• (GFD-2024-17726) KPU akui jual data rahasia negara ke asing, benarkah?

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/04/2024

    Berita

    Jakarta (ANTARA/JACX) - Video di YoTube yang sudah ditonton hampir tujuh ribu kali, memuat narasi bahwa Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebenarnya telah menjual data negara yang bersifat rahasia ke pihak asing.

    Berikut isi narasinya:

    "GEGER MALAM INI!!

    KETUA KPU TERTANGKAP BASAH DEMI M3NANGKAN 02 KPU AKUI JUAL DATA RAHASIA NEG4R4 KE ASING

    KUASA TUHAN !! ANGIN SEGAR BUAT ANIES || TERBONGKAR JUGA BOROK KPU SELAMA INI,".

    Selain menampilkan cuplikan gambar Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari. Terdapat pula rekaman pernyataan Pakar Telematika Roy Suryo serta pernyataan Pakar Politik Rocky Gerung dalam video tersebut.

    Konten selama delapan menit ini juga telah disukai 242 pengguna YouTube dan dipenuhi dengan 66 komentar.

    Namun, benarkah KPU akui jual data rahasia negara ke asing?

    Hasil Cek Fakta

    Video tersebut sama sekali tidak memperlihatkan pengakuan KPU RI, soal adanya penjualan data rahasia negara ke asing.

    Artinya, narasi yang disematkan pada judul video YouTube itu adalah hoaks.

    Sebagian besar video tersebut nyatanya hanya mempersoalkan kerja sama KPU RI dengan Alibaba Cloud dalam pengelolaan server.

    Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto juga membenarkan adanya kolaborasi antara KPU dengan Alibaba Cloud.

    Walau demikian, kerja sama tersebut dipastikan tidak akan membuat data pemilih yang ada di Sirekap bocor.

    Terlebih, pengawasan soal kerja sama ini melibatkan Badan Intelijen Nasional (BIN), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Badan Reserse Kriminal Polri dan KemenKominfo.

    Hal tersebut, disampaikan Menko Polhukam dalam berita ANTARA ini, pada 19 Maret 2024.

    Klaim: KPU akui jual data rahasia negara ke asing

    Rating: Hoaks

    Pewarta: Tim JACX

    Editor: Indriani

    Copyright ยฉ ANTARA 2024

    Rujukan

  • (GFD-2024-17733) Cek Fakta: Tidak Benar Pendaftaran Undian Berhadiah Bank Mandiri

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/04/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim pendaftaran undian berhadiah Bank Mandiri, informasi tersebut diunggah salah satu akun WhatsApp, pada 1 April 2024.
    Unggahan klaim pendaftaran undian berhadiah Bank Mandiri menampilkan tulisan sebagai berikut.
    "ยฐ๐™‹๐™ง๐™ค๐™ข๐™ค 2024ยฐ ๐™—๐™–๐™œ๐™ž ๐™จ๐™š๐™ข๐™ช๐™– ๐™ฃ๐™–๐™จ๐™–๐™—๐™–๐™ ๐™—๐™–๐™ฃ๐™  ๐™ˆ๐™–๐™ฃ๐™™๐™ž๐™ง๐™ž ๐™ˆ๐™ค๐™—๐™ž๐™ก๐™š ๐™—๐™–๐™ฃ๐™ ๐™ž๐™ฃ๐™œ | ๐™ ๐™๐™ช๐™จ๐™ช๐™จ๐™ฃ๐™ฎ๐™– ๐™‹๐™š๐™ฃ๐™œ๐™ช๐™ฃ๐™– ๐˜ผ๐™ฅ๐™ฅ ๐™‡๐™ž๐™ซ๐™ž๐™ฃ ๐™—๐™ฎ ๐™ˆ๐™–๐™ฃ๐™™๐™ž๐™ง๐™ž , ๐™จ๐™š๐™œ๐™š๐™ง๐™– ๐™™๐™–๐™›๐™ฉ๐™–๐™ง&๐™ข๐™š๐™ฃ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™™๐™ž ๐™ช๐™ฃ๐™™๐™ž๐™–๐™ฃ ๐™—๐™š๐™ง๐™๐™–๐™™๐™ž๐™–๐™ ๐™—๐™ฎ ๐˜ฝ๐™–๐™ฃ๐™  ๐™ˆ๐™–๐™ฃ๐™™๐™ž๐™ง๐™ž๐™‚๐™š๐™—๐™ฎ๐™–๐™ง ^๐™ข๐™–๐™ฃ๐™™๐™ž๐™ง๐™ž ๐™›๐™ž๐™š๐™จ๐™ฉ๐™–๐™ฅ๐™ค๐™ž๐™ฃ^ ๐™๐™–๐™™๐™ž๐™ง ๐™ ๐™š๐™ข๐™—๐™–๐™ก๐™ž ๐™ก๐™ค๐™!!! ๐™ˆ๐™š๐™ฃ๐™–๐™ฃ๐™œ๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™‚๐™ง๐™–๐™ฃ๐™™๐™‹๐™ง๐™ž๐™ฏ๐™š ๐™จ๐™š๐™ฅ๐™š๐™ง๐™ฉ๐™ž:
    -10 ๐™‹๐™–๐™ ๐™š๐™ฉ ๐™๐™ข๐™ง๐™ค๐™ ๐™‚๐™ง๐™–๐™ฉ๐™ž๐™จ
    -10 ๐™ช๐™ฃ๐™ž๐™ฉ ๐™ˆ๐™ค๐™—๐™ž๐™ก ๐™๐™š๐™จ๐™ก๐™–
    -10 ๐™ช๐™ฃ๐™ž๐™ฉ ๐™ˆ๐™ค๐™—๐™ž๐™ก ๐˜ผ๐™ก๐™ฅ๐™๐™–๐™ง๐™™
    -10 ๐™ˆ๐™ค๐™ฉ๐™ค๐™ง ๐˜ผ๐™š๐™ง๐™ค๐™ญ ๐™ฃ๐™š๐™ฌ 2024
    -10 ๐™„-๐™‹๐™๐™ค๐™ฃ๐™š15 ๐™ฅ๐™ง๐™ค๐™ข๐™–๐™ญ
    -5 ๐™—๐™–๐™ฉ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ก๐™ค๐™œ๐™–๐™ข ๐™ข๐™ช๐™ก๐™ž๐™– ๐™™๐™–๐™ฃ ๐™ข๐™–๐™จ๐™ž๐™ ๐™—๐™–๐™ฃ๐™ฎ๐™–๐™  ๐™๐™–๐™™๐™ž๐™–๐™ ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™–๐™ง๐™ž๐™  ๐™ก๐™–๐™ž๐™ฃ๐™ฃ๐™ฎ๐™–...!!!!!
    ๐™„๐™ฃ๐™›๐™ค ๐™ก๐™š๐™ฃ๐™œ๐™ ๐™–๐™ฅ ๐™‚๐™€๐˜ฝ๐™”๐˜ผ๐™ ๐™ข๐™–๐™ฃ๐™™๐™ž๐™ง๐™ž ๐™›๐™ž๐™š๐™จ๐™ฉ๐™–๐™ฅ๐™ค๐™ž๐™ฃ ๐™‰๐™ฎ๐™– ๐™จ๐™ž๐™ก๐™–๐™๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™ ๐™ก๐™ž๐™  ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™ช ยฐ๐˜ฟ๐˜ผ๐™๐™๐˜ผ๐™ยฐ ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ฉ๐™š๐™ก๐™–๐™ ๐™™๐™ž๐™จ๐™š๐™™๐™ž๐™–๐™ ๐™–๐™ฃ..!!!"
    Informasi tersebut disertai dengan tautan, jika diklik menampilakan halaman situs berisi formulir pendaftaran yang meminta sejumlah identitas seperti nama lengkap, isi saldo rekening, 16 digit nomor kartu, masa berlaku kartu, danย CVV (3 angka di belakang kartu).
    Berikut linknya.
    "https://gbyrinfomandiri.kesug.com/daftar.php?fbclid=IwAR07cXGbg0CTQQ1M--RhL6noQlrqAVtvR-jZcxPDvG71h1irDlyCTKMqwVE_aem_Ae1B4xpUxxfQ2w_3ZORsE9fw2nASurTYrEkDn1nw0LRv7o4eU0BN-6m97HRk_dRh3IAN6ZbumRtehlYDUU6KFKQs&i=1"
    Benarkah klaim pendaftaran undian berhadiah Bank Mandiri? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.comย menelusuri klaim pendaftaran undian berhadiah Bank Mandiri, dalam akun Facebook resmi, pada 23 Maret 2024 Bank Mandiri memberikan sejumlah informasi terkait modus penipuan dan mengingatkan masyarakat agar tidak menjadi korban.
    Adapun modus tersebut di antaranya link media sosial, dalam unggahan tersebut Bank Mandiri meminta masyarakat mengabaikan jika akun yang tidak dikenal mengatasnamakan Bank Mandiri mengirimkan link di direct message (DM) atau kolom komentar.
    Modus penipuan berikutnya adalah program undian fiktif, program undian yang diselenggarakan Bank Mandiri selalu diinformasikan di website dan media sosial Bank Mandiri yang terverifikasi centang biru dan hijau.
    Berikut unggahan video berisi informasi terkait penipuan.
    "Banyak modus penipuan berkeliaran, hati-hati jangan jadi korban
    Link media sosial
    Abaikan jika akun yang tidak dikenal mengatasnamakan Bank Mandiri mengirimkan link di direct message (DM) atau kolom komentar.
    Program undian fiktif
    program undian yang diselenggarakan Bank Mandiri slelai diinformasikan di website dan media sosial Bank Mandiri yang terverifikasi centang biru dan hijau."
    Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut."Sahabat, yuk lebih hati-hati dalam merespon akun media sosial dan link yang mengatasnamakan Bank Mandiri.
    Bank Mandiri tidak pernah memberikan link atau pun meminta data-data pribadi Sahabat seperti nomor kartu debit/kredit, masa berlaku kartu, CVV (3 angka di belakang kartu), tanggal lahir, PIN, dan User ID.
    Selalu #JagaBaikBaik data pribadi Sahabat ya. Jika ada transaksi mencurigakan, segera hubungi Mandiri Call 14000.
    #kelasmandiri".
    ย 
    Sumber:https://www.facebook.com/bankmandiri/videos/2515463475300843/
    ย 

    Kesimpulan


    Hasil penelusuranย Cek Fakta Liputan6.com, klaim pendaftaran undian berhadiah Bank Mandiri tidak benar.
    Bank Mandiri tidak pernah memberikan link atau pun meminta data-data pribadi seperti nomor kartu debit/kredit, masa berlaku kartu, CVV (3 angka di belakang kartu), tanggal lahir, PIN, dan User ID.
  • (GFD-2024-17734) Cek Fakta: Klarifikasi McDonalds Tempelkan Pengumuman Pelanggan Terkait Dukungan pada Israel

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/04/2024

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan McDonalds menempelkan pengumuman pada pelanggan bahwa mereka mendukung Israel dan tidak peduli dengan kondisi Palestina. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 28 Maret 2024.
    Dalam postingannya terdapat foto outlet McDonalds yang dinding kacanya diberikan tulisan sebagai berikut:
    "Upwards of 30.000 civillians have been murdered so far, during the genocide in Gaza. Congratulations to the IDF!
    We are proud to say that McDonalds supplies the Israeli military with free meals, especially while the rest of Gaza starves. We simply do not care. Thank you for your custom"
    Atau dalam Bahasa Indonesia
    "Lebih dari 30.000 warga sipil telah dibunuh sejauh ini, selama genosida di Gaza. Selamat kepada IDF!
    Kami bangga mengatakan bahwa McDonalds memasok makanan gratis kepada militer Israel, terutama ketika wilayah Gaza lainnya kelaparan. Kami tidak peduli. Terima kasih atas kebiasaanmu"
    Akun itu menambahkan narasi "Pemberitahuan Pelanggan dari McDonald's#BoikotMcDonald"
    Lalu benarkah postingan McDonalds menempelkan pengumuman pada pelanggan bahwa mereka mendukung Israel dan tidak peduli dengan kondisi Palestina?

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dan menemukan artikel dari Lembaga Pemeriksa Fakta, Misbar berjudul "The Poster in McDonaldโ€™s Was Placed by Activists, Not the Company" yang tayang pada 29 Maret 2024.
    Dalam artikel itu dijelaskan bahwa pertama kali poster pengumuman itu ditemukan di salah satu cabang McDonalds di Glasgow City, Skotlandia.
    Namun bukan McDonalds yang menempelkan pengumuman itu melainkan aktivis Palestina yang tergabung dalam "artworkersforpalestinescotland".
    Dalam akun Instagramnya @artworkersforpalestinescotland menjelaskan mereka membuat poster pengumuman itu sebagai bentuk dukungan pada Palestina. Poster itu juga dapat dicetak secara cuma- cuma sebagai ajakan untuk memboikot McDonalds.
    Hal itu disampaikan dalam unggahan pada 25 Maret 2024 dengan narasi sebagai berikut:
    "Print your own! Pdf in bio!! Itโ€™s time to escalate the boycott of McDonalds!
    These Customer Notice stickers we made have gone up in McDonalds across Glasgow. A pdf is in our linktree for you to print as posters or stickers.
    Starbucks ones coming soonโ€ฆ"
    atau dalam Bahasa Indonesia
    "Cetak sendiri! Pdf di bio!! Saatnya meningkatkan boikot terhadap McDonalds!
    Stiker Pemberitahuan Pelanggan yang kami buat ini telah dipasang di McDonalds di seluruh Glasgow. Pdf ada di pohon tautan kami untuk Anda cetak sebagai poster atau stiker.
    Starbucks akan segera hadirโ€ฆ"

    Kesimpulan


    Postingan McDonalds menempelkan pengumuman pada pelanggan bahwa mereka mendukung Israel dan tidak peduli dengan kondisi Palestina adalah tidak benar. Faktanya poster pengumuman itu ditempelkan oleh aktivis pembela Palestina di Glasgow, Skotlandia.

    Rujukan

  • (GFD-2024-17740) [KLARIFIKASI] Video 8 Figur Publik Diduga Terlibat Pencucian Uang Tidak Terkait Kasus Harvey Moeis

    Sumber:
    Tanggal publish: 02/04/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video yang menyebut delapan figur publik terlibat pencucian uang terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan timah pada wilayah izin usaha pertambangan PT Timah Tbk 2015-2022.ย 

    Adapun kasus dengan perkiraan kerugian negara mencapai Rp 271 triliun itu menjerat suami artis Sandra Dewi, Harvey Moeis.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut keliru.

    Video dengan narasi soal delapan figur publik terlibat pencucian uang dalam kasus dugaan korupsi yang menjeratย Harvey Moeis dibagikan oleh akun Instagramย iniย serta Facebook iniย danย ini.

    Akun tersebut membagikan video yang menampilkan seorang pria menyebutkan ada delapan figur publik yang diduga terlibat sebuah kasus.

    Delapan orang tersebut, yakni Raffi Ahmad, Atta Halilintar, Stefan William, Gus Miftah, Judika, Rian D'masiv, Dokter Tirta, dan Haji Faisal.

    Dalam video juga terdapat gambar Sandra Dewi dan Harvey Moeis. Video tersebut diberi keterangan demikian:

    271 T All in

    Terbukti semua masuk kandang semua, ngaku sultan ternyata maling. 8 ARTIS TERSERET KASUS PENCUCIAN UANG!

    Akun Instagram Tangkapan layar Instagram, video yang menyebut 8 artis terlibat pencucian uang dalam kasus korupsi Harvey Moeis.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video tersebut identik dengan yang ada di kanal YouTube Berita Indonesia Linkย ini.ย 

    Dalam keterangannya, pria dalam video adalah Zainul Arifin, pengacara korban penipuanย robot trading Auto Trade Gold (ATG) milik Wahyu Kenzo.ย 

    Video itu diambil pada 11 April 2023 ketika Zainul mendampingi para korban membuat laporan ke Bareskrim Polri.ย 

    Dilansir Tribunnews,ย Wahyu Kenzo, sebagai pemilik robot trading ATG dilaporkan dengan tuduhan penipuan berkedok investasi. Jumlah korbannya 850 orang dengan total kerugian mencapai Rp 9 triliun.

    Dalam laporannya, para korban juga menyebutkan bahwa terdapat delapan figur publik yang diduga telah menerima aliran dana dari Wahyu Kenzo.

    Mereka adalah Raffi Ahmad, Atta Halilintar, Stefan William, Gus Miftah, Judika, Rian D'masiv, Dokter Tirta, dan Haji Faisal.

    Dengan demikian, video tersebut tidak terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan timah pada wilayah izin usaha pertambangan PT Timah Tbk 2015-2022 yang menjerat Harvey Moeis.

    Kesimpulan

    Narasi mengenai delapan figur publik terlibat pencucian uang dalam kasus dugaan korupsi yang menjerat Harvey Moeis adalah keliru.

    Video yang beredar menampilkan Zainul Arifin, pengacara korban penipuan robot trading ATG milik Wahyu Kenzo, saat mendampingi kliennya membuat laporan ke Bareskrim Polri pada 2023.

    Dalam laporan tersebut, pihak korban menyebutkan delapan figur publik yang diduga telah menerima aliran dana dari Wahyu Kenzo.

    Rujukan