• (GFD-2021-7560) [SALAH] Ribuan Burung Pipit di Gianyar Mati karena Chemtrail

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 16/09/2021

    Berita

    Beredar informasi dari akun Facebook Mujahidah Akhir berupa narasi yang berisikan klaim bahwa ribuan burung pipit yang mati di Gianyar disebabkan oleh chemtrail yang disertai dengan beberapa video bangkai burung Pipit dan penampakan yang diklaim adalah proses chemtrail. Postingan ini disukai sebanyak 147 kali, dikomentari 13 kali, dan disebarkan kembali 32 kali.

    sebar racun chemrail dari pesawat terbang
    racun chemrail
    chemrail
    Cheimtrail
    pesawat sebar chemtrail
    chemtriiils
    Hoax chemtrail
    Chemtrail disebar diudara

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan artikel dari tempo.co, Sulistyo Widodo selaku Kepala Seksi Wilayah 2, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bali menjelaskan bahwa penyebab dari kematian burung-burung tersebut hanya dapat diketahui melalui proses nekropsi atau autopsi pada bangkai hewan dan pemeriksaan terhadap kotoran hewan. Ia menjabarkan adanya beberapa kemungkinan penyebab dari peristiwa tersebut yaitu burung-burung tersebut memakan pakan yang tercemat pestisida atau herbisida yang bersifat toksik tetapi burung itu tidak langsung mati karena butuh waktu proses toksifikasi sampai akhirnya menyebabkan kematian. Kemungkinan kedua adalah adanya burung pipit yang tertular penyakit tertentu sedangkan burung pipit hidup berkoloni dalam jumlah besar sehingga mempercepat penularan dan membuat angka kematian dalam jumlah besar. Penyebab lainnya adalah dikarenakan perubahan iklim yang drastis hingga membuat burung-burung Pipit itu stres dan mati massal.

    Melihat dari penjelasan tersebut, klaim ribuan burung Pipit mati di Gianyar karena chemtrail adalah klaim yang belum tentu benar karena hingga saat ini penyebab pasti dari kematian ribuan burung Pipit di Gianyar masih diselidiki sehingga termasuk dalam kategori Konten yang Menyesatkan/Misleading Content.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Natalia Kristian (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Indonesia).

    Informasi yang belum terbukti dengan bukti yang kuat. Hingga saat ini penyebab kematian ribuan burung pipit di Gianyar masih ditelusuri dan diduga ada 3 kemungkinan penyebab, yaitu memakan pakan yang tercemar pestisida yang bersifat toksik, tertular penyakit tertentu, dan perubahan iklim.

    Rujukan

  • (GFD-2021-8761) Keliru, Klaim Wanita Melahirkan 18 Bayi Kembar

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 15/09/2021

    Berita


    Pesan berantai yang menunjukan video wanita tampak bergaya mengambil swafoto di depan cermin dengan perut membengkak ekstrem diklaim sebagai wanita yang melahirkan 18 bayi kembar sekaligus beredar di aplikasi pengiriman pesan. 
    Dalam video yang berdurasi 2.21 menit itu, terlihat beberapa menunjukkan seorang wanita berambut pirang hamil sedang berswafoto didepan cermin dan kemudian dilanjutkan dengan bagian tenaga kesehatan yang sedang bekerja melakukan operasi caesar membantu proses persalinannya. Operasi caesar sendiri adalah proses melahirkan bayi yang dilakukan dengan cara menyayat bagian perut hingga rahim ibu. Pada akhir video terlihat seorang pria duduk di sofa dikelilingi bayi.
    Lantas benarkan wanita ini melahirkan 18 bayi kembar sekaligus?
    Tangkapan layar unggahan dengan klaim seorang perempuan melahirkan 18 bayi kembar

    Hasil Cek Fakta


    Untuk membuktikan klaim di atas, Cek Fakta Tempo mula-mula menelusuri foto wanita hamil yang berswafoto tersebut dengan menggunakan tools seperti reverse image tools Google, TinEye Reverse Image Search dan Yandex. Hasilnya, wanita tersebut diketahui merupakan Catherine Bridge dari Amerika Serikat.Foto dalam video yang beredar itu sebelumnya ditemukan di postingan jejaring sosial online artis pada 21 Agustus 2015 dan gambar pada bagian video itu telah dimanipulasi secara digital. 
    Dikutip dari Cek Fakta AFP, pemberitaan serupa terkait Catherine Bridge yang melahirkan belasan bayi sekaligus ini pertama kali terbit di sebuah situs web satir World Daily News Report pada Februari 2014. Situs ini menulis berita dengan judul berita “USA: MOTHER GIVES BIRTH TO 17 BABIES AT ONCE!”
     Paragraf pengantar artikel satir tentang wanita yang melahirkan 17 bayi sekaligus menyatakan sebagian: “Seorang wanita Amerika telah benar-benar menghancurkan Rekor Dunia sebelumnya untuk kelahiran bayi terbanyak dalam kehamilan tunggal dengan melahirkan tujuh belas bayi selama 29 jam akhir pekan lalu di Indianapolis Memorial Hospital."
    Menurut artikel ini, Catherine Bridges dan suaminya telah berusaha untuk memiliki anak selama bertahun-tahun. Akhirnya memutuskan mengikiuti program medis di sebuah klinik kesuburan di Rhodes Island, tahun lalu.
    Meski demikian situs web ini menyertakan halaman penafian ini dengan mencatat bahwa artikel mereka bersifat 'satir dan fiksi'. 
    Menurut laporan Rappler, hingga saat ini rekor dunia wanita melahirkan anak terbanyak dipegang Nadya Suleman, yang melahirkan 8 bayi pada 26 Januari 2009. Suleman sendiri dikenal sebagai "Octomom" mengandung 6 anak laki-laki dan dua perempuan melalui fertilisasi in vitro.
    Sebelum Suleman, pemegang rekor untuk kategori tersebut adalah Nkem Chukwu, yang melahirkan anak kembar delapan pada tahun 1998. Anak kembar delapan Suleman melampaui tingkat kelangsungan hidup anak kembar delapan Chukwu, itulah sebabnya mereka memecahkan rekor sebelumnya.
    Sementara berdasarkan hasil pencarian gambar dengan menggunakan Google, pria yang duduk di sofa dikelilingi banyak bayi diketahui sebagai Robert Biter, seorang dokter kandungan dan ginekolog. Fotonya pertama kali digunakan untuk sebuah artikel di HuffPost. 

    Kesimpulan


    Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta Tempo, video wanita yang ber-swafoto di depan cermin dengan perut membengkak ekstrem diklaim sebagai wanita yang melahirkan 18 bayi kembar sekaligus adalah keliru. Hasil penelusuran foto tersebut diketahui merupakan foto lawas yang sebelumnya ditemukan di postingan jejaring sosial online artis pada 21 Agustus 2015. Foto dalam video tersebut telah dimanipulasi secara digital.
    TIM CEKFAKTA TEMPO

    Rujukan

  • (GFD-2021-8762) Keliru, Klaim Keberadaan Surat Keputusan Mencopot Anies Baswedan

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 15/09/2021

    Berita


    Video berisi klaim Anies Baswedan dicopot sebagai Gubernur DKI Jakarta, dibagikan ke Facebook, 9 September 2021. Video itu berisi gabungan video yang memperlihatkan Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan Presiden Joko Widodo.
    Video berdurasi 10 menit itu diberi judul “Gempar, surat pemecatan, keputusan mencopot Anies bikin semua orang terkejut”.
    Hingga 15 September 2021, video itu sudah ditonton 804 ribu kali dan dikomentari 3,3 ribu warganet.  
    Tangkapan layar unggahan video dengan klaim Presiden Jokowi memecat Anies Baswedan

    Hasil Cek Fakta


    Dari penelusuran Tempo, isi video tersebut tidak berisi tentang pemecatan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Video itu hanya berisi gabungan beberapa video Anies Baswedan dalam berbagai kegiatan. Hingga artikel ini diturunkan, Anies Baswedan masih menjadi Gubernur DKI Jakarta.
    Pada bagian awal, narator dalam video itu menyatakan, “Mengacu instruksi Menteri Dalam Negeri, Anies Baswedan terancam pencopotan. Jokowi bisa tunjuk sosok ini untuk menggantikan Anies”.
    Hasil verifikasi Tempo, menunjukkan, instruksi Menteri Dalam Negeri tersebut Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penegakan Protokol Kesehatan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19. Instruksi Mendagri ini keluar setelah sejumlah kerumunan terjadi di Jakarta dan Bogor imbas kegiatan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.
    Instruksi tersebut tidak memuat surat pemecatan bagi Anies Baswedan.
    Namun narasi dalam video bagian awal ini, tidak konsisten dengan bagian berikutnya. Dalam video detik ke-8 hingga 2:15, justru memuat soal anggaran Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan atau TGUPP. Tempo menemukan video wawancara Anies terkait TGUPP itu terjadi pada 2017.
    Video itu sama dengan yang dimuat oleh CNN Indonesia pada 22 Desember 2017. Konteks wawancara tersebut adalah saat Anies Baswedan mempertanyakan rekomendasi Kemendagri soal anggaran TGUPP yang sudah dialokasikan sejak gubernur sebelumnya.
    Saat itu, Kemendagri mengevaluasi anggaran tim gubernur untuk percepatan pembangunan, TGUPP, pada APBD DKI Jakarta 2018. Kemendagri merekomendasikan pos dana tersebut, dianggarkan dari dana operasional gubernur.
    Pada menit 2:28, narasi video itu kembali menyinggung soal dugaan pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan Anies Baswedan saat berlangsung acara Maulud Nabi di Petamburan. Narasi video ini beropini bahwa Anies bisa dicopot dari jabatannya sebagai Gubernur DKI setelah terbitnya Instruksi Menteri Dalam Negeri tersebut.
    Hingga berita ini diturunkan, Anies Baswedan masih menjadi Gubernur DKI Jakarta.

    Kesimpulan


    Dari pemeriksaan fakta di atas, klaim bahwa ada surat keputusan mencopot Anies Baswedan adalah keliru. Video tersebut berisi tentang terbitnya surat instruksi Menteri Dalam Negeri tersebut Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penegakan Protokol Kesehatan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19. Selain itu isi video juga menyebut soal anggaran Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan atau TGUPP. Hingga hari ini, tidak ada pencopotan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta.
    Tim Cek Fakta Tempo

    Rujukan

  • (GFD-2021-7547) [SALAH] Akun Whatsapp Wakil Bupati Takalar Achmad Dg Se’re “+6281285387323”

    Sumber: Whatsapp.com
    Tanggal publish: 15/09/2021

    Berita

    Beredar akun Whatsapp Wakil Bupati Takalar, ACHMAD Dg Se’re meminta sejumlah uang untuk penyaluran bantuan tempat ibadah.

    Hasil Cek Fakta

    Beredar akun Whatsapp Wakil Bupati Takalar, ACHMAD Dg Se’re meminta sejumlah uang untuk penyaluran bantuan tempat ibadah.

    Berdasarkan hasil penelusuran, wabup Takalar mengonfirmasi bahwa akun Whatsapp tersebut bukan miliknya. Ia baru mengetahui setelah ada korban yang melapor.

    “Saya baru tahu setelah ada korban yang melapor ke saya, bahwa sudah transfer uang sekian juta ke Sekretaris saya atas nama Robi Muladi. Padahal, saya tidak punya Sekretaris yang bernama Robi Muladi,” jelas Achmad Dg Se’re dilansir dari upeks.co.id.

    “Ada dua nomor WA yang dipakai pelaku untuk melakukan aksi penipuannya. Nomor WA 081285387323 ini mengatasnamakan saya. Satunya lagi, 087762206380 mengatasnamakan Sekretaris (ajudan) saya,” lanjutnya.

    Achmad Dg Se’re atau yang biasa dipanggil Ajjiku mengimbau kepada warga agar tidak mudah percaya jika ada yang menghubungi mengatasnamakan dirinya maupun ajudannya. Ia juga meminta penegak hukum untuk mencari dan melacak siapa pelaku agar diproses sesuai aturan yang berlaku.

    Dengan demikian, akun Whatsapp Wakil Bupati Takalar Achmad Dg Se’re “+6281285387323” dapat dikategorikan sebagai Konten Tiruan.

    Kesimpulan

    hasil periksa fakta Rahmah A N (UIN Sunan Ampel Surabaya)

    Faktanya, akun Whatsapp tersebut adalah palsu dan bukan miliknya. Ia mengimbau untuk warga tidak mudah percaya.

    Rujukan