• (GFD-2021-7075) [SALAH] Video “Eric Tohir Sangat Terbuka Menjelaskan Tentang Chip yang Ada dalam Vaksin Covid-19”

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 11/06/2021

    Berita

    Beredar sebuah video yang diunggah oleh akun Twitter @Humic19 yang mengatakan bahwa Erick Thohir mengungkap adanya chip dalam vaksin Covid-19.

    Pemasangan chip untuk covid
    Eric Tohir mengatakan ada chip dalamvaksin
    Setelah di vaksin akan di kontrol seumur hidup
    Vaksinasi ad chip
    Chip divaksin

    Hasil Cek Fakta

    Setelah melakukan penelusuran, hal tersebut tidak benar. Video yang diunggah merupakan hasil suntingan dari video wawancara oleh CBN News dengan Jay Walker, CEO dari Apiject Systems dan sama sekali tidak ada sosok Erick Thohir. Isi dari wawancara dalam video tersebut menceritakan bagaimana kerjasama yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pertahanan AS dengan perusahaan swasta AS yakni Apiject Systems of America dalam distribusi vaksin Covid-19 bagi warga Amerika Serikat. Kerjasama ini dilakukan untuk memudahkan petugas pelayanan kesehatan AS dalam proses vaksinasi dengan menyertakan chip Radio-frequency Identification (RFID) yang berisi nomor seri dalam setiap dosis vaksin untuk membantu mengetahui di mana lokasi pemberian vaksin, tanggal kadaluarsa vaksin, dan untuk memastikan keaslian dari vaksin. Sehingga, pemasangan chip RFID yang ada di dosis vaksin tidak diperuntukkan untuk melacak ataupun mengontrol penerima vaksin, seperti yang disampaikan oleh Direktur Hubungan Media Apiject Systems yakni Steven Hofman kepada laman berita USA Today.

    “By scanning the chip on a cellphone app, the chip will transmit information about the drug’s expiration date and that it is not a counterfeit product, the chip will also transmit the location of the injectable’s use so that public health officials can monitor use numbers in a given geographic area, particularly hot spots or medical facilities. No personal information on the patient being injected is gathered by the chip or the cellphone app” ucap Steven Hofman.

    Selain itu, pada saat wawancara dilakukan, pemasangan chip RFID dalam dosis vaksin belum diputuskan oleh pemerintah AS. Sehingga pemasangan chip RFID dalam dosis vaksin bersifat opsional.

    Dengan demikian, unggahan video oleh akun Twitter @Humic19 tidak sesuai fakta dan masuk ke dalam kategori misleading content atau content yang menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Nadine Salsabila Naura Marhaeni (Universitas Diponegoro)
    Video hasil suntingan. Pihak yang berada dalam video bukanlah Erick Thohir melainkan Jay Walker, CEO dari Apiject Systems.

    Rujukan

  • (GFD-2021-8661) Keliru, Klaim Ini Video WNA Cina yang Berdatangan ke Indonesia dan Terkait dengan Dana Haji

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 11/06/2021

    Berita


    Video yang memperlihatkan rombongan orang dengan pakaian seragam olah raga yang memadati sebuah terminal bandara beredar di Twitter. Dalam video itu, terdengar suara wanita yang mengatakan Bandara Sultan Syarif Kasim, Riau, penuh dengan warga Cina. Video ini pun disebarkan dengan klaim bahwa warga negara asing atau WNA Cina berdatangan ke Indonesia dan terkait dengan dana haji.
    Akun ini membagikan video tersebut pada 6 Juni 2021. Akun itu menulis, "Cino lagi Cino lagi..kpnkah ini terjadi..? #TiongkokBikinJongkok #AdiliPerampokDanaHaji." Hingga artikel ini dimuat, video dalam cuitan tersebut telah ditonton lebih dari 49 ribu kali. Cuitan itu pun telah mendapatkan 203 like dan 65 retweet.
    Gambar tangkapan layar cuitan di Twitter yang berisi klaim keliru terkait video yang diunggahnya.

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo mula-mula memfragmentasi video di atas menjadi sejumlah gambar dengan tool InVID. Lalu, gambar-gambar hasil fragmentasi itu ditelusuri dengan reverse image tool Google dan Yandex. Hasilnya, ditemukan video yang identik yang sempat viral pada 2019 lalu.
    Video tersebut diunggah oleh sebuah akun Facebook pada 29 Juni 2019. Ketika itu, video ini dibagikan dengan narasi yang mengaitkannya dengan Pemilihan Presiden (Pilpres 2019). Tim CekFakta Tempo pun telah memverifikasinya, dan menyatakan klaim tersebut menyesatkan.
    Berdasarkan penelusuran, bandara dalam video itu memang merupakan Bandara Sultan Syarif Kasim II yang berada di Pekanbaru, Riau. Namun, lokasinya di terminal keberangkatan, bukan terminal kedatangan. Divisi Imigrasi Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Riau dan otoritas Bandara Sultan Syarif Kasim II pun telah membantah klaim tentang adanya serbuan WNA Cina ke Riau tersebut.
    "Mereka akan berangkat dengan pesawat rute penerbangan domestik, setelah mengikuti acara Bakar Tongkang di Rokan Hilir," kata Kepala Divisi Imigrasi Kemenkumham Riau, Mas Agus Santosa. Executive General Manager Bandara Sultan Syarif Kasim II, Jaya Tahoma Sirait, juga membantah isu tersebut. "Mereka itu wisatawan yang habis menghadiri Bakar Tongkang. Kita sebagai operator bandara, tentu harus melayani," kata Jaya.
    Tempo pun menemukan video yang berbeda yang memperlihatkan rombongan orang dengan seragam olah raga yang sama dengan yang tampak dalam video yang beredar. Pada menit ke-42 hingga ke-47, terlihat dua pria yang sedang berboncengan motor yang mengiringi kendaraan rombongan wisatawan dari arah Bandara Bandara Sultan Syarif Kasim II.
    Mereka mengenakan seragam olah raga dengan kombinasi warna merah dan putih. Pada bagian punggung, juga tertera nama mereka. Video berdurasi sekitar 8 menit itu diunggah oleh kanal Budak Bagan Asli di YouTube pada 16 Juni 2019. Video tersebut diberi judul "Wisatawan Padati Kota Bagansiapiapi-Even Ritual Bakar Tongkang 2019".
    Bakar Tongkang merupakan tradisi turun-temurun bagi warga Tionghoa Bagansiapiapi untuk menghormati nenek moyang mereka. Acara ini selalu menarik puluhan ribu perantau yang tinggal di berbagai kota, baik di dalam maupun di luar negeri, untuk pulang kampung. Tradisi ini sekarang dikemas oleh pemerintah daerah menjadi sebuah festival dan masuk dalam agenda pariwisata nasional.
    Pada 2018, festival ini menarik sedikitnya 69 ribu wisatawan, baik domestik maupun asing. Dari total kunjungan tersebut, 29 ribu di antaranya merupakan wisatawan asing, sedangkan sisanya adalah wisatawan lokal dari berbagai daerah di Indonesia.
    Sementara pada 2019, seperti dilansir dari Riau Kontras, wisatawan yang datang untuk memeriahkan festival Bakar Tongkang itu meningkat menjadi sebanyak 76 ribu orang. Kemeriahan festival tersebut dapat dilihat dalam artikel foto Tempo di tautan ini.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video itu menunjukkan WNA Cina yang berdatangan ke Indonesia dan terkait dengan dana haji, keliru. Video ini merupakan video lawas yang sempat viral pada 2019. Bandara dalam video itu memang merupakan Bandara Sultan Syarif Kasim II yang berada di Riau. Namun, lokasinya di terminal keberangkatan, bukan terminal kedatangan. Divisi Imigrasi Kemenkumham Riau dan otoritas Bandara Sultan Syarif Kasim II pun memberikan keterangan serupa, bahwa mereka adalah wisatawan yang akan meninggalkan Riau setelah mengikuti Festival Bakar Tongkang.
    TIM CEK FAKTA TEMPO
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2021-8662) Sesat, Klaim Ini Video saat BNN Bongkar Truk Kontainer dari Cina Berisi Narkoba

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 11/06/2021

    Berita


    Video yang diklaim menunjukkan momen saat Badan Narkotika Nasional atau BNN membongkar truk kontainer dari Cina yang berisi narkoba beredar di Facebook. Dalam video itu, terlihat sejumlah pria yang sedang membongkar lantai sebuah kontainer dengan linggis. Di akhir video, tampak bahwa di bawah lantai kontainer itu terdapat ratusan paket narkoba.
    Akun ini membagikan video beserta klaim tersebut pada 8 Juni 2021. Akun tersebut menulis, "BNN periksa truk kontainer yang sengaja diekspor oleh Cina Tiongkok, jelas kan siapa perusak negeri ini? Masih mau bela?" Akun lainnya juga menyebarkan video itu dengan klaim serupa, "BNN periksa truk containner yang sengaja diekspor oleh Cina Tiongkok."
    Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang berisi klaim keliru terkait video yang diunggahnya. Narkoba yang ditemukan dalam truk kontainer, yang terlihat dalam video ini, bukan berasal dari Cina.

    Hasil Cek Fakta


    Berdasarkan penelusuran Tim CekFakta Tempo, penemuan narkoba yang disembunyikan di bawah lantai truk kontainer, yang terlihat dalam video di atas, adalah peristiwa pada 2019, bukan 2021. Narkoba yang terdapat dalam truk kontainer itu pun bukan berasal dari Cina, melainkan dikirim dari Aceh.
    Untuk mendapatkan fakta tersebut, Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut menjadi sejumlah gambar dengan tool InVID. Lalu, gambar-gambar itu ditelusuri dengan reverse image tool. Lewat cara ini, Tempo mendapatkan petunjuk bahwa video itu pernah diunggah pada Juli 2019 oleh akun Facebook Sahabat Tawa.
    Video tersebut berdurasi sekitar 9 menit, jauh lebih panjang daripada durasi video yang beredar saat ini, yang sepanjang hampir 3 menit. Dalam video ini, pada menit ke-3, terlihat truk kontainer yang sama serta beberapa pria yang sama yang sedang membongkar lantai kontainer tersebut. Dalam keterangannya, tercantum bahwa video itu menunjukkan penemuan narkoba seberat 1,5 ton.
    Berdasarkan petunjuk ini, Tempo pun menelusuri pemberitaan terkait dengan memasukkan kata kunci “penangkapan narkoba 1,5 ton di kontainer” di mesin pencari Google. Hasilnya, ditemukan sejumlah pemberitaan dari media kredibel terkait peristiwa tersebut, yang dipublikasikan pada Juli 2019. 
    Kanal YouTube milik stasiun televisi tvOne misalnya, memberitakan peristiwa itu dalam videonya yang berjudul "Hebat! BNN Gagalkan Pengiriman 1,5 Ton Ganja Dalam Dek Truk". Dalam keterangannya, tertulis bahwa BNN dan petugas Bea Cukai menggagalkan penyelundupan 1,5 ton ganja yang berasal dari Aceh. Penangkapan ini dilakukan pada 30 Januari 2019 sekitar pukul 22.00 WIB. Penggerebekan itu dilakukan di dua lokasi, yaitu Bogor dan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.Berita yang sama pernah dimuat oleh Tempo pada 31 Januari 2019 dalam artikelnya yang berjudul "Terbongkar: Pengiriman Ganja 1,5 Ton Lewat Bandara Soekarno-Hatta". Menurut Kepala Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta Erwin Situmorang, ganja itu berasal dari Aceh dan dikirim ke Bogor. Pengiriman dilakukan melalui kargo domestik Bandara Soekarno-Hatta.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa video itu adalah video saat BNN membongkar truk kontainer dari Cina yang berisi narkoba, menyesatkan. Video tersebut menunjukkan peristiwa lawas, yang terjadi pada 30 Januari 2019. Saat itu, BNN dan Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta membongkar truk yang di bagian bawah lantai kontainernya disembunyikan 1,5 ton ganja. Namun, paket tersebut dikirim dari Aceh, bukan dari Cina.
    TIM CEK FAKTA TEMPO
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2021-7065) [SALAH] Foto “Pria 91 Tahun Menabung 30 Tahun Demi Berhaji dengan Istri. Kasian gak bisa pergi haji gara gara Rezim Gagal”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 10/06/2021

    Berita

    Akun Facebook Aisyah (fb.com/100068037347057) pada 4 Juni 2021 mengunggah foto yang memperlihakan pasangan suami-istri lanjut usia (lansia) dengan narasi sebagai berikut:

    “Akhirnya cuman bisa MENANGIS Kisah Romantis Pria 91 Tahun Menabung 30 Tahun Demi Berhaji dengan Istri. Kasian gak bisa pergi haji gara” Rezim Gagal”

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan hasil penelusuran, adanya foto pasangan suami-istri lanjut usia (lansia) yang diklaim sebagai pria berusia 91 tahun yang tidak bisa pergi haji karena rezim gagal setelah menabung 30 tahun merupakan klaim yang menyesatkan.

    Faktanya, pria dan wanita di foto itu sudah berangkat haji pada tahun 2018. Pasangan lansia itu bernama Ahmadi dan istrinya, Sartoyah. Mereka berdua merupakan warga Desa Gumelar Lor Kecamatan Tambak Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

    Foto yang sama, dimuat di artikel berita berujudul “Kisah Romantis Pria 91 Tahun Menabung 30 Tahun Demi Berhaji dengan Istri” yang terbit di situs Liputan6 pada 29 Juli 2018. Di keterangan foto itu, tertulis narasi sebagai berikut: “Ahmadi dan Istrinya, Sartoyah, jemaah haji asal Tambak, Banyumas berangkat haji bersama pada 2018 ini. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)”

    Ahmadi mendaftar haji pada tahun 2011. Saat itu, ia langsung dipanggil berangkat melalui program percepatan, karena usianya yang memang sudah 84 tahun.

    Namun, rupanya, tidak dengan istrinya, Sartoyah. Sartoyah, masih harus menunggu pada tahun 2011 itu. Ahmadi hanya dipanggil berangkat haji sendirian tanpa istrinya. Rasa sayangnya kepada istri membuat Ahmadi enggan berangkat tahun 2011. Ia rela menunggu hingga istrinya mendapat jadwal pada 2018.

    Ahmadi tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 91. Rencananya, Ahmadi dan Sartoyah berangkat ke tanah suci melalui Embarkasi Solo pada 13 Agutus 2018.

    Selain itu, dilansir dari artikel berjudul “Sempat Drop di Tanah Suci, Achmadi Jemaah Haji Tertua dari Banyumas Kini Nampak Lebih Segar” yang terbit di situs Radar Banyumas pada 27 September 2018, Ahmadi pulang dari Makkah pada Selasa (25/9/2018) malam.

    Kakek asal Desa Gumelar Lor Kecamatan Tambak itu tampak sehat. Demikian juga dengan istrinya, Sartoyah, terlihat lebih bugar ketimbang sebelum berangkat.

    Kondisi kesehatan Achmadi sempat memburuk saat di Madinah. Kekurangan cairan membuat dia harus mendapatkan perawatan. Selama tiga hari beristirahat dan menghabiskan satu botol infus. Sedangkan Sartoyah dua hari lebih lama dalam perawatan medis. Sebagai jamaah haji dengan dampingan obat, dia kelelahan. Kondisi kesehatan membaik usai diinfus tiga botol.

    “Selama haji selalu diperhatikan dokter. Setiap dokter datang, saya dipijit-pijit juga. Saya sampai bertanya, diperiksa dokter bayar berapa. Ternyata tidak bayar, gratis,” kenang Achmadi dengan tawa renyah, Rabu (26/9/2018).

    “Setelah diinfus tidak sakit lagi. Seterusnya sehat sampai pulang. Tapi tetap jadi perhatian. Baik-baik semua orangnya. Ada yang mencucikan baju juga,” imbuh Sartoyah.

    Kesimpulan

    Pria dan wanita di foto itu SUDAH BERANGKAT haji pada tahun 2018. Pasangan lansia itu bernama Ahmadi dan istrinya, Sartoyah. Mereka berdua merupakan warga Desa Gumelar Lor Kecamatan Tambak Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

    Rujukan