• (GFD-2024-19650) [HOAKS] Ratusan Tentara China Mendarat di Indonesia

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/05/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar konten yang mengeklaim ratusan tentara China mendarat di Indonesia.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, konten tersebut hoaks.

    Konten yang mengeklaim ratusan tentara China mendarat di Indonesia dibagikan akun Facebook ini pada 5 April 2024.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    ADA APA INI WAHAI MENHAN..??PANGLIMA JGN TUTUP MATA.

    BERSIAPLAH RAKYAT INDONESIA TAK LAMA LAGI RAKYAT INDONESIA HARUS ANGKAT SENJATA.

    VIRAL RATUSAN TENTARA CINA MENDARAT DIAM-DIAM DI INDONESIA, INI FAKTANYA

    Narasi itu disertai video berdurasi 1 menit 48 detik yang menunjukkan sekelompok orang berpakaian militer di dekat pesawat maskapai Lion Air.

    Hasil Cek Fakta

    Setelah ditelusuri, video itu sudah beredar pada Februari 2023 dan bukan pendaratan tentara China di Indonesia.

    Corporate Communication Strategic PT Lion Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, video itu menunjukkan penerbangan rute domestik pada 28 dan 31 Desember 2022.

    Namun, ia tidak menyebutkan bandara keberangkatan dan tujuan.

    "Penerbangan dimaksud adalah rute domestik yang terjadi pada 28 dan 31 Desember 2022," kata Danang, seperti diberitakan Kompas.com, pada 4 Februari 2023.

    Sementara itu, Divisi Humas Polri, melalui akun Instagram @divisihumaspolri, membantah narasi ratusan tentara China mendarat di Indonesia.

    "Divisi Humas Polri memastikan video tersebut adalah tidak benar atau hoaks. Faktanya, video tersebut adalah pasukan Brimob yang tiba setelah bertugas di Satgas Damai Cartenz, Papua," tulis @divishumaspolri, pada 4 Februari 2023.

    Kesimpulan

    Hoaks mengenai kedatangan ratusan tentara China di Indonesia pernah beredar pada Februari 2023.

    Pihak maskapai Lion Air menyebutkan, penerbangan itu merupakan rute domestik dan terjadi pada 28 dan 31 Desember 2022.

    Sementara, Divisi Humas Polri menjelaskan, video itu memperlihatkan pasukan Brimob yang tiba setelah bertugas di Satgas Damai Cartenz, Papua.

    Rujukan

  • (GFD-2024-19651) [HOAKS] 1 Juta Ton Beras Sintetis Beracun dari China

    Sumber:
    Tanggal publish: 06/05/2024

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah video mengeklaim soal peredaran 1 juta ton beras sintetis beracun dari China di Indonesia.

    Namun, setelah ditelusuri, video tersebut tidak benar atau hoaks.

    Narasi soal 1 juta ton beras sintetis beracun dari China dibagikan oleh akun Facebook ini.

    Akun tersebut membagikan video soal ibu rumah tangga di Bukittinggi yang diduga keracunan beras sintetis. Video tersebut diberi keterangan demikian:

    WASAPDA !BERAS SINTESIS !SUDAH ADA KORBAN YANG KERACUNAN MENGKONSUMSI BERAS INI !

    WASPADA

    BERAS BERACUN 1 JT TON DARI CHINA

    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook, video yang mengeklaim terdapat 1 juta ton beras sintetis beracun dari China

    Hasil Cek Fakta

    Berdasarkan penelusuran Kompas.com, video tersebut identik dengan konten di kanal YouTube Lintas iNews ini yang diunggah pada 2 Oktober 2023.

    Video itu memberitakan seorang ibu rumah tangga di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, yang menderita radang tenggorokan dan pusing diduga karena mengonsumsi beras sintetis. 

    Dilansir Tribunnews, setelah ada kabar beras sintetis di Bukittinggi, selanjutnya sampel beras tersebut dibawa ke laboratorium untuk dicek.

    Setelah pengecekan, hasilnya bukan beras sintesis. 

    "Setelah dilakukan pengiriman ke laboratorium yang direkomendasikan badan pengawas nasional di Bogor, dan hasilnya negatif," ujar Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, pada 17 Oktober 2023.

    Mahyeldi mengaku belum mendapat laporan terkait penyebab konsumen yang mengonsumsi beras tersebut dan mengalami pusing serta mual.

    Sementara, seperti diberitakan Kompas.com pada 14 Oktober 2023, Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso, sudah meminta Satgas Pangan untuk menindaklanjuti secara hukum soal video beras plastik beracun dari China. 

    Menurut Budi, pengawasan ketat dilakukan setiap pengimporan beras. Ia mengatakan, tidak mungkin pemerintah mengedarkan beras sintetis.

    Kesimpulan

    Narasi soal 1 juta ton beras sintetis beracun dari China adalah hoaks.

    Video yang beredar memuat pemberitaan soal ibu rumah tangga di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.

    Ia menderita radang tenggorokan dan pusing diduga akibat mengonsumsi beras sintetis. Namun, setelah sampel beras diperiksa di laboratorium hasilnya negatif, bukan beras sintesis.

    Sementara, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, sudah meminta Satgas Pangan untuk menindaklanjuti secara hukum soal video beras plastik beracun dari China.

    Rujukan

  • (GFD-2024-19696) [SALAH] “Seperti ini jadinya Indonesia kalau tidak dibenahi secepatnya”

    Sumber: facebook.com
    Tanggal publish: 06/05/2024

    Berita

    NARASI: “Seperti ini nih…..
    jadinya bangsa Indonesia, klo tdk dibenahi secepatnya. Negara sdh genting dan mengerikn….
    Ksihn ank cucu kita……😭😭😭”

    Hasil Cek Fakta

    SUMBER membagikan video dengan menambahkan narasi atau klaim yang MENYESATKAN, FAKTA: pelintiran daur ulang yang sebelumnya dikaitkan dengan Uyghur. TIDAK berkaitan dengan kesimpulan SALAH yang berusaha dibangun, video yang dibagikan adalah bagian dari proses pelatihan perekrutan Grup Gerak Khas (GGK), unit komando pasukan elit Malaysia.

    Salah satu sumber pelintiran yang sebelumnya dengan video yang identik [2], hasil periksa fakta oleh turnbackhoax.id pada 1 Jan 2022: “BUKAN di Myanmar. Video tersebut adalah bagian dari proses pelatihan perekrutan unit komando pasukan elit Malaysia, Grup Gerak Khas (GGK).”

    Artikel periksa fakta yang sebelumnya, turnbackhoax.id pada 11 Des 2022: “MENYESATKAN, pelintiran daur ulang yang sebelumnya mengaitkan dengan Myanmar. TIDAK berkaitan dengan Tiongkok dan Uyghur, FAKTA: Video yang dibagikan adalah bagian dari proses pelatihan perekrutan Grup Gerak Khas (GGK), unit komando pasukan elit Malaysia.”

    EdRyNna AugustiNe di YouTube pada 10 Jan 2018: “Lagu Basic Komando siri 3 AK 2017”

    Documentary HD di YouTube pada 31 Okt 2017: “The 21 Gerup Gerak Khas (English: 21st Special Service Group, Jawi: ٢١ ڬروڤ ڬرق خاص) – commonly known as GGK – is a special forces regiment of the Malaysian Army which conducts special operations missions for the Malaysian government, such as direct action, unconventional warfare, sabotage, counter-terrorism, and intelligence gathering. It is the administrative and operational group to which the three regiments of the Gerak Khas and its supporting units are subordinated.

    Kesimpulan

    MENYESATKAN, pelintiran daur ulang yang sebelumnya dikaitkan dengan Uyghur. TIDAK berkaitan dengan kesimpulan SALAH yang berusaha dibangun, FAKTA: video yang dibagikan adalah bagian dari proses pelatihan perekrutan Grup Gerak Khas (GGK), unit komando pasukan elit Malaysia.
  • (GFD-2024-19590) [SALAH] Gas Elpiji Bisa Terisi Kembali dengan Disiram Air Panas

    Sumber: Facebook.com
    Tanggal publish: 05/05/2024

    Berita

    “Kenapa baru tau sekarang GAS ELPIJI habis bisa terisi kembali hanya modal 0 Rupiah”

    Hasil Cek Fakta

    Artikel disadur dari Kompas.

    Sebuah postingan di Facebook membagikan informasi bahwa gas elpiji dapat terisi kembali secara gratis dengan cara menyiram air panas pada bagian luar tabung gas. Postingan tersebut juga menunjukkan bagaimana gas yang sudah habis bisa menyalakan kompor kembali setelah tabung diisi air panas.

    Berdasarkan penelusuran Kompas.com, klaim tersebut keliru. Yudi Nugraha, peneliti dari Pusat Riset Metalurgi BRIN menyebut bahwa penyiraman air panas pada tabung gas elpiji tidak akan menambah kuantitas gas dalam tabung.

    Yudi menjelaskan kompor bisa menyala kembali karena adanya kenaikan suhu pada permukaan luar tabung akan meningkatkan tekanan sisa gas pada bagian dalam tabung sehingga gas mengalir ke selang menuju kompor dan api bisa menyala kembali.

    Menurut Yudi cara yang dilakukan untuk memanfaatkan sisa gas dalam tersebut tidak efisien jika dibandingkan dengan energi yang dibutuhkan untuk mendidihkan air panas. Selain itu, penyiraman air panas dapat merusak lapisan cat pada tabung dan mengakibatkan karat pada tabung.

    Dengan demikian, gas dapat terisi kembali dengan menyiram air panas adalah tidak benar dengan kategori Konten yang Menyesatkan.

    Kesimpulan

    Hasil periksa fakta Moch. Marcellodiansyah

    Yudi Nugraha, peneliti dari Pusat Riset Metalurgi BRIN menyebut bahwa penyiraman air panas pada tabung gas elpiji tidak akan menambah kuantitas gas dalam tabung. Selengkapnya pada bagian penjelasan.

    Rujukan