• (GFD-2021-7062) [SALAH] Razia Masker di Seluruh Indonesia mengerahkan Lintas Sektor

    Sumber: whatsapp.com
    Tanggal publish: 08/06/2021

    Berita

    “PENGUMUMAN

    DARI DITLANTAS POLDA METRO BESOK ADA RAZIA MASKER SERENTAK DI SELURUH WILAYAH INDONESIA, BAIK YANG DI KANTOR, TOKO, BENGKEL MOBIL/MOTOR/LAS DAN WARUNG-WARUNG WARTEG SEMUA.

    AKAN MELIBATKAN LANGSUNG TURUN LAPANGAN DARI SEMUA LINTAS SEKTOR DARI KEJAKSAAN, POLISI, POM, DLL.

    DAN KALAU ADA YANG TIDAK PAKAI MASKER LANGSUNG DI TINDAK BAYAR DITEMPAT RP. 250.000.- TOLONG DI INFOKAN KE KELUARGA, TETANGGA, DAN TEMAN SEMUA, JANGAN SAMPAI KENA DENDA.

    DEMIKIAN ATAS PERHATIANNYA DISAMPAIKAN TERIMAKASIH.”

    Hasil Cek Fakta

    Beredar pesan berantai lewat Whatsapp tentang informasi adanya razia masker serentak di Indonesia yang akan melibatkan dari semua lintas sektor baik dari Kejaksaan, Polisi, POM, dan lain-lain. Dalam razia tersebut jika tidak memakai masker akan ditindak bayar ditempat sebesar Rp 250.000.

    Setelah ditelusuri melansir dari antaranews.com Polda Metro Jaya menginfomasikan bahwa pesan tersebut adalah tidak benar alias hoaks.

    “Informasi tersebut tidak benar. Hoaks,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus saat dikonfirmasi oleh antaranews.

    Pihak yang berwenang melaksanakan razia kepada masyarakat yang melanggar prokes tidak menggunakan masker adalah Satpol PP. TNI dan Polri hanya mendampingi tambah Yusri.

    Informasi tentang razia masker di seluruh Indonesia yang melibatkan semua lintas sektor dan bagi pelanggar akan dikenakai denda sebesar Rp 250.000 merupakan hoaks lama yang kembali beredar. Pada bulan Januari 2021 ditemukan informasi hoaks yang sama.

    Dengan demikian informasi yang beredar di Whatsapp tentang razia masker serentak di Indonesia yang dilakukan lintas sektor dari Kejaksaan, Polisi dan lain-lain adalah hoaks sehingga masuk dalam kategori konten palsu.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Luthfiyah Oktari Jasmien (Institut Agama Islam Negeri Surakarta).

    Informasi tersebut tidak benar. Faktanya, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus menjelaskan bahwa hal tersebut tidak benar dan pihak yang mempunyai kewenangan merazia adalah petugas Satpol PP sedangkan TNI dan Polri hanya mendampingi.

    Rujukan

  • (GFD-2021-8655) Keliru, Klaim Ini Foto-foto Jenazah Covid-19 India yang Dibuang ke Laut dan Hanyut Sampai Malaysia

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 08/06/2021

    Berita


    Gambar tangkapan layar sebuah unggahan di Facebook yang memperlihatkan foto-foto jenazah dalam tumpukan ikan yang terjaring pukat nelayan beredar di media sosial. Foto-foto tersebut dibagikan dengan klaim bahwa jenazah Covid-19 di India yang dibuang ke laut telah hanyut sampai ke perairan Sabah, Malaysia.
    Dalam gambar tangkapan layar itu, terdapat teks yang berbunyi: “Mayat covid19 yang di buang laut di India sudah sampai di sabah siapa berani makan ikan patutlah ikan sekarang lain macam rasanya.!!!” Gambar tersebut dibagikan salah satunya oleh akun ini pada 6 Juni 2021.
    Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang berisi klaim keliru terkait foto-foto yang diunggahnya. Foto-foto ini bukanlah foto-foto jenazah pasien Covid-19 di India yang dibuang ke laut.

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim CekFakta Tempo menelusuri jejak digital foto-foto tersebut dengan reverse image tool Source, Google, dan Yandex. Hasilnya, ditemukan bahwa foto-foto tersebut telah beredar di internet sejak 2014, jauh sebelum munculnya pandemi Covid-19. Jenazah dalam foto-foto ini diidentifikasi sebagai warga negara Cina yang tengah melancong ke Malaysia.
    Foto-foto yang identik pernah diunggah ke Twitter oleh akun @Twt_TgMalim pada 11 November 2014. “Gempar! Penemuan mayat dalam pukat tunda,” demikian narasi yang tertulis dalam cuitan akun tersebut.
    Dilansir dari Perak Today, pada 11 November 2014, Ketua Polis Daerah Besut, Superintendan Khaled Che Lah, mengatakan mayat tersebut ditemukan oleh nelayan kapal pukat tunda dari Kuala Terengganu di sekitar Pulau Susu Dara. Mayat itu pun diserahkan kepada Agensi Penguat Maritim Malaysia (APMM).
    Berdasarkan hasil pemeriksaan kondisi tubuh, kata Khaled, mayat tersebut merupakan warga negara asing. “Jenazah laki-laki tersebut diperkirakan meninggal sekitar seminggu yang lalu, berdasarkan kondisi jenazah, dan belum diketahui penyebab kematiannya,” ujarnya.
    Kepala Operasi SAR itu pun menjelaskan bahwa jenazah tersebut telah dibawa ke Dermaga APMM di Tok Bali, Pasir Putih, Kelantan, dan selanjutnya dikirim ke Rumah Sakit Tengku Anis untuk diautopsi.
    Dikutip dari Liputan6.com, yang juga memuat foto-foto yang identik dengan yang terdapat dalam unggahan di atas, mayat itu bernama Zhe Liu, 31 tahun, warga negara Cina yang pergi ke Perhentian Island Resort, Pulau Perhentian Besar, bersama keluarganya. Dia dikenali karena tato yang terdapat di dadanya.
    "Investigasi awal mengungkapkan keluarga tersebut tinggal di Awana Resort di pulau itu. Sebelum kejadian tersebut, Zhe Liu pergi snorkeling sendirian. Sementara teman dan istrinya bergabung dalam aktivitas menyelam di lokasi lain," kata Kapten Besut Superintendan Mohd Zamri Mohd Rowi.
    Pada 4 Juni 2021, Pesuruhjaya Polis Sabah Datuk Hazani Ghazali, seperti dilansir dari kantor berita Malaysia, Bernama, pun telah memastikan kabar yang beredar di media sosial, yang menyebut bahwa jenazah pasien Covid-19 di India yang dibuang ke laut telah hanyut hingga ke perairan Sabah, merupakan berita palsu.
    Sejauh ini, pihaknya tidak menerima laporan yang terkait dengan kasus semacam itu. Ghazali pun meminta semua pihak untuk tidak mudah percaya dengan kabar yang masih belum pasti kebenarannya serta tidak menyebarkan berita tersebut tanpa memastikan kesahihannya terlebih dahulu. “Tidak ada kasus seperti itu di Sabah,” katanya kapada Bernama.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa foto-foto tersebut adalah foto-foto jenazah Covid-19 di India yang dibuang ke laut dan hanyut sampai ke perairan Sabah, Malaysia, keliru. Foto-foto ini telah beredar di internet sejak 2014, jauh sebelum munculnya Covid-19 pada akhir 2019 lalu. Mayat pria dalam foto-foto itu pun adalah Zhe Liu, warga negara Cina yang sedang berlibur ke Malaysia bersama keluarganya. Sebelum ditemukan tewas, Zhe Liu pergi snorkeling sendirian.
    TIM CEK FAKTA TEMPO
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2021-8656) Keliru, Alyssa Carson Bakal Jadi Manusia Pertama di Mars dan Tak Akan Kembali ke Bumi

    Sumber: cekfakta.tempo.co
    Tanggal publish: 08/06/2021

    Berita


    Klaim bahwa Alyssa Carson bakal menjadi manusia pertama di Mars dan tidak akan kembali ke Bumi beredar di Facebook. Klaim ini terdapat dalam sebuah gambar yang dilengkapi dengan dua foto seorang perempuan yang berpakaian khas astronot bertuliskan "NASA".
    Dalam gambar tersebut, terdapat teks yang berbunyi: "Alyssa Carson, Ia Tidak bisa Menikah, Tidak punya anak. Karena Dia sedang bersiap untuk menjadi manusia pertama di Mars, dan tidak akan pernah kembali ke bumi, Aku padamu mbak wkwkk."
    Akun ini mengunggah gambar tersebut pada 7 Mei 2021. Akun itu menulis, “Mo tanya bor, Alyssa Carson ke mars nya kpn yh??" Hingga artikel ini dimuat, unggahan tersebut telah dikomentari sebanyak 42 kali dan dibagikan sebanyak 13 kali serta mendapatkan lebih dari 557 reaksi.
    Gambar tangkapan layar unggahan di Facebook yang berisi klaim keliru terkait Alyssa Carson, wanita muda asal Amerika Serikat, yang dikenal memiliki ambisi untuk menjadi astronot.

    Hasil Cek Fakta


    Untuk memverifikasi klaim tersebut, Tim CekFakta Tempo mula-mula menelusuri jejak digital foto perempuan tersebut dengan reverse image tool Yandex dan Google. Hasilnya, ditemukan bahwa perempuan dalam foto itu memang merupakan Alyssa Carson, wanita muda asal Louisiana, Amerika Serikat, yang dikenal memiliki ambisi untuk menjadi astronot dan pergi ke Mars.
    Salah satu foto yang terdapat dalam unggahan di atas ditemukan di Nasablueberry.com, situs yang dibuat oleh Alyssa Carson. Dalam situs ini, tertulis bahwa, pada usia 19 tahun, Alyssa Carson telah menghadiri Space Camp sebanyak tujuh kali, Space Academy tiga kali, Robotics Academy sekali, dan menjadi yang lulusan termuda Advanced Space Academy.
    Pada 2012 dan 2013, ia melanjutkan pendidikannya di Space Camp Turkey dan Space Camp Canada, menjadi orang pertama yang menghadiri ketiga Space Camp NASA di dunia. Alyss Carson juga menjadi yang pertama yang menyelesaikan program Paspor NASA dan mengunjungi 14 Pusat Pengunjung NASA yang tersebar di sembilan negara bagian AS.
    Pada Januari 2013, NASA mengundangnya untuk menjadi salah salah satu panelis dalam MER 10 di Washington DC guna membahas misi masa depan ke Mars secara langsung di NASA TV. Dia kemudian terpilih sebagai salah satu dari tujuh duta besar yang mewakili Mars One, sebuah misi untuk mendirikan koloni manusia di Mars pada 2030.
    Namun, dilansir dari kantor berita Australian Associated Press (AAP), Brandi K. Dean, juru bicara NASA, mengatakan bahwa Alyssa Carson bukan astronot NASA. "Ada beberapa kegiatan yang kami tawarkan kepada pelajar atau publik, yang mungkin saja Alyssa ambil bagian. Namun, saya dapat mengkonfirmasi bahwa dia tidak sedang dalam pelatihan astronot."
    NASA pun tidak merencanakan misi Mars satu arah, di mana astronotnya tidak akan kembali ke Bumi. "Belum ada penugasan yang dibuat untuk misi masa depan awak NASA ke Mars saat ini. Meskipun begitu, kami benar-benar merencanakannya sebagai perjalanan pulang pergi ketika kami mulai mengirim astronot ke Mars," katanya.
    Dikutip dari Politifact, Sean Potter, salah satu staf media NASA, saat diwawancarai pada 19 Juli 2018, juga menegaskan bahwa NASA tidak memiliki hubungan resmi dengan Alyssa Carson.
    Bert Carson, ayah Alyssa Carson, pun mengatakan beberapa klaim yang berhubungan dengan anaknya dan sempat viral itu tidak akurat, seperti dilansir dari Popular Mechanics. Belakangan dikabarkan bahwa proyek Mars One, yang menjadikan Alyssa Carson sebagai duta, telah dinyatakan bangkrut pada 2019.
    NASA sendiri, dalam setiap operasi luar angkasanya, selalu mengumumkan daftar lengkap nama astronotnya, baik yang masih terlibat maupun yang terlibat sebelumnya. Sebelum menjadi astronot, setiap orang pun akan terlebih dulu menjalani beberapa program pelatihan pencalonan di Johnson Space Center. Saat ini, tidak ada calon astronot dalam pelatihan ini.
    Untuk menjadi seorang astronot NASA, dibutuhkan beberapa persyaratan dan kualifikasi wajib, seperti memiliki gelar master di bidang STEM, termasuk teknik, ilmu biologi, ilmu fisika, ilmu komputer, atau matematika. Calon astronot juga mesti memiliki setidaknya dua tahun pengalaman profesional setelah menyelesaikan gelar atau setidaknya 1.000 jam waktu pilot-in-command di pesawat jet dan mampu melewati latihan fisik untuk penerbangan astronot berdurasi lama.
    Kandidat yang memenuhi syarat nantinya akan menghabiskan dua tahun untuk mempelajari keterampilan dasar astronot, seperti berjalan di luar angkasa, mengoperasikan stasiun luar angkasa, menerbangkan pesawat jet T-38, dan mengendalikan lengan robot. Badan Seleksi Astronot NASA sendiri setidaknya meninjau ribuan aplikasi lamaran dengan berbagai kualifikasi.

    Kesimpulan


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim bahwa Alyssa Carson bakal menjadi manusia pertama di Mars dan tidak akan kembali ke Bumi, keliru. Alyssa Carson, wanita muda asal Louisiana, AS, memang diketahui pernah mengikuti program Paspor NASA. Ia juga berambisi menjadi astronot dan pergi ke Mars. Namun, menurut penjelasan NASA, Alyssa Carson bukanlah astronot NASA. Ia juga tidak sedang dalam pelatihan astronot. Meski begitu, NASA memiliki beberapa kegiatan bagi publik yang mungkin saja Alyssa Carson terlibat di situ. NASA pun tidak merencanakan misi Mars satu arah, di mana astronotnya tidak akan kembali ke Bumi.
    TIM CEK FAKTA TEMPO
    Anda punya data/informasi berbeda, kritik, atau masukan untuk artikel cek fakta ini? Kirimkan ke cekfakta@tempo.co.id

    Rujukan

  • (GFD-2021-7048) [SALAH] Video UFO dengan Alien yang Tinggal di Dalam Bulan

    Sumber: twitter.com
    Tanggal publish: 07/06/2021

    Berita

    “A ufo 🙄🌑👽 alien lives inside moon 🌗”

    Hasil Cek Fakta

    Akun Twitter Abhishek Verma (@this_is_abishe) mengunggah video yang diklaimnya sebagai video ufo dengan alien yang tinggal di dalam bulan. Video yang diunggah pada 27 Mei 2021 itu telah ditonton sebanyak 41 kali.

    Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut merupakan hasil karya seorang ahli CGI bernama Aleksey. Hasil karyanya itu pertama kali diunggah Aleksey melalui akun TikTok pribadinya (aleksey__nz) pada 14 Mei 2021. Selain itu, klaim palsu tersebut telah dibantah melalui cuitan akun Twitter periksa fakta UFO dan alien (@ufoofinterest) pada 16 Mei 2021.

    Dari berbagai fakta di atas, cuitan akun Twitter Abhishek Verma (@this_is_abishe) dapat dikategorikan sebagai Konten yang Menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)

    Faktanya, video tersebut merupakan hasil suntingan karya seorang ahli CGI yang diunggah pertama kali melalui akun TikTok @aleksey__nz pada 14 Mei 2021.

    Rujukan