• (GFD-2020-8301) [Fakta atau Hoaks] Benarkah Aa Gym Sebut Perjuangan Rakyat Tahan Diri di Rumah Dikhianati Rezim?

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 28/09/2020

    Berita


    Sebuah tulisan panjang yang berjudul “Perjuangan Kita Nahan Diri Di Rumah pun Dikhianati oleh Rezim” beredar di Facebook. Tulisan ini diklaim ditulis oleh pendakwah Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym. Tulisan itu menyebar pasca peristiwa penusukan Syekh Ali Jaber. Menurut polisi, orang tua mengatakan bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa.
    Dalam tulisan itu, disebut bahwa pernyataan dan kebijakan pemerintah selama 10 tahun terakhir selalu menyayat hati umat Islam. Menurut tulisan itu, agama Islam, Al-quran, hingga nabi dihina, tapi pelaku tidak juga dihukum. "Malah sering kali membuat pernyataan palsu, bahwa si penghina tersebut orang yang tidak waras."
    Tulisan itu juga menyinggung soal penutupan masjid di tengah pandemi Covid-19. "Ibadah berjamaah selama bulan Ramadan hampir tidak pernah terisi di masjid-masjid. Setelah Ramadan sudah mau usai, mereka malah mengadakan konser besar-besaran. Ke mana hati dan perasaan mereka?" demikian narasi dalam tulisan itu.
    Di Facebook, tulisan ini dibagikan salah satunya oleh akun Haris Sigutang, yakni pada 25 September 2020. Sebelum tulisan itu, akun tersebut membubuhkan narasi, "Tak menduga Aa Gym yang lembut pun akhirnya berteriak!"
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Haris Sigutang.
    Apa benar tulisan panjang yang berjudul "Perjuangan Kita Nahan Diri di Rumah pun Dikhianati oleh Rezim" tersebut ditulis oleh Aa Gym?

    Hasil Cek Fakta


    Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, tulisan berjudul "Perjuangan Kita Nahan Diri di Rumah pun Dikhianati oleh Rezim" yang diklaim sebagai tulisan Abdullah Gymnastiar  alias Aa Gym tersebut telah beredar sejak Mei 2020. Namun, Aa Gym telah memastikan bahwa tulisan itu bukanlah tulisannya.
    Klarifikasi itu disampaikan Aa Gym melalui akun Instagram  miliknya, @aagym, pada 25 Mei 2020. Dalam unggahannya, AA Gym membagikan gambar tangkapan layar pesan WhatsApp yang berisi tulisan panjang tersebut yang telah diberi stempel "Hoax" berwarna merah.
    Aa Gym pun menuliskan keterangan, “KLARIFIKASI - PESAN WHATSAPP KH. ABDULLAH GYMNASTIAR YANG TERSEBAR. Sahabat sekalian, pesan yang tersebar di atas ini bukan tulisan atau materi tausiah yang disampaikan oleh KH. Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym.”
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Instagram AA Gym.
    Ketika tulisan ini kembali beredar pada September 2020, Aa Gym kembali memberikan klarifikasi di akun Instagram dan Twitter  miliknya dengan isi yang sama, yakni bahwa tulisan tersebut bukanlah tulisannya atau materi tausiah yang pernah ia sampaikan.
    Pernyataan tentang pengkhianatan terhadap perjuangan bersama melawan virus Corona penyebab Covid-19, SARS-CoV-2, memang pernah diutarakan Aa Gym pada 20 Mei 2020. Namun, Aa Gym tidak menyebut pengkhianatan itu dilakukan oleh rezim seperti yang tertulis dalam tulisan yang beredar.
    Dilansir dari Detik.com, Aa Gym, prihatin dengan masyarakat yang masih memenuhi bandara maupun pusat perbelanjaan menjelang Idul Fitri di tengah pandemi Covid-19. Aa Gym menyebut mereka seolah mengkhianati perjuangan bersama melawan virus Corona.
    "Bagi kita yang sudah hampir tiga bulan berada di rumah, melihat kerumunan di airport (bandara), di pasar-pasar, dan di jalan-jalan, seakan-akan perjuangan dan pengorbanan kita terkhianati oleh mereka," kata Aa Gym.
    Terutama, kata Aa Gym, bagi para dokter dan perawat yang mempertaruhkan nyawa, aparat yang siang-malam menjaga, lembaga pendidikan yang tutup, dan masjid maupun tempat ibadah yang menjadi sepi. Ia pun berpesan agar masyarakat lainnya tidak menirunya.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa tulisan panjang yang berjudul "Perjuangan Kita Nahan Diri di Rumah pun Dikhianati oleh Rezim" ditulis oleh Aa Gym, keliru. Aa Gym telah menyatakan bahwa tulisan itu bukanlah tulisannya atau materi tausiah yang pernah ia sampaikan.
    ZAINAL ISHAQ
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2020-8302) [Fakta atau Hoaks] Benarkah Nasabah BRI Wajib Ganti Kartu ATM GPN ke Mastercard?

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 28/09/2020

    Berita


    Foto sebuah kertas yang berisi pengumuman dari Bank Rakyat Indonesia ( BRI ) beredar di media sosial. Pengumuman itu mengimbau nasabah BRI untuk mengganti kartu ATM yang berwarna biru dan berlogo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) menjadi kartu ATM yang berlogo Mastercard.
    "Dikarenakan akan segera terblokir otomatis oleh sistem. Untuk mengganti kartu ATM, cukup membawa kartu ATM dan KTP saja, bagi yang kartu ATM-nya masih bisa digunakan," demikian narasi dalam pengumuman yang di bagian kiri atasnya tertera logo BRI.
    Di Facebook, foto pengumuman tersebut dibagikan salah satunya oleh akun Rina Mawati Latif, yakni pada 27 September 2020. Akun ini pun menulis, "Betul nda e." Hingga artikel ini dimuat, unggahan tersebut telah dibagikan lebih dari 200 kali.
    Gambar tangkapan layar unggahan akun Facebook Rina Mawati Latif.
    Apa benar nasabah BRI wajib mengganti kartu ATM berlogo GPN ke kartu ATM berlogo Mastercard?

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi informasi tersebut, Tim CekFakta Tempo menghubungi Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto. Dia membantah informasi terkait kewajiban bagi nasabah BRI untuk mengganti kartu ATM berlogo GPN ke kartu ATM berlogo Mastercard.
    Aestika mengatakan BRI tidak sedang mengeluarkan kebijakan penggantian jenis kartu ATM bagi nasabah. "Hal tersebut tidak benar. Di BRI, tidak ada mekanisme penutupan otomatis seperti yang disampaikan di gambar," kata Aestika pada 28 September 2020.
    Isu tentang pemblokiran kartu ATM secara otomatis memang sempat ramai dibahas warganet ketika Bank Indonesia memberlakukan kebijakan kartu ATM ber-chip pada 2018 lalu. BI mewajibkan kartu ATM atau kartu debit sudah harus 100 persen menggunakan chip pada akhir 2021.
    Dilansir dari Kompas.com, pada akhir Oktober 2018, beredar kabar bahwa nasabah BRI diharuskan mengganti kartu debitnya menjadi kartu yang ber-chip. Kabar ini menyebut, jika nasabah tidak mengganti kartunya sebelum 30 Oktober 2018, kartu ATM lama (kartu ATM non-chip) akan terblokir.
    Menanggapi informasi tersebut, Corporate Secretary BRI ketika itu, Bambang Tribaroto, menegaskan bahwa kabar mengenai pemblokiran kartu ATM non-chip secara otomatis pada akhir Oktober 2018 tidak benar. "Demi mengutamakan kenyamanan nasabah, BRI tidak menetapkan tenggat waktu penggantian kartu debit non-chip menjadi kartu debit ber-chip," katanya.
    Bambang menjelaskan pergantian kartu ATM lama dengan kartu ATM baru ini merupakan perwujudan dari salah satu peraturan bank sentral. "Ini sesuai dengan peraturan BI terkait Standar Nasional Teknologi Chip (SNTC)," ujarnya.
    Meskipun BRI tidak menetapkan tenggat waktu, kata Bambang, nasabah tetap diimbau untuk melakukan penggantian kartu ATM. Nasabah dapat mengunjungi unit kerja BRI terdekat untuk melakukan penggantian kartu ATM ini dengan membawa kartu ATM non-chip dan KTP.
    Dikutip dari Kontan.co.id, Direktur Konsumer BRI Handayani mengatakan migrasi kartu debit BRI ber-chip sudah mencapai sekitar 60 persen pada akhir 2019. Total kartu debit yang telah dikeluarkan BRI hingga akhir 2019 sebanyak 53 juta kartu.
    Pencapaian itu melampaui target BRI di mana, pada akhir 2019, BRI menargetkan implementasi kartu debit ber-chip sudah mencapai 50 persen. Targetnya, pada akhir 2020, migrasi kartu debit BRI ber-chip sudah mencapai 80 persen.
    Dari jumlah keseluruhan kartu debit tersebut, BRI telah mendistribusikan sekitar 23 juta kartu yang berlogo GPN. Handayani menuturkan bahwa BRI terus mendorong nasabah melakukan pergantian kartu dengan menawarkan berbagai manfaat lebih seperti program-program promosi.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa nasabah BRI wajib mengganti kartu ATM berlogo GPN ke kartu ATM berlogo Mastercard, keliru. Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto telah membantah informasi tersebut. Menurut dia, BRI tidak sedang mengeluarkan kebijakan penggantian jenis kartu ATM. Di BRI, tidak ada mekanisme penutupan kartu ATM otomatis seperti yang tertulis dalam foto yang berisi klaim tersebut.
    IBRAHIM ARSYAD
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2020-5108) [SALAH] “PILKADA JANGAN DITUNDA, PILPRES TUNDA 7 TAHUN LAGI”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 27/09/2020

    Berita

    Akun Hendra Madani (fb.com/hendra.madani.75) mengunggah sebuah gambar dengan narasi “#pkikaujokowi“. Di gambar yang diunggah, terdapat narasi sebagai berikut:

    “PILKADA JANGAN DITUNDA, PILPRES TUNDA 7 TAHUN LAGI”, “Dukung saya sebagai Presiden seumur hidup. Tahun ini langit akan saya aspal untuk kalian menuju akhirat”. Di bawah foto tersebut, terdapat foto para tenaga medis yang tengah merangkai sebuah kata bertuliskan “B A C O T !”.
    Pemilu diundur
    Pemilu ditunda
    Pemilu mundur

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa Presiden Joko Widodo meminta Pilpres ditunda hingga tujuh tahun adalah klaim yang salah.

    Faktanya, gambar yang diunggah adalah gambar hasil editan atau suntingan. Foto yang digunakan merupakan momen saat Presiden Joko Widodo tengah meresmikan Rumah Sakit Darurat Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran (23/7/2020). Selain itu, sejauh ini, Pilpres tetap akan digelar pada 2024. Komisioner KPU membantah kabar bahwa Pilpres 2024 diundur.

    Foto Presiden Jokowi tersebut pernah digunakan oleh medcom.id pada pemberitaan “Jokowi Pastikan RS Darurat Korona Wisma Atlet Siap Digunakan”. Mengutip pada isi berita tersebut, diketahui bahwa orang nomor satu di Indonesia itu tengah meninjau Rumh Sakit Darurat Penanganan Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran. Usai melakukan peninjaun Wisma Atlet, Jokowi diketahui mengadakan konferensi pers yang menyatakan jika Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran siap menampung tiga ribu pasien.

    Sementara itu, tenaga medis di bagian bawah gambar itu telah disunting dari foto aslinya. Foto asli salah satunya diunggah oleh akun Twitter Kelinci Paskah (twitter.com/KelinciPaskah) yang berisi kampanye sosial media oleh tenaga medis agar tetap berada di rumah selama masa pandemi COVID-19. Pada foto asli yang diunggah pada tanggal 17/03/2020 tenaga medis merangkai kalimat bertuliskan ‘#STAY AT – HOME – AND – HELP – US – PLEASE’. Dalam narasinya, akun Kelinci Paskah mengajak khalayak untuk meringankan beban para petugas medis yang berjuang memerangi virus corona.

    “Mari meringankan tugas mereka,” tulis Kelinci Paskah, Kamis (17/03/2020).

    Selain itu, Komisioner KPU RI, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi menegaskan bahwa informasi terkait penundaan pilpres selama lima tahun adalah palsu dan tidak berdasar. Lebih lanjut Dewa Kade menjelaskan bahwa ketentuan tentang pilpres masih diatur dalam UU Pemilu yang menyebut bahwa pemilihan dilaksanakan lima tahun sekali.

    Rujukan

  • (GFD-2020-5117) [SALAH] “Perjuangan Kita Nahan Diri Dirumah Pun Dikhianati Oleh Rezim (oleh: KH. Abdullah Gymnastiar)”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 27/09/2020

    Berita

    Akun Haris Sigutang (fb.com/haris.sigutang) mengunggah postingan yang berisi klaim sebagai berikut:

    *Tak menduga AA GYM yg lembut pun Akhirnya Berteriak !!!!*
    *PERJUANGAN KITA NAHAN DIRI DIRUMAH PUN DIKHIANATI OLEH REZIM*
    *(oleh: KH. Abdullah Gymnastiar)*
    *Pernyataan & kebijakan pemerintah hingga kini, masih sangat menyayat hati ummat Islam, Rasa-rasanya sudah sepuluh tahun, para Ulama & Islam di gini gituin oleh mereka…Namun sampai saat ini, ummat Islam masih juga meng-elus eluskan dada sebagaiman tuntunan Baginda Nabi Muhammad SAW ….Islam di hina, Nabi di hina, Al-Qur’an di -sobek2 oleh mereka, tetapi tidak juga di hukum dgn hukuman yg tepat, malah sering sekali membuat pernyataan palsu, bahwa si penghina tersebut sebagai orang yg tidak waras…Ummat Islam masih saja bisa bersabar, meski para Ulama-ulamanya banyak yg di penjarakan & di fitnah sana-sini… Tetapi ummat masih bisa bersabar karna tuntunan agamanya…*
    *Yg lebih menyakitkan hati, mesjid-2 di kunci, ibadah berjamaah selama bulan romadhon hampir tidak pernah terisi di mesjid-mesjid….Setelah romadhon sudah mau usai, mereka malah mengadakan konser besar-besaran….Kemana hati & perasaan mereka……*:bangbang:
    *Dan rasa-rasanya, firaun sekalipun, tidak pernah berbuat se-keji itu pada manusia yg banyak…..*
    *Dimana lagi rasa takut dosa-mu wahai pemerintah….?Dimana lagi rasa takut dosa-mu wahai para aparat polisi….? Dimana lagi rasa takut dosa-mu wahai para wakil rakyat……?*
    *Ya…… Hari ini kalian berbuat sekeji ini pada Ummat muslim & masyarakat lainnya, tetapi ingatlah hidupmu di dunia ini hanya sebentar saja, kalian pun akan pulang juga ke kuburan dgn hanya terbungkus oleh kain kafan..Ingatlah…Siksa kubur itu sangat pedih hai rezim … hai polisi apapun pangkatmu …*
    *Api Neraka itu tidak pernah ada di dunia ini tingkat kepanasannya*
    *Hanya saja, kami khawatir..Jika Allah langsung yg menggetarkan hati kami, untuk melawan anda semua…..Karna kami bukanlah nabi yg punya kesabaran tinggi…….!!!!*
    *(KH. Abdullah Gymnastiar)*

    aa gym ungkap virus covid-19

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim adanya tulisan berjudul “Perjuangan Kita Nahan Diri Dirumah Pun Dikhianati Oleh Rezim” yang diklaim ditulis oleh KH.Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym adalah klaim yang salah.

    Faktanya, tulisan itu bukan tulisan KH.Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym. Bantahan ini disampaikan Aa Gym melalui akun Instagram terverifikasi miliknya.

    “KLARIFIKASI – PESAN WHATSAPP KH.ABDULLAH GYMNASTIAR YANG TERSEBAR Sahabat sekalian, pesan yang tersebar di atas ini bukan tulisan atau materi tausyah yang di sampaikan oleh KH.Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym. #hoax” tulis Aa Gym di unggahannya pada 26 September 2020.

    Sebelumnya, tulisan dengan judul yang mirip sudah pernah beredar pada bulan Mei 2020, yang juga sudah dibantah oleh Aa Gym.

    Dikutip dari artikel berjudul “[SALAH] Tulisan Aa Gym “PERJUANGAN KITA MENAHAN DIRI DIRUMAH AJA DI HIANATI LAGI”, melalui akun Twitter dan Instagram miliknya @aagym, Dai kondang itu menyatakan bahwa pesan tersebut bukan berasal tulisan atau materi tausyahnya.

    “Sahabat sekalian, pesan yang tersebar di atas ini bukan tulisan atau materi tausyah yang di sampaikan oleh KH.Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym,” ujar Aa Gym pada Twit dan narasi postingan Instagramnya.

    Rujukan