(GFD-2022-10773) [SALAH] Poster Indosiar Konser Cinta Leslar Bersemi Kembali
Sumber: facebook.comTanggal publish: 21/10/2022
Berita
Akun Facebook Ayu Susanti pada 17 Oktober 2022 pukul 19.33 memposting sebuah poster yang menyematkan logo Indosiar. Poster Konser Cinta Leslar Bersemi Kembali menyebutkan konser akan digelar hari Minggu 23 Oktober 2022 pukul 20.00 WIB.
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri pada akun Instagram resmi Indosiar ditemukan informasi bahwa poster Konser Cinta Leslar Bersemi Kembali merupakan hoaks atau tidak benar. Pada tanggal tersebut Indosiar akan menayangkan Live D’ACADEMY 5 TOP 18 GROUP 2 – SHOW pukul 20.30 WIB. Informasi resmi bisa dilihat Promo On Air yang tayang di Indosiar dan di akun social media & website resmi Indosiar.
Lebih lanjut, melansir dari hot.detik.com Gilang Iskandar selaku Corporate Secretary Indosiar mengatakan Indosiar tidak pernah merencanakan membuat acara tersebut. Informasi tersebut didapatkan dalam artikel hot.detik.com berjudul “Indosiar Bantah Gelar Konser Cinta Leslar Bersemi Kembali” Senin, 17 Oktober 2022.
Dengan demikian poster Konser Cinta Leslar Bersemi Kembali yang mencatut Indosiar merupakan hoaks atau tidak benar. Pihak Indosiar telah membantah melalui akun Instagram resminya, sehingga masuk dalam kategori konten palsu.
Lebih lanjut, melansir dari hot.detik.com Gilang Iskandar selaku Corporate Secretary Indosiar mengatakan Indosiar tidak pernah merencanakan membuat acara tersebut. Informasi tersebut didapatkan dalam artikel hot.detik.com berjudul “Indosiar Bantah Gelar Konser Cinta Leslar Bersemi Kembali” Senin, 17 Oktober 2022.
Dengan demikian poster Konser Cinta Leslar Bersemi Kembali yang mencatut Indosiar merupakan hoaks atau tidak benar. Pihak Indosiar telah membantah melalui akun Instagram resminya, sehingga masuk dalam kategori konten palsu.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Luthfiyah OJ (UIN Raden Mas Said Surakarta).
Poster tersebut tidak benar. Faktanya, pihak Indosiar telah membantah melalui akun Instagram resminya.
Poster tersebut tidak benar. Faktanya, pihak Indosiar telah membantah melalui akun Instagram resminya.
Rujukan
(GFD-2022-10772) [SALAH] China Sudah Menjajah NKRI Salah Satunya Komplek Khusus Rumah Elit China Bertuliskan China
Sumber: twitter.comTanggal publish: 21/10/2022
Berita
Sebuah akun Twitter bernama caul_tanjung mengunggah cuitan berupa video seseorang tengah menunjukkan bangunan dengan ornamen oriental dan bertuliskan huruf China. Dalam narasinya pria tersebut mengklaim bahwa terdapat perumahan elite di perbatasan kota Jakarta dengan Bekasi yang diperuntukkan untuk orang China, dan warga pribumi hanya dijadikan sebagai satpam saja.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, Bangunan yang diklaim merupakan perumahan elite etnis China dengan ornamen dan tulisan mandarin nyatanya adalah Old Shanghai yang merupakan destinasi wisata dan kuliner.
Kawasan Old Shanghai ini sendiri berada di boulevard yang menghubungkan wilayah Kelapa Gading di Jakarta Utara dengan kawasan Cakung di Jakarta Timur. Alamat persisnya berada di Jalan Sedayu City Boulevard, Sedayu City Kelapa Gading, Cakung Barat, Kecamatan Cakung, Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta.
“Old Shanghai sudah jalan empat bulanan. Ini destinasi wisata, rekreasi, dan kuliner dengan Pecinan untuk konsep interior sama bangunan. Kalau tenant ada beberapa makanan khas Chinese, tapi ada juga yang Western dan lokal,” ujar Corporate Marketing Communication Manager, Aliya Asmadini, kepada Kompas.com, Selasa (13/9/2022).
Kawasan Old Shanghai ini sendiri berada di boulevard yang menghubungkan wilayah Kelapa Gading di Jakarta Utara dengan kawasan Cakung di Jakarta Timur. Alamat persisnya berada di Jalan Sedayu City Boulevard, Sedayu City Kelapa Gading, Cakung Barat, Kecamatan Cakung, Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta.
“Old Shanghai sudah jalan empat bulanan. Ini destinasi wisata, rekreasi, dan kuliner dengan Pecinan untuk konsep interior sama bangunan. Kalau tenant ada beberapa makanan khas Chinese, tapi ada juga yang Western dan lokal,” ujar Corporate Marketing Communication Manager, Aliya Asmadini, kepada Kompas.com, Selasa (13/9/2022).
Kesimpulan
Informasi yang salah. Bangunan yang ada dalam video tersebut merupakan Old Shanghai Sedayu City yang merupakan destinasi wisata kuliner yang terletak di Cakung, Jakarta Timur.
Rujukan
(GFD-2022-10771) [SALAH] Video Penimbunan Saluran Air dengan Karung Pasir
Sumber: twitter.comTanggal publish: 21/10/2022
Berita
Akun Twitter dengan nama pengguna “HabibMu50362599” mengunggah sebuah video yang menunjukkan sekelompok orang tengah menurunkan karung-karung pasir ke dalam sebuah lubang. Video tersebut juga disertai dengan narasi yang menyatakan bahwa lubang yang ditimbun oleh karung pasir merupakan saluran air.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, narasi tersebut merupakan hoaks lama yang kembali beredar. Kepala Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Hari Nugroho telah menjelaskan pada tahun 2020 lalu bahwa lubang dalam video tersebut bukan merupakan saluran air, melainkan manhole saluran utilitas. Manhole saluran utilitas sendiri memang perlu ditutup menggunakan karung pasir untuk menahan beban berat.
Narasi serupa pernah beredar pada Februari 2020 lalu. Artikel dengan topik tersebut telah dimuat dalam situs turnbackhoax.id dengan judul artikel “[SALAH] “sabobase kelakuan kubu sebelah” yang diunggah pada 26 Februari 2020.
Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Twitter dengan nama pengguna “HabibMu50362599” tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.
Narasi serupa pernah beredar pada Februari 2020 lalu. Artikel dengan topik tersebut telah dimuat dalam situs turnbackhoax.id dengan judul artikel “[SALAH] “sabobase kelakuan kubu sebelah” yang diunggah pada 26 Februari 2020.
Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Twitter dengan nama pengguna “HabibMu50362599” tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Khairunnisa A.
Hoaks lama yang kembali beredar. Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta telah menjelaskan bahwa lubang dalam video tersebut bukan merupakan saluran air, melainkan merupakan manhole saluran utilitas yang perlu ditutup menggunakan karung pasir untuk menahan beban berat.
Hoaks lama yang kembali beredar. Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta telah menjelaskan bahwa lubang dalam video tersebut bukan merupakan saluran air, melainkan merupakan manhole saluran utilitas yang perlu ditutup menggunakan karung pasir untuk menahan beban berat.
Rujukan
(GFD-2022-10770) Keliru, Daftar Obat yang Ditarik BPOM Karena Kasus Gagal Ginjal Akut Anak
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 21/10/2022
Berita
Sebuah laman Facebook mengunggah foto dengan keterangan “Daftar obat yang ditarik karena kasus gagal ginjal pada anak-anak”.
Video ini memperlihatkan sebuah tangkapan layar daftar obat-obatan cair atau sirup dari berbagai merek.
Video ini diunggah pada tanggal 20 Oktober 2022 dengan. Sampai tulisan ini dibuat, sudah dibagikan 24 kali oleh pengguna Facebook.
Tangkapan layar unggahan foto yang beredar di Facebook
Benarkah foto tersebut? Berikut hasil pemeriksaan faktanya.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Tempo, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan daftar obat sirup yang tercemar etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) yang beredar di Indonesia.
BPOM menemukan lima obat sirup yang beredar di pasar Indonesia mengandung etilen glikol melewati ambang batas aman. Batas aman atau Tolerable Daily Intake (TDI) untuk cemaran EG dan DEG sebesar 0,5 mg/kg berat badan per hari.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menginstruksikan untuk sementara waktu agar tidak mengkonsumsi obat sirup. Temuan kasus gangguan ginjal akut (acute kidney injury/AKI) misterius ini berimbas pada anak-anak.
Instruksi tersebut dituangkan dalam surat edaran Nomor SR.01.05/III/3461/2022 tentang Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) Pada Anak.
Tim Cek Fakta Tempo melakukan verifikasi narasi foto ini dengan menelusuri sumber-sumber kredibel terutama pernyataan pemerintah dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).
Klaim Daftar Obat
Foto ini menampilkan daftar obat cair dan sirup yang berdasarkan pantauan Tempo, beredar di pasar Indonesia. Tim Cek Fakta Tempo menemukan daftar obat-obat yang diduga menyebabkan AKI pada anak di Twitter.
Hasilnya, pada tanggal 20 Oktober 2022, BPOM melalui siaran pers menginformasikan hasil pengawasan terhadap sirup obat yang diduga mengandung cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG).
Sumber: laman resmi BPOM
BPOM telah melakukan uji sampling terhadap 39 bets dari 26 sirup obat yang diduga mengandung cemaran EG dan DEG pada tanggal 19 Oktober 2022. Hasilnya sirup obat yang diduga mengandung cemaran EG dan DEG kemungkinan berasal dari 4 (empat) bahan tambahan yaitu propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol, dan gliserin/gliserol.
Empat bahan tersebut bukan merupakan bahan yang berbahaya atau dilarang digunakan dalam pembuatan sirup obat. Namun berdasarkan farmakope dan standar baku nasional ambang batas aman atau Tolerable Daily Intake (TDI) untuk cemaran EG dan DEG sebesar 0,5 mg/kg berat badan per hari.
Adapun 5 (lima) sirup obat yang menunjukkan kandungan cemaran EG yang melebihi ambang batas aman antara lain:
BPOM juga mengatakan hasil uji cemaran EG tersebut belum dapat mendukung kesimpulan bahwa penggunaan sirup obat tersebut memiliki keterkaitan dengan kejadian gagal ginjal akut
Kejadian ginjal akut, selain karena penggunaan obat, juga diakibatkan beberapa faktor seperti infeksi virus, bakteri Leptospira, dan multisystem inflammatory syndrome in children (MIS-C) atau sindrom peradangan multisistem pasca COVID-19.
Dilansir Tempo, mengutip Britannica, etilen glikol juga disebut etana-1,2-diol. Etilen glikol berwujud cairan bening, tak berwarna, seperti sirup kental. Cairan ini tidak berbau dan rasanya manis. Etilen glikol senyawa yang antara lain digunakan industri tinta bantalan stempel, pulpen, cat, plastik.
Sementara menurut Centers for Disease Control and Prevention, etilen glikol terurai menjadi senyawa beracun jika masuk ke dalam tubuh. Etilen glikol mempengaruhi sistem saraf pusat, kemudian jantung, dan akhirnya ginjal. Menelan cukup banyak etilen glikol dapat menyebabkan kematian.
Imbauan untuk Masyarakat
Dilansir laman resmi Kementerian Kesehatan RI, sejak akhir Agustus 2022, Kementerian Kesehatan dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah menerima laporan peningkatan kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (AKI) pada anak di bawah usia 5 tahun.
Dilansir Kompas TV, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan penambahan kasus gagal ginjal akut anak di Indonesia. Dikutip dari data Kementerian Kesehatan, per 20 Oktober 2022 total terdapat 241 anak yang terkena gagal ginjal akut tersebut dan 133 orang di antaranya meninggal dunia di 22 provinsi.
"Kita sudah mengidentifikasi ada 241 kasus gangguan ginjal akut atau AKI di 22 provinsi dengan 133 kematian atau 55 persen dari kasus," kata Budi dalam konferensi pers, Jumat, 21 Oktober 2022.
Sumber: laman resmi Kementerian Kesehatan RI
Untuk mengatasi kasus ini, Kemenkes meminta tenaga kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan untuk sementara tidak meresepkan obat-obatan dalam bentuk sediaan cair/sirup. Seluruh apotek diinstruksikan untuk tidak menjual obat bebas dan/atau bebas terbatas dalam bentuk cair/sirup kepada masyarakat sampai hasil penelusuran dan penelitian tuntas.
Semantara itu, BPOM mengimbau masyarakat untuk waspada dan memperhatikan hal berikut:
1. Membeli dan memperoleh obat hanya di sarana resmi, yaitu Apotek, Toko Obat, Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat.
2. Membeli obat secara online dapat dilakukan hanya di apotek yang telah memiliki izin Penyelenggara Sistem Elektronik Farmasi (PSEF).
3. BPOM secara berkesinambungan melaksanakan patroli siber (cyber patrol) pada platform situs, media sosial, dan e-commerce untuk menelusuri dan mencegah peredaran obat ilegal.
4. Menerapkan Cek KLIK, yaitu Cek Kemasan dalam kondisi baik, Cek Label, Izin Edar, dan Kadaluarsa) sebelum membeli atau menggunakan obat.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan Tim Cek Fakta Tempo, foto daftar obat yang ditarik karena kasus gagal ginjal pada anak-anak adalah keliru.
BPOM sebagai otoritas pengawasan obat hanya merilis temuan lima sirup obat yang kandungan cemaran etilen glikol melebihi ambang batas aman.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan telah menginstruksikan apotek dan petugas medis pada pelayanan kesehatan untuk tidak menjual dan memberikan obat dalam bentuk cair/sirup kepada masyarakat sampai hasil penelusuran dan penelitian tuntas.
Rujukan
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=588057769675055&set=a.108240984323405
- https://twitter.com/eksekutif__/status/1583046422383198208
- https://www.pom.go.id/new/view/more/klarifikasi/158/INFORMASI-KEEMPAT-HASIL-PENGAWASAN-BPOM-TERHADAP-SIRUP-OBAT-YANG-DIDUGA-MENGANDUNG-CEMARAN-ETILEN-GLIKOL--EG--DAN-DIETILEN-GLIKOL--DEG-.html
- https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5503712/apa-itu-nomor-batch-sering-disebut-terkait-obat-dan-vaksin
- https://gaya.tempo.co/read/1647048/apa-itu-etilen-glikol-zat-berbahaya-yang-bisa-merusak-ginjal
- https://www.cdc.gov/niosh/ershdb/emergencyresponsecard_29750031.html
- https://www.kemkes.go.id/article/view/22101900004/kemenkes-ambil-kebijakan-antisipatif-untuk-cegah-gangguan-ginjal-pada-anak.html
- https://www.kompas.tv/article/340423/bertambah-menkes-sebut-gagal-ginjal-akut-capai-241-kasus-133-anak-meninggal-dunia
- https://www.pom.go.id/new/view/more/klarifikasi/158/INFORMASI-KEEMPAT-HASIL-PENGAWASAN-BPOM-TERHADAP-SIRUP-OBAT-YANG-DIDUGA-MENGANDUNG-CEMARAN-ETILEN-GLIKOL--EG--DAN-DIETILEN-GLIKOL--DEG-.html
- https://wa.me/6281315777057 mailto:cekfakta@tempo.co.id
Halaman: 3855/5960