• (GFD-2022-10757) [SALAH] Video “Sultan Jogja Cec4r Sri Adi Ningsih Yang Mengaku Seangkatan Dengan JKW”

    Sumber: Facebook
    Tanggal publish: 11/10/2022

    Berita

    “Sultan Jogja Cec4r Sri Adi Ningsih Yang Mengaku Seangkatan Dengan JKW”

    Hasil Cek Fakta

    Menggunakan judul umpan klik (click bait) dengan isi yang TIDAK sesuai dengan judul, FAKTA: video berisi pembacaan beberapa artikel hasil periksa fakta dan potongan-potongan video dari berbagai sumber dengan orientasi yang dibalik (flip).

    Kesimpulan

    Menggunakan judul umpan klik (click bait) dengan isi yang TIDAK sesuai dengan judul, FAKTA: video berisi pembacaan beberapa artikel hasil periksa fakta dan potongan-potongan video dari berbagai sumber dengan orientasi yang dibalik (flip).

    Rujukan

  • (GFD-2022-10756) Cek Fakta: Tidak Benar Ini Daftar 15 Obat Berbahaya

    Sumber: liputan6.com
    Tanggal publish: 20/10/2022

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim daftar 15 obat berbahaya, kabar tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 19 Oktober 2022.
    Klaim daftar 15 obat berbahaya berupa tabel yang berisi 15 nama obat, sebagai berikut.
    "Psidii Syrup (Psidium gujava folium extract), Paracetamol Syrup, Cetirizine Syrup, Paracetamol Syrup, Curviplex Syrup, Cetirizine Syrup, Ambroxol Syrup, Alerfed SyrupRanivel Syrup, Praxion Syrup, Domperidon Syrup, Paracetamol Syrup, Ambroxol Syrup, Paracetamol Syrup dan Hufagripp Syrup."
    Salain itu juga terdapat beberapa potongan layar artikel salah satunya berjudul "Wamenkes: 15 dari 18 Obat Sirop Mengandung Etilen Glikol"
    Unggahan tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
    "Duh duh duhhhhhh
    Daftar nama obat yang mengandung bahan berbahaya
    #sekilasinfo"
    Benarkah klaim daftar 15 obat berbahaya? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim daftar 15 obat berbahaya, dalam artikel berjudul "Beredar Daftar 15 Obat Mengandung Bahan Berbahaya, Kemenkes: Tidak Benar" yang dimuat situs Liputan6.com Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dengan tegas mengatakan tidak mengeluarkan daftar tersebut.
    "Bukan dari Kementerian Kesehatan list-nya," kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi kepada Health Liputan.6com ditulis Kamis, 20 Oktober 2022.
    Hal senada juga disampaikan Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Mohammad Syahril. "Dapat kami pastikan bahwa informasi tersebut tidak benar."
    Lebih lanjut, Syahril mengatakan bahwa Kemenkes tidak pernah mengeluarkan daftar yang memuat nama obat dan identifikasi kandungan senyawanya seperti yang saat ini banyak beredar.
    Saat ini, Kemenkes bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), ahli epidemiologi, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Farmakolog dan Puslabfor Polri masih melakukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab pasti dan faktor risiko yang menyebabkan gangguan ginjal akut misterius yang sudah terjadi pada 206 anak.
    "Saat ini Kementerian Kesehatan dan BPOM masih terus menelusuri dan meneliti secara komprehensif termasuk kemungkinan faktor risiko lainnya," kata Syahril mengutip Antara.
    Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Dante Saksono Harbuwono mengatakan, identifikasi obat yang berlangsung menemukan ada 15 obat yang masih mengandung etilen glikol.
    "Kita sudah mengidentifikasi 15 dari 18 obat yang diuji uji (obat) sirup masih mengandung Etilen Glikol (EG) dan kita identifikasi lagi bahwa EG ini bisa bebas (dari obat sirup)," kata Dante di sela-sela acara 'Hospital Expo PERSI' di Jakarta Convention Center pada Rabu, 19 Oktober 2022.
    Meski begitu, Dante tidak menyebut secara rinci, obat-obatan mana saja yang sedang dilakukan pengujian terkait kandungan etilen glikol (EG).  

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim daftar 15 obat berbahaya tidak benar.
    Kemenkes tidak pernah mengeluarkan daftar yang memuat nama obat dan identifikasi kandungan senyawanya seperti yang saat ini banyak beredar.
  • (GFD-2022-10755) Cek Fakta: Tidak Benar Video Jembatan Serayu Adipala Cilacap Runtuh dan Hanyut pada 15 Oktober 2022

    Sumber: liputan6.com
    Tanggal publish: 20/10/2022

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video yang diklaim jembatan Serayu, Adipala, Cilacap, Jawa Tengah runtuh dan hanyut beredar di media sosial. Video tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 15 Oktober 2022 lalu.
    Akun Facebook tersebut mengunggah sebuah video dari situs berbagi video YouTube. Pada video berdurasi 1 menit 4 detik itu, memperlihatkan detik-detik sebuah jembatan ambruk diterjang banjir.
    Pada Video itu juga terdapat narasi yang berisi bahwa jembatan yang runtuh tersebut adalah jembatan Serayu, Adipala, Cilacap, Jawa Tengah.
    "Jembatan adipala hancur & hanjut jurusan cilacap selatan tertutup," demikian narasi dalam video tersebut.
    "Sedang viral jembatan serayu selarang adipala runtuh hanyut," tulis salah satu akun Facebook.
    Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 4 kali dibagikan dan mendapat beberapa respons dari warganet.
    Benarkah dalam video itu jembatan Serayu, Adipala, Cilacap, Jawa Tengah runtuh dan hanyut? Berikut penelusurannya.
     

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri video yang diklaim jembatan Serayu, Adipala, Cilacap, Jawa Tengah runtuh dan hanyut. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "jembatan serayu adipala cilacap runtuh" di kolom pencarian Google Search.
    Hasilnya terdapat beberapa artikel yang membantah kabar tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Video Viral Jembatan Adipala Cilacap Ambruk, BPBD: Hoax!" yang dimuat situs suara.com pada 15 Oktober 2022 lalu.
    SuaraJawaTengah.id - Muncul video viral Jembatan Adipala Cilacap di atas Sungai Serayu ambrol akibat diterjang banjir hingga menjadi perbincangan warganet.
    Kepala BPBD Cilacap Wijonardi menampik keras adanya kabar Jembatan Adipala Cilacap ambruk diterjang banjir dan menyebut kabar itu hanya hoax.
    Update kondisi Jembatan Adipala Cilacap yang menguhubungkan Kecamatan Kesugihan dan Kecamatan Adipala itu masih kokoh dan sangat layak dilewati.
    "Kondisi jembatan masih kokoh dan sangat layak dilewati," kata Wijonardi dilansir dari Jatengnews.id--jaringan Suara.com, Sabtu (15/10/2022).
    Ia menegaskan, video yang beredar di media sosial terkait bah yang menerjang Adipala adalah hoax alias kabar bohong. Begitu pula dengan citra Jembatan Sungai Serayu yang rusak, tidak benar.
    Berdasar penelusuran, video tersebut diduga merupakan jembatan yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Benenai, Malaka. Video tersebut diduga dibuat pada tahun 2021.
    "Video Jembatan Adipala Cilacap diterjang banjir yang beredar tidak benar dan bohong. Video itu adalah hasil daur ulang dari kejadian di provinsi NTT. Jembatan Sungai Serayu masih kuat dan bisa dilalui sebagai jalan penghubung nasional," ujarnya.
     

    Kesimpulan


    Video yang diklaim jembatan Serayu, Adipala, Cilacap, Jawa Tengah runtuh dan hanyut ternyata tidak benar. Faktanya, Kepala BPBD Cilacap, Wijonardi memastikan bahwa jembatan tersebut masih kokoh dan sangat layak dilewati.
    Video tersebut diduga merupakan jembatan yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Benenai, Malaka. Video tersebut diduga direkam pada 2021.
     

    Rujukan

  • (GFD-2022-10754) Cek Fakta: Gagal Ginjal Akut pada Anak Tidak Terkait dengan Vaksin Covid-19

    Sumber: liputan6.com
    Tanggal publish: 19/10/2022

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim gagal ginjal akut pada anak karena vaksin Covid-19. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Twitter, pad 17 Oktober 2022.
    Unggahan klaim gagal ginjal akut pada anak karena vaksin Covid-19 berupa tulisan sebagai berikut.
    "Selama rentang 2021-2022 ada DUA kasus Misterius menyerang anak2 yg akibatkan kematian: 1) Hepatitis 2) Gagal Ginjal Akut.
    Misteriusnya ini krn tidak ada satupun pihak yg mau mengakui bhw kedua kasus ini berasosiasi dg VADE krn Vaksin COVID19."
    Disertai dengan tautan artikel berjudul "Gagal Ginjal Akut Misterius Serang 152 Anak, Apa Penyebabnya?" yang dimuat situs cnbcindonesia.com.
    Benarkah klaim gagal ginjal akut pada anak karena vaksin Covid-19? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

    Hasil Cek Fakta


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim gagal ginjal akut pada anak karena vaksin Covid-19, dalam artikel berjudul "Kemenkes: Sampai Saat Ini Gangguan Ginjal Akut Tak Terkait COVID-19" yang dimuat Liputan6.com, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI pun angkat bicara dan menyatakan bahwa penyakit gagal atau gangguan ginjal akut pada anak tidak ada kaitannya dengan vaksinasi maupun infeksi COVID-19.
    "Sampai saat ini kejadian gagal ginjal akut tidak ada kaitannya dengan vaksin COVID-19 maupun infeksi COVID-19," ujar Juru Bicara Kemenkes RI, dr Mohammad Syahril dalam keterangan pers ditulis Rabu, (19/10/2022).
    Syahril menjelaskan, pemeriksaan laboratorium dan penyebab pasti dari gangguan ginjal akut masih terus dilakukan. Kemenkes RI memastikan pihaknya juga menggandeng sejumlah ahli epidemiologi, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, dan Puslabfor.
    Penyelidikan epidemiologi dilakukan lewat adanya pengawasan dan pemeriksaan untuk mengetahui infeksi-infeksi yang menjadi penyebab gangguan ginjal akut pada anak. Pemeriksaannya mencakup swab tenggorokan, swab anus, pemeriksaan darah, dan kemungkinan intoksikasi.
    “Saat ini Kemenkes bersama tim tengah melakukan penyelidikan epidemiologi kepada masyarakat, tim akan menanyakan berbagai jenis obat-obatan yang dikonsumsi maupun penyakit yang pernah diderita 10 hari sebelum masuk rumah sakit atau sakit. Harapannya hasilnya bisa segera kami dapatkan sebagai informasi untuk penanganan selanjutnya," ujar Syahril.
    Penelusuran dilanjutkan dengan memeriksa isi artikel  berjudul "Gagal Ginjal Akut Misterius Serang 152 Anak, Apa Penyebabnya?" yang dimuat situs cnbcindonesia.com yang dicantumkan dalam klaim, hasilnya tidak ada kalimat yang menyatakan gagal ginjal akut pada anak karena vaksin Covid-19.
     
     

    Kesimpulan


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim gagal ginjal akut pada anak karena vaksin Covid-19 tidak terbukti.
    Sampai saat ini kejadian gagal ginjal akut tidak ada kaitannya dengan vaksin Covid-19 maupun infeksi Covid-19.