• (GFD-2024-18441) [HOAKS] Gibran Sudah Jadi Ulama dan Dapat Gelar Kiai

    Sumber:
    Tanggal publish: 08/04/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video yang mengeklaim calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka sudah menjadi ulama dan mendapat gelar kiai. 

    Namun, setelah ditelusuri video tersebut tidak benar atau hoaks.

    Narasi yang mengeklaim Gibran sudah menjadi ulama dan mendapat gelar kiai muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini, ini dan ini.

    Akun tersebut membagikan video yang menampilkan beberapa orang  memakaikan kain ulos berwarna merah di tubuh Gibran. Kemudian, mereka juga memberikan Gibran sebuah tongkat. 

    Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

    Sudah jdi Ulama plus gelar Kiyai/Gus ?___ Astagfirullah...

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang menyebut Gibran sudah menjadi ulama dan mendapat gelar kiai

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menemukan video serupa di kanal YouTube Kompas TV ini.

    Dalam keterangannya, video itu adalah momen ketika Gibran mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Kautsar Medan pada 19 November 2023. Kunjungan itu merupakan bagian dari safari politik Gibran di Sumatera Utara.

    Dalam kunjungannya, Gibran bertemu dengan sejumlah pengurus ponpes, termasuk Pengasuh Ponpes Al Kautsar,  Al Akbar Syekh Ali Akbar Marbun.

    Dilansir Tribunnews, Gibran disambut dengan dipakaikan kopiah putih, sejenis sarung syal yang dikalungkan di leher, serta kain ulos Medan warna merah.

    Gibran kemudian diberi sebuah tongkat sebagai simbol kepemimpinan oleh Syekh Ali Akbar. Ia mendoakan Gibran dapat menjadi seorang pemimpin dan bisa meraih cita-citanya.

    Adapun dalam kunjungan itu tidak ada pemberian gelar ulama maupun kiai kepada Gibran. Sehingga, informasi yang beredar dipastikan hoaks. 

    Kesimpulan

    Video yang mengeklaim Gibran sudah menjadi ulama dan mendapat gelar kiai tidak benar atau hoaks.

    Video itu adalah momen ketika ketika Gibran mengunjungi Ponpes Al-Kautsar Medan pada 19 November 2023. Kunjungan itu merupakan bagian dari safari politik Gibran di Sumatera Utara.

    Tidak ada pemberian gelar ulama atau kiai kepada Gibran dalam peristiwa tersebut.

    Rujukan

  • (GFD-2024-18188) [SALAH] Video Turis Asing Mengalami Pelecehan Seksual di India

    Sumber: Twitter
    Tanggal publish: 08/04/2024

    Berita

    (Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia):

    “Seorang turis wanita asing mengalami pelecehan seksual di India. Para pria terlihat menyentuh dah meraihnya saat dia ketakutan dan memprotes. Sulit dipercaya betapa bahayanya bagi wanita untuk bepergian ke India”.

    Hasil Cek Fakta

    Akun Twitter bercentang biru @AsianDigest mengunggah video yang memperlihatkan seorang turis wanita asing merasa ketakutan karena dipegang oleh beberapa pria. @AsianDigest mengklaim kejadian tersebut terjadi di India dan menunjukkan betapa bahanya bagi seorang turis wanita untuk bepergian ke India. Cuitan dan video yang diunggah pada 31 Maret tersebut telah disukai 847 orang, dikutip dan dibagikan ulang lebih dari 300 kali, serta telah dilihat lebih dari 50,000 kali.

    Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut menyesatkan. Versi lengkap dari video tersebut pernah diunggah oleh akun YouTube “FAIL VIDEOS” yang berjudul “GUYS HARASS JAPANSE FEMALE STREAMER! – New Twitch Momments”. Pada video asli juga dapat terdengar semua orang berbicara dalam Bahasa Jepang.

    Informasi serupa juga telah dibahas oleh India Today dengan judul “Fact Check: This video does NOT show foreign tourist being molested in India”.

    Dengan demikian, informasi yang disebarkan oleh @AsianDigest merupakan konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Konten yang menyesatkan. Kejadian pelecehan seksual di video tersebut terjadi di Jepang, bukan India.

    Rujukan

  • (GFD-2024-18189) [SALAH] Foto Barack Obama, Donald Trump, Bill Clinton dan George W. Bush Memegang Tembok Besar Cina dan Memakai Topi Kerucut Cina

    Sumber: Twitter
    Tanggal publish: 08/04/2024

    Berita

    (Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia):

    “Saya benci bagaimana Cina mengendalikan semua politisi kita. Mereka menyuruh politisi kita menyentuh Tembok Besar Cina dan bersumpah setia kepada Partai Komunis Tiongkok (CCP)”.

    Hasil Cek Fakta

    Akun Twitter @TrashRadio_ mengunggah foto yang menunjukkan Barack Obama, Donald Trump, Bill Clinton dan George W. Bush memegang sebuah tembok yang diklaim sebagai Tembok Besar Cina. @TrashRadio_ juga menambahkan bahwa foto itu merupakan representasi dari politisi AS yang dikendalikan oleh Cina dan para politisi di foto tersebut bersumpah setia kepada Partai Komunis Tiongkok. Cuitan dan foto yang diunggah pada 12 Oktober 2023 tersebut telah disukai 116 orang, dikutip dan dibagikan 24 kali, serta telah dilihat hampir 5,000 kali.

    Berdasarkan hasil penelusuran, informasi tersebut menyesatkan. Foto yang asli telah banyak beredar di internet, dan foto-foto tersebut beredar secara terpisah. Melansir dari situs Getty Images, foto asli Barack Obama tidak menggunakan topi kerucut Cina, tetapi menggunakan topi putih yang biasa dipakai oleh umat Yahudi, atau yang sering disebut ‘kippah’. Pada keterangan di foto tersebut, tertulis bahwa foto itu diambil di Yerusalem, Israel, pada 24 Juli 2008, ketika Barack Obama menempatkan catatan di antara batu-batu kuno Tembok Ratapan atau Western Wall.

    Sementara itu, foto Donald Trump yang asli telah diunggah oleh AFP pada 22 Mei 2017 dengan keterangan yang menyatakan bahwa Trump mengunjungi Western Wall, kota yang paling suci bagi kaum Yahudi untuk berdoa, di Kota Tua Yerusalem pada 22 Mei 2017. Pada foto tersebut juga terlihat Trump memakai kippah berwarna hitam.

    Lebih lanjut, foto Bill Clinton yang asli pernah diunggah oleh Reuters pada 15 November 2009. Pada foto tersebut, Bill Clinton menggunakan kippah putih, dengan keterangan bahwa Bill Clinton menyentuh Western Wall pada kunjungan beliau 15 November 2009 lalu.

    Foto yang terakhir, yaitu foto George W. Bush, dapat dilihat di Wikipedia dengan keterangan George W. Bush mengunjungi Western Wall di Yerusalem saat tur beliau pada 1998 yang diorganisir oleh Republican Jewish Coalition.

    Dengan demikian, informasi yang disebarkan oleh @TrashRadio_ merupakan konten parodi.

    Kesimpulan

    Konten parodi. Pada foto yang asli, Barack Obama, Donald Trump, Bill Clinton dan George W. Bush memegang Western Wall (Tembok Ratapan) di Yerusalem, bukan Tembok Besar Cina. Serta, pada foto yang asli, keempat tokoh tersebut tidak memakai topi kerucut Cina.

    Rujukan

  • (GFD-2024-18190) [SALAH] Presiden Vladimir Putin: “Yesus Berkulit Hitam dan Semua Pengikut-Nya Berkulit Hitam”

    Sumber: Twitter
    Tanggal publish: 08/04/2024

    Berita

    (Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia):

    “Saudara Vladimir Putin baru saja mengumumkan kepada negaranya dan dunia bahwa Yesus berkulit hitam dan para ahli Alkitab semuanya berkulit hitam. Dia memberi tahu negaranya bahwa kami sekarang melayani Yesus yang berkulit hitam. #BlackTwitter #ados #fba #israelites #blackjesus #IsraeliNewNazism #freepalestine”.

    Hasil Cek Fakta

    Akun Twitter @MADDIMADD7 mengunggah cuplikan video Vladimir Putin yang disertai dengan pengisi suara Bahasa Inggris. Pada video tersebut terlihat bahwa Presiden Putin mengatakan Yesus berkulit hitam, begitu juga dengan semua pengikut-Nya. @MADDIMADD7 menambahkan komentar bahwa Vladimir Putin memberi tahu negaranya bahwa mereka sekarang melayani Yesus yang berkulit hitam. Cuitan dan video yang diunggah pada 24 Maret tersebut telah disukai 78 orang, dikutip dan dibagikan ulang hampir 50 kali, serta telah dilihat lebih dari 12,000 kali.

    Setelah dilakukan penelusuran, informasi tersebut menyesatkan. Pemerintah Rusia telah mengunggah salinan pidato Putin dalam Bahasa Inggris pada situs resmi mereka. Melansir dari salinan di situs tersebut yang berjudul “New Year Address to the Nation”, pidato Putin itu berisi ucapan selamat merayakan tahun baru oleh Putin kepada warga Rusia, tidak ada penyebutan mengenai Yesus ataupun warna kulit hitam sama sekali.

    Dengan demikian, informasi yang disebarkan oleh @MADDIMADD7 merupakan konten yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Konten yang menyesatkan. Pengisi suara berbahasa Inggris di video tersebut tidak menerjemahkan pidato Vladimir Putin secara harfiah, serta pada video asli berbahasa Rusia.

    Rujukan