(GFD-2021-8660) Keliru, Klaim Ini Foto Masjid Al-Aqsa yang Dibom Israel
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 10/06/2021
Berita
Foto yang memperlihatkan kepulan asap tebal yang disertai api di sebuah wilayah kota beredar di media sosial. Foto tersebut dibagikan dengan narasi bahwa Masjid Al Aqsa di Palestina telah dibom. Foto itu menyebar di tengah memanasnya konflik antara Israel dan Palestina belakangan ini.
Di Facebook, foto tersebut dibagikan salah satunya oleh akun ini pada 12 Mei 2021. Akun itu pun menulis narasi dalam Bahasa Hindi yang jika diterjemahkan berarti, "Al Aqsa dianggap sebagai masjid tersuci ketiga dalam Islam, setelah Mekah dan Madinah, yang didirikan oleh Israel. Telah rusak (dibom)."
Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang berisi klaim keliru terkait Masjid Al Aqsa di Palestina.
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo mula-mula menelusuri jejak digital foto tersebut dengan reverse image tool Source, Google dan Yandex. Hasilnya, ditemukan bahwa foto ini telah beredar di internet sejak 2014 lalu. Foto itu pun tidak menunjukkan Masjid Al Aqsa yang dibom.
Foto yang identik pernah dimuat oleh The Washington Post pada 28 Juli 2017 dalam artikelnya yang berjudul “Israeli government watchdog slams Netanyahu, army over failures in 2014 Gaza war”. Foto tersebut diberi keterangan bahwa wilayah Jabal al-Rayyes di Jalur Gaza, Palestina, terkena serangan udara Israel pada 29 Juli 2014.
Foto yang identik juga pernah dimuat situs Avax.news. Foto ini disebut menunjukkan asap yang mengepul di wilayah al-Tuffah setelah adanya serangan udara Israel selama operasi militer di timur Jalur Gaza pada 29 Juli 2014. Kekerasan meningkat, saat Israel memulai serangan udara intens di Gaza untuk merespons rentetan roket Palestina setelah upaya gencatan senjata tak resmi untuk tiga hari libur Idul Fitri gagal.
The Independent pun pernah memuat foto yang sama dalam artikelnya pada 30 Juli 2014. Foto ini diberi keterangan: "Asap mengepul di wilayah al-Tuffah setelah serangan udara Israel di timur Jalur Gaza. Pengeboman tanpa henti telah melumpuhkan infrastruktur kota."
Adapun dalam laporannya, tertulis bahwa akibat serangan tanpa henti melalui udara, laut, dan darat itu, tidak banyak yang tersisa dari infrastruktur di Jalur Gaza. Terjadi pula penghancuran rumah para pejabat Hamas, termasuk rumah pimpinan kelompok militan Palestina ini, Ismail Haniyeh.
Jaringan listrik yang seadanya mati setelah satu-satunya pembangkit listrik di sana terbakar. Para pejabat senior pun menjauh dari Shifa, rumah sakit utama, setelah klinik di sebelahnya terkena serangan rudal, yang menyebabkan sejumlah masalah serius.
Masjid Al Aqsa sendiri berada di wilayah yang berbeda dengan al-Tuffah. Masjid itu terletak di Yerusalem, wilayah yang terpisah dengan Jalur Gaza. Dilansir dari Aljazeera, Masjid Al Aqsa adalah masjid berkubah perak di dalam kompleks seluas 35 hektare yang disebut al-Haram al-Sharif oleh umat Islam dan sebagai Temple Mount bagi orang Yahudi. Kompleks ini terletak di Kota Tua Yerusalem.
Situs ini menjadi wilayah yang paling diperebutkan sejak Israel menduduki Yerusalem Timur, termasuk Kota Tua, pada 1967, bersama dengan Tepi Barat dan Jalur Gaza. Namun, konflik itu sebenarnya telah terjadi jauh lebih lama, sebelum pembentukan Israel.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa foto tersebut menunjukkan Masjid Al Aqsa yang dibom oleh Israel, keliru. Foto itu telah beredar di internet sejak 2014 silam, yang memperlihatkan serangan udara Israel di wilayah al-Tuffah selama operasi militer di timur Jalur Gaza pada 29 Juli 2014. Masjid Al Aqsa sendiri berada di wilayah yang berbeda dengan al-Tuffah. Masjid itu terletak di Yerusalem, wilayah yang terpisah dengan Jalur Gaza.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/masjid-al-aqsa
- https://www.facebook.com/photo/?fbid=2930429903898737&set=gm.896635580891129&_rdc=2&_rdr
- https://www.washingtonpost.com/world/middle_east/israeli-watchdog-criticizes-netanyahu-military-over-handling-of-2014-gaza-war/2017/02/28/e058cb88-fdc3-11e6-9b78-824ccab94435_story.html?postshare=81488313713092&tid=ss_tw
- https://avax.news/pictures/98507
- https://www.tempo.co/tag/gaza
- https://www.independent.co.uk/news/world/middle-east/israel-gaza-conflict-100-palestinians-killed-and-power-station-shut-down-heaviest-day-bombardment-yet-9636136.html?amp
- https://www.tempo.co/tag/palestina
- https://www.aljazeera.com/features/2017/12/6/al-aqsa-mosque-five-things-you-need-to-know
- https://www.tempo.co/tag/yerusalem
- https://www.tempo.co/tag/israel
(GFD-2021-7063) [SALAH] Video “Cino lagi Cino lagi..kpnkah ini terjadi..? #AdiliPerampokDanaHaji”
Sumber: twitter.comTanggal publish: 09/06/2021
Berita
“Cino lagi Cino lagi..kpnkah ini terjadi..?
#TiongkokBikinJongkok
#AdiliPerampokDanaHaji”
#TiongkokBikinJongkok
#AdiliPerampokDanaHaji”
Hasil Cek Fakta
Akun Twitter RAJO LANGIT (@RAJO_LANGIT007) mengunggah cuitan berupa video disertai dengan narasi yang menyebutkan adanya keterkaitan antara Tiongkok dan dana haji. Unggahan tersebut telah ditonton sebanyak 49rb kali dan mendapat atensi berupa 66 retweet, 201 suka, dan 43 balasan.
Berdasarkan hasil penelusuran, video unggahan tersebut sempat viral di tahun 2019 dengan klaim bahwa WNA China menyerbu Riau lewat bandara di Kota Pekanbaru. Mengutip dari Antaranews, Executive General Manager Bandara SSK II, Jaya Tahoma Sirait membantah isu serbuan WNA China di bandara Kota Pekanbaru itu.
“Mereka itu wisatawan yang habis menghadiri Bakar Tongkang. Kita sebagai operator bandara, semuanya tentu harus kita layani,” ujar Jaya.
Hoaks serupa terkait WNA China yang menyerbu Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, sebelumnya pernah dibahas dalam artikel Turn Back Hoax berjudul [SALAH] Ribuan Warga China Berdatangan Ke Indonesia Lewat Bandara Kota Pekanbaru pada 2 Juli 2019.
Dari berbagai fakta yang telah dipaparkan, unggahan akun Twitter RAJO LANGIT (@RAJO_LANGIT007) dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan.
Berdasarkan hasil penelusuran, video unggahan tersebut sempat viral di tahun 2019 dengan klaim bahwa WNA China menyerbu Riau lewat bandara di Kota Pekanbaru. Mengutip dari Antaranews, Executive General Manager Bandara SSK II, Jaya Tahoma Sirait membantah isu serbuan WNA China di bandara Kota Pekanbaru itu.
“Mereka itu wisatawan yang habis menghadiri Bakar Tongkang. Kita sebagai operator bandara, semuanya tentu harus kita layani,” ujar Jaya.
Hoaks serupa terkait WNA China yang menyerbu Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, sebelumnya pernah dibahas dalam artikel Turn Back Hoax berjudul [SALAH] Ribuan Warga China Berdatangan Ke Indonesia Lewat Bandara Kota Pekanbaru pada 2 Juli 2019.
Dari berbagai fakta yang telah dipaparkan, unggahan akun Twitter RAJO LANGIT (@RAJO_LANGIT007) dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)
Faktanya, video tersebut terekam di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, setelah para wisatawan menghadiri acara Bakar Tongkang tahun 2019 dan tidak ada kaitannya dengan dana haji.
Faktanya, video tersebut terekam di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, setelah para wisatawan menghadiri acara Bakar Tongkang tahun 2019 dan tidak ada kaitannya dengan dana haji.
Rujukan
(GFD-2021-7064) [SALAH] “Alyssa carson bersiap menjadi manusia pertama di mars dan dia tidak akan pernah kembali ke bumi”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 09/06/2021
Berita
Akun Facebook Azka Aulia Unafi (fb.com/azkaaulia.unafi) pada 23 Mei 2021 mengunggah foto seorang perempuan yang berpakaian biru dengan narasi sebagai berikut:
“Bertemu dengan Alyssa carson. Dia tidak bisa menikah,dan memiliki anak. Dia bersiap menjadi manusia pertama di mars dan dia tidak akan pernah kembali ke bumi”
“Bertemu dengan Alyssa carson. Dia tidak bisa menikah,dan memiliki anak. Dia bersiap menjadi manusia pertama di mars dan dia tidak akan pernah kembali ke bumi”
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran Tim CekFakta Tempo, klaim bahwa Alyssa Carson bersiap menjadi manusia pertama di Mars dan dia tidak akan pernah kembali ke bumi sehingga dia tidak bisa menikah, dan memiliki anak adalah klaim yang menyesatkan.
Faktanya, NASA tidak merencanakan misi Mars yang astronotnya tidak akan kembali ke Bumi. Menurut penjelasan NASA, Alyssa Carson bukanlah astronot NASA. Ia juga tidak sedang dalam pelatihan astronot. Meski begitu, NASA memiliki beberapa kegiatan bagi publik yang mungkin saja Alyssa Carson terlibat di situ.
Dilansir Tempo, dalam Nasablueberry.com, tertulis bahwa pada usia 19 tahun, Alyssa Carson telah menghadiri Space Camp sebanyak tujuh kali, Space Academy tiga kali, Robotics Academy sekali, dan menjadi yang lulusan termuda Advanced Space Academy.
Pada 2012 dan 2013, ia melanjutkan pendidikannya di Space Camp Turkey dan Space Camp Canada, menjadi orang pertama yang menghadiri ketiga Space Camp NASA di dunia. Alyss Carson juga menjadi yang pertama yang menyelesaikan program Paspor NASA dan mengunjungi 14 Pusat Pengunjung NASA yang tersebar di sembilan negara bagian AS.
Pada Januari 2013, NASA mengundangnya untuk menjadi salah salah satu panelis dalam MER 10 di Washington DC guna membahas misi masa depan ke Mars secara langsung di NASA TV. Dia kemudian terpilih sebagai salah satu dari tujuh duta besar yang mewakili Mars One, sebuah misi untuk mendirikan koloni manusia di Mars pada 2030.
Namun, dilansir dari kantor berita Australian Associated Press (AAP), Brandi K. Dean, juru bicara NASA, mengatakan bahwa Alyssa Carson bukan astronot NASA. “Ada beberapa kegiatan yang kami tawarkan kepada pelajar atau publik, yang mungkin saja Alyssa ambil bagian. Namun, saya dapat mengkonfirmasi bahwa dia tidak sedang dalam pelatihan astronot.”
NASA pun tidak merencanakan misi Mars satu arah, di mana astronotnya tidak akan kembali ke Bumi. “Belum ada penugasan yang dibuat untuk misi masa depan awak NASA ke Mars saat ini. Meskipun begitu, kami benar-benar merencanakannya sebagai perjalanan pulang pergi ketika kami mulai mengirim astronot ke Mars,” katanya.
Dikutip dari Politifact, Sean Potter, salah satu staf media NASA, saat diwawancarai pada 19 Juli 2018, juga menegaskan bahwa NASA tidak memiliki hubungan resmi dengan Alyssa Carson.
Bert Carson, ayah Alyssa Carson, pun mengatakan beberapa klaim yang berhubungan dengan anaknya dan sempat viral itu tidak akurat, seperti dilansir dari Popular Mechanics. Belakangan dikabarkan bahwa proyek Mars One, yang menjadikan Alyssa Carson sebagai duta, telah dinyatakan bangkrut pada 2019.
NASA sendiri, dalam setiap operasi luar angkasanya, selalu mengumumkan daftar lengkap nama astronotnya, baik yang masih terlibat maupun yang terlibat sebelumnya. Sebelum menjadi astronot, setiap orang pun akan terlebih dulu menjalani beberapa program pelatihan pencalonan di Johnson Space Center. Saat ini, tidak ada calon astronot dalam pelatihan ini.
Faktanya, NASA tidak merencanakan misi Mars yang astronotnya tidak akan kembali ke Bumi. Menurut penjelasan NASA, Alyssa Carson bukanlah astronot NASA. Ia juga tidak sedang dalam pelatihan astronot. Meski begitu, NASA memiliki beberapa kegiatan bagi publik yang mungkin saja Alyssa Carson terlibat di situ.
Dilansir Tempo, dalam Nasablueberry.com, tertulis bahwa pada usia 19 tahun, Alyssa Carson telah menghadiri Space Camp sebanyak tujuh kali, Space Academy tiga kali, Robotics Academy sekali, dan menjadi yang lulusan termuda Advanced Space Academy.
Pada 2012 dan 2013, ia melanjutkan pendidikannya di Space Camp Turkey dan Space Camp Canada, menjadi orang pertama yang menghadiri ketiga Space Camp NASA di dunia. Alyss Carson juga menjadi yang pertama yang menyelesaikan program Paspor NASA dan mengunjungi 14 Pusat Pengunjung NASA yang tersebar di sembilan negara bagian AS.
Pada Januari 2013, NASA mengundangnya untuk menjadi salah salah satu panelis dalam MER 10 di Washington DC guna membahas misi masa depan ke Mars secara langsung di NASA TV. Dia kemudian terpilih sebagai salah satu dari tujuh duta besar yang mewakili Mars One, sebuah misi untuk mendirikan koloni manusia di Mars pada 2030.
Namun, dilansir dari kantor berita Australian Associated Press (AAP), Brandi K. Dean, juru bicara NASA, mengatakan bahwa Alyssa Carson bukan astronot NASA. “Ada beberapa kegiatan yang kami tawarkan kepada pelajar atau publik, yang mungkin saja Alyssa ambil bagian. Namun, saya dapat mengkonfirmasi bahwa dia tidak sedang dalam pelatihan astronot.”
NASA pun tidak merencanakan misi Mars satu arah, di mana astronotnya tidak akan kembali ke Bumi. “Belum ada penugasan yang dibuat untuk misi masa depan awak NASA ke Mars saat ini. Meskipun begitu, kami benar-benar merencanakannya sebagai perjalanan pulang pergi ketika kami mulai mengirim astronot ke Mars,” katanya.
Dikutip dari Politifact, Sean Potter, salah satu staf media NASA, saat diwawancarai pada 19 Juli 2018, juga menegaskan bahwa NASA tidak memiliki hubungan resmi dengan Alyssa Carson.
Bert Carson, ayah Alyssa Carson, pun mengatakan beberapa klaim yang berhubungan dengan anaknya dan sempat viral itu tidak akurat, seperti dilansir dari Popular Mechanics. Belakangan dikabarkan bahwa proyek Mars One, yang menjadikan Alyssa Carson sebagai duta, telah dinyatakan bangkrut pada 2019.
NASA sendiri, dalam setiap operasi luar angkasanya, selalu mengumumkan daftar lengkap nama astronotnya, baik yang masih terlibat maupun yang terlibat sebelumnya. Sebelum menjadi astronot, setiap orang pun akan terlebih dulu menjalani beberapa program pelatihan pencalonan di Johnson Space Center. Saat ini, tidak ada calon astronot dalam pelatihan ini.
Kesimpulan
NASA tidak merencanakan misi Mars yang astronotnya tidak akan kembali ke Bumi. Menurut penjelasan NASA, Alyssa Carson bukanlah astronot NASA. Ia juga tidak sedang dalam pelatihan astronot. Meski begitu, NASA memiliki beberapa kegiatan bagi publik yang mungkin saja Alyssa Carson terlibat di situ.
Rujukan
- https://cekfakta.tempo.co/fakta/1400/keliru-alyssa-carson-bakal-jadi-manusia-pertama-di-mars-dan-tak-akan-kembali-ke-bumi
- https://nasablueberry.com/about/
- https://www.aap.com.au/mars-astronaut-memes-boldly-go-beyond-whats-actually-happened/
- https://www.politifact.com/factchecks/2018/jul/20/blog-posting/nasa-prepping-17-year-old-become-first-human-mars/
- https://www.popularmechanics.com/space/moon-mars/a26286368/mars-one-is-dead/
- https://www.nasa.gov/astronauts/biographies/active
(GFD-2021-8657) Sesat, Klaim Ini Foto Terdekat Saturnus dari Dalam Cincinnya yang Diambil Pesawat Luar Angkasa Cassini
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 09/06/2021
Berita
Sebuah foto yang diklaim sebagai foto terdekat planet Saturnus yang diambil dari dalam cincinnya beredar di media sosial. Menurut klaim itu, foto tersebut diambil oleh pesawat luar angkasa Cassini dua pekan yang lalu. Di Twitter, foto tersebut dibagikan oleh akun ini pada 30 Mei 2021.
“Closest pic of Saturn, from inside its rings, by the Cassini Spacecraft two weeks ago...,” demikian narasi yang tertulis dalam cuitan akun tersebut. Hingga artikel ini dimuat, foto tersebut telah diretweet lebih dari 2.800 kali dan mendapatkan lebih dari 16.700 like.
Gambar tangkapan layar unggahan di Twitter yang berisi klaim menyesatkan terkait foto yang diunggahnya.
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo mula-mula menelusuri jejak digital foto tersebut dengan reverse image tool Source, Google, dan Yandex. Hasilnya, ditemukan informasi bahwa foto ini pertama kali dipublikasikan oleh NASA pada 2017. Foto itu adalah konsep yang dibuat dengan grafik komputer untuk menunjukkan momen ketika pesawat luar angkasa Cassini berada di atas Saturnus dalam misi terakhirnya.
Foto tersebut pernah dimuat di situs resmi NASA dengan judul “Cassini Grand Finale Concept”. Menurut NASA, foto ini menunjukkan penampakan Cassini yang membuat grand finale "menyelam" di atas Saturnus. Foto tersebut bersumber dari NASA/JPL-Caltech yang dipublikasikan pada 6 April 2017.
Dikutip dari Future Zone, foto itu telah dibagikan ribuan kali oleh warganet dalam beberapa hari terakhir, yang dilengkapi dengan klaim bahwa foto ini merupakan foto terakhir yang diambil sebelum sebuah satelit jatuh. Namun, melansir dari Gizmodo, foto tersebut bukanlah foto yang sebenarnya, tapi foto yang dibuat dengan grafik komputer.
Banyak yang percaya foto itu nyata, yang awalnya muncul di situs resmi NASA, yang dengan jelas dinyatakan sebagai "kesan seorang seniman", dan ditambahkan keterangan "pemandangan dari bahu Cassini tepat sebelum grand finale-nya melalui Saturnus". Lalu apa foto terakhir Cassini? NASA juga punya jawaban untuk ini: "Tercatat pada 14 September 2017 dari jarak sekitar 634 ribu kilometer dari permukaan Saturnus."
Dilansir dari Daily Mail, pesawat luar angkasa Cassini merupakan misi bersama antara NASA, Badan Antariksa Eropa, dan Badan Antariksa Italia yang telah berusia 20 tahun. Pesawat ruang angkasa setinggi 6,7 meter itu diluncurkan pada 1997 dan mulai mengorbit Saturnus pada 2004. Tapi, pada 2017 silam, pesawat itu kehabisan bahan bakar, dan diprediksi akan jatuh ke permukaan Saturnus pada 15 September 2017.
Dikutip dari Science Alert, foto tersebut adalah pandangan seniman tentang apa yang mungkin dilihat Cassini saat jatuh ke permukaan Saturnus. NASA berharap penerbangan terdekat Cassini dengan Saturnus ini akan mengungkapkan komponen baru atmosfernya, yang diyakini sekitar 75 persen hidrogen, dengan sebagian besar sisanya adalah helium.
Sejauh ini, para ilmuwan tidak dapat membedakan kemiringan antara medan magnet Saturnus dan sumbu rotasinya. Itu bertentangan dengan pemahaman kita tentang medan magnet, dan membuatnya mustahil untuk mengetahui secara pasti berapa lama hari-hari Saturnus.
Setelah mengorbit Saturnus selama 13 tahun, dan jatuh, Cassini mengirim ratusan ribu foto. Foto-foto tersebut termasuk close-up dari cincin dan bulan-bulannya yang penuh teka-teki, terutama Titan, yang memiliki atmosfernya sendiri, dan Enceladus yang dingin, yang memiliki lautan di bawah permukaannya yang dapat menampung kehidupan mikroba.
Dilansir dari USA Today, Cassini menangkap 453.048 foto selama belasan tahun berada di luar angkasa. Namun, tidak satu pun dari foto-foto itu yang merupakan foto yang beredar saat ini. Galeri online NASA yang berisi hampir 400 ribu gambar mentah yang diambil oleh pesawat ruang angkasa itu pada 20 Februari 2004-15 September 2017 bisa diakses di tautan ini.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa foto itu adalah foto terdekat Saturnus yang diambil dari dalam cincinnya oleh pesawat luar angkasa Cassini baru-baru ini, menyesatkan. Foto tersebut merupakan konsep yang dibuat dengan grafik komputer untuk menunjukkan penampakan Cassini saat berada di atas Saturnus dalam misi terakhirnya pada 2017. Foto ini pertama kali dipublikasikan oleh NASA pada 6 April 2017. Cassini sendiri merupakan misi bersama antara NASA, Badan Antariksa Eropa, dan Badan Antariksa Italia yang telah berusia 20 tahun.
TIM CEK FAKTA TEMPO
Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id
Rujukan
- https://www.tempo.co/tag/saturnus
- https://twitter.com/StockShaman/status/1398693633990139905
- https://solarsystem.nasa.gov/resources/17639/cassini-grand-finale-concept/
- https://www.futurezone.de/science/article215256841/Raumsonde-gecrasht-Cassinis-angeblich-allerletztes-Fotos-ist-nicht-echt.html
- https://www.tempo.co/tag/nasa
- https://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-4450938/Cassini-spacecraft-beams-new-images-Saturn.html
- https://www.sciencealert.com/photos-nasa-s-cassini-probe-just-got-closer-to-saturn-than-ever-before
- https://www.usatoday.com/story/news/factcheck/2021/05/05/fact-check-image-saturn-artists-rendering-not-up-close-photo/4958573001/
- https://solarsystem.nasa.gov/raw-images/raw-image-viewer/?order=earth_date+desc&per_page=50&page=0
- https://www.tempo.co/tag/pesawat-luar-angkasa-cassini
Halaman: 6590/7958



