• (GFD-2024-19159) [HOAKS] Video Suasana Mencekam di Israel Pascaserangan Iran

    Sumber:
    Tanggal publish: 17/04/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah video dinarasikan sebagai suasana Israel yang mencekam usai serangan Iran, pada Sabtu (13/4/2024) malam dan Minggu (14/4/2024) dini hari.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut keliru dan tidak sesuai dengan konteks video.

    Video dengan narasi mengenai suasana mencekam di Israel pascaserangan Iran disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, ini, ini, dan ini.

    Dalam video, tampak beberapa orang menyaksikan kobaran api membubung dari kejauhan.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun:

    Suasana mencekam di Israel ketika Iron Dome tidak mampu berbuat banyak melawan serangan #Iran.

    akun Facebook Tangkapan layar konten dengan konteks keliru di sebuah akun Facebook, Minggu (14/4/2024), soal suasana Israel mencekam usai serangan Iran.

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengambil tangkapan layar video lalu menelusuri jejak digitalnya menggunakan metode reverse image search.

    Hasil pencarian di Google Lens mengarahkan ke konten akun X @webnotitarde, yang diunggah pada 1 Maret 2024.

    Akun itu menyebutkan bahwa video menampilkan kebakaran di Texas, Amerika Serikat (AS).

    Artikel cek fakta AFP, yang diakses pada Selasa (16/4/2024), juga mengidentifikasi bahwa video itu merupakan kebakaran di Texas, pada akhir Februari.

    Namun, menurut artikel cek fakta Misbar, video tersebut memperlihatkan kebakaran di Chile.

    Sejumlah akun X menyampaikan klarifikasi bahwa video itu berlokasi di Chile, seperti yang diunggah oleh akun X @cazamosfakenews dan jurnalis BBC Verify @Shayan86.

    Dilansir The Guardian, Chile dilanda kebakaran hutan selama beberapa hari dan menewaskan sedikitnya 131 orang.

    Kebakaran di wilayah Valparaíso pada awal Februari 2024 itu menyebar dengan cepat akibat cuaca kering dan angin kencang.

    Kesimpulan

    Video kebakaran yang kemungkinan berlokasi di Chile disebarkan dengan narasi keliru. Video itu telah beredar di internet sebelum serangan Iran ke Israel.

    Hasil penelusuran awal menunjukkan lokasi video berada di Texas, AS.

    Kemudian, beberapa media pemeriksa fakta menyebutkan, video itu merupakan kebakaran di Chile pada awal Februari 2024.

    Rujukan

  • (GFD-2024-19676) [Cek Fakta] Viral Uang Baru Pecahan 1.0 dan Resmi Dikeluarkan BI? Ini Faktanya

    Sumber:
    Tanggal publish: 17/04/2024

    Berita

    Beredar sebuah video memperlihatkan pecahan baru uang dengan nominal 1.0. Pecahan tersebut dinarasikan berasal dari Bank Indonesia.  

    Di antaranya seperti diunggah akun instagram @palaka_blitar. Berikut narasi pada video yang diunggah akun tersebut:  

    "Uang baru 1.0? Bank Indonesia resmi mengeluarkan uang baru," demikian narasi pada video.

    Benarkah demikian?

    Hasil Cek Fakta

    Dari penelusuran kami, klaim bahwa Bank Indonesia resmi mengeluarkan uang baru dengan pecahan 1.0, adalah salah. Faktanya, BI tidak pernah merilis uang dengan pecahan tersebut.

    Di sisi lain, Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) sudah membuka suara terkait uang. Peruri menyatakan uang dengan pecahan 1.0 merupakan uang specimen.  

    "Uang specimen adalah uang contoh, yang tidak sah untuk alat pembayaran,” kata Head of Corporate Secretary Peruri saat Adi Sunardi yang dikutip Kompas.com pada 9 Mei 2021.  

    Adi menjelaskan Peruri membuat uang tersebut untuk kepentingan internal. Uang itu menjadi alat pemasaran untuk promosi produk tertentu.

    Kesimpulan

    Klaim bahwa Bank Indonesia resmi mengeluarkan uang baru dengan pecahan 1.0, adalah salah. Faktanya, BI tidak pernah merilis uang dengan pecahan tersebut.  

    Informasi ini jenis hoaks false context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah.  

    Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.

    Rujukan

  • (GFD-2024-19677) [Cek Fakta] Video Raffi Ahmad Diringkus Polisi Terlibat Kasus TPPU Rp271 Triliun? Ini Faktanya

    Sumber:
    Tanggal publish: 17/04/2024

    Berita

    Beredar sebuah video dengan narasi bahwa artis Raffi Ahmad ditangkap polisi. Ia ditangkap lantaran dituduh terlibat dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) senilai Rp271 triliun.  

    Adalah akun X @opposite6892 yang turut mengunggah video dengan narasi tersebut. Berikut narasi pada video:  

    "Artis raffi ahmad dirin9ku5 poli51 karna terlibat k45us pencuc14n uang 271 triliun nagita slavina n94muk," demikian bunyi narasi pada video.

    Benarkah demikian?

    Hasil Cek Fakta

    Dari penelusuran kami, klaim bahwa video itu memperlihatkan Raffi Ahmad ditangkap polisi lantaran dituduh terlibat dalam kasus TPP senilai Rp271 triliun, adalah salah. Faktanya, pihak Raffi Ahmad sudah memberikan klarifikasi.

    Raffi melalui akun instagram @raffinagita1717 menegaskan bahwa adegan pada video merupakan konten prank.  

    "Hadeuhhh .... ini tuh konten PRANK , jadi gw di PRANK 5 tahun lalu di youtube channel @attahalilintar , jadi jangan percaya kalo ada pihak yang tidak bertanggung jawab dan meng-edit" video ini sehingga menjadi berita HOAX !!! Terimakasih Guysss .... Astagfirullah ????," tulis pihak Raffi melalui akun IG tersebut, 2 April 2024.

    Kesimpulan

    Klaim bahwa video itu memperlihatkan Raffi Ahmad ditangkap polisi lantaran dituduh terlibat dalam kasus TPP senilai Rp271 triliun, adalah salah. Faktanya, pihak Raffi Ahmad sudah memberikan klarifikasi.  

    Informasi ini dikategorikan sebagai misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok.  

    Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.  

    Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.

    Rujukan

  • (GFD-2024-19180) [KLARIFIKASI] Foto Ini Tidak Terkait Penyitaan Kapal oleh Iran di Selat Hormuz

    Sumber:
    Tanggal publish: 17/04/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar foto dengan narasi soal pasukan khusus Iran menyita kapal Portugis di Selat Hormuz.

    Selat Hormuz merupakan jalur perdagangan minyak terpenting di dunia yang terletak di antara Oman dan Iran, menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab.

    Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak sesuai dengan konteks foto sebenarnya.

    Foto dengan narasi mengenai penyitaan kapal Portugis oleh tentara khusus Iran disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Tampak seorang tentara berpakaian serba hitam memegang senapan di tangan kanan dan mengacungkan telunjuk tangan kirinya.

    Berikut narasi yang ditulis salah satu akun, pada Sabtu (13/4/2024):

    Pasukan khusus Iran menyita kapal Portugis MSC ARIES di Selat Hormuz.Sekutu2 Israel makin terjepit.

    Hasil Cek Fakta

    Dilansir Al Jazeera, angkatan bersenjata Iran yang dikomandoi Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC menyita sebuah kapal kontainer di dekat Selat Hormuz, pada Sabtu (13/4/2024).

    Kapal MSC Aries berbendera Portugal itu berangkat dari sebuah pelabuhan di Uni Emirat Arab menuju India.

    Kapal tersebut merupakan bagian dari Zodiac Group yang dijalankan oleh miliarder Israel, Eyal Ofer dan keluarganya.

    Namun, foto yang dibagikan di media sosial tidak terkait dengan peristiwa itu.

    Hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com dengan metode reverse image search menunjukkan, foto tersebut diambil pada 17 Februari 2021.

    Foto identik dapat dilihat di situs di Getty Images dengan hak cipta milik kantor berita Turki, Anadolu Agency.

    Foto tersebut menampilkan seorang tentara angkatan laut Iran yang mengikuti latihan militer gabungan di Laut Arab dan utara Samudra Hindia, pada 17 Februari 2021.

    Kesimpulan

    Foto seorang tentara Iran yang mengikuti latihan militer gabungan pada 17 Februari 2021 disebarkan dengan konteks keliru.

    Foto tentara itu tidak terkait penyitaan kapal kontainer berbendera Portugal oleh Iran di Selat Hormuz, pada Sabtu (13/4/2024).

    Rujukan