• (GFD-2020-3641) [SALAH] “WHO : Merokok, Salah satu solusi pencegahan Covid-19.”

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 10/03/2020

    Berita

    WHO menyatakan merokok TIDAK efektif terhadap COVID-2019 dan dapat berbahaya. Sampai saat ini, tidak ada obat khusus yang disarankan untuk mencegah atau mengobati virus corona baru (2019-nCoV).

    FYI : Artikel panjang, mohon dibaca sampai selesai dan disikapi dengan bijaksana!

    Bererdar artikel berjudul :”WHO : Merokok, Salah satu solusi pencegahan Covid-19.” yang dimuat di situs medium.com.

    Selain judul, dalam artikel ini, juga tertulis klaim sebagai berikut:

    1. “Di Indonesia, selain 60% dari rokok yang kita hisap adalah pajak untuk negara, ternyata perokok tidak disukai Covid-19.”
    2. “dibalik semua kontroversi rokok ternyata kebiasaan merokok tersebut merupakan salah satu solusi dari WHO untuk antisipasi Covid-19.”

    Artikel ini mengutip dan menerjemahkan isi Q&A dari situs who.int yang sudah dihapus oleh WHO sebagai berikut :

    “The following measures ARE NOT specifically recommended as 2019-nCoV remedies as they are not effective to protect yourself and can be even harmful:”

    Penulis artikel menyertakan terjemahan sebagai berikut :

    “tindakan TIDAK secara khusus direkomendasikan sebagai solusi 2019-nCoV karena tidak efektif untuk melindungi diri sendiri dan bahkan bisa berbahaya:”

    "Apakah benar rokok sin itu bisa mencegah virus ? Atau kah hanya pembodohan masyarakat saja ?"
    Beruntunglah para perokok berat di dunia

    Hasil Cek Fakta

    PENJELASAN

    Berdasarkan hasil penelusuran, klaim bahwa WHO menyatakan merokok adalah salah satu solusi pencegahan Covid19 adalah salah. WHO menyatakan merokok TIDAK efektif terhadap COVID-2019 dan dapat berbahaya. Sampai saat ini, tidak ada obat khusus yang disarankan untuk mencegah atau mengobati virus corona baru (2019-nCoV).

    Pada 11 Februari 2020, WHO memang pernah memuat artikel berjudul “Q&A on coronaviruses” namun artikel tersebut kini sudah diganti dengan artikel berjudul “Q&A on coronaviruses (COVID-19)” yang dimuat pada 23 Februari 2020.

    Di artikel Q&A sebelumnya memang terdapat pertanyaan “Are there any specific medicines to prevent or treat 2019-nCoV?” yang berisi jawaban sebagai berikut :

    “To date, there is no specific medicine recommended to prevent or treat the novel coronavirus. However, those infected with 2019-nCoV should receive appropriate care to relieve and treat symptoms, and those with severe illness should receive optimized supportive care. Some specific treatments are under investigation and will be tested through clinical trials. WHO is helping to coordinate efforts to develop medicines to treat nCoV with a range of partners.

    If you want to protect yourself from getting infected with the new coronavirus, you should maintain basic hand and respiratory hygiene, and safe food practices and avoiding close contact, when possible, with anyone showing symptoms of respiratory illness such as coughing and sneezing. The following measures ARE NOT specifically recommended as 2019-nCoV remedies as they are not effective to protect yourself and can be even harmful:

    Taking vitamin C
    Smoking
    Drinking tradition herbal teas
    Wearing multiple masks to maximize protection
    Taking self-medication such as antibiotics

    In any case, if you have fever, cough and difficulty breathing seek medical care early to reduce the risk of developing a more severe infection and be sure to share your recent travel history with your health care provider”

    Yang jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia menggunakan Google Terjemahan menjadi :

    “Sampai saat ini, tidak ada obat khusus yang direkomendasikan untuk mencegah atau mengobati virus corona baru. Namun, mereka yang terinfeksi 2019-nCoV harus menerima perawatan yang tepat untuk meredakan dan mengobati gejala, dan mereka yang sakit parah harus mendapatkan perawatan suportif yang dioptimalkan. Beberapa perawatan spesifik sedang diselidiki dan akan diuji melalui uji klinis. WHO membantu mengoordinasikan upaya untuk mengembangkan obat-obatan untuk mengobati nCoV dengan berbagai mitra.

    Jika Anda ingin melindungi diri dari infeksi coronavirus baru, Anda harus menjaga kebersihan tangan dan pernapasan dasar, serta praktik makanan yang aman dan menghindari kontak dekat, jika mungkin, dengan siapa pun yang menunjukkan gejala penyakit pernapasan seperti batuk dan bersin. Langkah-langkah berikut ini TIDAK secara khusus direkomendasikan sebagai solusi 2019-nCoV karena tidak efektif untuk melindungi diri sendiri dan bahkan dapat berbahaya:

    Mengonsumsi vitamin C
    Merokok
    Minum teh herbal tradisi
    Mengenakan banyak topeng untuk memaksimalkan perlindungan
    Mengambil pengobatan sendiri seperti antibiotik

    Bagaimanapun, jika Anda mengalami demam, batuk dan kesulitan bernafas, cari perawatan medis sejak dini untuk mengurangi risiko terkena infeksi yang lebih parah dan pastikan untuk membagikan riwayat perjalanan terakhir Anda dengan penyedia layanan kesehatan Anda.”

    Artikel ini bisa dilihat melalui view-source:archive.md/mYt8k

    Pada 23 Februari 2020, WHO mengganti artikel Q&A nya dengan artikel Q&A baru dan juga mengganti pertanyaan menjadi “Is there anything I should not do?” dan jawaban sebagai berikut :

    “The following measures ARE NOT effective against COVID-2019 and can be harmful:
    Smoking
    Taking traditional herbal remedies
    Wearing multiple masks
    Taking self-medication such as antibiotics
    In any case, if you have fever, cough and difficulty breathing seek medical care early to reduce the risk of developing a more severe infection and be sure to share your recent travel history with your health care provider.”

    Yang jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia menggunakan Google Terjemahan menjadi :

    “Adakah yang harus saya lakukan?

    Langkah-langkah berikut ini TIDAK efektif terhadap COVID-2019 dan dapat berbahaya:

    Merokok
    Mengambil obat herbal tradisional
    Mengenakan banyak topeng
    Mengambil pengobatan sendiri seperti antibiotik

    Bagaimanapun, jika Anda mengalami demam, batuk dan kesulitan bernafas, cari perawatan medis sejak dini untuk mengurangi risiko terkena infeksi yang lebih parah dan pastikan untuk membagikan riwayat perjalanan terakhir Anda dengan penyedia layanan kesehatan Anda.”

    Selain itu pada laman berjudul “Coronavirus disease (COVID-19) advice for the public: Myth busters”, WHO menuliskan:

    “Are there any specific medicines to prevent or treat the new coronavirus?
    To date, there is no specific medicine recommended to prevent or treat the new coronavirus (2019-nCoV).
    However, those infected with the virus should receive appropriate care to relieve and treat symptoms, and those with severe illness should receive optimized supportive care. Some specific treatments are under investigation, and will be tested through clinical trials. WHO is helping to accelerate research and development efforts with a range or partners.”

    Yang jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia menggunakan Google Translate menjadi :

    “Adakah obat khusus untuk mencegah atau mengobati coronavirus baru?

    Sampai saat ini, tidak ada obat khusus yang disarankan untuk mencegah atau mengobati virus corona baru (2019-nCoV).

    Namun, mereka yang terinfeksi virus harus menerima perawatan yang tepat untuk menghilangkan dan mengobati gejala, dan mereka yang sakit parah harus mendapatkan perawatan suportif yang dioptimalkan. Beberapa perawatan spesifik sedang diselidiki, dan akan diuji melalui uji klinis. WHO membantu mempercepat upaya penelitian dan pengembangan dengan sejumlah atau mitra.”

    Rujukan

  • (GFD-2020-3639) [SALAH] Video “ERDOGAN KIRIM 5000 PASUKAN KE INDIA”

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 10/03/2020

    Berita

    Tidak ditemukan informasi bahwa Erdogan mengirim 5 ribu tentara ke India karena muslim dianiaya di video itu. Tidak ditemukan pula pemberitaan tentang pengiriman pasukan oleh Erdogan ke India.

    Beredar video dengan narasi Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengirim 5 ribu tentara ke India mengirim di YouTube.

    Salah satunya diunggah kanal Berita Top ( bit.ly/2wFtIEI ) pada 5 Maret 2020. Akun ini menulis judul “ERDOGAN KIRIM 5000 PASUKAN KE INDIA !! ERDOGAN KEJAAN ISLAM ”dan deskripsi;

    “ERDOGAN KIRIM 5000 PASUKAN KE INDIA !! ERDOGAN KEJAAN ISLAM # erdogankirimpasukan # erdogankejaanislam # erdogankirimpasukankeindia ”

    Narasi lengkap yang disediakan di dalam video ada di bagian PENJELASAN

    Hasil Cek Fakta

    PENJELASAN

    Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo dengan alat pemeriksa plagiarisme, ditemukan narasi pada video tersebut merupakan saduran dari dua artikel berbeda yang dimuat oleh situs Viva.co.id dan situs Minanews.net . Namun, artikel kedua yang narasinya dibacakan oleh narator dalam video itu digabungkan secara tidak berurutan.

    Dalam artikel yang dikutip oleh video yang dikutip narasi itu, tidak ditemukan informasi bahwa Erdogan mengirim 5 ribu tentara ke India karena muslim di sana dianiaya. Tidak ditemukan pula pemberitaan tentang pengiriman pasukan oleh Erdogan ke India.

    Di bagian awal, narator membacakan paragraf pertama dan kedua artikel Viva. Selanjutnya, narator membacakan artikel Minanews secara keseluruhan. Kemudian, narator membacakan kembali artikel Viva, dari paragraf sampai selesai.

    Artikel Viva yang dikutip oleh video berjudul "Kemarahan Besar Erdogan Melihat Pembantaian Umat Muslim di India", sebagaimana dikutip pada 29 Februari 2020. Sementara artikel Minanews yang disadur oleh video itu berjudul "Zakir Naik Serukan Pemimpin Muslim Dunia Bela Muslim India", sebut pada 1 Maret 2020.

    Setelah dua artikel yang diterbitkan seluruhnya, tidak ditemukan informasi tentang Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengirim 5 ribu tentara ke India karena muslim di sana dianiaya. Saat dicek di mesin pencarian Google, tidak ditemukan pula bantuan tentang pengiriman pasukan oleh Erdogan ke India.

    Artikel Viva hanya memuat berita tentang reaksi Erdogan kompilasi berita pembantaian berdarah yang dipahami kaum muslim di India. “India saat ini menjadi negara di mana pembantaian telah meluas. Pembantaian apa? Pembantaian muslim. Oleh siapa? Hindu, ”kata Erdogan di Ankara seperti dilansir Monitor Timur Tengah pada 28 Februari 2020.

    Selain itu, artikel Viva memberitakan keputusan Menteri Agama Fachrul Razi terkait dengan peristiwa yang terjadi di India tersebut. Fachrul mengimbau umat beragama di India tidak merusak nilai atas agama. Artikel ini ditulis untuk meminta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kepada pemerintah India untuk segera mendamaikan bentrokan antara muslim dan kaum Hindu di sana.

    Sementara artikel Minanews mempublikasikan seruan Zakir Naik untuk para pemimpin muslim dunia untuk tidak tinggal diam melihat penganiyaan terhadap kaum muslim di India. “Seruan tulus kepada para muslim di seluruh dunia untuk membicarakan penganiayaan melawan saudara-saudari muslim kita di New Delhi, India,” ujar Zakir Naik di Facebook pada 29 Februari 2020.

    Zakir naik juga mengundang seluruh umat Islam berjuang sesuai kemampuan untuk melawan tindak penganiayaan yang terus meningkat. "Mari kita semua melakukan sesuai dengan kebutuhan kita untuk membicarakan yang tertindas dan berbicara tentang ketidakadilan ini," katanya. Ia lantas mengutip sebuah, “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Dia tidak boleh menindas dan pergi (yang sedang tertindas). "

    Berikut narasi lengkap yang terdapat dalam video berikut:
    “Presiden Turki Erdogan kirim 5 ribu pasukan ke Di dia. Presiden Turki. Recep Tayyip. Erdogan langsung meradang saat mengetahui kabar pembantaian berdarah yang dialami warga muslim di India, beberapa hari yang lalu. Maklum, Erdogan selama ini dikenal sebagai simbol diterima negara Islam. “India saat ini menjadi negara di mana pembantaian telah meluas. Pembantaian apa? Pembantaian muslim. Oleh siapa? Hindu, ”kata Erdogan,
    Tidak hanya itu, dokter Zakir Naik juga menyerukan kepada para pemimpin-pemimpin muslim dunia untuk tidak diam saja melihat penganiyaan yang dikembangkan oleh muslim India di New Dehli. Ia mengatakan lebih dari 30 muslim terbunuh dan lebih dari 250 orang lainnya terluka, lebih karena serangan peluru.
    Bahkan, penyerang juga membalikkan bayi dan menghancurkan rumah, toko, dan tempat ibadah lumat muslim. Melihat kondisi tersebut, Zakir mengajak umat muslim untuk berjuang sesuai dengan kemampuan melawan penganiayaan yang terus meningkat.
    India memang tengah menjadi sorotan dunia setelah meletus kerusuhan berdarah di New Delhi yang menewaskan korban jiwa tak berdosa. Data terakhir korban meninggal mencapai lebih dari 42 orang. Korban luka mencapai putaran. Kerusuhan yang meletus di New Delhi dipicu dengan pro-kontra UU Kewarganegaraan yang antimuslim. Dan ini menjadi kerusuhan berlatar belakang agama yang terburuk setelah tahun 2002 Dimana saat ini lebih dari seribu orang meninggal.
    Aksi keji di New Delhi ini juga mendapat reaksi keras di Indonesia. Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi prihatin dan mengecam keras atas alasan agama tersebut. Menag mengimbau agar umat beragama di India tidak merusak nilai atas agama.
    Sementara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU meminta pemerintah India melakukan langkah-langkah yang strategis untuk segera memperbaiki masalah-masalah di dalam negerinya terkait bentrokan antara muslim dan kaum Hindu garis keras yang berkaitan dengan bantuan. ”

    Rujukan

  • (GFD-2020-3638) [SALAH] “Menginformasikan di JICT bahwa Capt Kapal CMA CGM Virgina sebagai Corona”

    Sumber: Sosial Media
    Tanggal publish: 10/03/2020

    Berita

    Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub, Ahmad, membantah informasi yang tidak benar dan menyesatkan. Nakhoda kapal berkewarganegaraan Ukraina ini tidak terindikasi virus yang sakit flu biasa. "Namun demikian, nakhoda kapal ini masih diobservasi di Rumah Sakit PMC hingga saat ini," kata Ahmad.

    Akun M Iqbal Maulana ( fb.com/miqbal.maulana.180 ) mengunggah sebuah video dengan narasi:

    “Harap berhati hati untuk rekan rekan yang bekerja di area pelabuhan khusus TKBM
    Menginformasikan di JICT bahwa Capt Kapal CMA CGM Semua Tim agar tetap berhati² Terima kasih
    Informasi terupdate dr JICT barusan yang ditemukan kembali ABK nya di evakuasi kembali ke RS
    Informasi terupade dr Terminal, yaitu nambah 1 lagi agen pelayaran CMA mencurigai tersangka virus corona dan diamankan ke RS Suroso, utk kapal CMA CGM Jakarta sementara ini masih aman informasi dr Karantina, tetap kami perlu waspada agar jgn ada kontak langsung juga dengan pengiriman kapal Atau agen pelayarannya ini imbauan dr pihak Terminal. Terima kasih"

    Hasil Cek Fakta

    PENJELASAN

    Kementerian Perhubungan memastikan informasi keberadaan nakhoda kapal CMA CGM Virginia di Pelabuhan Tanjung Priok yang terindikasi virus corona (Covid-19) adalah tidak benar.

    “Informasi simpang siur yang dikeluarkan melalui aplikasi WhatApp, yang terkait dengan Nakhoda kapal berkewargaan Ukraina terindikasi virus Corona adalah informasi yang tidak benar dan menyesatkan,” tegas Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Kemenhub Ahmad, Jumat (6/3/2020) ).

    Ahmad juga menanyakan informasi tentang kapal yang dimaksud di Tanjung Priok, Jakarta Utara, tidak mengikuti standar dan prosedur pemeriksaan kapal terkait antisipasi virus Corona tidak benar. Dia juga menepis kabar anak buah kapal (ABK) dari kapal tersebut terindikasi virus Corona.

    Ahmad menjelaskan kronologi peristiwa tersebut berawal dari adanya pergantian Nakhoda kapal sebelum kapal tersebut bertolak ke Tanjung Perak Surabaya.

    Bermula saat Kapal CMA CGM Virginia dari Tiongkok sandar di JICT Tanjung Priok pada tanggal 5 Maret 2020 pukul 13.00 WIB setelah sebelumnya ditanggapi oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di zona karantina dan pada saat diumumkan bersandar setelah ada izin kesehatan dari KKP.

    "Hasil pengamatan oleh KKP tidak ada ABK kapal yang terindikasi virus Corona," kata Ahmad.

    Selanjutnya, Jumat ini, Surat Persetujuan Berlayar (SPB) diterbitkan oleh Syahbandar Tanjung Priok dan ada pergantian Nakhoda kapal sebelum kapal tersebut akan bertolak ke Pelabuhan Tanjung Perak.

    Sementara kapal Nakhoda tiba di Pelabuhan Tanjung Priok dan dinyatakan sedang sakit, kapal agen menelpon KKP yang langsung membawa Nakhoda kapal tersebut ke rumah sakit Jakarta Medical Center (JMC) Tanjung Priok.

    “Hasil pemeriksaan yang dikeluarkan Nakhoda kapal berkewargaan Ukraina ini tidak terindikasi virus Corona yang dinyatakan sakit flu biasa. Namun demikian, Nakhoda kapal ini masih diobservasi di Rumah Sakit JMC hingga saat ini, ”jelas Ahmad.

    Ditjen Perhubungan Laut terus melakukan langkah guna guna menyebarkan virus corona. Salah satunya antisipasi dengan menerbitkan Surat Edaran Ditjen Perhubungan Laut Nomor SE 8 Tahun 2020 tentang Langkah Siaga Hadapi Penyebaran Virus Corona di Wilayah Pelabuhan Indonesia. Ditjen Perhubungan Laut juga bekerja sama dengan BUMN Pelabuhan dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) memperketat pemeriksaan kesehatan penumpang.

    Rujukan

  • (GFD-2020-3637) [BERITA] “Hoaks Imbauan Anak NU Dilarang Sekolah di Muhammadiyah”

    Sumber: Media Online
    Tanggal publish: 10/03/2020

    Berita

    Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir dan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Sunanto menyatakan gambar dan pernyataan yang beredar di media sosial tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan alias hoaks.

    Beredar gambar yang diklaim sebagi pernyataan dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir. Selain pernyataan, gambar itu juga menampilkan foto Haedar Nashir.

    Isinya seolah-olah imbauan kepada warga Nahdlatul Ulama (NU) agar tidak menyekolahkan anaknya di Sekolah Muhammadiyah. Berikut isi tulisan di gambar tersebut:

    “Imbauan kepada warga NU, untuk tidak menyekolahkan anak-anaknya di sekolah Muhammadiyah karena kami ingini menjaga kondusivitas dan aset milik kami. Tolong warga NU tepo seliro dan tahu diri — Prof Dr Haidar Nasir, Ketua Umum PP Muhammadiyah.”


    =============================================

    Hasil Cek Fakta

    PENJELASAN

    Melalui akun jejaring sosial Twitter miliknya, @HaedarNs, Haedar Nashir membantah pernyataan dan foto itu. Menurut dia, foto dan pernyataan itu adalah hoaks alias bohong. Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu tidak tahu menahu dan tidak memproduksi gambar tersebut.

    Haedar menegaskan selama ini lembaga milik Muhammadiyah di berbagai bidang diperuntukkan semua kelompok dan golomgan masyarakat.

    “Gambar dan statement yang beredar di media sosial tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan (hoax). Selama ini hadirnya lembaga pendidikan, kesehatan, dan sosial Muhammadiyah untuk semua kelompok dan golongan, tidak terbatas pada suku, agama, dan kelompok tertentu.” tulis Haedar Nashir di tweetnya yang diunggah pada 6 Maret 2020.

    Sebelumnya, himbauan itu juga diklaim seolah berasal dari Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Sunanto.

    Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Sunanto saat dihubungi Liputan6.com lewat pesan WhatsApp, mengirimkan gambar berisi klarifikasi mengenai imbauan tersebut. Ia juga menyebut bahwa gambar yang berisi imbauan tersebut adalah hoaks.

    Berikut isi klarifikasinya:
    Sehubungan dengan beredarnya foto atau quotes design yang mencatut nama Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah tentang “Himbauan Bagi Warga NU”yang telah tersebar, maka dengan ini saya dan Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah beserta keluarga Muhammadiyah memberikan KLARIFIKASI sebagai berikut:

    1 .Bahwa terkait himbauan tersebut sebagaimana yang telah terlihat dan tersebar di media sosial, bukan merupakan perkataan ataupun kutipan statement dari Sunanto atau yang dikenal Cak Nanto sebagai Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah.
    2.Bahwa dalam menjalankan roda organisasi, kami sangat mendepankan dialog dan tabayyun serta toleransi terhadap setiap perbedaan pandangan ataupun pendapat antar kaIangan.
    3.Bahwa sebagaimana anonim kutipan yang telah tersebar atas nama Sunanto atau yang dikenal Cak Nanto memiliki latar belakang pendidikan disekolah NU sehingga foto atau quotes design yang beredarjelas sangat ngawur.
    4.Bahwa Muhammadiyah, khususnya Pemuda Muhammadiyah menyadari, baik Muhammadiyah atau NU merupakan ormas yang selalu bergandengantangan memajukan bangsa, termasuk di sektor pendidikan sehingga sikap saling menghormati dan menjaga marwah masing-masing senantiasa di rawat dan dijaga.
    5.Terkait permasalahan di Kota Yogyakarta antara NU dan Muhammadiyah, saya sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah telah meminta pihak Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah DIY untuk menjaga langkah toleransi dan menjaga hubungan silaturahmi dalam dakwah.

    Rujukan