Akun Facebook dengan nama pengguna “Hollie Jean” (https://www.facebook.com/ProvingMolly) mengunggah sebuah foto hasil tangkapan layar judul berita yang dimuat oleh media Inggris ITV. Dalam tangkapan layar tersebut, tampak logo ITV di sudut kiri atas foto.
Efek vaksin Covid-19
Efek suntik vaksin
(GFD-2021-7552) [SALAH] Judul Berita ITV tentang Efek Samping Vaksin yang Membuat Wajah Menjadi Merah
Sumber: facebook.comTanggal publish: 15/09/2021
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan hasil penelusuran, judul berita tersebut merupakan hasil suntingan. Tidak ditemukan berita dengan judul serupa di situs resmi media ITV. Lebih lanjut, melansir dari Reuters, juru bicara ITV juga telah menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah memuat berita dengan judul tersebut.
Foto yang digunakan dalam tangkapan layar tersebut juga bukan merupakan foto penerima vaksin yang wajahnya menjadi merah, melainkan foto seorang sukarelawan yang mewarnai wajahnya dengan cat merah dalam kegiatan penggalangan dana untuk warga lanjut usia di Wiltshire, Inggris. Foto tersebut pertama kali diunggah di situs artstogether.co.uk pada 26 Juli 2013 lalu.
Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Facebook dengan nama pengguna “Hollie Jean” tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten Palsu/Fabricated Content.
Foto yang digunakan dalam tangkapan layar tersebut juga bukan merupakan foto penerima vaksin yang wajahnya menjadi merah, melainkan foto seorang sukarelawan yang mewarnai wajahnya dengan cat merah dalam kegiatan penggalangan dana untuk warga lanjut usia di Wiltshire, Inggris. Foto tersebut pertama kali diunggah di situs artstogether.co.uk pada 26 Juli 2013 lalu.
Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Facebook dengan nama pengguna “Hollie Jean” tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten Palsu/Fabricated Content.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro).
Judul berita hasil suntingan. Juru bicara ITV telah menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah memuat berita dengan judul tersebut.
Judul berita hasil suntingan. Juru bicara ITV telah menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah memuat berita dengan judul tersebut.
Rujukan
(GFD-2021-7553) [SALAH] Gambar Bupati Lamongan Ajak Perantau untuk Pulang
Sumber: facebook.comTanggal publish: 15/09/2021
Berita
Beredar di Facebook gambar Bupati Lamongan Dr. h. Yuhronur Efendi, MBA disertai narasi ucapan terimakasih kepada warga Lamongan karena Lamongan sudah berada di zona hijau dan mengajak perantau untuk pulang namun tetap menjaga prokes. Dalam gambar juga menyertakan logo kabupaten Lamongan pada bagian atas.
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri, ditemukan infomasi pada artikel detik.com berjudul “Hoaks! Ajakan Bupati Agar Perantau Pulang Kampung Karena Lamongan Level 1” gambar yang beredar di media sosial tersebut hoaks, Yuhronur Efendi mengaku terusik dengan ulah orang yang tidak bertanggung jawab.
“Saya ini lebih memastikan pada warga Lamongan untuk tidak euforia terkait Lamongan pada zona hijau di level 1 ini. Berita itu hoaks, hoaks, ” tandas pria yang akrab disapa Pak Yes itu, Kamis (9/9/2021) melansir dari detik.com.
Pak Yes mengajak warga Lamongan untuk tetap waspada dan tidak lantas lengah meskipun Lamongan pada level 1. Kegiatan juga akan dinormalkan namun bertahap dengan mengacu kepada ketentuan pemerintah pusat.
“Di medsos yang muncul dengan imbauan warga Lamongan di perantauan untuk pulang, Saya pastikan postingan itu hoaks alias tidak benar,” kata Pak Yes melansir dari detik.com.
Pak Yes juga berpesan kepada warga Lamongan, teman, relasi dan semua pihak agar tidak terpengaruh kepada unggahan abal-abal dan meminta agar diabaikan saja.
Hal yang sama keluar dari Kasi Kehumasan dan Sumber Daya Komunikasi Publik Diksominfo Lamongan Herri Putra Wicaksana bahwa hasil konfirmasi Tim CIRT Lamongan tentang psoter terbut tidak benar atau hoaks.
“Terkait poster dengan foto bupati Lamongan tentang imbauan mudik, tidaklah benar alias hoaks. Baik Pemkab maupun pak Yuhronur tidak mengeluarkan statement demikian,” kata Herry melansir dari detik.com.
Dengan demikian gambar Yuhronur Efendi dengan narasi mengajak perantau untuk pulang adalah hoaks. Hal tersebut sudah ditegaskan baik dari Yuhronur Efendi dan Kasi Kehumasan dan Sumber Daya Komunikasi Publik Diskominfo Lamongan sehingga masuk dalam kategori konten palsu.
“Saya ini lebih memastikan pada warga Lamongan untuk tidak euforia terkait Lamongan pada zona hijau di level 1 ini. Berita itu hoaks, hoaks, ” tandas pria yang akrab disapa Pak Yes itu, Kamis (9/9/2021) melansir dari detik.com.
Pak Yes mengajak warga Lamongan untuk tetap waspada dan tidak lantas lengah meskipun Lamongan pada level 1. Kegiatan juga akan dinormalkan namun bertahap dengan mengacu kepada ketentuan pemerintah pusat.
“Di medsos yang muncul dengan imbauan warga Lamongan di perantauan untuk pulang, Saya pastikan postingan itu hoaks alias tidak benar,” kata Pak Yes melansir dari detik.com.
Pak Yes juga berpesan kepada warga Lamongan, teman, relasi dan semua pihak agar tidak terpengaruh kepada unggahan abal-abal dan meminta agar diabaikan saja.
Hal yang sama keluar dari Kasi Kehumasan dan Sumber Daya Komunikasi Publik Diksominfo Lamongan Herri Putra Wicaksana bahwa hasil konfirmasi Tim CIRT Lamongan tentang psoter terbut tidak benar atau hoaks.
“Terkait poster dengan foto bupati Lamongan tentang imbauan mudik, tidaklah benar alias hoaks. Baik Pemkab maupun pak Yuhronur tidak mengeluarkan statement demikian,” kata Herry melansir dari detik.com.
Dengan demikian gambar Yuhronur Efendi dengan narasi mengajak perantau untuk pulang adalah hoaks. Hal tersebut sudah ditegaskan baik dari Yuhronur Efendi dan Kasi Kehumasan dan Sumber Daya Komunikasi Publik Diskominfo Lamongan sehingga masuk dalam kategori konten palsu.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Luthfiyah Oktari Jasmien (UIN Raden Mas Said Surakarta).
Fuhronur Efendi dan Kasi Kehumasan dan Sumber Daya Komunikasi Publik Diskominfo Lamongan menegaskan gambar tersebut hoaks.
Fuhronur Efendi dan Kasi Kehumasan dan Sumber Daya Komunikasi Publik Diskominfo Lamongan menegaskan gambar tersebut hoaks.
Rujukan
(GFD-2021-7554) [SALAH] Dr. Ir. Sri Nurdiati, M.Sc: “Banyak orang nggak sadar pentingnya “ANTIBODI” stoknya harus selalu ada”
Sumber: facebook.comTanggal publish: 15/09/2021
Berita
Akun Facebook bernama Alam Pelta memposting informasi yang diklaim bersumber dari Dekan FMIPA IPB dan Dosen Biokimia IPB Dr. Ir. Hj. Sri Nurdiati. Postingan tersebut menerangkan tentang pentingnya antibodi.
Hasil Cek Fakta
Setelah ditelusuri menggunakan kata kunci “Dekan FMIPA IPB Dr. Ir. Hj, Sri Nurdianti” ditemukan infomasi pada website Departemen Matematika FMIPA-Institusi Pertanian Bogor bahwa Sri Nurdianti mengajar di institusi Departemen Matematika bagian Matematika Komputerisasi.
Terkait narasi yang beredar di media sosial pada webisite IPB pada artikel yang berjudul “[INFORMASI PENTING] Dekan FMIPA IPB: yang viral itu bukan tulisan saya” yang diunggah 20 April 2020 terdapat klarifikasi narasi tersebut bukan tulisan dari Dekan FMIPA IPB.
“Di awal-awal masa WFH diberlakukan, ada artikel yang viral beredar, isinya tentang bagaimana memperkuat antibodi di dalam tubuh manusia. Sebenarnya isinya cukup bagus dan bisa menjadi edukasi bagi masyarakat umum. Namun sayang, artikel itu mencantumkan nama saya, lengkap dengan jabatan dan institusi saya, padahal bukan saya yang menulisnya” mengutip dari website IPB.
Narasi yang mencatut Sri Nurdiati tersebut merupakan hoaks lama yang kembali beredar. Pada turnbackhoax.id terdapat hasil periksa fakta dengan narasi yang sama di bulan Mei 2020.
Dengan demkian narasi yang mencatut Dekan FMIPA IPB dan Dosen Biokimia IPB Dr. Ir. Sri Nurdiati, M.Sc tentang pentingnya antibodi merupakan hoaks, hal tersebut sudah dibantah melalui website IPB dan narasi tersebut merupakan hoaks lama yang kembali beredar sehingga masuk dalam kategori konten palsu.
Terkait narasi yang beredar di media sosial pada webisite IPB pada artikel yang berjudul “[INFORMASI PENTING] Dekan FMIPA IPB: yang viral itu bukan tulisan saya” yang diunggah 20 April 2020 terdapat klarifikasi narasi tersebut bukan tulisan dari Dekan FMIPA IPB.
“Di awal-awal masa WFH diberlakukan, ada artikel yang viral beredar, isinya tentang bagaimana memperkuat antibodi di dalam tubuh manusia. Sebenarnya isinya cukup bagus dan bisa menjadi edukasi bagi masyarakat umum. Namun sayang, artikel itu mencantumkan nama saya, lengkap dengan jabatan dan institusi saya, padahal bukan saya yang menulisnya” mengutip dari website IPB.
Narasi yang mencatut Sri Nurdiati tersebut merupakan hoaks lama yang kembali beredar. Pada turnbackhoax.id terdapat hasil periksa fakta dengan narasi yang sama di bulan Mei 2020.
Dengan demkian narasi yang mencatut Dekan FMIPA IPB dan Dosen Biokimia IPB Dr. Ir. Sri Nurdiati, M.Sc tentang pentingnya antibodi merupakan hoaks, hal tersebut sudah dibantah melalui website IPB dan narasi tersebut merupakan hoaks lama yang kembali beredar sehingga masuk dalam kategori konten palsu.
Kesimpulan
Hasil Periksa Fakta Luthfiyah Oktari Jasmien (UIN Raden Mas Said Surakarta).
Narasi yang diklaim bersumber dari Dr. Ir. Sri Nurdiati, M.Sc. tersebut hoaks. Faktanya, hal tersebut sudah dibantah melalui website IPB dan narasi tersebut merupakan hoaks lama yang kembali beredar.
Narasi yang diklaim bersumber dari Dr. Ir. Sri Nurdiati, M.Sc. tersebut hoaks. Faktanya, hal tersebut sudah dibantah melalui website IPB dan narasi tersebut merupakan hoaks lama yang kembali beredar.
Rujukan
- http://math.ipb.ac.id/index.php?Itemid=216&option=com_mathipb&act=Dosen&task=view&NIP=131578805&Inisial=SNI
- https://ppid.ipb.ac.id/informasi-penting-dekan-fmipa-ipb-yang-viral-itu-bukan-tulisan-saya/
- https://turnbackhoax.id/2020/05/30/salah-dari-dr-ir-hj-sri-nurdiati-dekan-fmipa-ipb-banyak-yang-tidak-tahu-ini-rahasia-imunitas-tubuh/
(GFD-2021-8759) Keliru, Klaim Pemberitaan Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Menewaskan 176 Penumpang
Sumber: cekfakta.tempo.coTanggal publish: 14/09/2021
Berita
Sebuah tautan mengabarkan peristiwa kecelakaan pesawat sriwijaya diklaim telah menewaskan 176 orang beredar. Berita ini diberi judul “Innalillahi 176 Orang Tewas di dalam pesawat sriwijaya , Dua Pesawat Tabrakan saat Sedang Mengudara pada 10 September 2021” dan tayang di blog media insegnia pada tanggal 10 September 2021.
Dalam berita ditulis telah terjadi tabrakan dua pesawat saat mengudara pada 10 september 2021 dan sedikitnya 176 orang dikabarkan meninggal. Tragedi kecelakaan pesawat itu terjadi di Wilayah Zagreb.
Tangkapan layar unggahan artikel blog tentang tabrakan dua pesawat di udara pada 10 September 2021.
Hasil Cek Fakta
Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim Cek Fakta Tempo mula-mula menelusuri pemberitaan terkait kecelakaan pesawat sriwijaya yang menewaskan 176 orang pada 10 September 2021, melalui sejumlah media massa kredibel. Hasilnya tidak ditemukan satupun pemberitaan terkait peristiwa kecelakaan pesawat Sriwijaya Air pada 10 September 2021.
Berdasarkan hasil penelusuran, peristiwa kecelakaan pesawat Sriwijaya Air di sepanjang tahun 2021 hanya terjadi pada Sabtu 06 Januari 2021, bukan pada 10 September 2021. Dikutip dari CNBC, pesawat Sriwijaya Air yang mengalami kecelakaan adalah pesawat dengan nomor penerbangan SJ 182 jurusan Jakarta-Pontianak yang hilang kontak dengan menara kendali setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta. Pesawat jenis Boeing 737-524 ini membawa setidaknya 50 penumpang yang terdiri dari 12 orang kru kabin.
Dilansir dari dokumen pemberitaan TEMPO, pesawat Sriwijaya Air yang jatuh itu bukan disebabkan karena tabrakan dengan pesawat lain namun diduga akibat karena sistem autothrottle yang berfungsi sebagai pergerakan sistem pengatur daya atau gas tak berfungsi secara baik. Pesawat ini terdeteksi jatuh setelah sempat melewati ketinggian 11 ribu kaki sebelum kemudian hilang kontak. Pesawat Sriwijaya Air ini membawa 62 orang. Sebanyak 50 orang merupakan penumpang dan 12 lainnya adalah kru. Pesawat semestinya dijadwalkan tiba di Pontianak pukul 15.50 WIB.
Dikutip dari liputan 6, sepanjang 2021 setidaknya ada lima peristiwa kecelakaan pesawat di Indonesia, yaitu pada 09 Januari 2021 pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182 rute Jakarta-Pontianak jatuh di perairan kepulauan seribu. Kurang dari 3 bulan sejak kecelakaan pesawat Sriwijaya Air, pesawat kargo B737-400 Trigana Air tergelincir di Bandara Halim Perdanakusuma pada Sabtu, 20 Maret 2021.
Lalu pada 17 Februari, pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 642 mengalami rusak mesin saat terbang dari Makassar menuju Gorontalo sehingga harus kembali ke Makassar. Tak berselang lama pada 06 Maret 2021, pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID-6803 rute Jambi-Jakarta mendadak harus Return To Base (RTB) ke Jambi karena roda depan pesawat bermasalah sehingga pesawat terhenti di tengah runway dan mengakibatkan bandara ditutup sementara.
Pada 8 Maret 2021, pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID-6561 rute Palu - Jakarta mengalami penundaan keberangkatan karena ditemukan garis yang melengkung pada permukaan lapisan kaca kokpit di bagian kiri.
Kesimpulan
Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, tautan yang mengabarkan peristiwa kecelakaan pesawat Sriwijaya karena tabrakan saat sedang mengudara pada 10 September 2021 dan menewaskan 176 orang penumpang, keliru. Berdasarkan hasil penelusuran, peristiwa kecelakaan pesawat Sriwijaya Air di sepanjang 2021 hanya terjadi pada Sabtu 06 Januari 2021, bukan pada 10 September 2021.
Pesawat Sriwijaya Air yang mengalami kecelakaan adalah pesawat dengan nomor penerbangan SJ 182 jurusan Jakarta-Pontianak yang jatuh di perairan kepulauan seribu. Pesawat Sriwijaya Air ini membawa 62 orang. Sebanyak 50 orang merupakan penumpang dan 12 lainnya adalah kru.
TIM CEKFAKTA TEMPO
Rujukan
- http%20
- https:/www.insegnia.xyz/2021/09/innalillahi-176-orang-tewas-di-dalam_10.html
- https://www.tempo.co/tag/sriwijaya-air
- https://www.cnbcindonesia.com/news/20210110082604-4-214745/duka-ri-sriwijaya-musibah-kecelakaan-pesawat-pertama-2021
- https://bisnis.tempo.co/read/1421701/knkt-masih-selidiki-penyebab-jatuhnya-pesawat-sriwijaya-air-sj182/full&view=ok [
- https:/www.liputan6.com/bisnis/read/4523133/banyak-insiden-kecelakaan-penerbangan-terjadi-di-2021-tanggung-jawab-siapa
Halaman: 6463/7976



