arab Saudi?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, informasi tersebut tidak benar.
Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI), Michael Victor Sianipar, memastikan Hector Souto masih menjadi pelatih Timnas Futsal Indonesia sesuai kontrak yang berlaku hingga 2028.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Ia menegaskan tidak ada rencana mengganti Souto karena federasi merasa puas dengan kinerjanya.
"Ya, kalau saya sih sama sekali tidak pernah sedikit pun terpikir untuk mengganti pelatih. Saya sangat puas. Indonesia sangat puas," kata Michael Sianipar, dilansir dari ANTARA.
Di bawah asuhan pelatih asal Spanyol itu, Indonesia bahkan mencatat prestasi membanggakan dengan menjadi runner-up Piala Asia untuk pertama kalinya.
Kontrak Souto juga telah diperbarui sebelum Piala Asia 2026, dan ke depan ia ditargetkan mempersiapkan tim agar mampu menembus Piala Dunia 2028.
Selain itu, foto yang beredar dalam unggahan bukan terkait penunjukan Souto sebagai pelatih Arab Saudi.
Foto tersebut serupa dengan unggahan Instagram ini yang dinarasikan dokumentasi kerja sama antara Qatar Airways Group dan Asian Football Confederation (AFC) untuk meningkatkan pengalaman penggemar dalam kompetisi sepak bola Asia.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Dengan demikian, klaim bahwa Hector Souto menjadi pelatih Timnas Futsal Arab Saudi tidak berdasar.
Klaim: Pelatih Timnas Futsal Indonesia Hector Souto jadi pelatih Timnas Futsal Arab Saudi
Rating: Disinformasi/Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI), Michael Victor Sianipar, memastikan Hector Souto masih menjadi pelatih Timnas Futsal Indonesia sesuai kontrak yang berlaku hingga 2028.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Ia menegaskan tidak ada rencana mengganti Souto karena federasi merasa puas dengan kinerjanya.
"Ya, kalau saya sih sama sekali tidak pernah sedikit pun terpikir untuk mengganti pelatih. Saya sangat puas. Indonesia sangat puas," kata Michael Sianipar, dilansir dari ANTARA.
Di bawah asuhan pelatih asal Spanyol itu, Indonesia bahkan mencatat prestasi membanggakan dengan menjadi runner-up Piala Asia untuk pertama kalinya.
Kontrak Souto juga telah diperbarui sebelum Piala Asia 2026, dan ke depan ia ditargetkan mempersiapkan tim agar mampu menembus Piala Dunia 2028.
Selain itu, foto yang beredar dalam unggahan bukan terkait penunjukan Souto sebagai pelatih Arab Saudi.
Foto tersebut serupa dengan unggahan Instagram ini yang dinarasikan dokumentasi kerja sama antara Qatar Airways Group dan Asian Football Confederation (AFC) untuk meningkatkan pengalaman penggemar dalam kompetisi sepak bola Asia.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Dengan demikian, klaim bahwa Hector Souto menjadi pelatih Timnas Futsal Arab Saudi tidak berdasar.
Klaim: Pelatih Timnas Futsal Indonesia Hector Souto jadi pelatih Timnas Futsal Arab Saudi
Rating: Disinformasi/Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rujukan
(GFD-2026-32295) Hoaks! Prabowo marahi Luhut karena jadi pemain di proyek IMIP Morowali
Sumber:Tanggal publish: 11/02/2026
Berita
Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan di Facebook menyebarkan klaim bahwa Presiden Prabowo memarahi Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan karena diduga menjadi “pemain” dalam proyek Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dan merusak lingkungan alam Sumatera.
Unggahan tersebut juga menampilkan narasi seolah-olah publik menunggu keputusan Presiden terkait isu tersebut.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“PRABOWO MARAH LUHUT KETAUHUAN JADI PEMAIN PROYEK IMIP, MOROWALI DAN PERUSAK LINGKUNGAN ALAM SUMATERA
Netizen: “rakyat menanti keputusanmu pak pak presiden”
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Bagaimana menurut Anda !?”
Namun, benarkah Prabowo marahi Luhut karena jadi pemain di proyek IMIP Morowali?
Unggahan tersebut juga menampilkan narasi seolah-olah publik menunggu keputusan Presiden terkait isu tersebut.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“PRABOWO MARAH LUHUT KETAUHUAN JADI PEMAIN PROYEK IMIP, MOROWALI DAN PERUSAK LINGKUNGAN ALAM SUMATERA
Netizen: “rakyat menanti keputusanmu pak pak presiden”
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Bagaimana menurut Anda !?”
Namun, benarkah Prabowo marahi Luhut karena jadi pemain di proyek IMIP Morowali?
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan informasi resmi yang menyatakan Prabowo memarahi Luhut atau bahwa Luhut terlibat sebagai “pemain” dalam proyek IMIP.
Sebelumnya, Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan bahwa sebagai mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, ia bertanggung jawab atas perencanaan dan pengembangan investasi nasional selama lebih dari satu dekade.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
“Sebagai mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, saya bertanggung jawab atas perencanaan dan pengembangan investasi nasional selama kurang lebih sebelas tahun,” ungkap Luhut, dilansir dari ANTARA.
Isu terkait IMIP kembali mencuat setelah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau latihan TNI di Morowali dan menyoroti tidak adanya perangkat negara di bandara khusus kawasan tersebut.
Selain itu, anggota Komisi III DPR RI Abdullah meminta Polri menginvestigasi bandara khusus di wilayah pertambangan tersebut.
Dengan demikian, klaim bahwa Presiden Prabowo memarahi Luhut karena keterlibatan dalam proyek IMIP tidak berdasar.
Klaim: Prabowo marahi Luhut karena jadi pemain di proyek IMIP Morowali
Rating: Hoaks
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Sebelumnya, Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan bahwa sebagai mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, ia bertanggung jawab atas perencanaan dan pengembangan investasi nasional selama lebih dari satu dekade.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
“Sebagai mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, saya bertanggung jawab atas perencanaan dan pengembangan investasi nasional selama kurang lebih sebelas tahun,” ungkap Luhut, dilansir dari ANTARA.
Isu terkait IMIP kembali mencuat setelah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau latihan TNI di Morowali dan menyoroti tidak adanya perangkat negara di bandara khusus kawasan tersebut.
Selain itu, anggota Komisi III DPR RI Abdullah meminta Polri menginvestigasi bandara khusus di wilayah pertambangan tersebut.
Dengan demikian, klaim bahwa Presiden Prabowo memarahi Luhut karena keterlibatan dalam proyek IMIP tidak berdasar.
Klaim: Prabowo marahi Luhut karena jadi pemain di proyek IMIP Morowali
Rating: Hoaks
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pewarta: Tim JACX
Editor: M Arief Iskandar
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Rujukan
Halaman: 409/7817



