NARASI: “Mohon doa keselamatan untuk Blitar.
Tolong, Pejabat di Jakarta, elit partai, ketua partai, taruh ego kepentingan partai, ego pribadi, selamatkan rakyatmu saat ini.”
(GFD-2022-10765) [SALAH] “Mohon doa keselamatan untuk Blitar”
Sumber: twitter.comTanggal publish: 20/10/2022
Berita
Hasil Cek Fakta
SUMBER membagikan video dengan narasi yang konteksnya TIDAK sesuai dengan fakta, sehingga menyebabkan kesimpulan yang SALAH. Video yang dibagikan BUKAN rekaman peristiwa yang terjadi di Blitar, FAKTA: lokasi kejadian adalah di Meksiko pada tahun 2020 lalu.
Termasuk pelintiran daur ulang karena sudah pernah diklarifikasi sebelumnya, pada tahun 2021 disebut terjadi di Kalimantan dan pada tahun 2020 disebut terjadi di Bojonegoro.
Salah satu rekaman dengan konteks yang benar, Watchtower di YouTube pada 30 Juli 2020: “Viral Video : A Group of Cattle Struggle to Survive Against Heavy River Current due To Hurricane Hanna. Mexico: The heavy rains that have fallen on some regions of the country have caused a series of floods. In Compostela, Nayarit the current grew so much that it dragged cattle.” [2]
Hasil pencarian di turnbackhoax.id, kata kunci: “banjir ternak”. [3]
Hasil pencarian Google – News, kata kunci: “banjir blitar”. [4]
Termasuk pelintiran daur ulang karena sudah pernah diklarifikasi sebelumnya, pada tahun 2021 disebut terjadi di Kalimantan dan pada tahun 2020 disebut terjadi di Bojonegoro.
Salah satu rekaman dengan konteks yang benar, Watchtower di YouTube pada 30 Juli 2020: “Viral Video : A Group of Cattle Struggle to Survive Against Heavy River Current due To Hurricane Hanna. Mexico: The heavy rains that have fallen on some regions of the country have caused a series of floods. In Compostela, Nayarit the current grew so much that it dragged cattle.” [2]
Hasil pencarian di turnbackhoax.id, kata kunci: “banjir ternak”. [3]
Hasil pencarian Google – News, kata kunci: “banjir blitar”. [4]
Kesimpulan
BUKAN di Blitar, FAKTA: video yang dibagikan adalah rekaman peristiwa yang terjadi di Meksiko pada tahun 2020 lalu. Termasuk pelintiran daur ulang karena sudah pernah diklarifikasi sebelumnya, pada tahun 2021 disebut terjadi di Kalimantan dan pada tahun 2020 disebut terjadi di Bojonegoro.
Rujukan
- http[1] firstdraftnews.org: “Memahami gangguan informasi” (Google Translate),
- https://bit.ly/3wHx0lO /
- https://archive.md/nb52W (arsip cadangan dengan bahasa asli, English). [2] youtube.com: “Viral : A Group of Cattle Struggle to Survive Against Heavy River Current due To Hurricane Hannah”,
- https://bit.ly/3nTJXme /
- https://archive.ph/V7HOJ (arsip cadangan). [3] turnbackhoax.id,
- https://bit.ly/3Dcjvz4 /
- https://archive.ph/q6O5b (arsip cadangan). [4] google.com,
- https://bit.ly/3gm2zxc /
- https://archive.ph/As0Ik (arsip cadangan).
(GFD-2022-10764) [SALAH] Rektor UGM Akui Semua Kecurangan Ijazah dan Mengaku Dibayar oleh Jokowi
Sumber: twitter.comTanggal publish: 20/10/2022
Berita
Sebuah akun Twitter bernama sabya1141 mengunggah cuitan berupa tangkapan layar dari sampul video milik kanal Youtube PEJUANG MUDA. Dalam sampul tersebut terdapat foto rektor UGM, Ova Emilia tengah diinterogasi oleh pihak kepolisian. Selain itu terdapat narasi pada gambar “SAYA DI BAYAR PAK JOKOWI REKTOR UGM AKUI SEMUA KECURANGAN IJAZAH”.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, menelisik pada video di kanal youtube tersebut tidak ada informasi yang menyatakan bahwa Rektor UGM mengakui kecurangan dan dibayar oleh Jokowi terkait ijazahnya.
Video tersebut berisi pernyataan Rektor UGM terkait keaslian ijazah milik Jokowi dan dinyatakan lulus dari universitas tersebut tahun 1985.
Dalam cuplikan video itu juga menampilkan pernyataan Bambang Tri Mulyono terkait permainan licik UGM dan gugatan yang dilayangkannya adalah pada ijazah SMA bukan ijazah kuliah.
Sementara itu, foto thumbnail pada screenshoot tersebut juga merupakan hasil suntingan. Menggunakan mesin pencarian gambar Yandex, ditemukan foto identik dengan yang digunakan pada thumbnail tersebut.
Video tersebut berisi pernyataan Rektor UGM terkait keaslian ijazah milik Jokowi dan dinyatakan lulus dari universitas tersebut tahun 1985.
Dalam cuplikan video itu juga menampilkan pernyataan Bambang Tri Mulyono terkait permainan licik UGM dan gugatan yang dilayangkannya adalah pada ijazah SMA bukan ijazah kuliah.
Sementara itu, foto thumbnail pada screenshoot tersebut juga merupakan hasil suntingan. Menggunakan mesin pencarian gambar Yandex, ditemukan foto identik dengan yang digunakan pada thumbnail tersebut.
Kesimpulan
Informasi menyesatkan. Tidak ada informasi dari media manapun yang memberitakan bahwa Rektor UGM mengakui kecurangan Ijazah dan dibayar oleh Jokowi. Informasi dalam video sumber juga tidak terdapat pernyataan terkait klaim tersebut.
Rujukan
(GFD-2022-10763) [SALAH] JERMAN TELAH MENGHENTIKAN SEMUA VAKSIN COVID-19
Sumber: twitter.comTanggal publish: 20/10/2022
Berita
Beredar sebuah cuitan dari akun @_melody_mellow yang mengklaim bahwa negara Jerman telah menghentikan semua vaksin Covid-19 karena dinyatakan tidak aman dan tidak direkomendasikan lagi penggunaannya. Setelah ditelusuri, klaim tersebut adalah hoaks lama yang disebarkan kembali.
Hasil Cek Fakta
Dikutip dari apnews.com klaim yang menampilkan seorang pria yang diidentifikasi sebagai Stephan Kohn, seorang ilmuwan politik yang berpura-pura menjadi presiden baru Institut Robert Koch, badan pengendalian penyakit Jerman. Kohn mengklaim dalam video bahwa pemerintah mengeluarkan “moratorium” dan bahwa vaksin COVID-19 “tidak direkomendasikan lagi.” adalah salah, faktanya Jerman masih menggunakan vaksin Covid-19 dan diperkirakan akan menerima suntikan booster terbaru untuk menekan omicron.
Kementerian kesehatan Jerman, Kira Nübel menegaskan bahwa saat ini Jerman dijadwalkan untuk menerima jutaan dosis vaksin Covid-19. Negara tersebut juga menerima pengiriman kombinasi baru atau suntikan booster “bivalen” dari Pfizer yang disahkan Komisi Eropa pertengahan September lalu.
Berdasarkan penjelasan di atas, klaim jerman menghentikan seluruh vaksin adalah keliru dan termasuk dalam konten yang menyesatkan.
Kementerian kesehatan Jerman, Kira Nübel menegaskan bahwa saat ini Jerman dijadwalkan untuk menerima jutaan dosis vaksin Covid-19. Negara tersebut juga menerima pengiriman kombinasi baru atau suntikan booster “bivalen” dari Pfizer yang disahkan Komisi Eropa pertengahan September lalu.
Berdasarkan penjelasan di atas, klaim jerman menghentikan seluruh vaksin adalah keliru dan termasuk dalam konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil periksa fakta Riza Dwi (Anggota Tim Kalimasada)
Hokas lama yang disebarkan kembali. Faktanya Jerman masih menggunakan vaksin Covid-19 dan diperkirakan akan menerima suntikan booster terbaru untuk menekan omicron.
Hokas lama yang disebarkan kembali. Faktanya Jerman masih menggunakan vaksin Covid-19 dan diperkirakan akan menerima suntikan booster terbaru untuk menekan omicron.
(GFD-2022-10762) [SALAH] Video “Gedung Putih Panik ribuan Rakyat Nekat Minta as Tinggalkan Nato”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 20/10/2022
Berita
NARASI: “Gedung Putih Panik‼️ribuan Rakyat Nekat Minta as Tinggalkan Nato, Demi Hindari Hal Ini Dengan Rusia”
Hasil Cek Fakta
SUMBER membagikan konten yang isinya menimbulkan kesimpulan yang MENYESATKAN. FAKTA: video yang dibagikan selain menggunakan foto pratinjau (thumbnail) peristiwa serangan ke Gedung Capitol yang TIDAK berkaitan dengan konflik Rusia vs Ukraina, sebenarnya hanya berisi pembacaan isi artikel.
Salah satu foto yang identik dengan yang digunakan di gambar pratinjau video, Deutsche Welle: “Donald Trump spent four years creating the conditions for the storming of the Capitol in Washington, DC. He must be prevented from running for office ever again, DW’s Ines Pohl writes.” [2]
Salah satu artikel yang dibacakan di video, OKEZONE.COM: “AS – Angota Kongres dari Partai Repubik Amerika Serikat, Marjorie Taylor Greene meminta nearanya untuk segera meningalkan keanggotan mereka di NATO.” [3]
Berkaitan dengan serangan ke Gedung Capitol, BBC: “The US House of Representatives committee investigating the Capitol riot is holding hearings into the attack.” [4]
Salah satu foto yang identik dengan yang digunakan di gambar pratinjau video, Deutsche Welle: “Donald Trump spent four years creating the conditions for the storming of the Capitol in Washington, DC. He must be prevented from running for office ever again, DW’s Ines Pohl writes.” [2]
Salah satu artikel yang dibacakan di video, OKEZONE.COM: “AS – Angota Kongres dari Partai Repubik Amerika Serikat, Marjorie Taylor Greene meminta nearanya untuk segera meningalkan keanggotan mereka di NATO.” [3]
Berkaitan dengan serangan ke Gedung Capitol, BBC: “The US House of Representatives committee investigating the Capitol riot is holding hearings into the attack.” [4]
Kesimpulan
MENYESATKAN. FAKTA: selain menggunakan foto pratinjau (thumbnail) peristiwa serangan ke Gedung Capitol yang TIDAK berkaitan dengan konflik Rusia vs Ukraina, sebenarnya video hanya berisi pembacaan isi artikel.
Rujukan
- http[1] firstdraftnews.org: “Memahami gangguan informasi” (Google Translate),
- https://bit.ly/3wHx0lO /
- https://archive.md/nb52W (arsip cadangan dengan bahasa asli, English). [2] dw.com: “Stop Trump permanently”,
- https://bit.ly/3TlmhYM /
- https://archive.ph/fiSZa (arsip cadangan). [3] okezone.com: “Minta AS Tinggalkan NATO, Partai Republik: Rakyat Amerika Tak Ingin Perang dengan Rusia!”,
- https://bit.ly/3TdFTOj /
- https://archive.ph/IoGX3 (arsip cadangan). [4] bbc.com: “Capitol riots timeline: What happened on 6 January 2021?”,
- https://bbc.in/3TfNKe3 /
- https://archive.ph/9boID (arsip cadangan).
Halaman: 3857/5960