(GFD-2021-8658) Keliru, Swedia Berhenti Gunakan Tes PCR untuk Deteksi Pasien Covid-19
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 09/06/2021
Berita
Klaim bahwa Swedia berhenti menggunakan tes PCR untuk mendeteksi pasien Covid-19 beredar di Facebook. Klaim itu terdapat dalam gambar tangkapan layar sebuah unggahan di Instagram yang berisi artikel dalam bahasa Inggris yang berjudul "Sweden stops using PCR Tests".
Dalam artikel yang diunggah oleh akun ini pada 22 Mei 2021 itu, tertulis bahwa teknologi PCR tidak bisa membedakan antara virus yang mampu menginfeksi sel dan virus yang telah dinetralisir oleh sistem imun. "Dan karena itu tes ini tidak bisa digunakan untuk menentukan apakah seseorang terinfeksi."
Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang berisi klaim keliru terkait penggunaan tes PCR untuk mendeteksi Covid-19 di Swedia.
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, beredarnya klaim bahwa Swedia berhenti menggunakan tes PCR untuk mendeteksi pasien Covid-19 bermula dari artikel yang ditulis oleh StreetLoc pada 11 Mei 2021. StreetLoc adalah sebuah platform jejaring sosial multiguna yang bermarkas di Dallas, Amerika Serikat. Platform ini menulis bahwa Swedia berhenti menggunakan tes PCR-RNA untuk mengidentifikasi virus lantaran cara kerjanya membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk mendeteksi virus setelah infeksi.
Artikel ini kemudian menyebar setelah akun Instagram @vaccine_choice_canada ikut membagikannya pada 20 Mei 2021. Artikel itu pun viral usai penulis novel sejarah dan kriminal asal AS, Lynn Brittney, mempertanyakan alasan penghentian tes PCR di Swedia melalui akun Twitter miliknya pada 24 Mei 2021.
Brittney membagikan tautan artikel StreetLoc tersebut bersama narasi, "Swedia Berhenti menggunakan Tes PCR - untuk alasan yang dikatakan oleh para ilmuwan baik selama 15 bulan - RNA dari Virus dapat Dideteksi Berbulan-Bulan Setelah Infeksi. Tidak sesuai dengan tujuan.”
Dilansir dari Kompas.com, tes PCR merupakan tes diagnostik yang digunakan untuk mendeteksi materi genetik virus Corona penyebab Covid-19, SARS-CoV-2. Tes ini dapat mendeteksi fragmen virus bahkan saat seseorang sudah tidak terinfeksi. Teknologi PCR mampu melihat materi genetik virus dengan teknik amplifikasi atau perbanyakan.
Lembaga Kesehatan Cleveland, AS, bahkan menemukan bahwa tes PCR tergolong tes yang paling akurat dan andal untuk mendiagnosis Covid-19. Tes PCR mampu mendeteksi materi genetik dari organisme tertentu, seperti virus, dan bisa mendeteksi fragmen virus bahkan setelah seseorang tidak lagi terinfeksi.
Di Swedia, tes ini masih digunakan sebagai salah satu tes dalam mendiagnosa Covid-19. Dilansir dari Pusat Informasi Kesehatan Swedia, tes PCR menjadi salah satu cara untuk melacak dan mengurangi penyebaran Covid-19. Badan Kesehatan Masyarakat Swedia bahkan mendorong semua orang dengan berbagai gejala untuk dites dengan metode PCR. Hal itu berlaku juga untuk anak-anak dan remaja.
Anna Wetterqvist, juru bicara Badan Kesehatan Masyarakat Swedia, juga telah menegaskan kepada Reuters bahwa Swedia tidak pernah menangguhkan tes PCR, serta tidak mengubah kebijakan atau pedoman apa pun yang berkaitan dengan penggunaan tes tersebut.
Dikutip dari Associated Press (AP), Badan Kesehatan Masyarakat Swedia sendiri telah melakukan 350 ribu tes PCR setiap minggunya selama April-Mei 2021. Saat ini, Swedia sudah melakukan 9,7 juta tes PCR di seluruh wilayah. Tes PCR masih dianggap aman, mengingat pengujian dilakukan sesuai dengan peraturan untuk penilaian kualitas sebagaimana dinyatakan oleh Undang-Undang Pelayanan Kesehatan dan Medis.
Pemerintah Swedia pun memberlakukan kewajiban untuk menunjukkan hasil negatif tes Covid-19 dengan tes PCR, LAMP, serta antigen, bagi siapa saja yang ingin memasuki Swedia. Hasil negatif tersebut tidak boleh lebih dari 48 jam antara waktu tes dilakukan dan saat melintasi perbatasan.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa Swedia berhenti menggunakan tes PCR untuk mendeteksi pasien Covid-19, keliru. Juru bicara Badan Kesehatan Masyarakat Swedia telah menegaskan bahwa Swedia tidak pernah menangguhkan tes PCR. Saat ini, Badan Kesehatan Masyarakat Swedia justru sedang mendorong semua orang dengan segala gejala untuk dites dengan metode PCR. Pemerintah Swedia pun mewajibkan semua orang yang ingin memasuki negaranya untuk menunjukkan hasil negatif tes Covid-19 salah satunya dengan tes PCR.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/swedia
- https://web.facebook.com/photo.php?fbid=227915952428974
- https://www.tempo.co/tag/pcr
- https://streetloc.com/news/view/7aj/sweden-stops-using-pcr-tests--rna-from-viruses-can-be-detected-for
- https://www.instagram.com/p/CPE4yrNnChV/
- https://twitter.com/LynnBrittney2/status/1396798656884453379
- https://health.kompas.com/read/2021/03/24/120100168/perbedaan-swab-antigen-dan-pcr-dalam-pemeriksaan-covid-19?page=all
- https://www.tempo.co/tag/virus-corona
- https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/21462-covid-19-and-pcr-testing
- https://www.krisinformation.se/en/hazards-and-risks/disasters-and-incidents/2020/official-information-on-the-new-coronavirus/tests-vaccine-and-treatments
- https://www.reuters.com/article/factcheck-coronavirus-sweden-idUSL2N2NJ0M4
- https://apnews.com/article/fact-checking-614604844829
- https://apnews.com/article/fact-checking-614604844829
- https://www.tempo.co/tag/covid-19
- https://www.tempo.co/tag/pasien-covid-19
(GFD-2021-8659) Keliru, Poster yang Sebut PBNU Gelar Konvensi Capres 2024
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 09/06/2021
Berita
Sebuah poster yang berisi klaim bahwa Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan mengadakan Konvensi Calon Presiden (Capres) 2024 beredar di Facebook. Poster ini berjudul "Sukseskan Konvensi Capres NU 2024". Adapun di bagian bawah, terdapat tim yang disebut sebagai penyelenggara konvensi capres tersebut, yakni Tim Sembilan PBNU.
Dalam poster itu, terlihat beberapa gambar dan foto tokoh-tokoh NU, seperti Said Aqil Siraj, Khofifah Indar Parawansa, Yeni Wahid, Muhaimin Iskandar, Mahfud MD, Ida Fauziyah, Nusron Wahid, dan Yahya Cholil Staquf. Salah satu yang membagikan poster itu adalah akun ini, yakni pada 31 Mei 2021, dengan narasi, “Keren keluarga besar NU dengan banyak kader pemimpin nasional.”
Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang berisi poster dengan klaim keliru terkait Nahdlatul Ulama (NU).
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo menelusuri informasi terkait penyelenggaraan Konvensi Capres NU 2024 itu di situs resmi NU dan media-media kredibel. Dilansir dari situs resmi NU, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PBNU Andi Najmi Fuaidi telah memastikan bahwa informasi itu tidak benar. Menurut dia, agenda Konvensi Capres NU 2024 itu tidak akan pernah terjadi selama tidak ada perubahan putusan dari muktamar tentang posisi NU.
Saat ini, posisi NU adalah sebagai jamiyah diniyah ijtimaiyah, atau organisasi keagamaan dan kemasyarakatan. Hingga kini, NU masih memegang teguh khittah, bukan lembaga politik dan tidak berpolitik praktis. "NU ini organisasi sosial keagamaan yang bergerak di bidang keagamaan, pendidikan, dan sosial. Demikian kalau kita mau mengacu pada putusan Muktamar terakhir yang tidak diubah. Itu ada di dalam anggaran dasarnya. Secara organisasi seperti itu," kata Andi pada 2 Juni 2021.
Meski begitu, ujar Andi, NU tidak pernah melarang para anggota atau warganya berpolitik praktis. Bahkan, NU menganjurkan seluruh Nahdliyin untuk mempergunakan hak politiknya dalam persoalan politik praktis karena dilindungi oleh undang-undang. “Kalau larangan (berpolitik praktis) tidak ada karena itu hak pribadi masing-masing. NU tentu tidak bisa menilai seseorang melanggar atau tidak dalam penggunaan hak politiknya. Karena, sekali lagi, NU itu bukan institusi atau lembaga politik,” tuturnya.
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj pun telah menyatakan bahwa poster Konvensi Capres NU 2024 adalah kabar kibul alias hoaks. Dilansir dari situs resmi NU, Said juga mengaku tidak tertarik memberikan komentar apa pun terkait poster tersebut. "Itu jelas hoaks itu. Saya enggak tertarik sama itu (Konvensi Capres NU 2024. Kasih komentar juga enggak tertarik saya," ujarnya pada 3 Juni 2021.
Dalam acara halal bihalal di Lembaga Perekonomian NU pada tanggal yang sama pun, Said Aqil menegaskan bahwa pihaknya tidak punya agenda politik praktis apa pun. Sejak didirikan, NU berperan sebagai pilar bangsa dan kekuatan masyarakat sipil. "Kita harus benar-benar paham jati diri NU yang sebenarnya, tidak ada agenda politik praktis,” ujar Said Aqil.
Walaupun NU harus menjaga jarak dengan partai politik dan berbagai aktivitas yang dilakukan oleh partai politik, bukan berarti Nahdliyin dilarang untuk berpolitik. “Kita harus jaga jarak. Jangan sampai NU digunakan untuk kepentingan politik praktis. Bukan berarti tidak boleh berpolitik, bukan. Tapi harus menjaga jarak dengan semua partai politik,” katanya.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta, klaim bahwa PBNU akan mengadakan Konvensi Capres 2024, keliru. PBNU telah menyatakan bahwa poster yang berisi klaim tersebut adalah palsu. Hingga kini, NU masih memegang teguh khittah, bukan lembaga politik dan tidak berpolitik praktis. Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj pun telah menyatakan bahwa klaim tersebut hoaks.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/nahdlatul-ulama
- https://web.facebook.com/photo?fbid=10215417476270055
- https://www.nu.or.id/post/read/129196/poster-dan-poling-konvensi-capres-nu-2024-pbnu-itu-hoaks
- https://www.tempo.co/tag/pbnu
- https://www.nu.or.id/post/read/129224/kiai-said-pbnu-tidak-punya-agenda-politik-praktis
- https://www.tempo.co/tag/said-aqil
- https://www.tempo.co/tag/nu
- https://www.tempo.co/tag/capres-2024
(GFD-2021-7060) [SALAH] Black Fungus Berasal dari Peternakan Ayam
Sumber: facebook.comTanggal publish: 08/06/2021
Berita
BLACK FUNGUS SPREADING DUE TO FARM CHICKENS
Punjab government has notified the poultry farm as an infected area
PLEASE DON’T EAT FARM CHICKEN FOR SOME DAYS, STAY SAFE.
(terjemahan)
Penyebaran infeksi jamur hitam diakibatkan oleh peternakan ayam
Pemerintah Punjab telah memberi tau bahwa peternakan unggas sebagai wilayah yang terinfeksi
Harap jangan makan ayam dari peternakan selama beberapa hari, jagalah diri.
Punjab government has notified the poultry farm as an infected area
PLEASE DON’T EAT FARM CHICKEN FOR SOME DAYS, STAY SAFE.
(terjemahan)
Penyebaran infeksi jamur hitam diakibatkan oleh peternakan ayam
Pemerintah Punjab telah memberi tau bahwa peternakan unggas sebagai wilayah yang terinfeksi
Harap jangan makan ayam dari peternakan selama beberapa hari, jagalah diri.
Hasil Cek Fakta
Beredar postingan di Facebook oleh akun bernama Hasham Qureshi, dalam postingannya terlihat gambar peternakan ayam dengan disertai narasi yang menyatakan Black Fungus atau infeksi jamur hitam berasal dari peternakan ayam, ia juga mendesak masyarakat agar tidak mengonsumsi ayam yang berasal dari peternakan karena ayam tersebut sudah terinfeksi Black Fungus.
Postingan Hasham beredar di tengah merebaknya kasus Mucormycosis atau infeksi kapang hitam yang mematikan di India utamanya karena menyerang pasien COVID-19.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat (CDC), Mucormycosis (yang sebelumnya dinamakan Zygomycosis) adalah infeksi jamur langka yang serius, disebabkan oleh sekelompok jamur yang disebut Mucormycetes. Jamur Mucormycetes hidup di lingkungan sekitar, terutama pada daun, tanah, kompos, dan kotoran hewan. Mucormycetes dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui pernapasan atau kontak dengan kulit setelah terjadi luka, luka bakar, atau jenis cedera kulit lainnya.
Mucormycosis menyerang orang yang memiliki masalah kesehatan atau minum obat yang dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan jenis kuman dan penyakit. Infeksi Black Fungus paling sering menyerang sinus atau paru-paru setelah menghirup spora jamur Mucormycetes dari udara.
Meski begitu, setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, infeksi jamur hitam yang menyerang pasien COVID-19 di India, tidak disebabkan oleh peternakan ayam. Dilansir dari kanal berita Indiatoday.in, saat pemeriksa fakta dari agensi berita Indiatoday.in (AFWA) menghubungi Dr Aparna Mukherjee, ilmuwan senior di Dewan Penelitian Medis India (ICMR); Dr MR Reddy, ilmuwan utama di ICAR-Indian Veterinary Research Institute; dan Dr Suneetha Narreddy, konsultan senior, penyakit menular di Rumah Sakit Apollo di Hyderabad.
Dr Aparna Mukherjee menjelaskan bahwa Mucormycosis terdapat di seluruh lingkungan, sehingga memungkinkan dapat menginfeksi ayam juga. Namun, Mucormycosis tidak menular, mereka tidak dapat menyebar melalui kontak antara manusia dengan manusia maupun manusia dengan hewan. Pasien yang terinfeksi awalnya menghirup jamur Mucormycosis melalui hidung mereka dan hal tersebut menyebabkan penurunan kekebalan tubuh sehingga memicu kasus Mucormycosis.
Dr Reddy menyatakan, meskipun ayam dapat terinfeksi Mucormycosis, sejauh ini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa seseorang yang mengonsumsi ayam terinfeksi Mucormycosis, maka seseorang tersebut juga ikut tertular infeksi Mucormycosis.
Sejalan dengan itu, Dr Narreddy berpendapat bahwa ayam yang terinfeksi Mucormycosis dapat menyebarkannya ke manusia tidak berdasar secara ilmiah.
Ahli kesehatan di India memiliki perbedaan pendapat mengenai penyebab merebaknya infeksi Black Fungus pada pasien COVID-19, sejumlah ahli merujuk pada sanitasi yang buruk yang menyebabkan infeksi tersebut. Menurut SP Kalantri, dokter dan peneliti di Institut Ilmu Medis Mahatma Gandhi di Maharashtra, kondisi rumah sakit yang kotor adalah penyebabnya.
Nishant Kumar, ahli ophthalmologi di Rumah Sakit Hinduja di Mumbai, berpendapat bahwa infeksi jamur kapang disebabkan oleh pipa-pipa dan tabung oksigen yang sudah lama diletakkan di ruangan pasien COVID-19, jamur tersebut berpotensi masuk melalui saluran pernapasan pasien yang kondisi kesehatannya sedang tidak stabil.
Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa Hasham Qureshi adalah hoaks dan termasuk kategori konten yang menyesatkan.
Postingan Hasham beredar di tengah merebaknya kasus Mucormycosis atau infeksi kapang hitam yang mematikan di India utamanya karena menyerang pasien COVID-19.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat (CDC), Mucormycosis (yang sebelumnya dinamakan Zygomycosis) adalah infeksi jamur langka yang serius, disebabkan oleh sekelompok jamur yang disebut Mucormycetes. Jamur Mucormycetes hidup di lingkungan sekitar, terutama pada daun, tanah, kompos, dan kotoran hewan. Mucormycetes dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui pernapasan atau kontak dengan kulit setelah terjadi luka, luka bakar, atau jenis cedera kulit lainnya.
Mucormycosis menyerang orang yang memiliki masalah kesehatan atau minum obat yang dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan jenis kuman dan penyakit. Infeksi Black Fungus paling sering menyerang sinus atau paru-paru setelah menghirup spora jamur Mucormycetes dari udara.
Meski begitu, setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, infeksi jamur hitam yang menyerang pasien COVID-19 di India, tidak disebabkan oleh peternakan ayam. Dilansir dari kanal berita Indiatoday.in, saat pemeriksa fakta dari agensi berita Indiatoday.in (AFWA) menghubungi Dr Aparna Mukherjee, ilmuwan senior di Dewan Penelitian Medis India (ICMR); Dr MR Reddy, ilmuwan utama di ICAR-Indian Veterinary Research Institute; dan Dr Suneetha Narreddy, konsultan senior, penyakit menular di Rumah Sakit Apollo di Hyderabad.
Dr Aparna Mukherjee menjelaskan bahwa Mucormycosis terdapat di seluruh lingkungan, sehingga memungkinkan dapat menginfeksi ayam juga. Namun, Mucormycosis tidak menular, mereka tidak dapat menyebar melalui kontak antara manusia dengan manusia maupun manusia dengan hewan. Pasien yang terinfeksi awalnya menghirup jamur Mucormycosis melalui hidung mereka dan hal tersebut menyebabkan penurunan kekebalan tubuh sehingga memicu kasus Mucormycosis.
Dr Reddy menyatakan, meskipun ayam dapat terinfeksi Mucormycosis, sejauh ini belum ada penelitian yang membuktikan bahwa seseorang yang mengonsumsi ayam terinfeksi Mucormycosis, maka seseorang tersebut juga ikut tertular infeksi Mucormycosis.
Sejalan dengan itu, Dr Narreddy berpendapat bahwa ayam yang terinfeksi Mucormycosis dapat menyebarkannya ke manusia tidak berdasar secara ilmiah.
Ahli kesehatan di India memiliki perbedaan pendapat mengenai penyebab merebaknya infeksi Black Fungus pada pasien COVID-19, sejumlah ahli merujuk pada sanitasi yang buruk yang menyebabkan infeksi tersebut. Menurut SP Kalantri, dokter dan peneliti di Institut Ilmu Medis Mahatma Gandhi di Maharashtra, kondisi rumah sakit yang kotor adalah penyebabnya.
Nishant Kumar, ahli ophthalmologi di Rumah Sakit Hinduja di Mumbai, berpendapat bahwa infeksi jamur kapang disebabkan oleh pipa-pipa dan tabung oksigen yang sudah lama diletakkan di ruangan pasien COVID-19, jamur tersebut berpotensi masuk melalui saluran pernapasan pasien yang kondisi kesehatannya sedang tidak stabil.
Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa Hasham Qureshi adalah hoaks dan termasuk kategori konten yang menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Ani Nur MR (Universitas Airlangga).
Informasi Palsu. Hingga saat ini belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa, Black Fungus atau infeksi jamur hitam berasal dari peternakan ayam yang kemudian dapat tersebar ke tubuh manusia.
Informasi Palsu. Hingga saat ini belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan bahwa, Black Fungus atau infeksi jamur hitam berasal dari peternakan ayam yang kemudian dapat tersebar ke tubuh manusia.
Rujukan
(GFD-2021-7061) [SALAH] Foto “Miliarder Tiongkok, He Shihua memaksa pelatih untuk memainkannya di lapangan”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 08/06/2021
Berita
Akun Facebook AC Milan News Indonesia (fb.com/NewsMilanoIndonesia) pada 18 Mei 2021 mengunggah sebuah foto yang memperlihatkan pria berbaju biru dengan narasi sebagai berikut:
“#COPAS Miliarder Tiongkok, He Shihua membeli klub divisi kedua Liga Tiongkok, Zibo Cuju. Dan dalam pertandingan beberapa hari yang lalu ia memaksa pelatih untuk memainkannya di lapangan jelang injury time dan ia memakai no. punggung 10. Selain itu dia juga minta pelatih untuk selalu memainkan anaknya yang memiliki berat 126kg di starting lineup. Ini terjadi di pertandingan resmi dan bukan uji coba. Zibo Cuju saat ini mendekam di dasar klasemen divisi dua Liga Tiongkok dengan hanya koleksi 1 poin dari 5 pertandingan. [TitanSport & TUDN] #Avilla”
“#COPAS Miliarder Tiongkok, He Shihua membeli klub divisi kedua Liga Tiongkok, Zibo Cuju. Dan dalam pertandingan beberapa hari yang lalu ia memaksa pelatih untuk memainkannya di lapangan jelang injury time dan ia memakai no. punggung 10. Selain itu dia juga minta pelatih untuk selalu memainkan anaknya yang memiliki berat 126kg di starting lineup. Ini terjadi di pertandingan resmi dan bukan uji coba. Zibo Cuju saat ini mendekam di dasar klasemen divisi dua Liga Tiongkok dengan hanya koleksi 1 poin dari 5 pertandingan. [TitanSport & TUDN] #Avilla”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, adanya foto miliarder Tiongkok, He Shihua memaksa pelatih untuk memainkannya di lapangan merupakan konten yang salah.
Faktanya, bukan He Shihua. Pria di foto itu adalah investor klub Jilin Baijia bernama Xu Guangnan. Dia ikut bermain dalam pertandingan Liga 2 China pada September 2019.
Dilansir dari JawaPos yang mengutip artikel berjudul “The truth about Chinese football club owner’s 126kg son viral story” yang terbit di South China Morning Post (SCMP) pada 21 Mei 2021, Xu Guangnan ikut bermain dalam pertandingan Liga 2 China pada September 2019. Xu masuk pada babak kedua melawan klub Xian Daxing Chongde pada hari terakhir Liga 2 setelah tim tersebut dipastikan terdegradasi dan akhirnya bubar.
Artikel itu juga mengutip informasi dari akun Twitter titan_plus tentang penyebab sang investor terpaksa ikut merumput. Disebutkan bahwa saat itu beberapa pemainnya melayangkan protes lantaran manajemen menunggak pembayaran gaji.
Kemudian, SCMP juga menautkan akun Twitter titan_plus yang menyebut siapa sebenarnya He Shihua. Dia merupakan pemegang saham utama klub Zibo Cuju. Pria berusia 35 tahun itu juga pernah ikut bermain dengan nomor punggung 10 saat injury time melawan klub Sichuan Jiuniu. Jadi, Xu Guangnan dan He Shihua adalah orang yang berbeda. Mereka juga tidak memiliki hubungan anak dan bapak.
Faktanya, bukan He Shihua. Pria di foto itu adalah investor klub Jilin Baijia bernama Xu Guangnan. Dia ikut bermain dalam pertandingan Liga 2 China pada September 2019.
Dilansir dari JawaPos yang mengutip artikel berjudul “The truth about Chinese football club owner’s 126kg son viral story” yang terbit di South China Morning Post (SCMP) pada 21 Mei 2021, Xu Guangnan ikut bermain dalam pertandingan Liga 2 China pada September 2019. Xu masuk pada babak kedua melawan klub Xian Daxing Chongde pada hari terakhir Liga 2 setelah tim tersebut dipastikan terdegradasi dan akhirnya bubar.
Artikel itu juga mengutip informasi dari akun Twitter titan_plus tentang penyebab sang investor terpaksa ikut merumput. Disebutkan bahwa saat itu beberapa pemainnya melayangkan protes lantaran manajemen menunggak pembayaran gaji.
Kemudian, SCMP juga menautkan akun Twitter titan_plus yang menyebut siapa sebenarnya He Shihua. Dia merupakan pemegang saham utama klub Zibo Cuju. Pria berusia 35 tahun itu juga pernah ikut bermain dengan nomor punggung 10 saat injury time melawan klub Sichuan Jiuniu. Jadi, Xu Guangnan dan He Shihua adalah orang yang berbeda. Mereka juga tidak memiliki hubungan anak dan bapak.
Kesimpulan
BUKAN He Shihua. Pria di foto itu adalah investor klub Jilin Baijia bernama Xu Guangnan. Dia ikut bermain dalam pertandingan Liga 2 China pada September 2019.
Rujukan
Halaman: 6591/7958



