• (GFD-2020-8306) [Fakta atau Hoaks] Benarkah Ini Video Pengiriman Paket Mi Instan dengan Drone Berteknologi AI?

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 30/09/2020

    Berita


    Sebuah video yang memperlihatkan pengiriman paket berupa mi instan dengan drone beredar di media sosial. Video tersebut diklaim sebagai video pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) pada drone sehingga bisa menjadi alternatif kurir.
    Dalam video berdurasi 31 detik itu, terlihat seseorang yang berada di balkon sebuah rumah menerima paket berupa sekardus mi instan yang diantar drone. Orang yang menerima paket itu pun membayar paket itu dengan menggesekkan kartu pada EDC yang dikeluarkan oleh drone tersebut.
    Di Facebook, video itu dibagikan salah satunya oleh akun Afrianto Daud pada 4 September 2020. Akun ini menulis, “Belanja Indomie era Revolusi Industri 4.0. Contoh penggunaan artificial intelligence pada teknologi drone. Alternatif kurir di tengah pandemi. Ancaman serius untuk eksistensi bang Gojek.”
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Afrianto Daud.

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video itu menjadi sejumlah gambar dengantoolInVID. Kemudian, gambar-gambar itu ditelusuri jejak digitalnya denganreverse image toolGoogle. Hasilnya, video tersebut hanyalah video animasi.
    Video itu pernah diunggah oleh akun Twitter @Anisiuba_Uche pada 26 Agustus 2020. Akun ini pun menulis keterangan, “Jadi, saya kehabisan Indomie kemarin, perlu mengisi ulang dengan cepat, tidak pernah tahu kami memiliki layanan pengiriman drone di Lagos (Nigeria).” Dalam keterangannya, akun itu juga menyertakan tagar "visualeffects", "3Danimation", dan "motiondesign".
    Dalam profilnya, pemilik akun ini menulis bahwa dirinya merupakan pendiri Quadron Studios. Quadron Studios, menurut situs resminya, adalah salah satu perusahaan produksi konten digital, seperti animasi 2D dan 3D serta efek visual, yang berbasis di Lagos, Nigeria.
    Viralnya video itu pun pernah diberitakan oleh situs media Nigeria, Opera News, pada 27 Agustus 2020. Dilansir dari Opera News, seorang pria berbakat di Nigeria memamerkan keahliannya dalam membuat efek visual 3D dalam sebuah video pendek. Hal ini membuat orang-orang yang menonton video itu berpikir bahwa drone dalam video tersebut adalah drone sungguhan, padahal bukan.
    Pria itu pun mengunggah video ini di Twitter dengan keterangan yang membuat warganet percaya bahwa ada layanan pengiriman dengan drone di Lagos. Video itu pun viral. Namun, pria itu kemudian menjelaskan bahwa video tersebut tidak nyata, dia membuatnya dengan efek visual 3D.
    Dalam wawancara dengan Techpoint Africa, Anisiuba Uche menyatakan tidak pernah berharap videonya viral. Selama pandemi Covid-19, menurut Uche, semuanya berjalan agak lambat. "Jadi, saya ingin menyampaikannya kepada beberapa karyawan saya yang bekerja di biro iklan untuk melihat apakah itu sesuatu yang diinginkan oleh klien mereka. Itu adalah ide yang penting."
    Uche pun menceritakan proses pembuatan video tersebut. Ia mengatakan butuh waktu sekitar tiga hari untuk memikirkan konsep video tersebut, termasuk penggunaan merk mi instan Indomie. Adapun pembuatannya membutuhkan waktu sekitar lima hari.
    “Dan terlihat gila. Saat merekam video ini, tidak ada drone. Saya berbicara dengan udara dan saya menggesekkan kartu saya di udara. Tidak ada apa-apa di sana. Seseorang melihat saya saat sedang syuting, dan kebetulan rumah saya di Yaba berada tidak jauh dari rumah sakit jiwa yang dikenal sebagai Yaba Left,” kata Uche.
    Untuk efek visual, Uche menggunakan jenis 3D kelas atas yang juga digunakan dalam film Marvel, Avengers. Efek ini juga pernah digunakan oleh Quadron Studios dalam film "Skelebe", film tentang seekor tikus di Lagos yang bersikap seperti manusia dan bisa berbicara.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video di atas merupakan "video pengiriman paket berupa mi instan dengan drone yang berteknologi AI" keliru. Video tersebut hanyalah video animasi yang dibuat pendiri perusahaan konten digital Quadron Studios, Anisiuba Uche. Adegan dalam video tersebut tidak nyata.
    ZAINAL ISHAQ
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2020-5128) [SALAH] “Perpanjang PSBB Ketat, Elektabilitas Anies Makin Anjlok Gabener Andalan Kadrun Mangkin Ngawur Aja”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 29/09/2020

    Berita

    Akun Facebook Ferry Ansyah mengunggah gambar Gubernur DKI Anies Baswedan dengan narasi judul “Perpanjang PSBB Ketat, Elektabilitas Anies Makin Anjlok Gabener Andalan Kadrun Mangkin Ngawur Aja.”

    Berikut kutipan narasinya:

    “Perpanjang PSBB Ketat, Elektabilitas Anies Makin Anjlok Gabener Andalan Kadrun Mangkin Ngawur Aja

    “Saya Gabener Kadrun””

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui bahwa gambar tersebut hasil suntingan dari artikel akurat.co versi mobile berjudul “Perpanjang PSBB Ketat, Elektabilitas Anies Makin Anjlok” yang tayang pada 28 September 2020.

    Oleh sebab itu, konten tersebut masuk ke dalam kategori Manipulated Content atau Konten yang Dimanipulasi.

    Kesimpulan

    Gambar hasil suntingan dari artikel akurat.co versi mobile berjudul “Perpanjang PSBB Ketat, Elektabilitas Anies Makin Anjlok” yang tayang pada 28 September 2020.

    Rujukan

  • (GFD-2020-5129) [SALAH] “Pengiriman barang di Nigeria.. drone. Indomie … Berjaya di Afrika.”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 29/09/2020

    Berita

    Akun Hapsoro Hadinoto (fb.com/HapsoroHadinoto) mengunggah sebuah video dengan narasi sebagai berikut:

    “Pengiriman barang di Nigeria.. drone. Indomie… Berjaya di Afrika.”

    Video itu memperlihatkan drone yang mengantarkan sekardus Indomie yang lalu dibayar dengan menggunakan kartu elektronik.

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran Tim Periksa Fakta AFP, klaim adanya video yang memperlihatkan drone yang mengantarkan sekardus Indomie di Nigeria adalah klaim yang salah.

    Faktanya, video itu adalah video hasil editan atau suntingan. Video itu sebenarnya merupakan animasi yang dibuat oleh seniman efek visual asal Nigeria.

    Dilansir dari AFP, pencarian gambar terbalik dengan keyframe yang dihasilkan dari alat verifikasi InVID-WeVerify menemukan video yang sama diunggah di Twitter pada tanggal 26 Agustus 2020.

    Pengguna Twitter tersebut, Uche Anisiuba, menyatakan dia adalah salah satu pendiri perusahaan produksi konten Nigeria, Quadron Studios.

    Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, cuitan itu berbunyi: “Jadi saya kehabisan Indomie kemarin, perlu cepat menstok, tidak pernah tahu kami memiliki layanan pengiriman drone di Lagos,” diikuti dengan emoji tertawa dan tagar #visualeffects #redshift3d #nollywood #africarising #africatech #nigerian #3Danimation #motiondesign

    Menanggapi pertanyaan tentang video tersebut di Twitter, Anisiuba mengatakan video itu adalah “efek visual 3d. Seperti tipe yang mereka gunakan di Avengers.” Dia kemudian mencuitkan rekaman video ini, yang membandingkan video sebelum dan sesudah efek khusus. Anisiuba menjelaskan secara detail bagaimana dia membuat animasi dalam video ini di saluran YouTube Artfrocentric, platform online yang menampilkan seni digital Afrika.

    Kesimpulan

    Video editan / suntingan. Video itu sebenarnya merupakan animasi yang dibuat oleh seniman efek visual asal Nigeria.

    Rujukan

  • (GFD-2020-5130) [SALAH] “Kartu ATM Nasabah BRI yang berwarna Biru GPN Akan Segera Diblokir Otomatis oleh Sistem”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 29/09/2020

    Berita

    Akun Rina Mawati Latif (fb.com/nara.chayang) mengunggah sebuah foto dengan narasi “Betul nda e”. Di foto yang ia unggah, terdapat narasi sebagai berikut:

    “PENGUMUMAN KEPADA NASABAH YTH, Bagia Nasabah yang maish memiliki kartu ATM yang berwarna Biru GPN. Harap segera diganti dnegan Kartu ATM yang berlogo Master card. Dikarenakan akan segera terblokir otomatis oleh sistem. Untuk mengganti Kartu ATM cukup membawa Kartu ATM dan KTP saja,bagi yang Kartu ATM nya masih bisa digunakan. Terimakasih”

    Penutupan bank

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran Tim CekFakta Tempo, klaim bahwa nasabah BRI wajib mengganti kartu ATM berlogo GPN ke kartu ATM berlogo Mastercard karena akan segera terblokir otomatis oleh sistem adalah klaim yang keliru.

    Faktanya, Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto telah membantah informasi tersebut. Menurut dia, BRI tidak sedang mengeluarkan kebijakan penggantian jenis kartu ATM. Di BRI, tidak ada mekanisme penutupan kartu ATM otomatis seperti yang tertulis dalam foto yang berisi klaim tersebut.

    Dilansir dari Tempo, Aestika mengatakan BRI tidak sedang mengeluarkan kebijakan penggantian jenis kartu ATM bagi nasabah. “Hal tersebut tidak benar. Di BRI, tidak ada mekanisme penutupan otomatis seperti yang disampaikan di gambar,” kata Aestika pada 28 September 2020.

    Isu tentang pemblokiran kartu ATM secara otomatis memang sempat ramai dibahas warganet ketika Bank Indonesia memberlakukan kebijakan kartu ATM ber-chip pada 2018 lalu. BI mewajibkan kartu ATM atau kartu debit sudah harus 100 persen menggunakan chip pada akhir 2021.

    Dilansir dari Kompas.com, pada akhir Oktober 2018, beredar kabar bahwa nasabah BRI diharuskan mengganti kartu debitnya menjadi kartu yang ber-chip. Kabar ini menyebut, jika nasabah tidak mengganti kartunya sebelum 30 Oktober 2018, kartu ATM lama (kartu ATM non-chip) akan terblokir.

    Menanggapi informasi tersebut, Corporate Secretary BRI ketika itu, Bambang Tribaroto, menegaskan bahwa kabar mengenai pemblokiran kartu ATM non-chip secara otomatis pada akhir Oktober 2018 tidak benar. “Demi mengutamakan kenyamanan nasabah, BRI tidak menetapkan tenggat waktu penggantian kartu debit non-chip menjadi kartu debit ber-chip,” katanya.

    Bambang menjelaskan pergantian kartu ATM lama dengan kartu ATM baru ini merupakan perwujudan dari salah satu peraturan bank sentral. “Ini sesuai dengan peraturan BI terkait Standar Nasional Teknologi Chip (SNTC),” ujarnya.

    Meskipun BRI tidak menetapkan tenggat waktu, kata Bambang, nasabah tetap diimbau untuk melakukan penggantian kartu ATM. Nasabah dapat mengunjungi unit kerja BRI terdekat untuk melakukan penggantian kartu ATM ini dengan membawa kartu ATM non-chip dan KTP.

    Dikutip dari Kontan.co.id, Direktur Konsumer BRI Handayani mengatakan migrasi kartu debit BRI ber-chip sudah mencapai sekitar 60 persen pada akhir 2019. Total kartu debit yang telah dikeluarkan BRI hingga akhir 2019 sebanyak 53 juta kartu. Pencapaian itu melampaui target BRI di mana, pada akhir 2019, BRI menargetkan implementasi kartu debit ber-chip sudah mencapai 50 persen. Targetnya, pada akhir 2020, migrasi kartu debit BRI ber-chip sudah mencapai 80 persen.

    Dari jumlah keseluruhan kartu debit tersebut, BRI telah mendistribusikan sekitar 23 juta kartu yang berlogo GPN. Handayani menuturkan bahwa BRI terus mendorong nasabah melakukan pergantian kartu dengan menawarkan berbagai manfaat lebih seperti program-program promosi.

    Kesimpulan

    Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto telah membantah informasi tersebut. Menurut dia, BRI tidak sedang mengeluarkan kebijakan penggantian jenis kartu ATM. Di BRI, tidak ada mekanisme penutupan kartu ATM otomatis seperti yang tertulis dalam foto yang berisi klaim tersebut.

    Rujukan