• (GFD-2020-5140) [SALAH] Siaga 1 untuk Pemadaman Listrik di Malam hari pada 29 dan 30 September

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 30/09/2020

    Berita

    “ASSALAMUALAIKUM. WR. WB.

    Kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya para ulama & tokoh2 Agama, di himbau agar meningkatkan kewaspadaan pada tanggal 29 & 30 September 2020 mulai pukul 19.00 WIB, kunci rumah, gembok pintu gerbang, siapkan lampu senter yg sangat terang LED, dan alat2 pertahanan diri jarak dekat seperti GOLOK, PEDANG, LINGGIS, BELATI DLL,
    karena di khawatir kan pada malam 29 & 30 September listrik akan dipadamkan di beberapa wilayah.
    Untuk itu & maka dari itu kepada seluruh Rakyat Indonesia semua wajib jaga-jaga & siaga di wilayah nya masing-masing, khususnya PONDOK-PONDOK PESANTREN.

    DIMOHON BERITA INI AGAR TERUS DI SAMPAIKAN & VIRALKAN KE SELURUH WILAYAH INDONESIA AGAR SELURUH RAKYAT SIAGA 1 JAGA-JAGA & WASPADA

    -Sekian terima kasih-

    KANG AGUNG

    PANGLIMA PEMBEBASAN RAKYAT INDONESIA”

    Hasil Cek Fakta

    Telah beredar pesan di WhatsApp yang menginformasikan bahwa akan ada pemadaman listrik di beberapa wilayah Indonesia pada malam 29 dan 30 September mulai pukul 19.00 WIB. Para ulama dan tokoh agama juga dihimbau agar meningkatkan kewaspadaanya seperti mengunci rumah, menggembok pintu gerbang, serta mempersiapkan penerangan tambahan dan senjata.

    Berdasarkan hasil penelusuran, informasi yang beredar itu tidak sesuai fakta. Tidak ada informasi resmi PLN terkait dengan “SIAGA 1” pemadaman listrik. Melansir dari beberapa portal berita dan situs PLN Batam, dibenarkan akan ada pemadaman listrik pada 29 dan 30 September 2020, namun bukan pada malam hari, melainkan pagi hingga sore hari.

    Pemadaman listrik ini dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan pasokan listrik serta pemeliharaan gardu distribusi. Adapun beberapa wilayah Indonesia yang akan mengalami pemadaman listrik, yaitu Bandung, Batam, Bekasi, Depok, serta Yogyakarta.

    Dengan demikian, informasi yang beredar melalui pesan WhatsApp itu dapat dikategorikan Konten yang Salah karena tidak ada info resmi dari PLN terkait siaga 1 pemadaman listrik serta pemadaman listrik yang akan dilakukan di beberapa wilayah Indonesia pada 29 dan 30 September 2020 bukan di malam hari, melainkan di pagi hingga sore hari.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat Universitas Pendidikan Indonesia)

    Informasi yang salah. Faktanya, tidak ada info resmi dari PLN terkait siaga 1 pemadaman listrik. Pemadaman hanya akan dilakukan di beberapa wilayah, namun bukan malam hari, melainkan pagi hingga sore hari.

    Rujukan

  • (GFD-2020-5141) [SALAH] Poster Kereta Api Nusa Ekspres Cilacap-Tegal Beroperasi Mulai 1 Oktober

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 30/09/2020

    Berita

    “Bener ora yaa…ana trayek kereta api baru arah tegal-cilacap”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar postingan dari akun Facebook Tikno Sutrisno memposting Sebuah foto tentang kereta api bernama Nusa Ekspres Cilacap-Tegal yang akan beroperasi mulai 1 Oktober 2020. Postingan ini diposting disukai sebanyak 24 kali dan dikomentari sebanyak 4 kali.

    Akun Twitter Kereta Api Kita (@keretaapikita) memposting sebuah tweet berisikan himbauan bahwa poster yang serupa adalah hoaks pada 27 September 2020 lalu. Purwokerto Supriyanto sebagai Manager Humas PT KAI Daerah Operasional 5 menegaskan PT KAI tidak pernah mengeluarkan poster tersebut, kereta api bernama Nusa Ekspres yang disebutkan dalam poster juga tidak pernah ada maupun beroperasi. Ia juga menghimbau agar masyarakat tidak mudah percaya dengan segala informasi yang tersebar luas dan juga memeriksa info tentang perjalanan kereta api pada akun resmi dan call center KAI.

    Melihat dari penjelasan tersebut, poster kereta api bernama Nusa Ekspres Cilacap-Tegal yang akan beroperasi mulai 1 Oktober 2020 adalah tidak benar dan termasuk dalam Fabricated Content/Konten Palsu.

    = = = = =

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia).

    Poster ini tidak benar dan dipastikan tidak ada kereta api bernama Nusa Ekspres. PT. KAI telah mengklarifkasi bahwa informasi poster tersebut adalah hoaks.

    Rujukan

  • (GFD-2020-5142) [SALAH] Voucher 3000 Snack Bucket Dalam Rangka Perayaan Ulang Tahun KFC

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 30/09/2020

    Berita

    Beredar pesan berantai Whatsapp yang menyebutkan bahwa KFC menawarkan program 3000 snack bucket sebagai bentuk perayaan ulang tahun KFC. Dalam pesan berantai itu disertakan tautan untuk mengklaim program 3000 snack bucket.

    Berikut kutipan narasinya:

    “WOW!
    * 🎉Perayaan ulang tahun KFC🎉*
    KFC menawarkan 3000 Snack Bucket untuk semua orang

    Menerima instruksi:
    1. Masing-masing hanya dapat berpartisipasi satu kali
    2. Kuantitas terbatas, pertama datang pertama kali
    3. Acara ini tidak memerlukan biaya apapun

    Dapatkan milikmu di sini GRATIS
    https://kfc-vip[dot]vip/kfc/?th=s”

    Kfc anniversary celebration
    3000 KFC SNACK BUCKET

    https://bit.ly/KFC-GratisFamilyBucket?c=www.kfcku.com

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, pihak KFC tidak pernah mengeluarkan program 3000 snack bucket sebagai bentuk perayaan ulang tahun KFC. Melalui highlight story Instagram resmi KFC Indonesia (@kfcindonesia) bahwa pihaknya hanya memberitahukan program, promo, dan survei melalui media sosial resmi milik KFC Indonesia.

    “Setiap program, promo, dan survey resmi KFC Indonesia HANYA dilakukan di media sosial resmi KFC Indonesia yang memiliki CENTANG BIRU dan website kfcku.com,” tulis akun KFC Indonesia dalam highlight story-nya.

    Adapun, pihak KFC Indonesia tidak bertanggung jawab atas pemberian hadiah dari pihak ketiga yang mengatasnamakan KFC Indonesia. “Untuk semua pertanyaan tentang KFC Indonesia silakan hubungi 14022 atau email info@kfcindonesia.com,” tulis akun Instagram KFC Indonesia.

    Selain itu, modus program mengatasnamakan KFC sudah pernah beredar dan sudah diperiksa faktanya dalam artikel di turnbackhoax.id berjudul “[SALAH] KFC Memberikan 1 Bucket Ayam Gratis Perayaan Ulang Tahun Ke 68” yang tayang pada 4 April 2020 dan “[SALAH] Voucher Makan Gratis Promo Hut ke-15 KFC” yang tayang pada 8 Oktober 2019.

    Kesimpulan

    Modus penipuan mengatasnamakan KFC. Pihak KFC sudah memberikan klarifikasi melalui highlight story Instagram resmi KFC Indonesia (@kfcindonesia) bahwa pihaknya hanya memberitahukan program, promo, dan survei melalui media sosial resmi milik KFC Indonesia.

    Rujukan

  • (GFD-2020-8305) [Fakta atau Hoaks] Benarkah Otto Iskandar Dinata Tewas oleh Laskar Hitam yang Terkait PKI?

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 30/09/2020

    Berita


    Klaim bahwa pahlawan nasional Otto Iskandar Dinata tewas di tangan Laskar Ubel-ubel Hitam yang berafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia atau PKI beredar di media sosial. Klaim ini disertai dengan foto uang kertas pecahan Rp 20 ribu yang memuat gambar Otto Iskandar Dinata.
    Salah satu akun yang mengunggah klaim tersebut adalah akun Yanne Diana, yakni pada 26 September 2020. Klaim ini terdapat dalam sebuah tulisan panjang yang menceritakan kisah kematian Otto Iskandar Dinata di tepi Pantai Ketapang, Mauk, Tangerang.
    Menurut tulisan itu, kepala Otto Iskandar Dinata dipancung oleh komplotan Laskar Ubel-ubel Hitam yang bernama Mujitaba. Laskar ini pun diklaim sebagai bagian dari PKI. Cerita ini disebut bersumber dari buku berjudul “Ayat-Ayat Yang Di Sembelih” cetakan kedua, halaman 29-31.
    “Hingga kini, anak cucu Otto, para peziarah dari berbagai penjuru Indonesia, hanya bisa menziarahi pasir dan air Pantai Mauk yang menjadi saksi kebengisan gerombolan PKI Ubel-ubel hitam,” demikian salah satu narasi dalam tulisan tersebut.
    Adapun dalam foto uang kertas pecahan Rp 20 ribu yang bergambar Otto Iskandar Dinata, tertulis teks yang berbunyi, “Taukah kalian gambar pahlawan di uang kertas 20000 lama, ? Dia adalah Otto Iskandar Dinata, bekas menteri pertahanan RI di era bung Karno. Dia dipenggal kepalanya ,lalu jasadnya di Larung kelautan oleh laskar umbul-umbul hitam PKI.”
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Yanne Diana.
    Apa benar Otto Iskandar Dinata tewas oleh Laskar Ubel-ubel Hitam yang berafiliasi dengan PKI?

    Hasil Cek Fakta


    Berdasarkan verifikasi Tim CekFakta Tempo, lewat wawancara dengan sejarawan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Asvi Warman Adam serta penelusuran pemberitaan media, tidak ada bukti yang menunjukkan keterkaitan antara penculik Otto Iskandar Dinata dengan PKI. Buku "Ayat-Ayat Yang Disembelih" juga dianggap menyesatkan karena tidak berdasarkan fakta-fakta yang ada.
    Dalam artikel sejarah Otto Iskandar Dinata yang ditulis Tirto, kematian Otto yang tragis bermula saat dia menjadi Menteri Negara pada 1945. Salah satu yang menjadi urusan Otto adalah masalah keamanan, termasuk mengkoordinir pembentukan tentara yang saat itu masih bernama Badan Keamanan Rakyat (BKR).
    Isu BKR ini cukup riskan dan sensitif lantaran melibatkan sejumlah pihak dari latar belakang militer yang berbeda, di antaranya mantan anggota Pembela Tanah Air (PETA) dan Heiho bentukan Jepang serta bekas prajurit KNIL bentukan Belanda. Tidak semua pihak setuju dengan penyatuan para mantan tentara itu ke BKR. Mereka yang tidak sepakat kemudian membentuk laskar masing-masing.
    Sejumlah referensi menyebut bahwa Otto diculik oleh salah satu laskar yang bermarkas di Tangerang pada 19 Desember 1945, dan dibawa ke suatu tempat di pesisir Pantai Mauk, Tangerang.
    Versi lain soal penyebab pembunuhan Otto diungkap oleh Iip D. Yahya dalam Buku "Oto Iskandar di Nata: The Untold Stories". Iip menelusuri catatan sidang pengadilan Mujitaba dan kawan-kawan, tersangka pembunuhan Otto, pada 1957. Anggota Laskar Hitam yang menculik Otto, menurut Iip, termakan desas-desus yang disebarkan oleh agen-agen NICA, bahwa Otto adalah mata-mata Belanda. Tujuan NICA menyebarkan isu ini untuk menyingkirkan orang-orang yang dianggap menghalangi upaya rekolonisasi Belanda.
    Sejarawan Asvi Warman Adam menjelaskan Laskar Hitam tidak memiliki ideologi yang jelas. Mereka menculik orang-orang yang dianggap mata-mata Belanda atau Jepang. “Laskar tersebut yang membawa Otista (Otto Iskandar Dinata) ke Tangerang, lalu dihabisi di Pantai Mauk oleh seorang polisi bernama Mujitaba. Pada 1959, di pengadilan, Mujitaba divonis 15 tahun,” kata Asvi ketika dihubungi Tempo pada 30 September 2020.
    Asvi pun tidak melihat kaitan antara Laskar Hitam dengan PKI. Apalagi, dalam persidangan, hakim hanya mengusut Mujitaba. “Yang membunuh adalah seorang polisi. Itu jelas, jelas nama, Mujitaba. Di pengadilan, dia menyebut beberapa nama. Jaksa penuntut umum, Prijana Abdurrasyid, meminta waktu sidang diperpanjang untuk memeriksa beberapa nama yang disebut. Tapi hakim menolak dan menjatuhkan vonis. Jadi, perkara ini berhenti sampai Mujitaba. Saya tidak melihat hubungan penculik Laskar Hitam dengan PKI."
    Dalam wawancara bersama CNN Indonesia, Asvi Warman Adam juga menyebut buku "Ayat-ayat yang Disembelih" yang ditulis oleh Anab Afifi dan Thowaf Zuharon adalah salah satu buku tentang peristiwa 1965 yang menyesatkan karena cerita di dalamnya tidak dapat dipastikan kebenarannya.
    Buku itu menceritakan tentang tragedi yang terjadi di Brebes, Tegal, dan Pemalang dalam revolusi sosial setelah 1945. Tokoh utama dalam cerita itu adalah Kutil alias Sahyani yang digolongkan sebagai anggota PKI. Padahal, dalam disertasi Anton Lucas, peneliti berkewarganegaraan Australia, Kutil disebut sebagai preman yang memiliki padepokan. Dia dipanggil Kutil karena memiliki penyakit kulit berupa kutil di wajahnya. Asvi tidak yakin apakah Kutil benar-benar preman atau kiai.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa "Otto Iskandar Dinata tewas di tangan laskar yang berkaitan dengan PKI" tidak terbukti. Hasil persidangan menyimpulkan bahwa Otto Iskandar Dinata dibunuh oleh seorang polisi bernama Mujitaba, yang disebut sebagai anggota Laskar Hitam. Ketika itu, sejumlah pihak yang tidak sepakat dengan penyatuan para mantan tentara PETA, Heiho, dan KNIL ke BKR memang membentuk beberapa laskar. Namun, tidak ditemukan bukti adanya hubungan antara Laskar Hitam dengan PKI.
    IKA NINGTYAS
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan