• (GFD-2024-14923) Keliru, Video Kapal Feri yang Membawa Pengungsi Rohingya Menuju Indonesia

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 04/01/2024

    Berita


    Dua video yang diklaim sebagai kapal feri yang membawa pengungsi Rohingya ke Indonesia beredar di media sosial. Klaim tersebut dibagikan bersama dua video yang memperlihatkan masing-masing kapal berukuran besar yang sedang berlayar.
    Video pertama di Tiktok [ arsip ] memperlihatkan sebuah kapal dengan tulisan dalam bahasa Bangla. Video ini disertai narasi bernada satir, "OTW Indonesia. Warga Indonesia siapkan makanan yang enak ya kami segera datang".

    Sementara video kedua memperlihatkan sebuah kapal pesiar. Video ini disertai narasi, "Rombongan Rohingya sudah tiba lagi di Surabaya. Siap-siap untuk warga Surabaya". Video ini diunggah akun TikTok ini [ arsip ] pada 19 Desember 2023 dan telah mendapat 2.328 komentar kemudian dibagikan sebanyak 792 kali.
    Apa benar kedua kapal dalam dua video di atas membawa pengungsi Rohingya menuju Indonesia?

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim Cek Fakta Tempo mula-mula memfragmentasi video dan melakukan penelusuran lanjutan dengan menggunakanreverse imageGoogle. Hasilnya, kedua kapal dalam video di atas bukanlah kapal yang sedang mengangkut pengungsi Rohingya menuju Indonesia. 
    Kapal dalam video pertama bernama Tashrif 3, kapal penyeberangan di Bangladesh yang melayani rute Dhaka (Sadarghat)-Batua (Char Fasson). Sementara kapal pada video kedua adalah kapal pesiar berbendera Belanda bernama MV Westerdam yang membawa wisatawan.
    Sumber Video
    Video pertama telah beredar di internet sejak November 2020. Video yang identik pernah diunggah ke YouTube oleh kanal Lonch Lover BD yang memuat keterangan: "Tashrif-3//Lonch Lover Bangladesh//  #sadarghat_lonch_terminal".

    Pada 15 Maret 2021 kanal YouTube Lonch Lover BD juga pernah mengunggah video kapal Tashrif 3 saat tiba di terminal lonch Sadarghat Dhaka.
    Kapal pesiar yang terlihat dalam video kedua yakni MV Westerdam. Sepanjang 2023 Kapal pesiar ini pernah dua kali bersandar di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, namun bukan membawa pengungsi Rohingya, melainkan wisatawan mancanegara.
    Video yang memperlihatkan MV Westerdam saat melintas di laut Surabaya pernah diunggah ke YouTube oleh kanal Jenggot Kanigoro pada 22 Desember 2023 dengan judul "Berpapasan dengan MS Westerdam di alur barat Surabaya".

    Video identik lainnya memperlihatkan saat MV Westerdam bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Video diunggah kanal Ini Surabaya pada 24 Februari 2023 dengan judul "Bawa ribuan turis asing akhirnya Kapal pesiar MS Westerdam kembali ke surabaya".
    Kapal dengan GT (Gross Tonnage) 82.862 MT dan LOA (Length Over All) 285 MTR panjang 285 M ini membawa 1.856 wisatawan mancanegara dan 793 awak kapal tersebut sandar pada Rabu, 29 November 2023. 
    Pelindo Sub Regional 3 Jawa bekerjasama dengan  pemerintah Kota Surabaya telah menyiapkan berbagai sambutan untuk para wisatawan kapal pesiar diantaranya Tari Reog Ponorogo, toko souvenir, batik, dan juga berbagai makanan dan minuman khas Jawa Timur yang disediakan melalui gerai UMKM, serta terdapatmoney changeruntuk mempermudah turis menukarkan uang. 

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, video dengan klaim kapal feri yang membawa pengungsi Rohingya sedang menuju Indonesia adalahkeliru. 
    kedua kapal dalam video di atas bukanlah kapal yang sedang mengangkut pengungsi Rohingya menuju Indonesia. Kapal dalam video pertama bernama Tashrif-3, kapal penyeberangan di Bangladesh yang melayani rute Dhaka (Sadarghat)-Batua (Char Fasson).
    Sementara kapal pada video kedua adalah kapal pesiar berbendera Belanda bernama MV Westerdam yang membawa wisatawan.

    Rujukan

  • (GFD-2024-14922) [KLARIFIKASI] Video Ratusan Mobil Terempas Tsunami Jepang Bukan Terjadi 1 Januari

    Sumber: kompas.com
    Tanggal publish: 03/01/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar berbagai video setelah gempa bumi melanda Prefektur Ishikawa, Jepang, pada Senin (1/1/2024) pukul 16.10 JST atau 14.10 WIB.

    Salah satunya sebuah video menampilkan ratusan mobil terempas gelombang tsunami.

    Namun, berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi pada video tidak benar dan perlu diluruskan.
    Video yang menampilkan ratusan mobil terempas tsunami Jepang pada Senin (1/1/2024) disebarkan oleh akun Facebook ini. Arsipnya dapat dilihat di sini.

    "Tsunami Jepang 1 januari 2024," tulis pengunggah pada Selasa (2/1/2024).

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengambil tangkapan layar video lalu menelusurinya dengan bantuan Google Lens.
    Salah satu hasil pencarian mengarahkan ke situs Walpaper Flare yang menampilkan tangkapan layar pemberitaan saat terjadi tsunami di Jepang dengan watermark TBS dan JNN.

    Video yang diunggah menampilkan tsunami pada 11 Maret 2022 yang menghanyutkan mobil dan kontainer di sepanjang pelabuhan Miyako, Prefektur Iwate, Jepang.

    Kejadian tersebut juga diberitakan oleh BBC.

    Adapun gempa bumi yang terjadi pada Senin (1/1/2024) melanda Prefektur Ishikawa.

    Dilansir The Guardian, Badan Meteorologi Jepang (JMA) mencatat ada lebih dari 400 gempa yang mengguncang wilayah Ishikawa hingga Rabu (3/1/2024) pagi.

    Gempa terkuat dari rangkaian gempa tersebut berkekuatan magnitudo 7,5 (berdasarkan pengukuran JMA).

    Jepang mencabut semua peringatan tsunami setelah gelombang sekitar 1,2 meter menghantam kota Wajima dan serangkaian tsunami kecil dilaporkan di tempat lain.

    Hasil Cek Fakta

    Kesimpulan

    Video tsunami di Prefektur Iwate, Jepang, pada 11 Maret 2011 disebarkan dengan konteks keliru. Video yang beredar bukanlah tsunami yang terjadi di Prefektur Ishikawa, Jepang, pada Senin (1/1/2024).

    Rujukan

  • (GFD-2024-14921) [HOAKS] Donald Trump Sebut 70 Juta Pengungsi Rohingya Akan Tinggal di Indonesia

    Sumber: kompas.com
    Tanggal publish: 03/01/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video yang diklaim menunjukkan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa 70 juta pengungsi Rohingya akan tinggal di Indonesia.
    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, klaim tersebut tidak benar atau hoaks.
    Video yang diklaim menunjukkan Trump mengatakan 70 juta pengungsi Rohingya akan tinggal di Indonesia dibagikan oleh akun Instagram ini (arsip) pada 15 Desember 2023.
    Berikut narasi yang dibagikan:
    Yang punya harta dan kekayaan segera nikmatin sebelum perang dunia ke 3 di mulai toh juga di kita usir maklu halus ini, pemerintahan kita di butakan oleh mereka
    Narasi itu disertai cuplikan pidato Trump.
    "Amerika Serikat tidak akan menjadi kamp migran dan tidak akan menjadi fasilitas penampungan pengungsi. Itu tidak akan terjadi," kata Trump.
    Di bawah cuplikan pidato Trump disematkan teks sebagai berikut:
    70 juta pengungsi mau tingal di indonesiaBuat yg banyak bacot suruh Nerima Rohingya Coba dibaca duluEmang Indonesia sanggup menampung 70jt pengungsiItu pengungsi atau penjajah

    Hasil Cek Fakta

    Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri cuplikan pidato Trump yang dibagikan dan menemukan video dengan durasi lebih panjang diunggah di YouTube pada 19 Juni 2018.
    Akan tetapi, dalam video tersebut Trump tidak menyinggung soal Indonesia atau Rohingya.
     
    Sementara itu, klaim 70 juta pengungsi Rohingya akan tinggal di Indonesia tidak sesuai fakta karena populasi pengungsi Rohingya menurut data resmi tidak sampai 70 juta jiwa.
    Dilansir Kompas.id, Komisi Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi (UNHCR), memperkirakan, hingga pertengahan 2023, terdapat sekitar 1,29 juta jiwa pengungsi dari Myanmar yang tersebar di banyak negara.
    Dari jumlah itu, 84,4 persen atau sekitar 1,1 juta orang di antaranya merupakan etnis Rohingya. Persentase yang begitu besar itu karena mereka merupakan kelompok yang paling rentan menjadi korban kekerasan.
    Sejak 1982, Pemerintah Myanmar secara resmi tidak mengakui Rohingya sebagai etnis yang diakui oleh negara.
    Dengan demikian, seluruh orang Rohingya di Myanmar dicabut hak kewarganegaraannya dan dianggap sebagai penghuni ilegal.
    Diskriminasi terhadap etnis Rohingya ini semakin bertambah parah seiring dengan menguatnya kelompok nasionalis Buddha di Myanmar.
    Menurut laporan Council on Foreign Relations, warga etnis Rohingya di Myanmar harus mendapatkan izin untuk bepergian dan menikah. Para pasangan Rohingya juga hanya diperbolehkan memiliki maksimal dua anak.
    PBB bahkan sampai menyatakan etnis Rohingya sebagai salah satu kelompok minoritas yang paling terpersekusi di dunia.
    Adapun Indonesia sejatinya bukan tujuan utama para pengungsi asal Myanmar tersebut. Hanya sekitar 0,1 persen atau 1.600 orang dari 1,29 juta pengungsi Myanmar yang tercatat berada di Indonesia hingga Desember 2023.
    Mayoritas pengungsi Rohingya menempati Bangladesh, yakni sebesar 74,6 persen atau 967.842 jiwa.
    Setelah itu, disusul Malaysia dengan 12,2 persen, dan berikutnya mengarah ke Thailand sebanyak 7,0 persen dan India sekitar 6,1 persen.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video yang diklaim menunjukkan Trump mengatakan 70 juta pengungsi Rohingya akan tinggal di Indonesia adalah hoaks.
    Menurut UNHCR, hingga pertengahan 2023, terdapat sekitar 1,29 juta jiwa pengungsi dari Myanmar yang tersebar di banyak negara. Dari jumlah itu, 84,4 persen atau sekitar 1,1 juta orang di antaranya merupakan etnis Rohingya.
    Adapun Indonesia bukan tujuan utama para pengungsi asal Myanmar tersebut. Hanya sekitar 0,1 persen atau 1.600 orang dari 1,29 juta pengungsi Myanmar yang tercatat berada di Indonesia hingga Desember 2023.

    Rujukan

  • (GFD-2024-14920) [HOAKS] Pengungsi Rohingya Sengaja Dikirim ke Indonesia untuk Alihkan Isu Palestina

    Sumber: kompas.com
    Tanggal publish: 03/01/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah narasi mengeklaim, pengungsi Rohingya sengaja dikirim ke Indonesia agar teralihkan perhatiannya dari konflik Israel-Palestina yang masih berlangsung.
    Berdasarkan penelsuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut tidak benar atau hoaks.
    Narasi yang mengeklaim pengungsi Rohingya sengaja dikirim ke Indonesia dibagikan oleh akun Instagram ini (arsip) pada 28 Desember 2023.
    Berikut narasi yang dibagikan:
    Sedikit demi sedikit mulai terbongkar
    Amerika - PBB - Unhcr - Rohingya
    Rohingya sengaja di kirim ke indonesia sebagai bentuk balasan untuk netizan indonesia
    Mereka ingin kita realihkan fokus dari isu palestina ke Rohingya
    Indonesia sengaja dipropaganda oleh amerika dan PBB
    Jadi buat netizen indonesia mari kita lebih kuatkan lagi tekat kita untuk menghancurkan siapapun yang ingin merusak kedaulatan NKRI

    Hasil Cek Fakta

    Narasi bahwa pengungsi Rohingya sengaja dikirim ke Indonesia agar teralihkan dari isu Palestina tidak sesuai fakta.
    Dikutip dari Deutsche Welle (DW), tidak kurang dari 1.000 warga Rohingya tiba di Indonesia dari kamp pengungsian Cox's Bazar, Bangladesh, pada Desember 2023.
    Kesulitan hidup di kamp pengungsian Cox's Bazar, Bangladesh memaksa warga Rohingya melarikan diri dan berlayar ke negara-negara Muslim seperti Malaysia dan Indonesia.
    Peneliti Rohingya yang berbasis di Cox's Bazar, Rezaur Rahman, mengatakan, ketiadaan mata pencaharian yang layak adalah penyebab utama para penyintas genosida ini melarikan diri dari kamp pengungsi ke negara-negara Muslim seperti Malaysia dan Indonesia.
    Laporan dari kelompok hak asasi manusia Human Rights Watch yang diterbitkan pada 2023 mengatakan bahwa geng-geng kriminal dan afiliasi dari kelompok-kelompok bersenjata menimbulkan ketakutan di kamp-kamp pengungsi Cox's Bazar.
    Menurut kepolisian Bangladesh, sedikitnya 60 orang Rohingya telah terbunuh di kamp Cox's Bazar tahun ini.
    Seorang pengungsi Rohingya berusia 19 tahun yang baru-baru ini tiba di Aceh bersama keluarganya mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa para penjahat di Cox's Bazar itu mengancam dia dan keluarganya setiap hari.
    Bahkan, dia membayar lebih dari 1.800 dollar AS (sekitar Rp 27,8 juta) untuk melakukan perjalanan menggunakan kapal usang menuju Indonesia.
    Nay San Lwin, salah satu pendiri jaringan aktivis Free Rohingya Coalition, mengatakan bahwa banyak pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari aksi kekerasan di kamp-kamp tersebut.
    "Geng-geng kriminal menguasai kamp pengungsi di malam hari sehingga tidak ada seorang pun di sana yang merasa aman. Hal ini menjadi tantangan yang signifikan bagi semua pengungsi," kata Lwin.
    Faktor lain yang menyebabkan pengungsi Rohingya meninggalkan Cox's Bazar adalah pemotongan jatah makanan pengungsi pada awal 2023 oleh Program Pangan Dunia (WFP).
    "Di kamp pengungsi, banyak orang bergantung pada jatah makanan dari WFP, di mana kini mereka tidak mungkin mendapatkan makanan yang cukup, dengan 8 dollar (sekitar Rp 124.000) untuk satu orang sebagai jatah satu bulan penuh," tutur Lwin
    Menurut Lwin, pembatasan pergerakan di kamp pengungsi juga tidak memungkinan mereka untuk bekerja di luar agar bisa bertahan hidup.
    "Tidak ada peluang mata pencaharian alternatif yang tersedia dan tidak ada harapan untuk repatriasi dalam waktu dekat, di mana hal itu membuat para pengungsi putus asa untuk mencari kehidupan yang lebih baik di tempat lain," ujar dia.
    Isu pengungsi Rohingya dan apa yang terjadi di Palestina merupakan tragedi kemanusiaan. Kedua isu itu perlu untuk terus mendapatkan perhatian masyarakat.

    Kesimpulan

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi bahwa pengungsi Rohingya sengaja dikirim ke Indonesia agar teralihkan dari isu Palestina tidak sesuai fakta.
    Ketiadaan mata pencaharian yang layak adalah penyebab utama para penyintas genosida ini melarikan diri dari kamp pengungsi ke negara-negara Muslim seperti Malaysia dan Indonesia.
    Selain itu, geng-geng kriminal dan afiliasi dari kelompok-kelompok bersenjata juga menimbulkan ketakutan bagi para pengungsi yang tinggal di Cox's Bazar.
    Faktor lain yang menyebabkan pengungsi Rohingya meninggalkan Cox's Bazar adalah pemotongan jatah makanan pengungsi pada awal 2023 oleh Program Pangan Dunia (WFP).

    Rujukan