Jakarta (ANTARA/JACX) – Sebuah unggahan video di TikTok menarasikan bahwa aktor sekaligus anggota DPR RI FPAN terpilih 2024, Verrell Bramasta ditangkap karena kedapatan membawa barang terlarang seberat 1,72 gram.
Berikut transkrip video tersebut:
“Varrell tertangkap pada saat membawa barang terlarang seberat 1,72 gram dan varrell tengah kedapatan membawa barang terlarang pada saat dilakukan operasi pekat sekitar pukul 16.30 WIB. Pada saat petugas menggeladah polisi menemukan barang terlarang seberat 1,72 gram yang terbungkus dengan koran dari dalam tas Varrell dari interogasi awal, varrell mengaku sebagai pemakai bukan pengedar,”
Namun, benarkah Video Verrell Bramasta ditangkap terkait kasus narkoba tersebut?
(GFD-2024-19832) Hoaks! Video Verrell Bramasta ditangkap terkait kasus narkoba
Sumber:Tanggal publish: 14/05/2024
Berita
Hasil Cek Fakta
Berdasarkan penelusuran, potongan video tersebut merupakan sinetron di RCTI yang berjudul “Gawat! Kenzie Disiksa Di Penjara! - KARENA AKU SAYANG” (https://www.youtube.com/watch?v=-49miDjoC8g) pada detik 0:55. Dalam episode tersebut, Verrell Bramasta berperan sebagai Kenzie telah ditangkap polisi dikarenakan telah memukul wartawan yang hendak mewawancarainya.
Sehingga klaim video Verrell Bramasta ditangkap terkait kasus narkoba merupakan hoaks.
Klaim: Video Verrell Bramasta ditangkap terkait kasus narkoba
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Sehingga klaim video Verrell Bramasta ditangkap terkait kasus narkoba merupakan hoaks.
Klaim: Video Verrell Bramasta ditangkap terkait kasus narkoba
Rating: Hoaks
Pewarta: Tim JACX
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2024
Rujukan
(GFD-2024-19839) [HOAKS] Serangan Serentak 5 Negara ke Israel
Sumber:Tanggal publish: 14/05/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar video mengenai serangan serentak lima negara ke Israel.
Narasi yang beredar menyebutkan Iran, Irak, Lebanon, Yaman, dan Suriah mengirimkan roket serta peluru kendali (rudal) ke Tel Aviv.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau hoaks.
Video serangan serentak lima negara ke Israel disebarkan oleh akun X ini, Facebook ini, dan Instagram ini.
Dalam video berdurasi 2 menit 19 detik tersebut, narator menyebutkan bahwa media menyembunyikan informasi soal serangan serentak tersebut.
Sementara, video menampilkan kendaraan militer dan peluncuran roket.
Berikut narasi yang ditulis pengguna X pada Minggu (12/5/2024):
BERITA YG DI SEMBUNYIAN OLEH ISRAEL.INI ADALAH SERANGAN BERSAMAAN DARI 5 NEGARA² MUSLIM SECARA SERENTAK IRAN IRAK LIBANON YAMAN SURIAH MENGIRIMKAN RUDAL² DAN ROKET KE TEL-AVIVBARU PERTAMAKALI DALAM SEJARAH DUNIA !!IMBAS DARI AGRESI ISRAEL DI #GAZA.ISRAEL SUDAH HANCUR !!
Narasi yang beredar menyebutkan Iran, Irak, Lebanon, Yaman, dan Suriah mengirimkan roket serta peluru kendali (rudal) ke Tel Aviv.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau hoaks.
Video serangan serentak lima negara ke Israel disebarkan oleh akun X ini, Facebook ini, dan Instagram ini.
Dalam video berdurasi 2 menit 19 detik tersebut, narator menyebutkan bahwa media menyembunyikan informasi soal serangan serentak tersebut.
Sementara, video menampilkan kendaraan militer dan peluncuran roket.
Berikut narasi yang ditulis pengguna X pada Minggu (12/5/2024):
BERITA YG DI SEMBUNYIAN OLEH ISRAEL.INI ADALAH SERANGAN BERSAMAAN DARI 5 NEGARA² MUSLIM SECARA SERENTAK IRAN IRAK LIBANON YAMAN SURIAH MENGIRIMKAN RUDAL² DAN ROKET KE TEL-AVIVBARU PERTAMAKALI DALAM SEJARAH DUNIA !!IMBAS DARI AGRESI ISRAEL DI #GAZA.ISRAEL SUDAH HANCUR !!
Hasil Cek Fakta
Video kendaraan militer dan peluncuran roket telah beredar di internet dua tahun lalu, seperti yang diunggah akun Instagram ini pada 23 Maret 2022.
Keterangan video menyebutkan bahwa kendaraan militer yang ditampilkan merupakan milik Iran.
Video tersebut hanya menampilkan kendaraan dan senjata militer, tetapi tidak membuktikan apa pun soal serangan serentak terhadap Israel.
Sejumlah negara Islam, seperti Iran, Yaman, dan Lebanon memiliki konflik dengan Israel.
Seperti dilaporkan Al Jazeera, 19 April 2024, ketegangan Iran dan Israel meningkat seiring eskalasi konflik di Gaza.
Misalnya, peluncuran lebih dari 300 drone dan rudal sebagai bentuk serangan langsung Iran ke Israel.
Serangan dilakukan setelah Israel mengebom Damaskus, Suriah, dan menewaskan lima penasehat militer IRGC.
Namun, serangan Iran sebagian besar ditembak jatuh di luar perbatasan Israel dengan bantuan Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Perancis.
Sementara, Yordania menembak jatuh rudal yang ditujukan ke Israel saat melalui wilayahnya.
Ketegangan juga terjadi di Lebanon ketika Israel melanjutkan perangnya di Gaza. Memasuki bulan ketujuh, Israel melancarkan perang paralel di sepanjang perbatasan Lebanon.
Seperti diwartakan Al Jazeera, Israel telah menyerang hampir 4.000 kali di sepanjang perbatasan sepanjang 120 km.
Sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina, Hizbullah Lebanon melancarkan serangan terhadap Israel sejak 8 Oktober 2023.
Sementara, kelompok Houthi Yaman menyatakan bahwa mereka akan menargetkan kapal-kapal menuju Israel sebagai dukungan kepada Palestina.
Dilansir Al Jazeera, pernyataan tersebut disampaikan setelah Israel menyerang Rafah di selatan Gaza.
Sebagai solidaritas terhadap Palestina, kelompok Houthi juga bersekutu dengan Iran yang telah berulang kali melancarkan serangan drone dan rudal.
Mereka menyerang kapal-kapal di jalur pelayaran penting di Laut Merah, Selat Bab al-Mandab, dan Teluk Aden, sejak November 2023.
Kendati sejumlah negara dan kelompok militer menyerang Israel, tetapi belum ada serangan yang dilakukan serentak.
Keterangan video menyebutkan bahwa kendaraan militer yang ditampilkan merupakan milik Iran.
Video tersebut hanya menampilkan kendaraan dan senjata militer, tetapi tidak membuktikan apa pun soal serangan serentak terhadap Israel.
Sejumlah negara Islam, seperti Iran, Yaman, dan Lebanon memiliki konflik dengan Israel.
Seperti dilaporkan Al Jazeera, 19 April 2024, ketegangan Iran dan Israel meningkat seiring eskalasi konflik di Gaza.
Misalnya, peluncuran lebih dari 300 drone dan rudal sebagai bentuk serangan langsung Iran ke Israel.
Serangan dilakukan setelah Israel mengebom Damaskus, Suriah, dan menewaskan lima penasehat militer IRGC.
Namun, serangan Iran sebagian besar ditembak jatuh di luar perbatasan Israel dengan bantuan Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Perancis.
Sementara, Yordania menembak jatuh rudal yang ditujukan ke Israel saat melalui wilayahnya.
Ketegangan juga terjadi di Lebanon ketika Israel melanjutkan perangnya di Gaza. Memasuki bulan ketujuh, Israel melancarkan perang paralel di sepanjang perbatasan Lebanon.
Seperti diwartakan Al Jazeera, Israel telah menyerang hampir 4.000 kali di sepanjang perbatasan sepanjang 120 km.
Sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina, Hizbullah Lebanon melancarkan serangan terhadap Israel sejak 8 Oktober 2023.
Sementara, kelompok Houthi Yaman menyatakan bahwa mereka akan menargetkan kapal-kapal menuju Israel sebagai dukungan kepada Palestina.
Dilansir Al Jazeera, pernyataan tersebut disampaikan setelah Israel menyerang Rafah di selatan Gaza.
Sebagai solidaritas terhadap Palestina, kelompok Houthi juga bersekutu dengan Iran yang telah berulang kali melancarkan serangan drone dan rudal.
Mereka menyerang kapal-kapal di jalur pelayaran penting di Laut Merah, Selat Bab al-Mandab, dan Teluk Aden, sejak November 2023.
Kendati sejumlah negara dan kelompok militer menyerang Israel, tetapi belum ada serangan yang dilakukan serentak.
Kesimpulan
Video serangan serentak lima negara ke Israel merupakan hoaks.
Kelompok militer di beberapa negara, seperti Iran, Lebanon, dan Yaman, memang menyerang Israel sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina.
Kendati demikian, serangan tidak dilakukan secara serentak.
Kelompok militer di beberapa negara, seperti Iran, Lebanon, dan Yaman, memang menyerang Israel sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina.
Kendati demikian, serangan tidak dilakukan secara serentak.
Rujukan
- https://twitter.com/21_mozza/status/1789486389157056867
- https://www.facebook.com/reel/465420112589360
- https://www.instagram.com/p/C62wYESLCRr/
- https://www.instagram.com/p/CbcyKHyIayM/
- https://www.aljazeera.com/news/2024/4/19/how-iran-israel-tensions-have-escalated-since-the-war-on-gaza-a-timeline
- https://www.aljazeera.com/news/longform/2024/4/15/mapping-israel-lebanon-cross-border-attacks
- https://www.aljazeera.com/news/2024/5/3/yemens-houthis-say-they-will-target-ships-heading-for-israel-within-range
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-19840) [HOAKS] Pembegalan di Kecamatan Cicalengka Bandung pada 7 Mei
Sumber:Tanggal publish: 14/05/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar unggahan yang menarasikan soal kasus pembegalan di Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, pada 7 Mei 2024 malam.
Dalam unggahan disebutkan, korban pembegalan mengalami luka akibat dibacok dengan golok.
Namun, setelah ditelsuri, narasi tersebut tidak benar atau hoaks.
Unggahan mengenai kasus pembegalan di Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, pada 7 Mei 2024 muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Akun tersebut membagikan gambar seorang pria yang sedang terbaring dan mengalami luka di tangan. Unggahan itu diberi keterangan demikian:
Cicalengka darurat kejahatanBlum selesai kasus pembacokan oleh geng motor yg mengakibatkan 7 korban , di bwah jembatan cikopo,terjadi lagi tadi mlam jm 20.00-+ di dampit cicalengkaDi himbau untuk tidak melakukan kegiatan di luar rumah diatas jm 9mlam sampai kondisi cicalengka kondusif.
Hindari jlan" rawan begal sprti by pass dari pom bensin beor cicalengka-paramon terlebih waktu mlam hari,gunakan jalur warung lahang-cicalengka-paramon atau sebaliknya,area Rancaekek (kahatex,permata hijau,dangdeur).
Dalam unggahan disebutkan, korban pembegalan mengalami luka akibat dibacok dengan golok.
Namun, setelah ditelsuri, narasi tersebut tidak benar atau hoaks.
Unggahan mengenai kasus pembegalan di Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, pada 7 Mei 2024 muncul di media sosial, salah satunya dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.
Akun tersebut membagikan gambar seorang pria yang sedang terbaring dan mengalami luka di tangan. Unggahan itu diberi keterangan demikian:
Cicalengka darurat kejahatanBlum selesai kasus pembacokan oleh geng motor yg mengakibatkan 7 korban , di bwah jembatan cikopo,terjadi lagi tadi mlam jm 20.00-+ di dampit cicalengkaDi himbau untuk tidak melakukan kegiatan di luar rumah diatas jm 9mlam sampai kondisi cicalengka kondusif.
Hindari jlan" rawan begal sprti by pass dari pom bensin beor cicalengka-paramon terlebih waktu mlam hari,gunakan jalur warung lahang-cicalengka-paramon atau sebaliknya,area Rancaekek (kahatex,permata hijau,dangdeur).
Hasil Cek Fakta
Dilansir Kompas.com, Kepala Kepolisian Sektor Cicalengka Kompol Deni Rusnandar menyebutkan, tidak ada aksi pembegalan di wilayahnya pada 7 Mei 2024.
Deni menegaskan, kabar yang beredar di media sosial adalah hoaks. Selain itu, korban juga tidak kehilangan barang.
"Enggak ada, menurut keterangan korban juga itu bukan aksi pembegalan, jadi tidak benar," ujar Deni, Kamis (9/5/2024).
Deni mengatakan, berdasarkan keterangan korban, kejadian tersebut murni kecelakaan.
Peristiwa bermula ketika korban mengendarai sepeda motor di daerah Candi, Kecamatan Cicalengka, pada 7 Mei 2024 malam.
Kemudian, terdapat dua sepeda motor yang melaju beriringan dari arah berlawanan. Motor yang di depan tidak menggunakan lampu, sedangkan motor di belakang dilengkapi lampu.
"Jadi si korban ini silau begitu, enggak bisa lihat motor yang enggak menggunakan lampu," kata dia.
Setelah itu, kedua motor bergesekan dan korban jatuh dari kendaraannya. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka di bagian lengan.
"Kebetulan, setang motornya tak dibungkus (tak menggunakan handgrip)," ucapnya.
Deni menegaskan, kabar yang beredar di media sosial adalah hoaks. Selain itu, korban juga tidak kehilangan barang.
"Enggak ada, menurut keterangan korban juga itu bukan aksi pembegalan, jadi tidak benar," ujar Deni, Kamis (9/5/2024).
Deni mengatakan, berdasarkan keterangan korban, kejadian tersebut murni kecelakaan.
Peristiwa bermula ketika korban mengendarai sepeda motor di daerah Candi, Kecamatan Cicalengka, pada 7 Mei 2024 malam.
Kemudian, terdapat dua sepeda motor yang melaju beriringan dari arah berlawanan. Motor yang di depan tidak menggunakan lampu, sedangkan motor di belakang dilengkapi lampu.
"Jadi si korban ini silau begitu, enggak bisa lihat motor yang enggak menggunakan lampu," kata dia.
Setelah itu, kedua motor bergesekan dan korban jatuh dari kendaraannya. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka di bagian lengan.
"Kebetulan, setang motornya tak dibungkus (tak menggunakan handgrip)," ucapnya.
Kesimpulan
Polisi mengatakan, tidak ada kasus pembegalan di Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, pada 7 Mei 2024.
Kapolsek Cicalengka Kompol Deni Rusnandar mengatakan, peristiwa yang melibatkan pengendara motor itu murni kecelakaan. Korban juga tidak mengalami kehilangan barang.
Kapolsek Cicalengka Kompol Deni Rusnandar mengatakan, peristiwa yang melibatkan pengendara motor itu murni kecelakaan. Korban juga tidak mengalami kehilangan barang.
Rujukan
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=441474501807004&id=100078333725069&mibextid=oFDknk&rdid=0joCMgZj0vxPZtpA
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=1170984361010496&id=100042968297993&mibextid=oFDknk&rdid=CvOmRgOGBPIruFkJ
- https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=2178980832436570&id=100009740221631&mibextid=oFDknk&rdid=HUZSrKjpi85c9dEX
- https://bandung.kompas.com/read/2024/05/09/195421378/viral-unggahan-aksi-pembegalan-tukang-pijit-di-cicalengka-polisi-tegaskan
- https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D
(GFD-2024-19859) [HOAKS] Raja Denmark Frederik X Kibarkan Bendera Palestina
Sumber:Tanggal publish: 14/05/2024
Berita
KOMPAS.com - Beredar video yang menarasikan soal pengibaran bendera Palestina oleh Raja Denmark Frederik X.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau hoaks.
Narasi mengenai Raja Denmark Frederik X mengibarkan bendera Palestina disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini.
Video menampilkan seorang pria memakai baju putih mengibarkan bendera di balkon sebuah gedung.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Selasa (14/5/2024):
Frederik X, Raja Denmark mendampingi pendukung rakyat Gaza dengan tampil di balkon kediamannya sambil mengibarkan bendera Palestina.Tak perlu tunjukkan identitas Islam, cukup identitas nurani kemanusiaan untuk mengutuk genosida yg terjadi di palestina dan dukung kemerdekaannya.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau hoaks.
Narasi mengenai Raja Denmark Frederik X mengibarkan bendera Palestina disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, ini, ini, dan ini.
Video menampilkan seorang pria memakai baju putih mengibarkan bendera di balkon sebuah gedung.
Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada Selasa (14/5/2024):
Frederik X, Raja Denmark mendampingi pendukung rakyat Gaza dengan tampil di balkon kediamannya sambil mengibarkan bendera Palestina.Tak perlu tunjukkan identitas Islam, cukup identitas nurani kemanusiaan untuk mengutuk genosida yg terjadi di palestina dan dukung kemerdekaannya.
Hasil Cek Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com mengambil tangkapan layar gambar yang beredar untuk menelusuri jejak digital video.
Hasil pencarian di Google Lens mengarahkan ke artikel cek fakta dari Nyheder.tv2.dk, Newtral.es, dan Annahar.com.
Video tersebut bukan berlokasi di Denmark, melainkan di Malmo, Swedia.
Klip diambil ketika warga Swedia melakukan aksi pro-Palestina pada Kamis (9/5/2024). Aksi protes tersebut diberitakan sejumlah media, seperti The Guardian dan Associated Press.
Situs berita berbahasa Bosnia, Federalna menulis soal aksi pro-Palestina di Malmo dengan menyertakan foto pria dalam balkon.
Aksi tersebut sekaligus memprotes keikutsertaan Israel dalam kompetisi pop pan-kontinental, Eurovision.
Para pengunjuk rasa memenuhi jalanan, kemudian berkumpul di alun-alun Stortorget dekat Balai Kota Malmo.
Akun X @elizabeth_w96, pada Jumat (10/5/2024), mengunggah video aksi protes tersebut, termasuk pria yang mengibarkan bendera Palestina di balkon sebuah gedung.
Pria dalam video bukanlah Raja Denmark. Berikut perbandingan wajah pria di balkon dan Frederik X.
Sementara itu, pria mengibarkan bendera Palestina berlokasi di 31 Slottsgatan. Tampak gedung dengan dinding bata merah disertai balkon yang mengarah ke jalan.
Hasil pencarian di Google Lens mengarahkan ke artikel cek fakta dari Nyheder.tv2.dk, Newtral.es, dan Annahar.com.
Video tersebut bukan berlokasi di Denmark, melainkan di Malmo, Swedia.
Klip diambil ketika warga Swedia melakukan aksi pro-Palestina pada Kamis (9/5/2024). Aksi protes tersebut diberitakan sejumlah media, seperti The Guardian dan Associated Press.
Situs berita berbahasa Bosnia, Federalna menulis soal aksi pro-Palestina di Malmo dengan menyertakan foto pria dalam balkon.
Aksi tersebut sekaligus memprotes keikutsertaan Israel dalam kompetisi pop pan-kontinental, Eurovision.
Para pengunjuk rasa memenuhi jalanan, kemudian berkumpul di alun-alun Stortorget dekat Balai Kota Malmo.
Akun X @elizabeth_w96, pada Jumat (10/5/2024), mengunggah video aksi protes tersebut, termasuk pria yang mengibarkan bendera Palestina di balkon sebuah gedung.
Pria dalam video bukanlah Raja Denmark. Berikut perbandingan wajah pria di balkon dan Frederik X.
Sementara itu, pria mengibarkan bendera Palestina berlokasi di 31 Slottsgatan. Tampak gedung dengan dinding bata merah disertai balkon yang mengarah ke jalan.
Kesimpulan
Video pria di Malmo, Swedia, mengibarkan bendera di balkon saat aksi pro-Palestina disebarkan dengan konteks keliru.
Aksi protes dilakukan di Balai Kota Malmo, pada Kamis (9/5/2024). Pria dalam video bukan Raja Denmark Frederik X.
Aksi protes dilakukan di Balai Kota Malmo, pada Kamis (9/5/2024). Pria dalam video bukan Raja Denmark Frederik X.
Rujukan
- https://www.facebook.com/yunus.yunus.16752754/videos/1260278524953471
- https://www.facebook.com/tri.triyono.35/videos/3737492449841147
- https://www.facebook.com/maleqi.mohd/videos/413900301531363/
- https://www.facebook.com/AsiaPacificCommunityForPalestine/videos/3563537007229768/
- https://www.facebook.com/Isgone14/videos/707480931394504
- https://lens.google.com/search?ep=subb&hl=en-US&re=df&s=4&p=AbrfA8oupouvTCPz_OBheD8-Ur36hTCXK27XbyxSfGTN-NAnr22fi1grSQ2nZk5KjqCMPGWcj50vzqb2qVqHYE7nanA6D8HDobMyc4h-TaoVRKeaCUAWy4CLZ-BvMO0jSTr8jYpo_C3Xz8Jfj9yb5PjyqaPayPUG20bTDbXs7_8KZzJKPiRszlAR0kGsgrJraZvZ6MR7tqqWnYapMn1RLpYDd9kmE335DlrIr2uiiOMffFA51lPPAtKRJ8l3mEM0NIn5FyOZWo_p-t0mIUX7Qu85W1o%3D#lns=W251bGwsbnVsbCxudWxsLG51bGwsbnVsbCxudWxsLG51bGwsIkVrY0tKRFJoTW1GbU5qVTFMV1EzWVdJdE5ETTNZeTFoWVdSbExUZGxOMk0yWWpSak9UbGhaaElmUlRkYWQzTmxiSGxrYUd0VU9FZHRjM3A0VFdaRGJITlljMFZPVnpsNFp3PT0iXQ==
- https://nyheder.tv2.dk/samfund/2024-05-13-fake-news-video-om-kong-frederik-spreder-sig
- https://www.newtral.es/rey-dinamarca-bandera-palestina/20240513/
- https://www.annahar.com/arabic/%D8%A7%D9%84%D9%86%D9%87%D8%A7%D8%B1%D8%AA%D8%AA%D8%AD%D9%82%D9%82/319417/%D9%85%D9%84%D9%83-%D8%A7%D9%84%D8%AF%D8%A7%D9%86%D9%85%D8%A7%D8%B1%D9%83-%D9%8A%D8%B1%D9%81%D8%B9-%D8%B9%D9%84%D9%85-%D9%81%D9%84%D8%B3%D8%B7%D9%8A%D9%86-%D9%88%D9%8A%D9%84%D9%88%D8%AD-%D8%A8%D9%87-%D8%A5%D9%84%D9%8A%D9%83%D9%85-%D8%A7%D9%84%D8%AD%D9%82%D9%8A%D9%82%D8%A9-factcheck
- https://www.youtube.com/watch?v=ON9DDWRFCjI
- https://www.youtube.com/watch?v=0kw2ADqPvds
- https://federalna.ba/hiljade-ljudi-u-malmeu-protestuje-protiv-ucesca-izraela-na-eurosongu-8rv39
- https://twitter.com/elizabeth_w96/status/1788649008501571903
- https://www.britannica.com/biography/Frederik-X
- https://www.google.com/maps/@55.603174,12.99428,3a,90y,112.49h,100.12t/data=!3m7!1e1!3m5!1sgFedndVCFR-5y_JB83Xa0Q!2e0!6s
- https:%2F%2Fstreetviewpixels-pa.googleapis.com%2Fv1%2Fthumbnail%3Fpanoid%3DgFedndVCFR-5y_JB83Xa0Q%26cb_client%3Dmaps_sv.share%26w%3D900%26h%3D600%26yaw%3D112.49121515023492%26pitch%3D-10.11725432995813%26
Halaman: 3633/7990




