(GFD-2024-19586) Benar, Klaim Konsumsi Mie Instan dan Nasi Secara Rutin Memicu Risiko Diabetes, Hipertensi dan Kanker
Sumber:Tanggal publish: 04/05/2024
Berita
Sebuah video dengan narasi yang menyebutkan bahwa makan nasi dengan mie instan tidak baik untuk kesehatan. Orang yang terlalu sering makan mie instan campur nasi diklaim berisiko diabetes, hipertensi, dan kanker.
Di Facebook, video reels [ arsip ] tersebut dibagikan akun ini. "Orang yang terlalu sering makan mie instan campur nasi beresiko terhadap malnutrisi, diabetes, hipertensi dan kanker," kata seseorang dalam video tersebut.
Hingga artikel ini dimuat, video tersebut telah mendapat 668 komentar dan dibagikan sebanyak 3.900 kali.
Apa benar orang yang terlalu sering makan mie instan campur nasi berisiko terhadap, diabetes, hipertensi dan kanker?
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim dalam video tersebut, Tim Cek Fakta Tempo menelusuri pemberitaan terkait melalui sejumlah media kredibel. Hasilnya, sejumlah ahli menyebutkan mie instan dan nasi sama-sama mengandung karbohidrat sehingga bila dikonsumsi secara rutin dapat memicu faktor resiko meningkatkan kadar glukosa tubuh, risiko terkena penyakit jantung dan mimic hipertensi.
Dilansir dari Kompas.com, di dalam 100 gram nasi putih (sekitar 1 centong nasi) mengandung sekitar 152 kalori. Sementara itu, satu bungkus mie instan mengandung sekitar 350 kalori. Jika kita konsumsi bersama, tentu asupan kalori yang kita terima dalam satu kali makan sudah sampai 500 kalori lebih hanya dari nasi dan mie saja.
Kalori berlebihan akan disimpan sebagai lemak oleh tubuh. Lambat laun, hal ini bisa memicu obesitas. Asupan kalori yang tinggi akan menyebabkan stres pada tubuh. Makanan berkalori tinggi biasanya mengandung lemak dan gula yang tinggi.
Kandungan tersebut bisa meningkatkan faktor risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung dan kanker. Satu bungkus mie instan mengandung sekitar 40 gram karbohidrat, sedangkan satu centong nasi putih mengandung sekitar 38 gram karbohidrat. Jika dikonsumsi bersamaan, jumlah tersebut juga tergolong tinggi.
Karbohidrat juga menghasilkan kalori yang efeknya bisa meningkatkan risiko resistensi insulin. Selain itu, karbohidrat juga bisa meningkatkan kadar glukosa tubuh.
Padahal, riset dari American Heart Association yang dilakukan pada tahun 2002 membuktikan bahwa asupan gula yang tinggi meningkatkan risiko penyakit arteri koroner.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Siloam Hospital, dr Vito Damay, SpJP(K), MKes, AIFO-K, FIHA, FICA, FAsCC tak menampik hal tersebut. Apalagi jika didukung dengan pada kondisi tertentu.
''Kalau kita bilang meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, dalam jangka waktu dekat, sekali dua kali makan itu sebenernya nggak, tapi kalau itu menjadi kebiasaan tentu iya,'' ungkap dr Vito kepada Detikcom, Minggu, 8 Januari 2023.
Dia menambahkan, kebiasaan makan mie instan dicampur nasi tersebut bisa memicu timbulnya hipertensi. Hal ini dikarenakan kurangnya serat di tengah karbohidrat berlebih dari mie instan dan nasi.
"Karena nasi saja dengan campur mie instan berarti kan memang karbohidrat berlebihan, gizi lain yang kurangnya misal seratnya nggak ada, proteinnya nggak ada, namun malah tinggi garam kalau dicampur semua bumbu-bumbunya juga menyebabkan risiko hipertensi," bebernya.
Menurut dr Vito, jika seseorang terpaksa mengonsumsi mi instan dicampur nasi lantaran lauk yang lain tidak tersedia, bisa 'diakali' dengan aktivitas fisik. Olahraga membakar kalori dan mencegah orang mengalami kegemukan.
''Karena kita tahu banyak juga orang di daerah-daerah tertentu mungkin bukan karena hobi, tapi ya karena kebutuhan, makanan inilah yang ada buat mereka atau ketika ada bencana ketika ada musibah maka makanan ini adalah makanan yang paling mudah dimasak dan dikirim,'' papar dr Vito.
Namun situasinya akan berbeda jika makan mie instan dicampur nasi menjadi hobi, apalagi tidak dibarengi olahraga. Risiko penyakit jantung sulit untuk dihindari.
''Akibatnya menyebabkan kolesterol semakin tinggi, risiko penyakit jantung juga makin tinggi, dan orang kegemukan juga memang berisiko menyebabkan jantung lebih tinggi,'' pungkasnya.
Ahli gizi Irtya Qiyamulail mengatakan nasi dan mi memang sama-sama karbohidrat. Sehingga saat keduanya dikonsumsi dalam waktu bersamaan maka kandungan gizi yang masuk ke tubuh kebanyakan hanya karbohidrat saja.
"Padahal kebutuhan kita tidak hanya satu zat gizi karbo saja, kita juga membutuhkan zat gizi lain seperti protein, lemak, vitamin dan mineral dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan," kata Irtya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat, 13 Mei 2022.
Karbohidrat memang termasuk salah satu zat gizi yang dibutuhkan tubuh manusia. Tetapi ketika dikonsumsi dalam jumlah yang banyak dan lebih besar dari kebutuhan, maka kelebihan tersebut akan disimpan di dalam tubuh dalam bentuk cadangan energi berupa lemak tubuh.
"Hal ini nantinya bisa berpengaruh pada peningkatan berat badan," kata dia.
Terkait bahaya makan mie instan pakai nasi memang bergantung pada frekuensi konsumsinya. Selain itu juga tergantung dari kebutuhan masing-masing individu karena setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda.
"Tetapi hal ini bukanlah merupakan hal yang bijak ketika kita lebih mengutamakan perasaan kenyang ketika makan tanpa memperhatikan kebutuhan zat gizi untuk menunjang kesehatan dan produktivitas kita sehari-hari," katanya.
Kesimpulan
Hasil Verifikasi Tempo, video dengan klaim konsumsi mi instan dengan nasi secara rutin dapat memicu faktor resiko meningkatkan kadar glukosa tubuh, risiko terkena penyakit jantung dan memicu hipertensi adalah benar.
Mie Instan dan nasi sama-sama mengandung karbohidrat. Karbohidrat memang termasuk salah satu zat gizi yang dibutuhkan tubuh manusia. Tetapi ketika dikonsumsi dalam jumlah yang banyak dan lebih besar dari kebutuhan, maka kelebihan tersebut akan disimpan di dalam tubuh dalam bentuk cadangan energi berupa lemak tubuh.
Rujukan
- https://www.facebook.com/reel/1553889492010625
- https://web.archive.org/save/
- https://www.facebook.com/reel/1553889492010625
- https://health.kompas.com/read/2021/08/30/120000668/waspadai-dampak-buruk-makan-mie-instan-pakai-nasi
- https://www.detik.com/sulsel/berita/d-6504193/dokter-ungkap-mi-instan-campur-nasi-rawan-tingkatkan-risiko-jantung
- https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20220513131458-262-796385/kata-ahli-gizi-soal-makan-mi-instan-campur-nasi
- https://wa.me/6281315777057 mailto:cekfakta@tempo.co.id
(GFD-2024-19587) Cek Fakta: Klarifikasi BMKG Soal Waspada Tsunami Sumatera 2024
Sumber:Tanggal publish: 04/05/2024
Berita
Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang adanya tsunami di Sumatera pada 2024 beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 19 April 2024.
Akun Facebook tersebut mengunggah video berisi narasi bahwa tsunami bakal terjadi di Sumatera pada 2024. Berisi narasinya.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menegaskan bahwa Sesar Sumatera berpotensi terjadinya gempa darat.
Pada perayaan Hari Meteorologi Dunia Ke-74, saya mengingatkan kembali bahwa Sesar Sumatera ini nyata, dan ada ancaman terdapat sumber gempa di darat,” kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono di Pasaman, Minggu (24/3/2024).
Rahmat menjelaskan bahwa gempa darat tidak selalu membutuhkan magnitudo besar untuk menimbulkan dampak yang signifikan. Bahkan, gempa dengan magnitudo 6 saja sudah dapat menyebabkan kerusakan yang cukup serius.
Dengan adanya peringatan ini, diharapkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat serta pemerintah daerah terhadap potensi bahaya gempa dari darat dapat ditingkatkan, sehingga langkah-langkah mitigasi yang efektif dapat diimplementasikan untuk mengurangi risiko bencana.
Akun Facebook tersebut kemudian meminta, masyarakat untuk mewaspadai gempa darat yang berpotensi tsunami di Sumatera pada 2024.
"Waspada Akan Terjadi Gempa Darat Yang Akan Berpotensi Sunami Di Sumatera Pada Tahun 2024 😱," tulis salah satu akun Facebook.
Benarkah kabar tentang adanya tsunami di Sumatera pada 2024? Berikut penelusurannya.
Hasil Cek Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri kabar tentang adanya tsunami di Sumatera pada 2024. Penelusuran dilakukan dengan memasukkan kata kunci "tsunami sumatera 2024" di kolom pencarian Google Search.
Hasilnya terdapat beberapa artikel yang meluruskan kabar tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Beredar Hoaks 'Waspada Ada Tsunami Sumatera 2024', Begini Faktanya" yang dimuat situs Liputan6.com pada 3 Mei 2024.
Liputan6.com, Jakarta - Media sosial baru-baru ini dibuat panik dengan unggahan sebuah akun Instagram yang menyebutkan bakal terjadi gempa di Sumatera yang akan menimbulkan tsunami pada 2024.
Dalam unggahan itu dituliskan dengan judul WASPADA ADA SUNAMI SUMATERA TAHUN 2024. Dalam unggahan itu ditulis juga pendapat ahli Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono. Berikut isi unggahan tersebut:
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menegaskan bahwa Sesar Sumatera berpotensi terjadinya gempa darat.
Pada perayaan Hari Meteorologi Dunia Ke-74, saya mengingatkan kembali bahwa Sesar Sumatera ini nyata, dan ada ancaman terdapat sumber gempa di darat,” kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono di Pasaman, Minggu (24/3/2024).
Rahmat menjelaskan bahwa gempa darat tidak selalu membutuhkan magnitudo besar untuk menimbulkan dampak yang signifikan. Bahkan, gempa dengan magnitudo 6 saja sudah dapat menyebabkan kerusakan yang cukup serius.
Dengan adanya peringatan ini, diharapkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat serta pemerintah daerah terhadap potensi bahaya gempa dari darat dapat ditingkatkan, sehingga langkah-langkah mitigasi yang efektif dapat diimplementasikan untuk mengurangi risiko bencana.
Terkait dengan unggahan yang membuat resah tersebut, Kepala Bidang Mitigasi Gempa dan Tsunami BMKG Daryono, Jumat (3/5/2024) mengatakan, unggahan akun Instagram tersebut tidak sepenuhnya benar.
Daryono mengatakan, menanggapi beredarnya berita viral terkait pemberitaan media dengan judul 'Waspadai Ancaman Sesar Sumatra', konten yang disampaikan Bapak Rahmat Triyono tersebut adalah benar sebagai bentuk pesan kewaspadaan terhadap keberadaan sumber gempa Sesar Sumatra sebagai sumber ancaman gempa di darat.
Imbauan itu diucapkan Rahmat Triyono Plt. Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG saat perayaan Hari Meteorologi Dunia ke-74 di Pasaman, Minggu (24/3/2024) silam.
"Terkait potensi gempa di jalur Sesar Sumatera, diharapkan adanya peningkatan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat serta pemerintah, sehingga langkah-langkah mitigasi konkret harus diimplementasikan untuk mengurangi risiko bencana gempabumi," kata Daryono.
Daryono mengatakan, upaya mitigasi gempa bagi masyarakat yang paling utama adalah mewujudkan bangunan tahan gempa dan memahami ketrampilan cara selamat saat terjadi gempa. Di Sumatera khususnya dan di Indonesia pada umumnya, setiap bangunan harus dapat beradaptasi dengan guncangan gempa, seperti bangunan dengan struktur kuat sehingga tahan gempa atau bangunan aman gempa yang berbahan ringan dari kayu atau bambu yang didisain menarik.
Tidak direkomendasikan membangun bangunan tembok sederhana asal bangun tanpa tulangan besi standar yang kuat. Ini penting untuk mengantisipasi terjadinya gempa besar, gempa kecil, gempa jauh, dan gempa hiposentar dalam agar tidak menyebabkan terjadinya kerusakan setiap terjadi gempa.
"Patut disayangkan terkait pemberitaan di atas ada pihak yang tidak bertanggungjawab dengan menghubungkan sumber gempa Sesar Sumatera di darat dengan akan adanya tsunami di Sumatera pada tahun 2024," kata Daryono.
Kesimpulan
Kabar tentang adanya tsunami di Sumatera pada 2024 sudah diklarifikasi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kepala Bidang Mitigasi Gempa dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan, unggahan tersebut tidak sepenuhnya benar.
(GFD-2024-19604) [HOAKS] Vaksin Covid-19 AstraZeneca Menyebabkan Kematian
Sumber:Tanggal publish: 04/05/2024
Berita
KOMPAS.com - Publik tengah ramai membicarakan pengakuan perusahaan farmasi AstraZeneca soal efek samping langka berupa sindrom trombosis dengan trombositopenia atau TTS setelah pemakaian vaksin Covid-19.
Pengakuan itu tercantum dalam dokumen pengadilan gugatan class action.
Sementara, narasi yang beredar di media sosial mengeklaim bahwa vaksin Covid-19 AstraZeneca dapat menyebabkan kematian.
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau hoaks.
Informasi mengenai vaksin Covid-19 AstraZeneca menyebabkan kematian disebarkan oleh akun Facebook ini dan ini.
Pengunggah menyertakan tangkapan layar berita Tempo.co, Rabu (1/5/2024).
Berikut narasi yang ditulis pada Jumat (3/4/2024):
Untung Aku Ra Fucksin
vaksin astraZeneca menyebabkan kematian dan cedera serius, termasuk TTS – Sindrom Trombosis dengan Trombositopenia. Sindrom ini menyebabkan orang mengalami pembekuan darah dan jumlah trombosit darah rendah.
akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, Jumat (3/5/2024), mengenai vaksin Covid-19 AstraZeneca menyebabkan kematian.
Pengakuan itu tercantum dalam dokumen pengadilan gugatan class action.
Sementara, narasi yang beredar di media sosial mengeklaim bahwa vaksin Covid-19 AstraZeneca dapat menyebabkan kematian.
Berdasarkan hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau hoaks.
Informasi mengenai vaksin Covid-19 AstraZeneca menyebabkan kematian disebarkan oleh akun Facebook ini dan ini.
Pengunggah menyertakan tangkapan layar berita Tempo.co, Rabu (1/5/2024).
Berikut narasi yang ditulis pada Jumat (3/4/2024):
Untung Aku Ra Fucksin
vaksin astraZeneca menyebabkan kematian dan cedera serius, termasuk TTS – Sindrom Trombosis dengan Trombositopenia. Sindrom ini menyebabkan orang mengalami pembekuan darah dan jumlah trombosit darah rendah.
akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, Jumat (3/5/2024), mengenai vaksin Covid-19 AstraZeneca menyebabkan kematian.
Hasil Cek Fakta
Perusahaan AstraZeneca mengembangkan vaksin Covid-19 bersama Universitas Oxford.
Class action dilayangkan dengan klaim bahwa vaksin tersebut dapat menyebabkan kematian dan cedera serius.
Dilansir The Telegraph, kasus yang pertama diangkat yakni yang dialami Jamie Scott pada 2023.
Ayah dua anak itu mengalami cedera otak permanen karena pembekuan dan pendarahan di otak usai vaksin pada April 2021.
Pihak rumah sakit menelepon istri Scott sebanyak tiga kali untuk menginformasikan bahwa suaminya akan meninggal.
Dalam surat tanggapan yang dikirimkan pada Mei 2023, AstraZeneca mengatakan kepada pengacara Scott bahwa "kami tidak menerima bahwa TTS disebabkan oleh vaksin pada tingkat generik".
Namun, dalam dokumen hukum yang diserahkan ke Pengadilan Tinggi Inggris pada Februari lalu, perusahaan farmasi ini menyebut vaksinnya dapat menyebabkan TTS. Mekanisme penyebabnya tidak diketahui.
Para ilmuwan pertama kali mengidentifikasi hubungan antara vaksin dan penyakit baru yang disebut trombositopenia dan trombosis imun yang diinduksi vaksin (VITT) pada awal Maret 2021, tak lama setelah peluncuran vaksin Covid-19 dimulai.
Pengacara penggugat berpendapat bahwa VITT adalah bagian dari TTS, meskipun AstraZeneca tampaknya tidak mengakui istilah tersebut.
Beberapa bulan setelah peluncuran vaksin tersebut, para ilmuwan telah mengidentifikasi potensi efek samping yang serius, tetapi jarang terjadi.
Meski mengakui adanya efek samping langka, tetapi tidak ada bukti bahwa vaksin Covid-19 AstraZeneca menjadi penyebab utama kematian.
Dilansir Kompas.com, ahli epidemiologi Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan, VITT melibatkan reaksi kekebalan tubuh terhadap vaksin.
VITT terjadi ketika tubuh penerima vaksin menghasilkan antibodi yang menyerang trombosit. Hal ini memicu pembekuan darah tidak biasa yang membahayakan penderita.
"Tentunya dampak risiko TTS pada penerima vaksin AstraZeneca ini bisa serius, meskipun kasusnya langka," kata Dicky.
Namun, vaksin Covid-19 AstraZeneca dinilai masih jauh lebih besar manfaatnya dibanding risikonya.
Otoritas nasional dan badan internasional, termasuk WHO, terus memantau secara ketat setiap efek samping yang tidak terduga setelah penggunaan vaksin Covid-19.
Berdasarkan surveilans aktif dan pasif yang dilakukan oleh Komisi Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas PP KIPI), sejauh ini belum ditemukan kejadian TTS setelah pemakaian Covid-19 AstraZeneca.
Indonesia menjadi negara peringkat keempat dengan vaksinasi Covid-19 terbanyak.
Sebanyak 453 juta dosis vaksin telah disuntikkan ke masyarakat Indonesia, dan 70 juta dosis di antaranya merupakan vaksin dari AstraZeneca.
Ketua Komnas PP KIPI, Hinky Hindra Irawan Satari mengatakan, keamanan vaksin Covid-19 sudah teruji klinis.
"Keamanan dan manfaat sebuah vaksin sudah melalui berbagai tahapan uji klinis, mulai uji klinis tahap 1, 2, 3 dan 4 termasuk vaksin Covid-19 yang melibatkan jutaan orang, sampai dikeluarkannya izin edar. Dan pemantauan terhadap keamanan vaksin masih terus dilakukan setelah vaksin beredar," kata Hinky, dikutip dari situs Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
TTS menyebabkan pembekuan darah serta trombosit darah menurun. Kasusnya sangat jarang terjadi di masyarakat, tetapi bisa menyebabkan gejala yang serius.
Hinky menjelaskan, KIPI diidentifikasi antara empat sampai 42 hari setelah penyuntikan vaksin.
"Kalaupun saat ini ditemukan kasus TTS di Indonesia, ya pasti bukan karena vaksin Covid-19 karena sudah lewat rentang waktu kejadiannya," jelasnya.
Class action dilayangkan dengan klaim bahwa vaksin tersebut dapat menyebabkan kematian dan cedera serius.
Dilansir The Telegraph, kasus yang pertama diangkat yakni yang dialami Jamie Scott pada 2023.
Ayah dua anak itu mengalami cedera otak permanen karena pembekuan dan pendarahan di otak usai vaksin pada April 2021.
Pihak rumah sakit menelepon istri Scott sebanyak tiga kali untuk menginformasikan bahwa suaminya akan meninggal.
Dalam surat tanggapan yang dikirimkan pada Mei 2023, AstraZeneca mengatakan kepada pengacara Scott bahwa "kami tidak menerima bahwa TTS disebabkan oleh vaksin pada tingkat generik".
Namun, dalam dokumen hukum yang diserahkan ke Pengadilan Tinggi Inggris pada Februari lalu, perusahaan farmasi ini menyebut vaksinnya dapat menyebabkan TTS. Mekanisme penyebabnya tidak diketahui.
Para ilmuwan pertama kali mengidentifikasi hubungan antara vaksin dan penyakit baru yang disebut trombositopenia dan trombosis imun yang diinduksi vaksin (VITT) pada awal Maret 2021, tak lama setelah peluncuran vaksin Covid-19 dimulai.
Pengacara penggugat berpendapat bahwa VITT adalah bagian dari TTS, meskipun AstraZeneca tampaknya tidak mengakui istilah tersebut.
Beberapa bulan setelah peluncuran vaksin tersebut, para ilmuwan telah mengidentifikasi potensi efek samping yang serius, tetapi jarang terjadi.
Meski mengakui adanya efek samping langka, tetapi tidak ada bukti bahwa vaksin Covid-19 AstraZeneca menjadi penyebab utama kematian.
Dilansir Kompas.com, ahli epidemiologi Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan, VITT melibatkan reaksi kekebalan tubuh terhadap vaksin.
VITT terjadi ketika tubuh penerima vaksin menghasilkan antibodi yang menyerang trombosit. Hal ini memicu pembekuan darah tidak biasa yang membahayakan penderita.
"Tentunya dampak risiko TTS pada penerima vaksin AstraZeneca ini bisa serius, meskipun kasusnya langka," kata Dicky.
Namun, vaksin Covid-19 AstraZeneca dinilai masih jauh lebih besar manfaatnya dibanding risikonya.
Otoritas nasional dan badan internasional, termasuk WHO, terus memantau secara ketat setiap efek samping yang tidak terduga setelah penggunaan vaksin Covid-19.
Berdasarkan surveilans aktif dan pasif yang dilakukan oleh Komisi Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas PP KIPI), sejauh ini belum ditemukan kejadian TTS setelah pemakaian Covid-19 AstraZeneca.
Indonesia menjadi negara peringkat keempat dengan vaksinasi Covid-19 terbanyak.
Sebanyak 453 juta dosis vaksin telah disuntikkan ke masyarakat Indonesia, dan 70 juta dosis di antaranya merupakan vaksin dari AstraZeneca.
Ketua Komnas PP KIPI, Hinky Hindra Irawan Satari mengatakan, keamanan vaksin Covid-19 sudah teruji klinis.
"Keamanan dan manfaat sebuah vaksin sudah melalui berbagai tahapan uji klinis, mulai uji klinis tahap 1, 2, 3 dan 4 termasuk vaksin Covid-19 yang melibatkan jutaan orang, sampai dikeluarkannya izin edar. Dan pemantauan terhadap keamanan vaksin masih terus dilakukan setelah vaksin beredar," kata Hinky, dikutip dari situs Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
TTS menyebabkan pembekuan darah serta trombosit darah menurun. Kasusnya sangat jarang terjadi di masyarakat, tetapi bisa menyebabkan gejala yang serius.
Hinky menjelaskan, KIPI diidentifikasi antara empat sampai 42 hari setelah penyuntikan vaksin.
"Kalaupun saat ini ditemukan kasus TTS di Indonesia, ya pasti bukan karena vaksin Covid-19 karena sudah lewat rentang waktu kejadiannya," jelasnya.
Kesimpulan
Narasi vaksin Covid-19 AstraZeneca menyebabkan kematian merupakan hoaks.
Meski AstraZeneca mengakui adanya efek samping langka, tetapi tidak ada bukti bahwa vaksin Covid-19 AstraZeneca menjadi penyebab utama kematian.
Komnas KIPI menyatakan, belum ada laporan TTS di Indonesia akibat vaksin Covid-19.
Meski AstraZeneca mengakui adanya efek samping langka, tetapi tidak ada bukti bahwa vaksin Covid-19 AstraZeneca menjadi penyebab utama kematian.
Komnas KIPI menyatakan, belum ada laporan TTS di Indonesia akibat vaksin Covid-19.
Rujukan
- https://www.facebook.com/groups/1470761429977968/posts/2497850033935764
- https://www.facebook.com/groups/2124362857782889/posts/3726911887527970
- https://dunia.tempo.co/read/1862842/untuk-pertama-kali-astrazeneca-akui-vaksin-covidnya-punya-efek-samping-langka
- https://www.telegraph.co.uk/news/2024/04/28/astrazeneca-admits-covid-vaccine-causes-rare-side-effect/
- https://www.kompas.com/tren/read/2024/04/30/163000865/astrazeneca-akui-ada-efek-samping-langka-pada-vaksinnya-ahli-dan-kemenkes?page=all
- https://www.who.int/westernpacific/activities/monitoring-vaccine-safety-and-adverse-events-following-immunization
- https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20240502/4645392/tidak-ada-efek-samping-akibat-vaksin-covid-19-di-indonesia/
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-19605) [KLARIFIKASI] Penjelasan soal Cairan Batang Pisang Berkhasiat Hancurkan Batu Ginjal
Sumber:Tanggal publish: 04/05/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar informasi soal cairan batang pisang berkhasiat menghancurkan batu ginjal.
Cairan itu juga diklaim berkhasiat mengobati asam urat, kolesterol dan darah tinggi.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut perlu diluruskan.
Narasi soal cairan batang pisang berkhasiat menghancurkan batu ginjal dan mengobati beragam penyakit dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang dibagikan:
Manfaat air pada gedebog pisang, ampuh utk menghancurkan batu ginjal, asam urat, cholesterol menurunkan tensi darah.
Cara batang pisang dicoek utk tempat airnya setelah itu biarkan nanti keluar airnya dan ambil diminum.
Cairan itu juga diklaim berkhasiat mengobati asam urat, kolesterol dan darah tinggi.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut perlu diluruskan.
Narasi soal cairan batang pisang berkhasiat menghancurkan batu ginjal dan mengobati beragam penyakit dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Berikut narasi yang dibagikan:
Manfaat air pada gedebog pisang, ampuh utk menghancurkan batu ginjal, asam urat, cholesterol menurunkan tensi darah.
Cara batang pisang dicoek utk tempat airnya setelah itu biarkan nanti keluar airnya dan ambil diminum.
Hasil Cek Fakta
Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) Inggrid Tania mengatakan, cairan batang pisang memang memiliki beragam khasiat.
Ia menyebutkan, cairan batang pisang mengandung serat yang dapat melancarkan buang air besar dan memiliki kadar gula yang rendah.
Selain itu, cairan batang pisang mengandung zat antioksidan seperti polifenol, yang dapat membantu menurunkan tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol.
Menurut Inggrid, kandungan antioksidan tersebut juga bermanfaat mencegah timbulnya batu ginjal dan menghancurkannya.
"Tapi bukan berarti dia (cairan batang pisang) menjadi obat terhadap batu ginjal atau terhadap asam urat atau kolesterol atau terhadap darah tinggi. Bukan sebagai obat ya, tapi sebagai pangan fungsional," kata Inggrid kepada Kompas.com, Jumat (3/5/2024).
Ia menjelaskan, pangan fungsional artinya pangan yang baik untuk kesehatan, yang bisa membantu pengobatan dan pencegahan penyakit.
Inggrid menambahkan, dokter-dokter urologi di India menganjurkan konsumsi cairan batang pisang bagi pasien yang sedang dalam masa pengobatan batu ginjal untuk membantu terapi.
Ia menyebutkan, cairan batang pisang mengandung serat yang dapat melancarkan buang air besar dan memiliki kadar gula yang rendah.
Selain itu, cairan batang pisang mengandung zat antioksidan seperti polifenol, yang dapat membantu menurunkan tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol.
Menurut Inggrid, kandungan antioksidan tersebut juga bermanfaat mencegah timbulnya batu ginjal dan menghancurkannya.
"Tapi bukan berarti dia (cairan batang pisang) menjadi obat terhadap batu ginjal atau terhadap asam urat atau kolesterol atau terhadap darah tinggi. Bukan sebagai obat ya, tapi sebagai pangan fungsional," kata Inggrid kepada Kompas.com, Jumat (3/5/2024).
Ia menjelaskan, pangan fungsional artinya pangan yang baik untuk kesehatan, yang bisa membantu pengobatan dan pencegahan penyakit.
Inggrid menambahkan, dokter-dokter urologi di India menganjurkan konsumsi cairan batang pisang bagi pasien yang sedang dalam masa pengobatan batu ginjal untuk membantu terapi.
Kesimpulan
Cairan batang pisang memang memiliki kandungan antioksidan yang bermanfaat mencegah timbulnya batu ginjal dan menghancurkannya.
Namun, bukan berarti cairan tersebut menjadi obat terhadap batu ginjal atau penyakit lainnya.
Cairan batang pisang digolongkan sebagai pangan fungsional yang dianjurkan dikonsumsi untuk membantu pengobatan dan pencegahan penyakit, seperti batu ginjal.
Namun, bukan berarti cairan tersebut menjadi obat terhadap batu ginjal atau penyakit lainnya.
Cairan batang pisang digolongkan sebagai pangan fungsional yang dianjurkan dikonsumsi untuk membantu pengobatan dan pencegahan penyakit, seperti batu ginjal.
Rujukan
- https://www.facebook.com/mbah.slamet1/posts/pfbid02XN9GxvXY3qBX6ktPvLcHvK2PZyrA6E39E3HgNJCsVHyHexLJnXmuxTaETGYHwfdyl
- https://www.facebook.com/reel/1089968772066526
- https://www.facebook.com/tuty.wahyuningsih/posts/pfbid0ZVYy1AH2YHPvitKvzNDKJQJMbtyxSt3rznVTygdBJ45jT11yyfPKWrXK681cp1nal
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
Halaman: 3671/7990

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4821536/original/098233700_1714796745-Tsunami1.jpg)


